alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Panas terik di Mekkah dan risiko kesehatan jemaah haji
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b6bca5912e257795a8b457c/panas-terik-di-mekkah-dan-risiko-kesehatan-jemaah-haji

Panas terik di Mekkah dan risiko kesehatan jemaah haji

Panas terik di Mekkah dan risiko kesehatan jemaah haji
Jamaah calon haji asal Jawa Barat tiba di Asrama Haji Embarkasi Jakarta-Bekasi, di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (26/7/2018).
Dua pekan menjelang puncak haji wukuf di Arafah, seluruh jemaah diminta menghindari aktivitas yang tidak penting dan memperbanyak minum, serta makan tepat pada waktunya. Suhu di Mekkah pada pekan ketiga sejak kedatangan jemaah haji Indonesia ini relatif panas antara 38 derajat Celsius hingga 43 derajat Celsius.

Cuaca panas yang terus menerus menerpa, berpotensi menyebabkan jemaah haji terkena heatstroke, yakni kondisi yang disebabkan karena suhu tubuh kita meningkat. Keadaan ini biasanya akibat paparan yang terlalu lama atau aktivitas fisik pada suhu tinggi.

Jemaah haji akan melakukan prosesi puncak haji berwukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, dan melontar jumrah di Mina (Armina).

"Kondisi ini bisa mengancam nyawa. Jemaah diharapkan menggunakan alat perlindungan diri yang telah dibagikan," kata Kepala Pusat Kesehatan Haji Eka Jusuf Singka dalam rilisnya yang dikutip Beritagar.id, Kamis (9/8/2018). Pelindung diri itu berupa payung, kacamata, masker, semprotan air, dan alas kaki.

Eka menyebutkan beberapa tanda dan gejala heatstroke yaitu suhu tubuh lebih dari 40 derajat Celsius, perubahan keadaan mental atau perilaku seperti kebingungan ucapan yang tidak jelas, dan kejang.

Ada juga gejala perubahan dalam berkeringat. Pada sengatan panas, kulit kita akan terasa panas dan kering saat disentuh. Timbul mual dan muntah. Jantung berdebar cepat, nafas kita bisa menjadi cepat dan dangkal. Sakit kepala berdenyut.

Agar tidak terjadi kondisi ini, Eka mengingatkan jemaah untuk sering minum dan jangan menunggu haus. Jemaah juga diimbau sering semprotkan air pada bagian kulit yang terbuka seperti muka dan tangan, gunakan payung dan topi saat di luar gedung.

"Jika mengalami tanda dan gejala seperti di atas segera hubungi tenaga kesehatan terdekat," kata Eka.

Pada Selasa (7/8/2018), ada 219 jemaah haji yang mendapatkan perawatan kesehatan. Jemaah yang dirawat inap di Klinik Kesehatan Haji Indonesia Mekkah sebanyak 97 orang dan dirawat di RSAS di Mekkah 64 jemaah.

Kepala Klinik Kesehatan Haji Indonesia Mekkah, dokter Nirwan Satria, mengatakan, pasien yang banyak dirawat adalah karena sesak, demensia, hipertensi dan ulkus diabetes. Beragam serangan penyakit itu, kata Nirwan, dapat tercetus karena kelelahan fisik dan kurang minum.

Nirwan meminta kepada seluruh jemaah agar menjaga kesehatan jelang wukuf. Klinik kesehatan Mekkah telah menyiapkan 200 tempat tidur dan dokter spesialis.

"Namun yang utama adalah jemaah harus mampu menjaga kesehatannya masing-masing," kata Nirwan dilansir laman Kementerian Agama. "Gunakan alat pelindung diri dan ikuti anjuran kesehatan yang sudah disampaikan oleh Tim Promotif Preventif dan dokter kloter."

Seluruh jemaah telah bergeser ke Mekkah bergabung dengan gelombang 2 yang tiba melalui Jeddah.

Tim kesehatan sebenarnya telah membuat kategori berdasarkan risiko kesehatan. Pada Minggu (5//2018) terdapat 66,81 persen jemaah berisiko tinggi kesehatan.

Jemaah berisiko tinggi itu ditandai dengan gelang oranye atau tanda oranye pada Kartu Kesehatan Jemaah Haji (KKJH). Penandaan ini dimaksudkan agar petugas mudah mengenali jemaah risiko tinggi. Selain itu, dengan tanda oranye ini, jemaah tersebut lebih dapat mengontrol dirinya dari masalah kesehatan.

Pada musim haji 2018 ini, kuota resmi pemerintah Indonesia berjumlah 221 ribu jemaah, dengan perincian 204 ribu jemaah haji reguler dan 17 ribu jemaah haji khusus. Kuota tahun ini sama dengan 2017 lalu.

Kerajaan Arab Saudi memutuskan untuk mengembalikan kuota normal sekaligus memberikan tambahan 10.000 orang sehingga total ada 221.000 orang mulai 2017 lalu.

Sebelumnya, sejak 2013, jumlah kuota jemaah haji Indonesia dan negara lainnya mengalami pemotongan 20 persen karena perluasan pembangunan fasilitas di Masjidil Haram, Mekkah.

Hingga hari ke-22 atau Selasa (7/8/2018), sejak kedatangan kali pertama jemaah haji di Tanah Suci pada 17 Juli 2018 lalu, sebanyak 362 kloter atau 145.630 jemaah telah tiba. Dari jemaah haji itu ada 36 orang meninggal.

Kementerian Agama akan menjamin badal (pengganti) haji jemaah yang meninggal sebelum proses haji. Keluarga dari jemaah yang meninggal akan mendapat sertifikat badal haji tersebut.
Panas terik di Mekkah dan risiko kesehatan jemaah haji


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...an-jemaah-haji

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Panas terik di Mekkah dan risiko kesehatan jemaah haji Tiga dakwaan pencucian uang Najib Razak

- Panas terik di Mekkah dan risiko kesehatan jemaah haji Tembak mati 11 orang, administrasi polisi bermasalah

- Panas terik di Mekkah dan risiko kesehatan jemaah haji Retak kongsi koalisi Prabowo dan sindiran 'jenderal kardus'



×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di