alexa-tracking

ITS She (Gender Bender, Scient fiction story)

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b6ac52196bde6161a8b4568/its-she-gender-bender-scient-fiction-story
ITS She (science fiction story)
Salam Hangat Agan/Agan Mimin/Momod dan Sesepuh forum SFTH,
ini pertama kali nya ane bikin cerita di Kaskus, cerita ini murni tulisan ane , awal nya ini cerita ane bikin untuk di jadikan bahan game beserta cerita-cerita ane lain nya, tapi cerita yang satu ini di tolak karena tim ane gak demen cerita gender bender wkwk
ane sih juga pesimis cerita di bawah normal kaya gini bisa bikin wah, tapi daripada ane simpen sendiri, ya ane sebar saja di sini agar ada yang menikmati, oh iya ane bukan pengarang/penulis profesional, jadi cerita ini ane tulis dengan bahasa dan gaya tulisan ane sendiri,
cerita ini bisa di bilang campuran Gender bender, scient fiction, sedikit thriller plus misteri ya gan .
mudah-mudah an cerita nya bakal ane update seminggu sekali dan gak berakhir kentang hehehe , emoticon-Jempol
ane udah bikin plot secara keseluruhan sampai cerita ini habis kok, emoticon-Ultah

Quote:


Quote:


Prolog :

"Merry!! apa Kau tidak apa-apa?" Ucap seorang gadis muda dari jauh

"Ah aku tidak apa-apa" aku jatuh tersungkur, ku lihat lutut ku hanya lecet sedikit,

Seseorang mengulurkan tangan nya kepada ku

"Apa kau bisa berdiri sendiri" ucap berat seorang pria yg mengulurkan tangan nya padaku,

Aku yg merasa aneh tidak pernah di perlakukan seperti ini pun meraih tangan nya

"Terima kasih" balas ku, seumur hidup ku baru kali ini aku menerima uluran tangan dari seseorang ketika terjatuh, biasa nya mereka selalu menyuruh ku untuk langsung melompat ke comberan saja atau setidak nya bangun lah sendiri, apakah orang lain hanya peduli terhadap wanita ya?
ya pengalaman ini baru ku alami semenjak 2 minggu terakhir, semua berawal dari kejadian itu.

Index
#Episode 1 Nama ku Arya
#Episode 2 Menguasai Tubuh Merry
#Episode 3 Siapa???
#Episode 4 Kau yang Misterius NEW

Spoiler for "Ocehan Arya":

Nama ku Arya



Nama ku Arya ,ibu ku selalu berkata bahwa aku adalah seorang jenius, nilai akademik ku selalu di atas rata-rata, aku mampu menciptakan mesin kopi di usia 12 tahun, membuat algoritma sendiri, bermain catur 4 papan sendirian (entah apakah itu bisa di katakan jenius) dan lulus kuliah dengan ipk 4, dalam olahraga pun aku bisa di bilang mumpuni, sabuk hitam karate, jujitsu,dan aku pun pernah menjuarai lomba lari sprint tingkat kota.

namun pada akhir nya di mata mereka aku hanyalah seorang pegawai swasta biasa ,ya aku sekarang bekerja sebagai software developer, pada awal nya aku selalu mengira bahwa skill ku mungkin kurang di mata orang-orang kantor, hingga entah kenapa semakin hari aku merasa ada ketidak adilan di dunia ini, dimana aku selalu kalah dengan wanita di hidup ku sejak dulu,

Contoh nya ketika kejuaraan sains saat smp,juri selalu memberikan pertanyaan-pertanyaan dengan nada kasar, ketimbang dengan lawan ku yang perempuan, suara mereka begitu lembut ketika melontarkan pertanyaan sialan itu, ada lagi ketika aku sedang bimbingan skripsi, dosen pembimbing ku selalu membantu mahasiswi yg cantik, namun begitu aku bimbingan 10x revisi yang ku terima dengan kesalahan yang di buat-buat, masih banyak lagi cerita lain nya, namun sudah lah, aku sudah muak dengan itu semua.

"Hei Arya, apa lu udh kerjain ticket ini? Sprint tinggal 4hari lagi, bisa telat deploy tolol" cemooh atasan ku, khawatir dengan jadwal development yg bisa terhambat

"I iya bossque" ya hanya iya yg sepantas nya ku ucap kan,

Seorang wanita masuk keruangan, mata nya biru, rambut nya coklat, mungkin rekan ku ini keturunan bule(?)

"Andine ticket yg ini tolong di kelarin hari ini ya, tapi klo gk bisa, besok juga gpp" senyum bos ku, jijik sekali aku mendengar nya sampai ingin ku muntah lalu kutelan muntahan ku lalu ku muntahkan lagi

"Siap boss" jawab centil Andine

"Arya makan kuy!" Ucap ramai teman se genk ku, ya di kantor aku membentuk genk, beranggotakan 4 orang konyol ini

"Jono hari ini mau makan busi rebus?" Ujar Hendra pada teman ku yg lain

“Kenapa gak kain pel goreng yang di taburi daki Hendra hhahahaha ” timpal Irfan

Ya bercandaan ini lah yang biasa kami lakukan di tengah-tengah perjalanan mencari makan siang, lawakan garing yang sekaligus menjijikan bagi orang awam manapun yang mendengarnya.

“BRAAAK!”

Suara keras ku dengar dari depan ku, di susul jeritan dari orang-orang sekitar ku, apa yang terjadi? Mata ku pun terbelalak ketika melihat Irfan terbujur, darah nya bercucuran,
aku memalingkan wajah ke sebuah mobil minibus yang kuduga menabrak Irfan,

mobil itu berancang-ancang untuk melarikan diri, segera aku mengejar nya, roda yang berputar cepat, memicu adrenalin pengemudi itu, juga memacu amarah ku yang meletup-letup untuk membungkam nya, ku kayuh tenaga ku untuk memenuhi hasrat kaki ku mengejar nya, mengambil sebuah jalur pintas adalah gagasan instan dari otak ku, ku imbangi minibus itu ketika di persimpangan, sedikit lagi, tangan letih ini meraih ujung pintu kendaraan jahanam itu, sedikit lagi, sedikit lagi!!!!

“BRAAAKK”

………………………………

“Hai nak, akhir nya kau bangun” ucap seorang pria tua, ku tebak umur nya berkisar 50-60 tahun, rambut nya putih, menghisap sebatang permen lolipop, seraya menatap ku.

“Apa kau bisa menggerakan tubuh mu? ” ucap nya lagi seraya menggerakan tangan nya seakan memberi ku contoh untuk melakukan nya,

Ya tangan ku dapat ku gerakan dengan leluasa, walau kulihat jemari-jemari ini terlihat lebih kecil dari biasa nya, tunggu ada yang aneh di sini,aku memiliki 2 buah benjolan di dada ku, ini seperti payudara wanita, aku menggenggam nya, tak terasa apa-apa, tunggu, aku pun tak dapat merasakan sensasi sentuhan apapun, tangan,dan kepalaku dapat di gerakan, namun aku tidak dapat, tunggu kenapa ada sensasi dingin seperti logam di tubuh ku??

“Tenang, itu bukan tubuh mu nak, mari bangun, coba kau lihat ke sana” pelan pria tua itu.

Aku melihat tubuh ku terbaring dan dapat ku gerakan.. sungguh, sebenarnya ini tidak terlalu membingungkan untuk ku, aku paham, hanya saja aku masih shock akan keadaan ini.

“Ya, kau tidak sedang berada di tubuh ini(tubuh wanita), tapi kau tetap berada di tubuh mu yang asli, hanya saja, hahaha helm nya full face, sehingga kau tidak sadar bahwa kau hanya mengendalikan tubuh palsu ini dari device itu” Jelas pria tua itu.


Aku melihat tubuh palsu ini dalam cermin, menatap nya dalam,kusaksikan tubuh seorang wanita cantik,berambut hitam, bola mata coklat penuh nanar dalam tatapan nya, lalu pria tua itu kembali berkata seraya membuka kembali 1 bungkus permen dan melahap nya.

“Dia putri ku, putri semata wayang ku,Ia meninggal 2 tahun yang lalu,.. tertabrak sebuah minibus, ya minibus yang kau kejar, aku masih sangat-sangat ingat wajah supir laknat itu ” ujar pria tua itu

“A apa kau yakin, lalu bagaimana dengan supir itu sekarang” tanya ku terkejut

“.. .. .. .. ,sudah lah.. .. oh ya putri ku bernama merry, sehari sebelum ia tertabrak kami baru saja merayakan wisuda nya”

DUGGGHH

Pria tua itu memukul meja kayu kuno, sebagian benda-benda yang berada di atas meja itu berjatuhan, yang menarik perhatian ku ialah kepingan cd yang turut jatuh dari meja itu.

“Bodoh nya aku!! kenapa aku membiarkan semua itu terjadi!! ” keras pria tua itu.


Cahaya mentari yang tak mampu menembus tebal nya awan hitam, di iringi rerintih suara hujan yang menambah kelabu pagi ku, aku yang menatap cermin melihat wajah ku tak lagi ku kenali, penuh bekas goretan aspal yang membuat kulit wajah ku mengelupas pilu, aku pun tak lagi memiliki hidung yang sempurna (kira nya seperti voldemort)

untuk mempermudah bernafas Pria tua itu memberikan ku alat pernafasan bantuan yang langsung di integrasikan ke dalam hidung ku.

“Nak Arya apakah nak Arya mau menjadi asisten ku? ” Pria tua itu melihat kartu indentitas ku.

Aku sempat mengobrol dengan nya, nama nya Pak Satyo, dia seorang Professor dan mengajar di sebuah perguruan tinggi swasta sebagai dosen robotik, ini menjelaskan mengapa ia mampu menciptakan robot berkualitas super realistis yang menyerupai anak nya ini, selebih nya tentang asal-usul nya aku tak mau menanyakan karena tak enak jika nanti aku di anggap tak sopan

Tanpa berpikir lagi aku menerima tawaran Prof Satyo, lagipula malam tadi aku sudah di pecat karena menghilang setelah kecelakaan Irfan dan melewatkan meeting besar dengan client, ya setidak nya aku tidak perlu menyelesaikan ticket pekerjaan ku lagi haha.

“Mulai besok pagi kau ikut dengan ku ke kampus” Prof Satyo membawa kursi roda dan menepuk bangku nya.
Aku rasa dia pria yang terlalu baik, seperti nya besok pun aku mungkin akan merepotkan nya dengan kondisi ku yang seperti nya, dan semoga tidak ada yang takut melihat wajah ku yang menyeramkan ini.

“Menggunakan tubuh Merry” Lanjut Prof Satyo mencengangkan ku

“EH!? anu iku, anu eta, anu ntuh ” Aku menunjuk ke arah kursi roda yang di bawa Prof Satyo,

“ini? Oh ini untuk kamu jalan-jalan di rumah aja, ayo jangan malas, aku sudah beli makanan, dan ku taruh di meja” sembari meninggalkan ku, setelah beberapa langkah ia kembali menoleh,

“Setelah makan bersiap belajar menggunakan tubuh Merry, hari ini kau akan belajar mengemudi, memasak, dan tugas rumah lain nya, oh iya setelah kamu bisa masak, mulai nanti kamu yang masak di rumah ini”

Seperti nya aku akan di jadikan asisten rumah tangga Pria tua itu …. sebaik nya setelah aku membalas budi pada nya aku harus kembali menjadi programmer saja…

BRUUUUM BRRRRR BRUUUUUM

“Prof aku tak menyangka kalau kau punya mobil sekeren ini!!!! ” Pak Satyo menggeber mobil keren itu, ya aku tak menyangka selera Pria tua ini seperti anak muda, new Honda Civic buatan tahun 2016,

“Sebenar nya ini adalah kado ulang tahun Merry, namun sampai kepergian nya aku tidak sempat memberikan mobil ini ” Aku melihat setetes air mata mengalir di pipi nya.

“Jadi tunggu apa lagi, ayo kau coba mengemudikan mobil ini” Prof Satyo bangkit dari kursi pilot itu dan membiarkan aku yang menggunakan tubuh merry ini masuk ke cockpit yang ku idamkan.

Jemari ku mencoba untuk menggenggam stir mobil ini, kurasa aku berhasil menggenggam nya, ada sensasi benturan yang membuat tangan ku mampu merasakan stir ini.

“Aku menanamkan sensor benturan pada tubuh Merry, sehingga jika tubuh Merry terbentur suatu objek maka control device mu juga ikut tertahan seakan kau menyentuh objek itu secara langsung” Jelas Prof Satyo


Prof satyo duduk di bangku sebelah ku, aku tak begitu memperhatikan nya, namun ku yakin ada suatu perasaan ntah sedih atau bahagia melihat putri semata wayang nya yang sudah tiada kini duduk di sebelah nya dan sangat excited dengan kado pemberian nya.

Ku pacu dengan perlahan mobil ini berkeliling kota BSD yang terkenal dengan jalan nya yang tidak begitu ramai, cocok untuk pengendara pemula seperti ku.

“Hai neng cantique, boleh dong kita ikut numpang di belakang kamu, jamin gak akan sodok-sodok dari belakang deh” goda pria berbadan besar di lampu merah, pria itu menunggangi sebuah motor racing bersama teman kurus nya yang ia bonceng, aku tidak tau tipe nya karena aku bukan penggemar motor racing.

“Boss klo gue kimpoiin itu cewe, anak gue bakal kaya Chelsea Islan kali ya? Bisa di jual mahal nih” ujar pria yang ia boncengi

“Pale lu, lebih cocok sama gue, anak nya bakal mirip meriam belina waktu muda heu heuu” balas si pria berbadan besar

Aku pun tidak mengubris pembicaraan mereka dan segera menancap gas ketika lampu sudah hijau.

Masih berada di jalan yang sama aku lihat 2 orang mesum tadi mengikuti ku, mencoba menyusul ku,

“Neng cueque yang cantique buru-buru amat” seru pria berbadan besar yang tiba-tiba sudah menyusul di samping jendela ku

“Ngobrol bentar dong neng !! ” timpal si pria kurus.

Kembali ku pacu Civic ini entah berapa rpm, gila nya mereka tidak menyerah, terjadi lah kebut-kebut ala film mission impossible,

Kulihat tanda putar balik di depan, ku tarik tuas rem depan, ku putar stir ini ke kanan lalu ku arah kan sedikit berlawanan arah dari yang kuingiin kan, drift memutar arah untuk mengecoh mereka.

“hmmmm, di sana ada jalan ke tempat agak rimbun, kita bisa sembunyi di sana ” perintah Prof Satyo, ku kemudikan mobil ini menuju tempat yang ia katakan , ku matikan mesin mobil ini di tempat yang agak rimbun.
Sial nya mereka mengetahui arah kami, pria kurus itu turun dari motor dan mengeluarkan pisau dari belakang celana nya, tak lama pria berbadan besar itu turut mengiringi langkah nya, mereka berdua kini berjalan ke arah ku

Keringat dingin mengucur deras, walau aku bisa bela diri namun aku belum bisa mengendalikan tubuh Merry ini sepenuh nya, bagaimana jika aku gagal mengalahkan mereka? , bagaimana jika nanti nya mereka tau Merry ini robot? , bagaimana jika Prof Satyo di bunuh oleh mereka ?.

“Coba lah, ini mungkin bisa menjadi tolak ukur seberapa kuat tubuh Merry yang kuciptakan” entah Prof Satyo menyemangati ku atau hanya sekedar ingin tahu seberapa kuat tubuh Merry ini.

“Tapi bagaimana dengan mu Prof?”

“Tidak usah peduli kan aku, aku sudah cukup lama hidup, dan sudah banyak merasakan kehilangan, kehilangan satu lagi pun tak mengapa” ucap Prof Satyo

Jika kalah aku pun tak akan mati karena tubuh ku yang mengendalikan tubuh Merry ini berada di rumah Prof Satyo, jadi yang ku khawatir kan hanyalah keselamatan Prof Satyo walau ia kini sudah begitu pasrah

“Tunggu di sini Prof, akan ku coba selamatkan kita dari mas-mas mesum ini ” Ku jejak kan kaki ku keluar mobil, dengan tersenyum aku berjalan ke arah mereka dan ku katakan pada mereka

“Mari mas aku ajarkan pelajaran yang sangat penting”

Mereka pun tersenyum dan berlari ke arah ku.

KASKUS Ads
Wah jarang" nih gender bender ada di stfh,,, oh iye biasa nya klo gender bender tubuh nya ketuker,,, atau bangun tidur kelamin nya berubah,,,atau gak operasi kelamin di thailand,,, eh yang ini malah pake tubuh robot cewe tapi cuma ngendaliin gitu wkwkwk emoticon-Wkwkwk
Lanjutkan gan emoticon-Ultah
Reply to whibi99's post
Quote:


Iya gan ane juga baca komik jepang banyakan gitu
Siap laksanakan gan emoticon-Shakehand2

Ocehan Arya ke 1

image-url-apps
Hai Pembaca, aku Arya, pada part 2 si penulis brengsek ini tidak memberitahukan kalian bagaimana aku bisa ke meja makan dengan kondisi seperti ini kan?? Naaah Begini Algoritma nya

Start
-Aku login ke tubuh merry;
-Menggunakan tubuh merry ku bawa kursi roda itu;
-Lalu dengan tubuh merry lagi ku angkat bokong ku yg asli ke kursi roda, sedang kan kaki ku masih di device ; /*part kaki dapat di putar 360 derajat*/
-ku angkat kaki ku sendiri dari device ke kursi roda
-sign out dri tubuh merry;
-ku lepas kan seluruh device yg tersisa di tubuh bagian atas;
-pergi ke tempat makan dengan kursi roda;
End

Bisa saja aku menyuap kan diri ku menggunakan tubuh merry, tapi di meja itu ternyata banyak sekali makanan nya haha jadi lebih baik ke sana


“Ternyata Babak belur ya, lumayan” ujar Prof Satyo

“Iya prof, tangan Merry keras juga, sekali pukul tadi berasa ada bunyi patah ” Aku menghajar habis-habis an kedua orang mesum itu, ternyata tubuh ini jauh lebih kuat dari yang ku bayangkan.

Ku tinggal kan dua orang mesum itu terkapar di rerimbunan ilalang, kami pun beranjak pulang.

Dalam perjalanan pulang prof Satyo menjelaskan pada ku bahwa ia mengganti tulang Merry dengan campuran bahan stainless steel dan aluminum di lapisi dengan fiber glass agar tidak terdeteksi metal detector.

Akhir nya kami sampai di rumah prof Satyo, rumah bernuansa eropa abad pertengahan yang mewah, berlantai marmer, di hiasi lampu-lampu berkilau di langit-langit nya, tangga yang melingkar menuju arah kamar ku, terbuat dari kayu pilihan yang ku taksir harga nya lebih mahal dari kumpulan sepatu ku dari bayi hingga kini jika di jual, sungguh rumah yang mewah, dan mencolok di tengah kota Tangerang untuk seorang profesor yang misterius seperti dia.

Tangga demi tangga ku tapaki dengan kaki mungil Merry, ku lihat lembaran-lembaran lukisan kuno di dinding, ada 2 lukisan yang menarik perhatian ku.

The Concert, sebuah maha karya Johannes Vermeer seorang pelukis Belanda yang karya nya baru di akui setelah ia wafat,saat wafat ia meninggalkan hutang untuk istri dan anak nya, sungguh ironis.

Lalu ada lagi lukisan Karya Vincent van Gogh berjudul View of the Sea at Scheveningen
Namun bukan kah kedua lukisan itu hilang di curi ? ,hmm mungkin prof memiliki copian nya.

“Waaaa kau imut sekali” spontan ku ucapkan saat ku pakai baju ala maid pada tubuh Merry, Merry yang wajah agak kebule-bule an terlihat seperti pelayan kerajaan inggris yang elite, ya memang agak aneh untuk ku, tapi yasudah lah, ini tetap imut.

Malam ini pun aku belajar masak dengan menonton tutorial di youtube, serta bersih-bersih rumah, setidak nya ini untuk balas budi pada prof yang sudah menyelamatkan ku.

[Pagi Hari]

“Pagi Pak Professor, Pagi Merry, lama tidak melihat kamu, makin cantik ya anak professor ini” ucap seorang wanita setengah baya mencubit pipi ku lalu memberikan sesuatu ke prof Satyo

“Kalau begitu aku tinggal dulu ya, selamat mengajar ya Pak Prof dan Merry sayang” Aku hanya tersenyum manis seakan membalas panggilan Wanita setengah baya itu

Hari ini aku menjadi asisten dosen untuk prof Satyo, kami berada di salah satu Universitas teknologi terkenal di bilangan Tangerang Selatan, prof Satyo adalah dosen robotik , aku sudah menyiap kan segala macam perlengkapan mengajar nya.

Prof Satyo kali ini menjelaskan bagaimana robot tidak hanya dapat di gunakan untuk keperluan militer, industri atau kehidupan sehari-hari saja, namun bagaimana robot dapat menggantikan manusia untuk berpikir, ya kali ini prof tidak menjelaskan tentang struktur hardware dari robot itu sendiri, melainkan software yang terintegrasi dengan A.I, Artificial Intelligence sebuah teknologi yang di gadang kan akan mampu melebihi kemampuan berpikir manusia nanti nya.

“Miss Merry akan membantu saya menjelaskan lebih lanjut tentang A.I, karena ia adalah lulusan kampus ini juga dan skripsi nya tentang A.I, bukan begitu Miss Merry” prof Satyo memang sudah menyuruh ku untuk mempelajari A.I tadi malam, ya walau sebenar nya aku sudah paham akan konsep A.I ini.

“A.I sebenar nya adalah salah satu cabang bidang di sains komputer bukan robotik, namun A.I dapat di implementasikan ke sebuah robot, sehingga robot itu dapat berpikir seperti manusia , sebenar nya A.I ini memiliki 7 poin dalam bekerja , Knowledge, Reasoning, Problem solving, Perception, Learning, Planning, and then Ability to manipulate and move Objects, sebelum lanjut, sampai di sini apakah ada pertanyaan? ” salah satu mahasiswa mengangkat tangan nya

“Apakah Robot yang di implementasikan A.I akan berbahaya bagi manusia? ” tanya nya, aku terhenyak sebentar, memikirkan jawaban serta menolehkan kepala ku ke prof Satyo, prof Satyo hanya mengisyaratkan ku untuk menjawab.

“Bisa ya, Bisa tidak, Stephen Hawking pernah berkata bahwa A.I bak pisau bermata dua, jika kita tidak berhati-hati maka A.I dapat membahayakan kita, dengan A.I mencari kelemahan suatu program keamanan akan jauh lebih mudah ketimbang hacking manual misal nya ”

Penjelasan demi penjelasan ku lontarkan pada kuliah itu, prof Satyo pun hanya sekedar mengangguk-angguk.

Terik matahari menyinari ku secara vertikal, menandakan waktu nya mengisi ulang energi tubuh ku yang asli, aku membawa tubuh merry ke toilet wanita, ya aku berniat log out di bilik toilet lalu menyantap makan siang ku.

Aku memilih toilet di gedung sebelah karena di sana kulihat agak sepi, sehingga berlama-lama pun tak mengapa, untuk ke gedung sebelah aku harus melewati taman yang di hinggapi banyak mahasiswa, belum sampai di gedung sebelah aku merasa seperti ada yang memanggil ku.

“Merry!? Merry!!” gadis muda itu berlari dan memeluk ku, aku sempat shock dan ingin melempar nya, namun wajah yang cantik dan dada nya yang besar mampu melelehkan hati ku hehe.

“Kamu kemana aja Merry? Aku telponin gak aktif, selama beberapa bulan aku juga ke rumah kamu, tapi gak ada siapa-siapa, aku sempat tanya Mahendra juga dia gak tau, aku ingin bertanya pada ayah mu tapi dia selalu menghindar ”

Aku masih diam dan terpaku, bagaimana cara aku menjawab nya, tanpa ku sadari dahi ku(tubuh asli) mengeluarkan keringat dingin.

“Merry mengalami kecelakaan di kepala 2 tahun lalu, ia kini lupa ingatan dan hanya mampu mengingat sebagian kecil ingatan nya saja” prof Satyo tiba-tiba di belakang ku dan membantu ku menjawab

“iya maaf, aku lupa kamu siapa ya? ” akting ku bagai bintang sinetron kelas kakap yang ingin segera punya piala oscar

Tanpa kusadari Prof Satyo sudah berjalan pergi ke parkiran, aku pun pamit dan segera berlari menuju ke arah prof, ku lihat ke belakang gadis muda itu masih melongo dengan sikap ku yang mungkin teman dekat nya dulu, tak sadar aku tersandung seonggok batu dan terjatuh.


"Merry!! apa Kau tidak apa-apa?" Ucap seorang gadis muda dari jauh

"Ah aku tidak apa-apa" aku jatuh tersungkur, ku lihat lutut ku hanya lecet sedikit,

Seseorang mengulurkan tangan nya kepada ku

"Apa kau bisa berdiri sendiri" ucap berat seorang pria yg mengulurkan tangan nya padaku,

Aku yg merasa aneh tidak pernah di perlakukan seperti ini pun meraih tangan nya

"Terima kasih" balas ku, seumur hidup ku baru kali ini aku menerima uluran tangan dari seseorang ketika terjatuh.

“Mahendra ” Ucap gadis muda tadi.
Besok Ane gak akan update dulu, karena mau pergi ke bogor emoticon-Nyepi
tapi mungkin ada Ocehan Arya kalau doi mau ngoceh-ngoceh menjelaskan episode kali ini .

Btw next episode mungkin akan sedikit kisah cinta nya Merry klo ane gak eneg (harus nya sih di plot begitu)emoticon-Salam Kenal

Happy reading and enjoy this ugly story emoticon-Ultah

Mohon di rate ya gan emoticon-Rate 5 Star emoticon-Rate 5 Star
image-url-apps
Wah ane kira bakal di jelasin berantem nya si merry gan emoticon-Embarrassment ,,,, btw mahendra itu pacar nya merry ya,,,?? Penasaran,,, update lah gan,,, emoticon-Big Grin
emoticon-Ultah
Reply to whibi99's post
image-url-apps
Quote:


Hehe iya gan sorry, nanti mungkin bakal di jelaskan lewat algoritma di ocehan arya, mahendra? Hmmmmm di tunggu gan, mungkin wkwk
Siap hari ini update, btw cerita ane paling cuma ampe 13-15 episode
Episode 4 akan update dalam hitungan 3.....2..... 1...... Update!!! emoticon-Ultah emoticon-Ultah emoticon-Ultah emoticon-Ultah

Kau yang misterius

Detak jarum jam semakin nyata ku dengar, ku bolak-balik kan badan ku, menutupi rasa gelisah yang bercampur rasa penasaran, kurasakan sinar purnama meledek ku, apakah cahaya ku terlalu menyilaukan hingga kau tak bisa tertidur?

Keingin tahuan ku pada kisah masa lalu Merry semakin menjadi, setelah hari ini aku bertemu dengan orang-orang yang mungkin teman nya.

Tubuh Merry ku duduk kan pada sebuah bangku tak jauh dari ku tidur, mata nya seolah menatap ku, seakan mencoba memberitahu ku sebuah kisah di masa hidup nya dulu.

Mungkin hanya perasaan ku saja. Aku kembali login untuk menutup mata Merry yang jujur membuat ku sedikit takut, ketika terhubung ke tubuh Merry, kulihat diriku sendiri terbaring di sinari bulan purnama, seolah Merry memang menatap ku sedari tadi, mungkin saat ku logout aku memang sedang menatap diri ku sendiri.

Ku tutup mata Merry lalu memutuskan koneksi antara kami, selamat tidur Merry, tidur lah yang nyenyak, jika kau di sana, ketahui lah, ayah mu sangat menyayangi mu, Selamat malam….. Merry .



What if daddy was right?
What if there's no forever?
Would you kiss me goodnight?
So that I could remember?
Keep you frozen in time
Like they do in the pictures
And if I close my eyes,
Would I still think of patience?
Stay with me, don't disappear
To tell the truth, I need you here
I'm afraid, I can barely breath
I need your words, to comfort me
Say goodnight, would you say goodnight?



“Hari ini kau antar kan aku ke rumah sakit Halana ya, aku mau cek kesehatan” Pinta prof Satyo seraya menyeruput secangkir kopi.

“Hmmm lezat sekali kopi ini, kau mahir juga ya” puji Prof Satyo

“Hehe iya prof, aku membuat alat nya sendiri saat umur ku 12 tahun, untung kita mengambil nya dari kost ku kemarin, sebelum barang-barang ini di buang” Curhat ku.

Kemarin saat bertemu dengan seorang pria bernama Mahendra, prof Satyo tiba-tiba menarik tangan ku untuk membawa ku pulang, di tengah jalan aku meminta prof Satyo untuk menyempatkan kita ke kost ku dulu.

Beruntung barang-barang ku masih ada, kami pun mengambil barang-barang yang menurut ku penting, keadaan di kost-an saat itu sepi, dan hanya ada penjaga tua yang biasa menagih uang kost.

Ku katakan pada penjaga itu bahwa aku pacar nya Arya, dan ingin mengambil barang-barang nya karena Arya pindah ke rumah kami, untung penjaga tua itu percaya karena aku memegang kunci kamar itu.

[Rumah Sakit]

“Pak Satyo, cek kesehatan ini akan memakan waktu seharian” ucap seorang Dokter seraya mengerut kan dahi nya

“Merry, kamu bisa pulang dulu, nanti malam kamu bisa menjemput ayah, nanti ayah kabari ya” Perintah prof Satyo

Ini jelas kesempatan ku untuk bertemu teman-teman Merry di kampus itu, ku tinggal kan prof Satyo di Rumah sakit, aku segera pergi menuju kampus, semoga saja aku dapat bertemu dengan mereka.

Aku lupa, aku tidak punya satu pun kontak mereka, apakah aku harus mencari nya ke seluruh penjuru kampus, di saat seperti ini aku berharap Prof menanamkan fitur pelacakan di mata Merry, sayang nya tidak.

“Merry!!!” ku menoleh ke belakang, ternyata gadis muda yang dulu memanggil ku, anggap saja hari ini aku beruntung.

Kami pergi ke kantin kampus, duduk di pojokan, memesan beberapa cemilan dan 2 cangkir kopi, lalu mulai lah aku menginterogasi nya, atau mungkin ia juga menginterogasi ku.

“Nama ku Melinda, aku sahabat mu Merry, memang aku junior mu, tapi kita seumuran, kau itu anak yang sangat pandai Merry” ucap nya memulai pembicaraan

Melinda mengatakan bahwa Merry adalah anak yang periang namun misterius, perhatian kepada orang lain, dan selalu berusaha bersikap tegar walau apapun yang terjadi, Merry lulus SMA lebih cepat dari anak seumuran nya, begitu juga saat kuliah, Merry dan Melinda bertemu saat kegiantan science di kampus, sejak saat itu mereka bersahabat, Melinda juga mengatakan bahwa Mahendra, pria yang menolong ku kemarin adalah pacar Merry, namun saat ini Mahendra sudah memiliki pengganti Merry, Mahendra 1 angkatan dengan Melinda, namun usia nya lebih tua dari pada Merry imbuh nya.

Ku lihat beberapa pria masuk ke kantin, salah satu nya Mahendra, rasa nya aku ingin mendatangi nya dan bertanya tentang Merry di masa lalu, namun Melinda mengatakan ide itu adalah ide yang buruk.

Dengan rasa penasaran yang berat, aku mendatangi mereka, beberapa langkah dari mereka, salah satu dari mereka melihat ku dan berdiri

“Merry!!!?? dasar wanita jalang!! setelah 2 tahun menghilang berani nya lu kembali!?” Seru seorang pria yang tak ku kenal itu, aku terkejut lalu mereka semua berdiri kecuali Mahendra.

“Dra, lu tanya sekarang ke dia, gue bener-bener liat dia gandengan sama cowo masuk ke rumah sakit 2 tahun lalu, gue yakin dia ngelakuin aborsi, ngaku aja lu Merry lacur!!!” Aku masih ternganga dengan apa yang dia katakan, aku bukan Merry, aku tidak tahu apa yang terjadi pada Merry 2 tahun lalu saat dia masih hidup.

Mahendra pun berdiri berjalan ke arah ku.

“Aku tidak tahu apa yang mereka katakan itu benar, tapi mau kah kamu menjawab nya?” ucap Mahendra

“Merry kehilangan ingatan nya, Ayah nya mengatakan Merry mengalami kecelakaan pada kepala nya 2 tahun lalu” ucap Melinda membela ku.

Mahendra lalu menarik tangan ku, meninggal kan kantin lalu pergi ke suatu taman di atas gedung kampus yang sepi.

“Bunga Lily, bunga yang paling kau sukai, dulu kita sering kemari, menatap matahari senja seraya bercerita tentang kegiatan sehari-hari” Mahendra menggenggam pundak ku, mata nya menatap dalam mata ku,

“Merry, Jika kau di sana, kembali lah, aku merindukan mu” ucap nya penuh kesedihan

Walau aku tidak memiliki pengalaman percintaan, namun entah mengapa aku dapat memahami perasaan nya, perasaan seorang pria yang sangat mencintai kekasih nya yang menghilang, seandai nya ia tahu jika Merry sudah tiada……

“Jadi itu alasan mu selalu mengajak ku kemari, menatap mentari senja dan memberi ku bunga Lily, seandai nya aku tahu itu sedari dulu, aku akan melompat dari gedung ini,ooh jangan-jangan cerita tentang kamu menyukai anak-anak itu karena Merry juga menyukai Anak-anak ya!? padahal aku.. ” seorang gadis berdiri menatap kami berdua, aku yakin dia adalah pacar Mahendra yang sekarang

“Tasya? ” Mahendra menoleh, Gadis itu pun berlari menuju arah pintu keluar kampus, namun sampai di sana Gadis itu terlihat linglung, lalu kembali melihat Aku dan Mahendra

“Adik ku hilang” ucap Tasya lesu, tubuh nya teruntai, raut wajah nya panik bercampur kecewa, amarah dan emosi-emosi lain yang bercampur aduk, aku tau, mungkin ini adalah hari terburuk nya.
image-url-apps
Rangkuman sampai Episode 4
Arya seorang pemuda jenius yg merasa hidup nya tidak adil karena wanita, mengalami kecelakaan ketika hendak mengejar orang yg menabrak teman nya, Arya kini mengendalikan tubuh Robot Wanita misterius bernama Merry dan tinggal di rumah pencipta nya yaitu Prof Satyo
Arya mencoba menguak misteri tentang masa lalu Merry, berusaha mencari informasi dari teman-teman Merry, ia pun bertemu Melinda sahabat Merry, dan Mahendra mantan kekasih nya, namun Tasya kekasih Mahendra yg baru melihat Merry dan Mahendra berduaan, Tasya melarikan diri dari mereka namun sadar bahwa adik nya yg ia bawa ke kampus menghilang.

Kemana kah adik Tasya, apakah Merry akan membantu nya, bagaimana kisah selanjut nya antara mereka??

SUBSCRIBE thread ini untuk terus mengikuti update kisah Arya/Merry yg penuh misteri ini emoticon-Ultah
Reply to whibi99's post
image-url-apps
Quote:


Wadauuu ampe di rangkumin segala gan cerita nya , thank you gan salam hangat dan sejahtera selalu buat agan emoticon-Smilie

image-url-apps
Ocehan Arya ke 2

Ugh si penulis brengsek ini tidak menjelaskan bagaimana aku melawan 2 orang mesum itu, memang sebenar nya tidak seru seru amat, karena aku hanya mengalahkan nya dengan 1x pukulan keras perorang, lalu ku tampari lagi mereka sampai babak belur , tangan merry memang keras sangat boss ku, hahaha
Halo Agan-sista, Thread nya pindah ke forum sebelah ya yang lebih banyak thread cerita fiksi nya



emoticon-Sorry emoticon-Sorry

BTW Episode 5 sudah update di link berikut ya Gan/Sis

https://www.kaskus.co.id/thread/5b70...d7703e7c8b4567
emoticon-Shakehand2
Waah Prototype Merry nih emoticon-Ultah emoticon-Ultah
×