alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
KENAPA TUHAN GAK ADIL SAMA GW
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b6bcff214088d58698b4567/kenapa-tuhan-gak-adil-sama-gw

KENAPA TUHAN GAK ADIL SAMA GW

nama gw Alisha, saat gw tulis cerita ini   usia gw 26 tahun, dan gw sedang mengandung diusia kehamilan 32week.
disini gw sama sekali ga ada maksud untuk menyebarkan aib atau hal2 negatif, gw cuma mau berbagi cerita kehidupan gw dan sekaligus minta pendapat juga atas pandangan gw. langsung aja ya gan.

"ibu kok nangis?" kata gw saat melihat ibu gw menyeka air matanya.
"ibu ga apa2 nak, lisa tidur aja yuk, udah malem. tuh liat udh jam berapa?" kata ibu menuntun gw ke kamar, membacakan gw cerita kancil hingga gw tertidur pulas. saat itu gw masih TK, dan yg gw tau, anak2 harus tidur sebelum jam 8 malam supaya besoknya ga kesiangan ke sekolah.

sejak malam itu, gw selalu liat ibu nangis, entah pagi, siang atau malam. tapi setiap gw tanya, ibu selalu mengalihkan pembicaraan. terlebih jika gw tanya kemana ayah. ibu selalu menjawab "ayah lagi cari uang nak, buat beli susu sama mainan lisa."
tapi nyatanya, sampe gw kelas 2 SD, ayah ga pernah kembali. gw iri, liat temen2 sekolah gw diantar dan dijemput sama ayah atau ibunya. sedangkan gw? gw berangkat dan pulang sekolah memakai jemputan sekolah. kenapa? karena sejak ayah pergi, ibu membuka warung makan seperti warteg didepan rumah. sekolah gw lumayan jauh, sekitar 25 menit dr rumah, jadi kl ibu antar jemput pasti butuh waktu, yg mana berati warteg nya harus tutup.
gw gak banyak nuntut, yg penting gw bisa sekolah walau dengan keadaan iri.

--------
"lisa, hari ini lisa pulang duluan ya. tuh sudah dijemput ibu." kata bu Ani, guru kelas 3 SD gw.
"loh kenapa bu? kan masih jam 10."kata gw sambil melihat jam dinding dikelas.
"ibunya lisa ada keperluan mendadak diluar kota, jadi lisa harus ikut. tuh ibu sdh didepan kelas."
gw melihat ke arah pintu kelas dan ibu melambaikan tangannya ke gw sambil tersenyum.
dalam hati gw berfikir, akhirnya gw dijemput ibu ke sekolah, tapi kenapa jam segini ya?

gw dan ibu dalam perjalanan entah kemana, bersama tetangga gw yg biasa gw panggil om ferry. saat itu gw sangat senang, karena gw pikir gw mau diajak jalan2 naik mobil kijang jadul om ferry.
kurang lebih 3 jam perjalanan akhirnya kita sampai.
"yuk turun sayang." ajak ibu
gw turun dr mobil, disana kaya perkampungan gitu, masih banyak pohon2 dan jalan nya pun blm di aspal spt di daerah rumah gw. kita menuju sebuah rumah yang terpasang bendera kuning didepannya. dan gw lihat juga banyak orang mengenakan pakaian hitam sambil menangis.
tanpa gw sadar, ibu dan om fery pun berpakaian senada.
"bu, kita mau kemana? kenapa orang2 pada nangis?"
ibu tak kuasa membendung air matanya, kemudian menggendong gw dalam diam.

didalam rumah, gw melihat sesuatu yg ditutupi kain batik, dan dikelilingi orang yg membaca surat2 alquran sambil sesenggukan. ibu dan om ferry menyalami beberapa diantara nya sambil tak henti menangis. aku semakin tak paham.

kurang lebih 30 menit, akhirnya kita menuju ke pekuburan umum yg tak jauh dari rumah itu. sambil digendong om fery, aku bertanya "om, siapa yang meninggal?"
om ferry hanya tersenyum kecil dan berkata "lisa yg sabar ya nak, kalau sdh besar lisa pasti jadi anak yg kuat."

tangis masih mendominasi atmosfir di pemakanan itu, satu per satu orang menabur bunga dan air diatas tanah pekuburan itu.
"lisa berdoa yu." kata om fery menggandeng tangan gw mendekati gundukan tanah basah itu.
disanalah, diujung tanah basah itu gw melihat papan kayu bertuliskan nama ayah.
"om, itu nama ayah." kata gw ke om fery.
om fery memeluk gw sambil menangis. "lisa harus relain ayah ya, lisa harus maafin semua kesalahan ayah.lisa pasti kuat kok."

setelah kejadian itu, gw jadi anak yg sedikit pendiam. terlebih, ibu lebih sering di warung drpd mengurus keseharian gw. ya gw tau ibu harus ngelakuin itu spy anaknya bisa ttp hidup.
setelah gw kelas 1 SMP, barulah gw tau kl ternyata dulu ayah meninggalkan ibu demi perempuan lain. sampai akhirnya ayah sakit dan meninggal.  
hati gw bener2 sakit saat tau, kenapa ayah ninggalin ibu? dan yg lebih sakit kenapa ayah ninggalin kita buat selamanya? gw sama sekali ga mengingat sedikitpun kenangan gw sama ayah, mungkin krn gw masih terlalu kecil juga waktu itu.
gw ga ngerasain kasih sayang ayah, dan gw pun ga ngerasain kasih sayang ibu krn ibu sibuk bekerja. gw ngerasa Tuhan ga adil sm gw.


setelah lulus SMA, gw mencoba mencari pekerjaan. ibu memang nawarin gw untuk kuliah, tapi gw tolak. bukan gw gak pengen, tapi gw gak pgn ngeberatin ibu yg harus tambah banting tulang utk biaya kuliah gw.
singkat cerita gw dpt kerja di salah satu perusahaan cargo, dan gw ditempatkan di area cargo bandara.ya walaupun posisi gw hanya sebagai staf biasa, tapi seengakknya gw bisa menghidupi diri gw sendiri.

karena jarak dr rmh ke bandara terlalu jauh, jadi gw putuskan utk kost disekitaran bandara. kamarnya uk 3 x 1,5 m dengan kamar mandi bersama diujung lorong. kos itu khusus wanita, tapi agak bebas juga krn beberapa kali gw nge-gep temen kamar sebelah gw nginepin cowonya.

"lo alisa kan?" tanya pria didepan gw.
"iya pak, saya alisa. silahkan duduk pak, ada yg bisa saya bantu?" ujar gw sesuai SOP dikantor.
"ih santai aja kali. ini gw Andi. udh lupa ya?"
gw memperhatikannya sambil mengingat.
"kak andi kakak kelas SMA ya?"
"iya, ampun deh. baru setaun keluar SMA aja udh lupa." kata dia
"aduh maaf kak, gak fokus. soalnya kaka kelihatan beda sih." jujur gw pangling ngeliat dia. waktu SMA kita satu organisasi di OSIS, dan dia terkenal berantakan tapi pinter. sedangkan sekarang penampilannya rapih dan stylish.
"lo juga beda Lis, makin cakep aja." kata dia
"ah bisa aja, ngomong2 mau kirim paket ya kak? kemana?"
"iya nih, ke Batam. ke tempat sodara gw, bisa dikirim hari ini kan?"
"bisa kok kak, kebetulan penerbangan ke batam masih jam 4 sore ini."
singkat cerita gw bertukar no hp dengan Andi. saat itu masih belum musim BBM. masih sms dan tlp.

---bersambung---
Diubah oleh konyoy
lanjutin sis emoticon-Matabelo
Mungkin dengan menulis, kamu dapat mengeluarkan uneg uneg kamu,
dan bisa mengurangi beban kamu.
So keep writing.
Semangat sista, keep update emoticon-Jempol
Surat Al A'raf ayat 10

ﻭَﻟَﻘَﺪْ ﻣَﻜﻨﺎﻛُﻢْ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺄَﺭْﺽِ ﻭَﺟَﻌَﻠْﻨَﺎ ﻟَﻜُﻢْ ﻓِﻴﻬَﺎ ﻣَﻌَﺎﻳِﺶَ ۗ ﻗَﻠِﻴﻠًﺎ ﻣَﺎ ﺗَﺸْﻜُﺮُﻭﻥَ

Sesungguhnya Kami telah menempatkan kamu sekalian di muka bumi dan Kami adakan bagimu di muka bumi (sumber) penghidupan. Amat sedikitlah kamu bersyukur.


Surat Al Muknimun ayat 78

ﻭَﻫُﻮَ ﺍﻟﺬِﻱ ﺃَﻧْﺸَﺄَ ﻟَﻜُﻢُ ﺍﻟﺴﻤْﻊَ ﻭَﺍﻟْﺄَﺑْﺼَﺎﺭَ ﻭَﺍﻟْﺄَﻓْﺌِﺪَﺓَ ۚ ﻗَﻠِﻴﻠًﺎ ﻣَﺎ ﺗَﺸْﻜُﺮُﻭﻥَ

Dan Dialah yang telah menciptakan bagi kamu sekalian, pendengaran, penglihatan dan hati. Amat sedikitlah kamu bersyukur.

Surat Luqman ayat 12

ﻭَﻟَﻘَﺪْ ﺁﺗَﻴْﻨَﺎ ﻟُﻘْﻤَﺎﻥَ ﺍﻟْﺤِﻜْﻤَﺔَ ﺃَﻥِ ﺍﺷْﻜُﺮْ ﻟِﻠﻪِ ۚ ﻭَﻣَﻦْ ﻳَﺸْﻜُﺮْ ﻓَﺈِﻧﻤَﺎ ﻳَﺸْﻜُﺮُ ﻟِﻨَﻔْﺴِﻪِ ۖ ﻭَﻣَﻦْ ﻛَﻔَﺮَ ﻓَﺈِﻥ ﺍﻟﻠﻪَ ﻏَﻨِﻲ ﺣَﻤِﻴﺪٌ

Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: "Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji".

terkadang kita berharap kepada Tuhan agar hidup kita bahagia...Tuhan kemudian mengabulkan permohonanmu dengan cara DIA...ada pelangi setelah hujan...ada kepedihan sebelum kebahagiaan....

Tuhan mengujimu dengan penderitaan terus kamu nggak terima mengatakan Tuhan tidak adil...terus apakah pantas kamu memperoleh kebahagiaan kalau kamu nggak tahu apa bahagia itu...apakah pantas kamu menerima kebaikan dari Tuhan tapi kamu tidak tahu seperti apa wujud kebaikan dari Tuhan

dengan ujian penderitaan yang kamu alami kamu akan tahu bahagia itu seperti apa dan kamu akan bersyukur atas itu....kebahagian itu bisa datang dari orang yang mencintaimu secara tulus tapi dulunya kamu sia siakan...atau dari orang yang dulu kamu anggap sebelah mata dll

Tuhan akan memantaskan diri kita apakah kita bisa bersyukur atas pemberianNYA
Diubah oleh erdygan123
Balasan post erdygan123
emoticon-thumbsup
Masih berapa part ini sis klo boleh tau?

Izin baca sis 😊
Gua kira lagi curhat emoticon-Bingung

Tau nya lagi cerita emoticon-Matabelo
Pake nyalahin Tuhan pula.. salahin Nyokap lo lah, kenapa doyan ama badboy.. buah gak jatuh jauh dari pohonnya..


Quote:


Nah gua setuju sm agan ini, salahin manusianya bukan Tuhan, yg salah manusia nyangkutin Tuhan emoticon-Cape deeehh
Hidup memang ngk adil dn akan pernah bisa adil kakak.
sedikit lebih jauh coba aja fikirkan akan ada berapa banyak "variabel keadilan" yg harus dipenuhi jika semua manusia menuntut. sedangkan 2 orang aja yg nuntut keadilan udah mematahkan keadilan itu sendiri karena beda presepsi emoticon-Malu (S)
Sebelumnya, terimakasih utk apresiasi agan sista sekalian. tapi saya mohon untuk tidak menarik kesimpulan sebelum threadnya selesai.

PART 2

setelah itu, gw dan andy lebih intens berkomunikasi. kebetulan andy kuliah di salah satu universitas yg gak begitu jauh dari tempat kos gw. andy sering ngajak gw makan atau sekedar jalan, ya mungkin istilahnya PDKT. sampe akhirnya gw dan andy resmi pacaran.
saat itu, hanya andy lah yg selalu ada buat gw, karena gw jarang pulang kerumah, tiap weekend hampir selalu gw habiskan dengan andy, bahkan kadang kalo gw pulang kerumah pun andy yg selalu anter jemput gw, sampe akhirnya gw berani kenalin andy sm ibu, dan gw pun sdh kenal dengan keluarga nya andy.
setelah setahun pacaran, tiba2...

"Dy, semalam mama sm papa udh bicara. lebih baik kamu sm lisa tunangan dlu aja." kata mama andy.
gw refleks nyubit pinggang andy yg duduk disebelah gw.
"mksdnya gimana mah? andy kan masih kuliah juga, masih semester 4 loh mah" kata andy
"mama tau, tapi kan kalian udh setaun juga bareng2, udh cocok juga. tinggal nunggu km beres kuliah aja."
"tapi mah, andy kan blm ada kerja. kasian si lisa kl dinikahin pengangguran." kata andy
gw diem. jujur gw ga bisa ngomong apa2, karena gw sama sekali blm ada kepikiran untuk kearah sana.

sebulan kemudian, andy akhirnya ngomong lagi soal pembicaraan dengan mamanya tempo hari.
jujur gw bingung, satu sisi saat itu gw ngerasa nyaman sama andy, ga ada salahnya gw nerima lamaran dia.
satu sisi gw juga gamau dikekang dgn status, apalagi umur gw masih muda. dan gw mikir walaupun si andy anak org kaya tapikan dia blm kerja juga, gw gak yakin ibu mau nerima andy dgn keadaan blm kerja gini.
andy juga sama, sebenernya dia gak mau nyusahin org tua krn dia blm kerja, tapi satu sisi dia liat orang tuanya udh cukup tua juga takutnya ga kesampean sampe andy nikah sometimes.

hampir sekitar 4 bulan kemudian, gw putuskan nerima lamaran andy, dengan syarat gw gak mau diburu2 untuk nikah, gw mau nemenin andy dl sampe lulus, sampe dpt kerja, baru gw mau nikah. ibu setuju, begitupun dengan andy dan keluarganya. sebenernya gw gak ngerti juga kenapa orang tuanya si andy pgn tunangan buru2 pada waktu itu. singkat cerita, gw dan andy pun bertunangan.

selama 2 tahun gw pacaran sm andy, gw masih "normal" aja. sampe suatu hari ada temen SMA gw ikut nginep dikosan, katanya sih mau flight subuh ke makasar, takut kesiangan makanya dia ikut nginep.
jam 3 sore gw udh dikosan, gak lama temen gw sms katanya udh dibawah, kebetulan kamar kos gw diatas.
gw turun kebawah buat bukain pintu gerbang. didepan gerbang gw liat mobil jazz warna merah dan turun lah temen gw, si Gadis, dan seorang cowo yg kira2 umurnya 30an, cowonya nurunin tas sm koper si gadis.
"hai lisaaa." sapa gadis sambil cipika cipiki. "kenalin ini doni." katanya memperkenalkan cowo disampingnya.
gw pun berkenalan. sedikit basa basi akhirnya si doni pergi.

"cowo lo dis?"kata gw ke gadis.
"iya, cowo gw disini." katanya
"gaya amat "disini", emangnya ada banyak?"kata gw terkekeh.
"ya lo nya aja yg gak tau."kata gadis
"eh, besok gw flight pagi, terus 2 hari lagi gw nginep lagi disni boleh gak? soalnya gw landing midnight."
"boleh dis, santei aja. kosan gw selalu terbuka kok buat lo, hehe.. asal betah aja kaya gini adanya."


gadis udh landing, dan dia udh tidur pules dikosan gw pas gw tinggal kerja. jam 3 gw balik, dia kelihatannya baru bangun.
"gw laper. cari makan yuk." ajak gadis.
"ayo, kebetulan gw jg blm makan."jawab gw

gw dan gadis pergi ke salah satu foodcourt mall. sambil makan gadis banyak bercerita soal kegiatannya di makasar. setau gw gadis masih kuliah, tapi dia bilang sambil kerja disalah satu EO, jadi bisa nambah uang jajan. banyak yg gw dan gadis bicarakan, termasuk soal pacar kita.

"ih kok lo tunangan ga ngundang2 sih lis."gadis kesal
"cuma keluarga deket aja dis, heheh.. " jawab gw
"terus2.. lo udh ngapain aja ama pacar lo?"
"ngapain? mksdnya?"
Diubah oleh konyoy


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di