alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Pemkot Jaksel kesulitan berantas praktik prostitusi di Kalibata City
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b6c1c19dc06bde3358b4575/pemkot-jaksel-kesulitan-berantas-praktik-prostitusi-di-kalibata-city

Pemkot Jaksel kesulitan berantas praktik prostitusi di Kalibata City

Pemkot Jaksel kesulitan berantas praktik prostitusi di Kalibata City
Suasana Apartemen Kalibata City pada Kamis (1/9/2016).
Bolak-balik dibongkar, bolak-balik pula terulang. Itulah gambaran praktik prostitusi di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan. Dan, Pemerintah Kota Jakarta Selatan tak mampu berbuat banyak menghentikan aktivitas itu karena menyangkut wilayah privat.

Hingga Juli 2018, minimal sudah [URL="https://news.detik.com/berita/4155838/sederet-praktik-prostitusi-di-apartemen-kalibata-city "]empat kali[/URL] laku lancung bisnis esek-esek di apartemen tersebut diungkap Kepolisian. Namun, pada awal Agustus ini, pihak berwajib kembali menemukan bisnis haram itu.

Sebanyak 32 pekerja seks komersil (PSK) diamankan kepolisian dalam pengungkapan kali ini. Dari jumlah tersebut, lima di antaranya adalah anak-anak di bawah umur dengan usia rentang 16-18 tahun.

"Mereka (anak-anak usia 16-18 tahun) sudah bekerja (sebagai PSK) lebih dari dua tahun," ucap Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, AKBP Ade Ary Syam saat memberi keterangan pers, Rabu (8/8/2018), (H/T Republika.co.id ).

Dalam pengungkapan kasus ini, polisi telah menetapkan tiga orang tersangka. Mereka adalah SBR alias Obay, TM alias Oncom, dan RMV. Ketiganya ditangkap di Apartemen Kalibata City Tower Flamboyan lantai 21.

Ketiga orang ini saling membagi tugas. SBR berperan sebagai mucikari dan pencari pelangganan. Untuk hal ini, menurut Ade, SBR menggunakan aplikasi pesan lintas platform, yakni Beetalk dan WeChat.

Setelah pelanggan didapat, mereka akan bertemu di Taman Flamboyan sebelum akhirnya "ngamar" di Tower Flamboyan. Sebagai catatan, taman ini memang terkenal sebagai tempat kopi darat mucikari dan pelanggan.

Fasilitator di Tower Flamboyan adalah TM dan RMV. Sejauh ini, Ade mengatakan, terdapat 10 kamar yang digunakan tempat prostitusi dari 17 kamar yang dikelola TM dan RMV.

"Mereka (TM dan RMV) adalah agen marketing properti apartemen yang memasarkan room untuk digunakan sebagai praktik prostitusi," kata Ade.

Para tersangka pun terancam pasal 296 KUHP dengan hukuman penjara 1 tahun 4 bulan dan pasal 506 KUHP dengan ancaman hukuman 1 tahun penjara.

Berulang kalinya kasus yang sama terjadi di Kalibata City dan sebenarnya selalu tercium oleh Pemkot Jakarta Selatan. Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Jakarta Selatan, Marullah Matali.

Menurut Marullah, ia sudah berulang kali meminta sejumlah instansi, seperti Dinas Sosial Provinsi Jakarta dan Satuan Polisi Pamong Praja, untuk mengawasi gerak-gerik mencurigakan penghuni.

Namun, hal itu kurang maksimal. Sebab, menurut Marullah, wilayah tinggal apartemen bukan masuk dalam lingkup RT maupun RW. Sehingga Pemkot dan jajaran lainnya tak bisa masuk terlalu jauh untuk melakukan pengawasan.

"Jadi lingkupnya privat. Ini yang kami minta agar teman di lapangan berkoordinasi dengan pengelola (apartemen)," kata Marullah, dikutip dari detikcom.

Masalahnya, dari pengakuan polisi, selama ini pihak pengelola apartemen seperti setengah hati untuk melakukan kerja sama.

"Pengelola enggak mau terbuka. Setelah banyak masyarakat yang komplain dari dinas terkait enggak mempan, baru bikin laporan (ke Polisi)," ujar Kasubdit Renakta Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Azhar Nugroho.

"Sudah (diminta berkoordinasi). Namun sepertinya bandel dia (pengelola Apartemen Kalibata City), gak mau koordinasi dengan Dinsos dan lain-lain."

Sebenarnya, sikap pengelola yang dianggap sulit untuk diajak berkoordinasi ini bukan hal baru juga. Bahkan, para warga yang tinggal di sana sudah berulang kali meminta pergantian pengelola.

Seperti saat kasus prostitusi di Apartemen Kalibata City terungkap pada April lalu, pihak penghuni sudah meminta pergantian pengelola. Namun, hingga kini permintaan itu belum digubris.

Walau kasus prostitusi kelima pada 2018 ini telah terungkap, pihak pengelola Apartemen Kalibata City tetap mengatakan bahwa mereka tak terlibat apa-apa. Demikian ditegaskan General Manager Apartemen Kalibata City, Ishak Lopung.

Menurut Ishak, pengelola selalu berkomunikasi dengan pihak berwajib bila diindikasikan terjadi praktik prostitusi di wilayahnya. Seperti misalnya pada Juli kemarin, menurut Ishak, pihaknya berkoordinasi dengan kepolisian untuk memberantas bisnis prostitusi.

"Itu pada 30 Juli kemarin kami panggil polisi dari Polda untuk berkoordinasi dan membicarakan soal pemberantasan prostitusi," ucap Ishak dilansir Liputan6. Hasilnya, menurut Ishak, pengungkapan pada awal Agustus ini.

Maka, kini Ishak bingung bila dikatakan pihaknya disebut tak tanggap terhadap kasus prostitusi di wilayahnya.
Pemkot Jaksel kesulitan berantas praktik prostitusi di Kalibata City


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...-kalibata-city

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Pemkot Jaksel kesulitan berantas praktik prostitusi di Kalibata City Hari ini IHSG anjlok, minus 0,49 persen

- Pemkot Jaksel kesulitan berantas praktik prostitusi di Kalibata City Rencana pemerintah untuk turunkan angka kemiskinan

- Pemkot Jaksel kesulitan berantas praktik prostitusi di Kalibata City Jet tempur Sukhoi-35 segera mengudara di Indonesia

Urutan Terlama


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di