alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Strategi Test the Water Jelang Pilpres
5 stars - based on 5 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b6c0ee7d9d770ca738b456b/strategi-test-the-water-jelang-pilpres

Strategi Test the Water Jelang Pilpres

Strategi Test the Water Jelang Pilpres

Dalam kurun tak lama lagi, Indonesia akan mengadakan hajatan bangsa periode lima tahunan. Dari ajang tersebut, nanti akan terpilih para senator yang akan duduk di Senayan, sekaligus pesta pemilihan Presiden dan Wakil Presiden untuk masa jabatan lima tahun ke depan.

Berbeda dengan sistem pemilihan calon legislatif, yang masing-masing kandidat bertarung berdasarkan naungan partai, maka pemilihan calon Presiden dan Wakil-nya, secara tidak langsung mengharusnya adanya koalisi antar partai. Selain sebagai pra-syarat agar bisa berpartisipasi sesuai dengan regulasi, kelak akan memudahkan power sharing diantara partai-partai yang meleburkan diri dalam satu wadah bernama koalisi. Sebab, koalisi tanpa berbagi, itu sepertinya hanya terjadi dalam dunia boneka Barbie.

Membangun sebuah ikatan koalisi, dibutuhkan adanya kemiripan akan platform, orientasi, kerangka berpikir, dan berbagai aspek lainnya, serta meminimalkan gesekan yang terjadi akibat terbentur pada dinding perbedaan. Itu sebabnya, demi mencapai kehendak bersama, proses negosiasi dan deal tertentu, merupakan hal mutlak yang mengiringi proses tersebut terjadi.

***
Orientasi Test the Water
Strategi Test the Water Jelang Pilpres

Menjelang penutupan pendaftaran Capres dan Cawapres, dua pihak yang disinyalir kembali berhadapan, yakni Presiden Joko Widodo sebagai incumbent, diprediksi akan bersua kembali dengan Prabowo Subianto. Episode ini seakan mengulang kembali memori epic pada pilpres pada tahun 2014. Benarkah demikian?

Sebelum pemilihan tersebut berlangsung di tahun 2019 nanti, kedua kandidat kerap membuat pernyataan yang bernada misteri terhadap siapa yang bakal mendampingi dalam ajang konstestasi pilpres. Dalam proses ini, masing-masing kubu secara tersirat memainkan strategi test the water, alias coba-coba dengan upaya melempar pernyataan kehadapan publik. Kiat ini tidak salah, karena hal demikian lazim dilakukan, bahkan oleh negara lain di luar negeri.

Strategi dengan pola demikian, diyakini akan mendapatkan respons dari khayalak ramai, terkait dengan tema calon pasangan yang diharapkan mampu mendongkrak elektabilitas, sehingga pada puncaknya berhasil keluar sebagai pemenang. Lihatlah, Presiden Joko Widodo masih menutupi dengan rapat tentang calon pendampingnya. Meski dalam beberapa waktu terakhir, beliau sempat melontarkan inisial nama depan calon wakilnya.

Setali tiga uang, dari pihak Prabowo Subianto, berlaku hal yang sama. Pembicaraan dan negosiasi tingkat tinggi pun kerap dilakukan beliau bersama dengan kubu koalisinya. Walaupun hasil ijtima' mengeluarkan dua nama sebagai calon pendamping, tampaknya belum mampu meneguhkan hati mantan Jenderal di korps elit yang identik dengan baret merahnya itu.

Berkaitan dengan jurus coba-coba ini, kedua pihak mendapatkan respons beragam. Misal bagi sang petahana, saat tersiar celetukan bahwa Prof. Mahfud MD dianggap figur yang cukup senior untuk dijadikan pendamping, resistensi justru datang dari partai koalisi dengan argumentasi subyektifnya.

Hal tak jauh berbeda juga datang dari pihak Prabowo Subianto. Ustaz Abdul Somad, yang merupakan satu dari dua nama rekomendasi hasil ijtima' para ulama, memilih meneruskan jalan dakwahnya ketimbang ikut dalam ajang pilpres. Meski nama da'i kelahiran Asahan tersebut, masuk dalam daftar nama-nama yang dianggap sebagai calon potensial. Sedangkan Salim Segaf, salah satu yang juga didapuk mendampingi Prabowo, dinilai memiliki permasalahan dari segi elektabilitas. Demikian alasan dari berbagai suara yang secara halus menolak nama salah satu petinggi partai PKS ini.

***
Hasil Strategi Test the Water
Strategi Test the Water Jelang Pilpres

Setelah masing-masing pihak secara tidak langsung memainkan strategi test the water, tugas selanjutnya adalah mengamati dampak dari danau suara yang menimbulkan riak. Beragam respons tentunya menambah pembendaharaan dan mempermudah kinerja tim sukses, paslon itu sendiri, dan para pihak yang terlibat didalamnya, berdasarkan hasil percobaannya. Dengan demikian, deretan nama yang mendapat respons positif, akan diramu bersama dengan tim koalisi. Sebaliknya, racikan dan komposisi akan berubah bila nama yang disodorkan mendapat penolakan secara masif. Penolakan bisa saja terjadi didalam tubuh internal koalisi, ataupun dari masyarakat.

Terlepas dari beragam masukan yang bermunculan sebagai konsekuensi strategi ini, baik yang pro maupun kontra, namun dijalankannya test the water kian tampak dipermukaan. Termasuk isu wakil Gubernur Sandiaga Uno yang dikabarkan ikut ambil bagian dari pilpres. Sebuah manuver yang sebelumnya seakan luput dari pengamatan. Sebab, publik menyakini Prabowo akan mengambil satu diantara dua kandidat hasil ijtima' para ulama. Atau satu dari sembilan nama yang disodorkan oleh partai PKS. Namun perlu diingat, ada kalanya test the water digunakan sebagai umpan terhadap lawan.


***
Sandiwara Politik

Strategi test the water merupakan bagian dari drama politik. Didalamnya, beragam akting dan plot cerita tersaji melimpah ruah dengan narasi yang berbeda-beda. Relasi kohesivitas dalam titik koalisi, bukan sebuah ikatan permanent. Karena dalam dunia politik, arus bisa berubah dalam tempo yang demikian singkat. Untuk itu, sandiwara mengambil peran penting supaya hubungan tetap mampu berjalan beriringan serta selaras dalam merangkai tujuan dan kehendak bersama.

Sandiwara dalam dunia politik bukan hal yang tabu. Sebagaimana persepsi sempit dalam menafsirkan makna dari kata sandiwara. Karena tiap-tiap orang diyakini pernah menjalankan sandiwara dalam kehidupannya masing-masing. Tinggal peran apa yang hendak dijalankannya.

Bukankah dunia ini memang panggung sandiwara? Seperti lirik lagu yang dinyanyikan dengan apik oleh Achmad Albar. Bagi kalian yang sempat menyaksikan lagu ini booming pada era-nya, berarti kalian tua. Itu sudah!?




©Skydavee 2018

Sumber gambar: google
Mari hormati penulis dengan mencantumkan sumber asalnya saat artikel dibagikan. Be Smart, Respect Yourself
Diubah oleh skydavee
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 6
Strategi Test the Water Jelang Pilpres
panggung sandiwara..... emoticon-2 Jempol
Jadi terlihat lucu ya😀
Quote:

Kita tunggu saja adegan berikutnya ganemoticon-Big Grin
Quote:

Bagus itu gan. Anggap semua lucu²an. Setidaknya kita punya hiburanemoticon-Big Grin
sepertinya kubu oposisi sedang menguap emoticon-Traveller
Quote:


Mgkn ngantuk ganemoticon-Big Grin
Selamat untuk timnas U-16 yg sukses melangkah ke final. Satu etape lagi, sejarah terciptaemoticon-I Love Indonesia
jd gimana ni menurut agaann.. soal strategi politik buat pilpres yg terjadii saat ini..
jujur gan.. ane rasanya pengen golput ajaa tapi takut dosa..
Diubah oleh dewikusuma334
Quote:


Panjang ulasannya sis. Krn skrng ini posisi keduanya sama kuat. Meski petahana diyakini kembali memenangkan pilpres. Tarik ulur antar partai sdh klimaks dgn dideklarasikannya paslon capres dan cawapres. Tinggal tunggu isu apa yg akan dimainkan. Isu sara msh ada, tp sdh tdk akan sebrutal pilpres 2014 atau pilkada DKI. Mgkn lbh ke arah stagnannya pertumbuhan ekonomi. Jika wacana ini diperdalam, masing² pihak akan adu gagasan, retorika dll. Itu jauh lbh baik drpd membawa wacana identitas.

Kl mslh pilihan, itu hak kamu sis. Pasti ada yg terbaik dari yg paling baikemoticon-Shakehand2
Quote:


how bout sandi banggg.. ? .. itu org prasaan banyak konyolnya kalo di media.. aku belum cari tau lebih dalem.. yg jelas statemen2 dia soal jakarta sbg tuan rumah asean games banyak konyolnya.... barangkali agan ada pandangan positif soal beliau jd bisa buat opsi pilihan gan
Quote:


ayolah gan diulas sajaa wkwkk..
ijin nyimak gan
Sudah bukan test the water lg kalau skrg Om..
Tp sdh memasuki medan laga..

Dan ane malah tergelitik sama komentar salah satu narsum di Kompas, katanya hasil survey yg di lakukan lembaga survey akhir2 ini sia2 belaka karena kedua bacapres memilih pasangan yg tdk pernah masuk dlm bursa cawapres..

emoticon-Leh Uga
Lounge ini lama-lama kayak kompas iana emoticon-Leh Uga
Quote:


Ukuran keberhasilan itu sebenarnya sesuatu yg kasat mata sekaligus subyektif, krn tdk semua org bisa terpuaskan. Misal program penggusuran pemukiman disekitar sungai. Disatu sisi program ini diyakini akan membuat aliran sungai lancar krn ada batas aturan bangunan yg boleh didirikan dari area sungai. Namun, bg yg tergusur, ini menyakitkan. Parameternya adalah resiko. Jika penggusuran ttp dijalankan dan banyak yg terselamatkan, artinya mengorbankan sekian org demi org banyak. Bila saya ditanya ttg Sandi, saya bukan org DKI. Tp ada baiknya membuat perbandingan pra dan saat ini beliau bertugas. Meski membandingkan tampak menyakitkan, itulah konsekuensi dari mereka. Krn selalu ada proses itu. Tugas kamu hanya mengamati sekaligus merasakan. Tp ambilnya pandangan yg obyektif. Krn tiap pemimpin memiliki plus dan minusnya masing². Selamat memilih
Quote:

Silaken
Quote:

Sebenarnya trit ini dah lama jadi. Seminggu tepatnya. Tp baru kepikiran kmren di posting.
Dan sama sprti mereka, saya pun merasa surprise dgn pilihan terakhir paslon.

Yg penting U-16 menang. Tiket msh ada gak? Pgn nonton kesanaemoticon-Malu
Quote:

Salah ya gan? Harusnya gimana ya? Sorry, saya lama jd SR. Baru ikutan bikin trit pertengahan 2017. Jd kl kira² menyalahi aturan, mgkn tema tulisan yg saya angkat akan menyesuaikan dgn yg seharusnya.
Quote:


Wis nggak uman Om..
Lha wong semifinal kmrin aja yg antri dr jam 1 malam..
Untuk ane udah keep di BL..

Yg final, kayaknya wis pupus sudah buat dapetin tiket.. Lha yg di BL udah sold out sejak Rabu lalu..


emoticon-Cape d...
Quote:


Sudah kuduga. Kmren di jogja temen² pada tanya rute ke stadion. Tp aku iseng kerjain kl tiket dah habis. Malah habis beneranemoticon-Ngamuk
Silaken yg mo kesebelahemoticon-Shakehand2
Balasan post skydavee
Quote:


setidaknya kita punya tontonan selain Sinetron kejar tayang yg ga mutu & ga mendidik....emoticon-2 Jempol
Halaman 1 dari 6


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di