alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Pengamat: Pemerintah DKI Sekarang Tak Jelas Mengurus Perumahan Rakyat
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b6be2c5947868041f8b4567/pengamat-pemerintah-dki-sekarang-tak-jelas-mengurus-perumahan-rakyat

Pengamat: Pemerintah DKI Sekarang Tak Jelas Mengurus Perumahan Rakyat

Pengamat: Pemerintah DKI Sekarang Tak Jelas Mengurus Perumahan Rakyat
Perumahan rakyat tak terurus pemerintah DKI yang sekarang(Foto: Istimewa)

Jakarta – Dicoretnya anggaran pembangunan dan perbaikan tiga rusun di Jakarta tahun ini mengundang pertanyaan dari sejumlah pihak. Pemerintah DKI Jakarta saat ini dinilai tidak memihak masyarakat kecil karena justru mengorbankan perumahan rakyat.

Kalangan yang mempertanyakan kebijakan tak pro rakyat itu rata-rata mengkritik pemprov DKI. Bagi mereka, seharusnya pelaksanaan program rumah rakyat dilakukan secara berkesinambungan.


Dalam artian, meski pemerintahnya sudah berganti sekalipun, harusnya sejumlah program positif tetap dilanjutkan. Tapi ini tidak.


Hal ini diungkapkan Dosen Kelompok Keahlian Perumahan Permukiman Sekolah Arsitektur Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SKPPK) Institut Teknologi Bandung (ITB) Jehansyah Siregar. Ia menanggapi dengan nada heran, mengapa kok anggaran pembangunan dan perbaikan tiga rusun di Jakarta malah dicoret.


Seperti diketahui, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman DKI Jakarta memutuskan untuk mematikan anggaran senilai Rp712 miliar. Dana itu seharusnya digunakan untuk membangun tiga rusun.

Adapun ketiga rusun yang dimaksud yakni Rusun Jalan Inspeksi BKT di Kelurahan Ujung Menteng, Rusun PIK Pulogadung, dan revitalisasi pembangunan Rusun Karang Anyar di Jakarta Pusat.

“Yang namanya program harusnya berkesinambungan. Jangan karena beda gubernur, jadinya ingin mengganti judul program saja dari rusunawa jadi rumah lapis atau yang lain, sehingga ingin menunjukkan ‘programnya’ dia,” kata Jehan, Rabu (8/8).

Jehansyah pun menyayangkan kebijakan seperti itu. Menurutnya, hal ini terkesan memberi harapan palsu pada masyarakat.

“Kan kebutuhan masyarakat enggak bisa, waktu jamannya Ahok butuh, waktu gubernurnya Anies tiba-tiba enggak butuh. Enggak mungkin,” imbuh dia.

Sebelumnya, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno pernah mengumbar janji bahwa mereka punya target menyelesaikan persoalan backlog 1,27 juta unit di DKI. Seperti terlihat di situs jakartamajubersama.com (hingga hari ini), keduanya ingin mengurangi backlog 300 ribu unit dalam lima tahun.

Dengan begitu, bisa diasumsikan bahwa setiap tahunnya, DKI harus bisa sekurangnya membangun 60 ribu unit rumah. Tapi apa daya, semua malah jadi angan-angan yang tak jelas rimbanya.

Eksekusi Belum Jelas, Pemerintah DKI Sekarang Tak Perhatikan Perumahan Rakyat

Hingga sekarang, eksekusi program tersebut belum jelas. Jadi jangankan menyelesaikan program backlog, anggaran pembangunan rusun yang semestinya dapat mencakup 1.951 unit saja justru dicoret.

“Itu karena belum punya konsep. Kalau kita mau bahas itu, ya rekomendasikan untuk menyusun program yang baik. Jadi kalaupun mau dicoret, jangan semakin mundur, jangan semakin enggak jelas,” tegas Jehansyah.

Jehan, sapaannya, lantas membandingkan bagaimana cara Gubernur DKI Jakarta sebelumnya, Basuki Tjahja Purnama alias Ahok, dalam mengurangi angka backlog perumahan.

Ketika itu, Ahok berjanji hingga akhir masa kepemimpinannya akan membangun 50.000 unit rusun. Artinya, target per tahun yakni 10.000 unit rusun.

“Tapi sekarang ini maunya gimana? Lebih enggak jelas lagi? Kalau programnya enggak jelas, konsep penyediaan rumah rakyat enggak jelas, target tiap tahun enggak jelas, ya jangan harap housing backlog Jakarta bisa tuntas, jangan harap pemukiman kumuh Jakarta bisa dihapus atau dihilangkan,” tuntasnya.

Sumber

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
ngapain org bandung ngurusin jkt
hadeuuh
Quote:


ngapain org jogja ngurusin jkt hadeuuh
Yang satunya fokus cawapres sih emoticon-Stick Out Tongue
sejak si bacot lengser.. kok banyak penerusnya ya
Post ini telah dihapus oleh azhuramasda
58% orang goblok, yg nanggung 100%
Diubah oleh pampers
mission accomplished ganti Gabener,selanjutnya terserah Gabener mau bikin maju atau ancur kotanyaemoticon-shakehand
kadir skrg lg pusing, mana doyok pergi pulak. digantiin sm topig yg jago tilep duit emoticon-Ngakak
Balasan post cipokan.yuk
Gudlak buat JKT58, untung gw bukan di Jkt
Diubah oleh zero001
Boro2 rumah dp0 rupiah

Yg ada aja dihapus.

emoticon-Ngakak
rusun g jadi dibangun? emoticon-Bingung
g masalah emoticon-Traveller
asalkan tersedia lahan lapak di trotoar, kolong jembatan dan jalan tol emoticon-Cool
Sedangkan untuk fasilitas air, jangan dihalangi jika warga membangun hunian yang lebih dekat ke tempat sumber air (sempadan sungai) emoticon-Ngacir
Bikin programnya aja masih bingung gimana mau ngurus perumahan rakyat
eh goblok
yang penting dpt pemimpin pribumi santun seiman
btr lg kalen warga jkt 58 tambah bahagiah dpt wagub mantan napi korupsi emoticon-Ngakak
Balasan post masih.abu.abu
Quote:


emoticon-thumbsup
kan entar ada rumah depeh enollllll emoticon-Ultah
............yang sampe sekarang ga jelas kelanjutannya.
di perparah si topig jadi cawagub...
abis udah di kuras apbd...
Kadir keknya lgi ngrencanain mo bikin rusun dari kardus nih jangan² emoticon-Traveller
Diubah oleh ngontollica
page one dulu di trit lama
Tenang, masih ada ini

Pengamat: Pemerintah DKI Sekarang Tak Jelas Mengurus Perumahan Rakyat


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di