alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Tembak mati 11 orang, administrasi polisi bermasalah
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b6b8b0ddcd77007448b4579/tembak-mati-11-orang-administrasi-polisi-bermasalah

Tembak mati 11 orang, administrasi polisi bermasalah

Tembak mati 11 orang, administrasi polisi bermasalah
Komisioner Ombudsman RI, Adrianus Meliala, di kantornya pada Rabu (3/1/2018). Ombudsman menilai administrasi Polda Metro Jaya dalam menangani kasus kejahatan tak rapi.
Ombudsman Republik Indonesia menilai administrasi Polda Metro Jaya dalam penanganan kasus kejahatan jalanan bermasalah.

Komisioner Ombudsman RI Adrianus Meliala menilai, administrasi polisi dalam mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) di Polda Metro Jaya berantakan.

Adrianus mengungkapkan hal tersebut karena hingga kini Polda Metro Jaya belum juga menyerahkan data SP3 terkait 11 tersangka yang ditembak mati.

"Menurut saya enggak rapi ya, karena kan saya sudah minta data dari minggu lalu, tapi tidak diindahkan," kata Adrianus di Kantor Ombudsman Jakarta, Rabu (8/8/2018) seperti dinukil dari CNN Indonesia.

Polda Metro Jaya dalam sebulan ini melakukan pengamanan persiapan Asian Games 2018. Dalam pengamanan ini, 52 tersangka kejahatan jalanan ditembak dan 11 di antaranya tewas. Tewasnya para tersangka pelaku kejahatan di luar proses pengadilan ini biasa disebut extra judicial killing.

Nah, koalisi masyarakat sipil menuntut praktik extra judicial killing ini diusut. Sebab melanggar Hak Asasi Manusia. Jika dibiarkan, dikhawatirkan bisa melebar ke mana-mana.

"Hentikan extra judicial killing karena hal tersebut merupakan pelanggaran terhadap hak asasi manusia dan pelanggaran hukum acara pidana yang serius," kata Dirga, dari ICJR, salah satu koalisi masyarakat sipil, pada Minggu (22/7/2018) seperti dipetik dari Merdeka.com.

Menurut Dirga, setiap orang memiliki hak untuk dibawa ke persidangan dan mendapatkan peradilan yang adil dan berimbang (fair trial) guna membuktikan apakah tuduhan yang disampaikan kepadanya adalah benar,

Rabu pekan lalu, Ombudsman memanggil Polda Metro Jaya guna menjelaskan masalah ini. Namun pada pertemuan Rabu (1/8/2018) lalu, polisi tak bisa menunjukkan data-data yang diminta Ombudsman dan tak mampu menjelaskan kasus ini.

Ombudsman kecewa dengan penjelasan polisi. Mereka minta data siapa yang kena tindakan tegas atau bahkan tewas, lalu siapa petugasnya, surat perintahnya apa, berita acara penembakannya, bagaimana hasil visum, apakah berita acara tersangka yang tertembak dikembalikan kepada keluarga.

"Saya meminta dalam bentuk tertulis," ujar Andrianus di Gedung Ombudsman RI, Jakarta, Rabu pekan lalu, seperti dikutip dari [URL="https://nasional.kompas.com/read/2018/08/01/14012331/ombudsman-ri-pertanyakan-polisi-soal-aksi-tembak-mati-pelaku-kriminal "]Kompas.com[/URL].

Ketidaksiapan polisi itu sempat menguatkan dugaan, bahwa penembakan itu terlalu dini diambil dan di luar prosedur.

Sepekan kemudian, polisi baru bisa memberikan data tersebut. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Nico Afinta Karokaro mengatakan, penembakkan begal hingga tewas tersebut hanya dilakukan ketika membahayakan petugas dan masyarakat.

"Tersangka-tersangka ini (begal) yang indikasinya membahayakan petugas dan masyarakat, maka kami lakukan penindakan (penembakan)," ujar Nico di Gedung Ombudsman Jakarta, Rabu (8/8/2018) seperti dikutip dari Kumparan.com.

Nico menjelaskan, jumlah begal yang mati ditembak polisi 'hanya' 11 orang atau sekitar 1,5 persen dari jumlah tersangka begal sebanyak 767 orang. Ia menyebut penetapan 767 tersangka begal itu berasal dari sekitar 5 ribu kegiatan penangkapan.

Semua data itu sudah diserahkan kepada Ombudsman. Tapi untuk data SP3 belum juga diserahkan. Padahal menurutnya polisi harus sudah langsung siap menyerahkan data tersebut karena tinggal berkoordinasi dengan tujuh wilayah hukum Polda Metro Jaya.

"Yang belum dibuat adalah SP3. Mereka juga agak gelagapan kalau sudah masuk LP belum ada penetapan tersangka, status orang ini apa. Nah itu nanti di SP3 mau diberikan kepada kami," kata Adrianus.
Tembak mati 11 orang, administrasi polisi bermasalah


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...isi-bermasalah

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Tembak mati 11 orang, administrasi polisi bermasalah Retak kongsi koalisi Prabowo dan jenderal kardus

- Tembak mati 11 orang, administrasi polisi bermasalah Masyarakat bisa nikmati pemasangan listrik gratis

- Tembak mati 11 orang, administrasi polisi bermasalah Pertarungan penguasa Senayan

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di