alexa-tracking

Jet tempur Sukhoi-35 segera mengudara di Indonesia

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b6c083dd9d77053378b458c/jet-tempur-sukhoi-35-segera-mengudara-di-indonesia
Jet tempur Sukhoi-35 segera mengudara di Indonesia
Jet tempur Sukhoi-35 segera mengudara di Indonesia
Pesawat tempur milik Tentara Angkatan Udara India atau Indian Air Force (IAF) Sukhoi SU-30 tiba di Pangkalan Udara El Tari di Kupang, NTT, Jumat (20/18/2018). Sebanyak 130 Tentara IAF akan berada di Kota Kupang selama dua hari untuk berbagi pengalaman penerbangan dengan pilot-pilot pesawat tempur TNI-AU.
Jet tempur buatan Rusia, Sukhoi (SU-35) sepertinya bakal segera mengudara di Indonesia. Kementerian Pertahanan menegaskan rencana pemerintah Indonesia membeli 11 unit SU-35 tidak terkendala, bahkan dua pesawat Sukhoi tersebut akan tiba pada 2019.

Indonesia membeli SU-35 dengan spesifikasi full combat (persenjataan lengkap) untuk menggantikan F-5 Tiger buatan Amerika yang berusia lebih dari 30 tahun. Pada Senin (6/8/2018) lalu, Deputy Director of The Air Force Departement Rusia, Tsyplakov Yury dan timnya melakukan survei untuk hangar SU-35 itu di Lanud Iswahjudi, Magetan, Jawa Timur.

"Apabila Agustus ini kontrak efektif, maka 2019 akan datang dua unit. Kalau tidak efektif, kemungkinan mundur," kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemhan, Brigjen TNI Totok Sugiharto melalui Antaranews, Kamis (9/8/2018).

Pemerintah Republik Indonesia dan Rusia sepakat melakukan imbal beli dalam pengadaan alat peralatan pertahanan keamanan berupa pesawat tempur Sukhoi SU-35 pada 10 Agustus 2017 lalu.

Nilai pembelian SU-35 itu mencapai $1,14 miliar AS atau setara Rp15,3 triliun. Sebagai imbalnya, Rusia berkewajiban membeli sejumlah komoditas ekspor dari Indonesia sebesar 50 persen dari nilai pembelian tersebut, atau senilai $570 juta AS.

Pemerintah Rusia dan Indonesia sepakat menunjuk BUMN Rusia, Rostec dan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) sebagai pelaksana teknis imbal beli tersebut.

"Dengan imbal beli ini, Indonesia dapat mengekspor komoditas yang sudah pernah diekspor maupun yang belum diekspor sebelumnya," kata Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita dalam keterangan tertulisnya 22 Agustus 2017 lalu.

Dalam kesepakatan itu, Rostec menjamin akan membeli lebih dari satu komoditas ekspor. Pilihannya berupa karet olahan dan turunannya, CPO dan turunannya, mesin, kopi dan turunannya, kakao dan turunannya, tekstil, teh, alas kaki, ikan olahan, furnitur, kopra, plastik dan turunannya, resin, kertas, rempah-rempah, produk industri pertahanan, dan produk lainnya.

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan, pembahasan pengadaan 11 pesawat tempur Sukhoi Su-35 telah menemukan kata sepakat.

"Sudah selesai 100 persen untuk pemerintahan, itu kan ada dua, G to G (goverment to goverment) dan imbal dagang, yang imbal dagang itu yang belum. Tanya ke Menteri Perdagangan," ujar Ryamizard melalui Kompas.com.

Meski tinggal selangkah lagi mendarat di Indonesia, perjalanan Sukhoi dapat saja terkendala kebijakan Amerika Serikat. Presiden AS Donald Trump pada Agustus 2017 telah menandatangani UU Countering America's Adversaries Through Sanctions Act (CAATSA). Regulasi itu mengatur soal sanksi kepada negara yang membeli alat utama sistem persenjataan dari Rusia.

"Indonesia saat ini dalam posisi menunggu AS membebaskan sanksi tersebut," kata Menko Polhukam, Wiranto pada Jumat (3/8/2018).

Pada Juli 2018, Menteri Pertahanan AS James Norman Mattis mengambil sikap dengan meminta Kongres untuk memberikan keringanan atas sanksi yang diberikan.

Kata Wiranto, sanksi yang dikeluarkan oleh Donald Trump itu bersifat general dan kemungkinan ada tiga negara yang diberikan keringanan sanksi, yaitu Indonesia, India, dan Vietnam.

Kalau semua lancar, dua Sukhoi-35 akan segera mengudara di Indonesia. Kehadiran Suhoi-35 itu tentu bakal menambah kekuatan militer di Indonesia, terutama matra udara. Posisi militer Indonesia sebenarnya sudah cukup dipandang di dunia.

Indonesia berada di urutan 14 dunia dari 133 negara, di atas Israel, berdasarkan pemeringkatan Global Firepower (GFP) 2017. Di tingkat Asia Tenggara, GFP menempatkan kekuatan militer Indonesia menjadi nomor satu.

Meski secara keseluruhan mentereng, matra udara masih keteteran ketimbang negara lain.

Berdasarkan data GFP yang diperincikan lagi oleh Lokadata Beritagar.id, Indonesia sebagai negara maritim, unggul dalam jumlah peralatan di matra laut ketimbang negara Asia Tenggara lainnya. Indonesia kalah jumlah alutsista dibandingkan Vietnam untuk matra darat dan Thailand untuk matra udara.
Jet tempur Sukhoi-35 segera mengudara di Indonesia
Perbandingan alat utama sistem persenjataan di antara negara Asia Tenggara.
Sukhoi telah mewarnai sejarah peralatan tempur di Indonesia. Pada 1997, Presiden Soeharto mulai melirik pesawat buatan Rusia karena tekanan Amerika Serikat terhadap isu HAM ke Indonesia.

Indonesia telah memesan 12 Sukhoi tipe Su-30 KI, tetapi batal karena krisis moneter yang melanda dunia. Di sisi lain, Amerika dan sekutunya memberlakukan embargo militer terhadap Indonesia pada 1999-2005.

Pada era Presiden Megawati, pembelian Sukhoi dihidupkan lagi. Megawati menandatangani pembelian empat pesawat Sukhoi dan dua helikopter tempur buatan Rusia pada 22 April 2003. Transaksinya mencapai US$193 juta, berupa imbal dagang dengan komoditas pertanian Indonesia.

Pembelian pesawat Sukhoi era Megawati itu mengalami banyak penolakan. Dewan Perwakilan Rakyat membentuk panitia kerja khusus membahas pembelian ini sehingga dikenal istilah Sukhoi Gate. Meski banyak disorot, Indonesia berhasil membeli 4 pesawat Sukhoi dari Rusia yang terdiri dari dua unit Su-27 SK dan dua unit SU-30MK.

Sukhoi 27 dan 30 ternyata mampu menunjukkan kemampuannya sehingga pembelian pesawat ini berlanjut di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Indonesia menandatangani kontrak pembelian 6 Sukhoi yang terdiri dari Su-30MK2 dan Su-27SKM, masing-masing tiga unit.

Indonesia melengkapi armada tempur udaranya dengan mendatangkan lagi 6 unit Sukhoi SU-30 MK2 pada Oktober 2014, menjelang akhir kepemimpinan Presiden Yudhoyono. Hingga sekarang, ada 16 Sukhoi yang menjaga wilayah udara Indonesia.

Jumlah pesawat tempur dirasa sangat kurang kalau membandingkan dengan luas wilayah Indonesia serta kekuatan negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Untuk itu, pada era pemerintahan Presiden Joko Widodo, pembelian Sukhoi terus menggelinding.

Berbeda dengan era sebelumnya, Presiden Joko Widodo meminta transaksi pengadaan alat utama sistem persenjataan melalui pola antarpemerintah government to government(G to G), bukan business to business (B to B). Transaksi antarpemerintah itu bertujuan agar pengadaan alutsista itu bersih dan bebas dari praktik korupsi hingga muncu skema imbal beli.
Jet tempur Sukhoi-35 segera mengudara di Indonesia


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...a-di-indonesia

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Jet tempur Sukhoi-35 segera mengudara di Indonesia Semburan air di Ngawi tak sama dengan Lapindo

- Jet tempur Sukhoi-35 segera mengudara di Indonesia Syarat Capres-Cawapres, dari bebas pailit hingga bebas pidana

- Jet tempur Sukhoi-35 segera mengudara di Indonesia Masa kritis evakuasi korban gempa Lombok

×