alexa-tracking

Retak kongsi koalisi Prabowo dan jenderal kardus

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b6b89a5de2cf2c9338b4569/retak-kongsi-koalisi-prabowo-dan-jenderal-kardus
Retak kongsi koalisi Prabowo dan jenderal kardus
Retak kongsi koalisi Prabowo dan jenderal kardus
Prabowo Subianto (kiri) dan Susilo Bambang Yudhoyono (kanan) menyampaikan keterangan pers bersama usai pertemuan tertutup di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Senin (30/7/2018). Kemesraan itu retak karena tuduhan jenderal kardus.
Menjelang tenggat akhir pendaftaran calon presiden 2019 pada Jumat (10/8/2018), kubu partai koalisi pengusung Prabowo Subianto mengalami perpecahan. Alih-alih merapatkan barisan, Partai Gerindra dan Partai Demokrat justru terlibat perang "jenderal kardus".

Seharusnya, pada Rabu (8/8) malam, Prabowo dijadwalkan bertandang ke rumah Presiden Ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), di daerah Kuningan, Jakarta Selatan. Salah satu agenda pertemuan adalah pengerucutan nama cawapres.

Sayangnya, pertemuan tersebut batal lantaran ada ketidakpuasan soal nama calon pendamping Prabowo. Menurut Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Andi Arief, salag satu pemantik adalah masuknya nama Sandiaga Uno sebagai pesaing Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Sandiaga adalah Wakil Gubernur DKI Jakarta dan kader Gerindra. Sementara AHY adalah putra mahkota Partai Demokrat, sekaligus putra sulung SBY.

"Prabowo ternyata kardus, malam ini kami menolak kedatangannya ke Kuningan. Bahkan keinginan dia menjelaskan lewat surat sudah tak perlu lagi. Prabowo lebih menghargai uang ketimbang perjuangan. Jendral kardus," tulis Andi dalam Twitter.

Andi mengatakan, Sandi masuk bursa karena mengguyurkan uang Rp500 miliar ke Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Amanat Nasional. "Bener (soal mahar politik Sandiaga Uno). Saya dengan sadar dan bisa dicek," ucap Andi dilansir detikcom.
Jenderal Kardus punya kualitas buruk, kemarin sore bertemu Ketum Demokrat dengan janji manis perjuangan. Belum dua puluh empat jam mentalnya jatuh ditubruk uang sandi uno untuk mengentertain PAN dan PKS.
— andi arief (@AndiArief__) August 8, 2018
Atas tuduhan Andi tersebut, sejumlah kubu pun tidak terima. PAN lewat Wasekjen Yandri Susanto mengatakan bahwa ucapan Andi adalah sebuah kebohongan.

Menurut Yandri, ucapan Andi tak ada bedanya dengan comberan. Kini, ia dan partainya tengah mempertimbangkan untuk melaporkan Andi ke polisi bila tuduhan Rp500 miliar tersebut tak dicabut,

"Itu pernyataan yang tak mendasar. Kalau tidak (mencabut ucapan) akan kita tuntut (Andi) secara hukum," tegas Yandri dalam Liputan6.com.

Partai Gerindra pun meradang dengan pernyataan Andi yang mengatakan Prabowo sebagai "jenderal kardus".

Arief Poyuono, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, mengatakan justru SBY yang sebenarnya jenderal kardus. Menurut Arief, julukan jenderal kardus pantas disematkan kepada pemimpin partai yang memiliki kader terbanyak terjerat kasus korupsi.

"Jadi, 'jendral kardus' itu jelas siapa dia. Demokrat itu partai yang kadernya paling banyak ditangkap KPK karena dipimpin jendral yang suka ngumpulin kardus," kata Arief, dilansir Tribunnews.

Akibat kisruh jenderal kardus dan mahar Rp500 miliar ini, dua ketua umum dari masing-masing kubu--SBY dan Prabowo--akan bertemu. Mereka dijadwalkan akan bertemu pada Kamis (9/8) pagi di kediaman SBY.

Pada pertemuan kali ini, Partai Demokrat tampak sudah membuka pintu. "Memang (Kamis) pagi pak SBY akan menerima pak Prabowo di sini (Kuningan). Tentu harapannya akan terbangun solusi yang terbaik untuk bisa bersama, dalam arti berkontribusi," ucap Wasekjen lain Partai Demokrat, Putu Supadma Rudana.

Dengan keributan di internal itu, walhasil hingga H-2 batas pendaftaran capres, kubu koalisi Prabowo belum jua mendapatkan nama pendamping.

"Malam ini belum putus, belum ada nama yang kita sebut sebagai (calon) Wakil Presiden pak Prabowo," kata Sekjen Gerindra Ahmad Muzani. Namun, Muzani meyakinkan bahwa cawapres dari partai koalisi pendukung Prabowo akan diumumkan hari ini.

Menurut pengamat komunikasi politik Universitas Paramadina Jakarta, Hendri Satrio, dirinya tak kaget bila nama Sandiaga tiba-tiba masuk dalam bursa. Bahkan, menurut Hendri, hal itu justru bisa menjadi amunisi tersendiri bagi Prabowo.

"Saya tidak kaget kalau Prabowo lebih memilih Sandiaga Uno, karena kalau dasarnya logistik, ya akan begitu," ujar Hendri.

Bila hal ini benar-benar terjadi, menurut Hendri, otomatis koalisi yang bakal terbangun secara kokoh di kubu Prabowo baru tiga partai saja: Gerindra, PAN, dan PKS. Posisi Demokrat, masih mengambang.
Jokowi juga menunda
Sejatinya, pada Rabu (8/8) malam, bukan hanya kubu Prabowo yang mematangkan posisi cawapres. Demikian pula kubu petahana, Joko "Jokowi" Widodo. Seharusnya, pada malam itu, petinggi dari sembilan partai pengusung bertemu dengan Jokowi.

Sayang, pertemuan juga urung terlaksana. Namun; Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, memastikan batalnya pertemuan tersebut bukan disebabkan adanya konflik internal antar-partai koalisi.

"Namanya pertemuan bersama, ya kita menyesuaikan dengan seluruh agenda bapak Jokowi dan ketua umum partai," ungkap Hasto. Hasto juga menampik bahwa PKB bakal hengkang dari koalisi bila Muhaimin Iskandar gagal menjadi cawapres.

Menurut Hasto, isu tersebut hanya provokasi yang ditujukan ke kubu Jokowi. "Itu bagian dari provok-memprovok, seolah-olah kami tidak kompak," kata Hasto.

Beda dengan kubu Prabowo yang belum memutuskan nama, kubu Jokowi sepertinya sudah mengerucutkan nama calon RI-2 mereka. Sejumlah orang mengatakan cawapres Jokowi adalah seseorang dengan inisial nama M.

"Awalannya M," ucap Ketum PPP, Romahurmuziy (Rommy), dalam detikcom. Dalam akun Twitter Rommy pun menjelaskan lebih gamblang soal ciri-ciri sosok M ini.
Dia juga mewakili warna religiusitas ormas Islam terbesar di Indonesia serta sdh malang-melintang dlm aneka jabatan publik sejak reformasi. Dan yg pasti, seperti sdh sy tegaskan tidak akan keluar dari 10 nama yg sy pernah sy sampaikan Juli lalu. Siapa hayo ... selamat menebak
— M. Romahurmuziy (@MRomahurmuziy) August 7, 2018
Dengan ciri-ciri tersebut, nama Mohammad Mahfud MD pun disebut-sebut menjadi kandidat kuat. Maklum, lelaki asal Sampang, Madura, Jawa Timur, itu memenuhi semua kriteria yang disebut Rommy dan cukup dekat dengan Jokowi akhir-akhir ini.

Mahfud pernah duduk di kursi eksekutif sebagai Menteri Pertahanan (2000-2001), legislatif (2004-2008), hingga yudikatif sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi (2008-2013).

Meski demikian, itu baru spekulasi--meski Jokowi mengiyakan bahwa calon pendampingnya berinisial M. "Bisa Mahfud, bisa Ma'ruf Amin, Mbak Puan juga bisa. Mas Airlangga juga M. Muhaimin juga M," ujar Jokowi berkelakar.
Retak kongsi koalisi Prabowo dan jenderal kardus


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...enderal-kardus

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Retak kongsi koalisi Prabowo dan jenderal kardus Masyarakat bisa nikmati pemasangan listrik gratis

- Retak kongsi koalisi Prabowo dan jenderal kardus Pertarungan penguasa Senayan

- Retak kongsi koalisi Prabowo dan jenderal kardus Apa susahnya mencari cawapres

×