alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Apakah Sudah Tepat 12 Indikator Keluarga Sehat ?
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b6bfc08de2cf256348b457c/apakah-sudah-tepat-12-indikator-keluarga-sehat

Apakah Sudah Tepat 12 Indikator Keluarga Sehat ?

Seperti kita kelahui bersama, Kementerian Kesehatan Menetapkan “Instrumen” Dalam Mencapai Indonesia Sehat Dengan Basis Keluarga Sehat. Hal ini cukup tepat. Sayangnya dalam menetapkan Indikator Instrumen “keluarga Sehat”, melupakan Peran Utama “Gizi” yang tepat bagi keluarga, dan masih mengakomodasi “ruang abu-abu” atas tekanan kelompok kepentingan “komunitas profesional” yang memaksakan kehendak, serta kepentingan berbagai kelompok yang bukan variabel “Akar Permaslahan Bagi Kualitas Kesehatan”.


Sehingga menapikan “standar kompetensi” pelaksana sebuah program atau kegiatan strategis kesehatan. Sedangkan kita ketahui dalam upaya pembangunan kesehatan, faktor penentu keberhasilan adalah “petugas kesehatan yang berkompeten” dengan proporsi 66 % tingkat pengaruhnya terhadap keberhasilan program dan atau kegiatan pembangunan kualitas kesehatan.

Terdapat 12 indikator utama yang telah ditetapkan untuk menyatakan suatu keluarga sehat atau tidak, yaitu:

1. Keluarga mengikuti program Keluarga Berencana (KB)
2. Ibu melakukan persalinan di fasilitas kesehatan
3. Bayi mendapat imunisasi dasar lengkap
4. Bayi mendapat air susu ibu (ASI) eksklusif
5. Balita mendapatkan pemantauan pertumbuhan
6. Penderita tuberkulosis paru mendapatkan pengobatan sesuai standar
7. Penderita hipertensi melakukan pengobatan secara teratur
8. Penderita gangguan jiwa mendapatkan pengobatan dan tidak ditelantarkan
9. Anggota keluarga tidak ada yang merokok
10. Keluarga sudah menjadi anggota Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)
11. Keluarga mempunyai akses sarana air bersih
12. Keluarga mempunyai akses atau menggunakan jamban sehat

Selayaknya Pembangunan Kualitas Kesehatan Indonesia “Linier” dengan Alat Ukur yang digunakan oleh WHO yang merupakan representasi kesepakatan para ahli kesehatan dari seluruh negara di Dunia yang menetapkan alat ukur KUALITAS KESEHATAN MASYARAKAT dengan Nilai ANGKA HARAPAN HIDUP PADA SAAT KELAHIRAN (AHH) masyarakat di masing-masing negara.

Karena di Indonesia tidak tersedia catatan kelahiran dan kematian bagi seluruh penduduk Indonesia untuk menganalisa AHH masyarakat indonesia, maka disepakati oleh seluruh para ahli kesehatan Indonesia pada tahun 2008, pengukuran KUALITAS KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA dengan pendekatan 24 Indikator Pembannguan Kesehatan Masyarakat Indonesia (IPKM), yang kemudian ditetapkan oleh Peraturan Menteri Kesehatan pada saat itu.

Sedangkan Instrumen pendekatan kualitas kesehatan masyarakat melalui Keluarga sehat sebagai unit “inti” komunitas masyarakat adalah pilihan strategi dalam mencapai Indomesia Sehat, sejalan dengan IPKM.

Dengan kerangka fikir tersebut, maka seharusnya Indikator Keluarga Sehat, mengacu dari 24 IPKM tersebut, dan apabila menginginkan lebih sederhana dan tidak bias makna, maka indikatornya dapat dikerucutkan pada 2 (dua) kelompok utama “Determninan Faktor Pembangunan Kualitas Kesahatan Indonesia”, yaitu Pelaksana Kesehatan dan Faktor Utama Lingkungan Kesehatan (air bersih, sanitasi dan gizi) di tengah-tengah masyarakat umum. Tentunya Kedua kelompok faktor strategis kualitas kesehatan masyarakat Indonesia, sesuai dengan anatomi Pembangunan Kesehatan Indonesia, pada tingkat masyarakat yang sejalan dengan 24 IPKM adalah DOKTER PUSKESMAS sebagai Pelaksana pada tingkat Kecamatan (Puskesmas) dan BIDAN DESA sebagai Pelaksna pada Tingkat Desa. Sedangkan Kelompok Faktor strategis lainnya adalah AIR BERSIH, SANITASI dan GIZI yang berkualitas.

Apakah Sudah Tepat 12 Indikator Keluarga Sehat ?

Berlandaskan pemikiran tersebut maka sangat jelas Indikator Keluarga Sehat tidak akan berguna apabila faktor Gizi Berkualitas tidak dimasukkan di dalamnya, dan akan bias kepentingan atau tidak akan efektif bagi perlindungan kepentingan masyarakat apabila tidak ditegaskan adanya kompetensi petugas pelaksana seluruh kegiatan kesehatan tersebut pada tingkat kecamatan terutama Pembangunan Kesehatan masyarakat Adalah DOKTER PUSKESMAS (Yang berfungsi sebagai penaggung jawab DOKTER KOMUNITAS KECAMATAN) serta BIDAN DESA sebagai penanggung jawab kualitas persalinan dan pembinaan perkembangan balita. Dan juga permaslahan ISUE STUNTING SELESAI DALAM WAKTU SESEGERA MUNGKIN. (HanibalHamidi – HH)
Apakah Sudah Tepat 12 Indikator Keluarga Sehat ?
#Desalogi #PerdesaanSehat #PembangunanKualitasKesehatanIndonesia #DaulatDesa #DanaDesa #VisiMisiJokowi #Nawacita #Trisakti


Sumber
Urutan Terlama
Quote:


masih kurang tepat bray
krn setahu gw ... yg nomor 1 adalah :
menjelang pilpres besok , kita sudah harus punya sertifikat sorga yg dikeluarkan 212 emoticon-thumbsup
emoticon-Cool
semua.sehat cuma keuangan yang kurang sehat
Kayaknya sih sudah gan.


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di