alexa-tracking

Pertarungan Ulama di Pilpres 2019

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b6aa48412e2579c2b8b456a/pertarungan-ulama-di-pilpres-2019
Pertarungan Ulama di Pilpres 2019
Pertarungan Ulama di Pilpres 2019


Jakarta - Dengan memperhatikan dan memahami lebih dalam perkembangan sosial dan politik menjelang Pilpres 2019 yang gerakannya semakin hangat akhir-akhir ini, pengulangan pola seperti pertarungan pada Pilgub DKI 2017 tampaknya akan sulit dihindari. Hal ini dapat dibaca dari beberapa aspek atau indikasi yang bisa kita lihat. 

Pertama, pada Pilgub DKI gerakan model mobilisasi ulama telah terbukti berhasil memenangkan Anies Baswedan yang saat itu ikut diusung oleh gerakan kelompok ulama yang kemudian melembaga menjadi ulama 212. Tampaknya ini membuat kelompok oposisi yang akan melawan kubu petahana pada Pilpres 2019 terus memperkuat konsolidasi lanjutan dari gerakan 212 ini.

Strategi gerakan 212 ini telah menyasar sisi emosi yang paling sensitif di masyarakat, dan terbukti pada hari pencoblosan telah berhasil menenggelamkan berbagai prestasi dan keberhasilan di berbagai bidang yang diraih gubernur petahana saat itu Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, yang akhirnya kalah dalam pilkada DKI 2017 tersebut.

Aspek berikutnya, konsolidasi ini tampaknya terus diperkuat dan dirapikan barisannya, bahkan tokoh-tokoh yang selama ini vokal terhadap pemerintah dan selalu bersama-sama di barisan oposisi seperti Amien Rais telah mampu diredam egonya oleh gerakan ini demi kepentingan jamaah. Hingga akhirnya dengan legawa Amien Rais mengaku tidak mengusung nama jagoan pada Pilpres 2019, tapi menyerahkannya pada ijtimak Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF)-Ulama yang akhirnya merekomendasikan pasangan Prabowo dengan Habib Salim Jufri atau dengan Ustaz Abdul Somad.

Istilah yang digunakan, yaitu GNPF-Ulama, juga telah menjadi indikasi kuat ke arah mana pola pertarungan di Pilpres 2019 ini akan dibawa. Ini petanda penting yang bisa dilihat dalam membaca situasi kebatinan di kubu oposisi bahwa mereka benar-benar percaya dan mengandalkan gerakan model Pilgub DKI 2017 bisa dijadikan cermin untuk merebut kursi presiden pada 2019.

Kubu oposisi pasti secara diam-diam sangat menyadari kenyataan bahwa selama menjalankan pemerintahan, Presiden Jokowi telah terbukti meraih banyak keberhasilan di berbagai aspek isu strategis nasional saat ini beserta segudang prestasinya yang tidak mudah untuk dibantah. Tapi, hal itu kelihatannya diyakini akan mampu dikalahkan seperti mereka mengalahkan Ahok di DKI meskipun Ahok memiliki segudang prestasi selama memimpin Jakarta pada saat itu. Berbagai prestasi Ahok bisa ditutupi dari masyarakat pemilih dengan cara menyentuh dan memainkan bagian paling sensitif dari rakyat, di antaranya yaitu isu agama.

Jika diandaikan kondisinya persis seperti pada Pilgub DKI 2017, maka strategi gerakan 212 tidak menutup kemungkinan akan berhasil pada Pilpres 2019 nanti. Namun, berbeda bahwa saat ini yang dihadapi oleh gerakan 212 bukan Ahok yang "tanpa ulama". Melainkan, yang dihadapi adalah Jokowi yang kita tahu sejak menjadi presiden sangat intensif mendekati berbagai kelompok ulama maupun pesantren yang menjadi salah satu basis keagamaan paling penting di Indonesia. Di samping itu kubu petahana yang terdiri dari koalisi berbagai partai tentu tidak ingin kasus Pilkada DKI 2017 terulang di Pilpres 2019.

Maka, melihat telah terbukti efektivitas strategi memainkan isu agama dalam mempengaruhi emosi pemilih, kelihatannya mobilisasi para ulama di kubu petahana pun menjadi pilihan yang tidak terhindarkan dalam memenangkan Jokowi untuk periode kedua. Maka, dapat diprediksi akan terjadi "pertarungan" para ulama pada Pilpres 2019. Kemungkinan terjadinya kondisi seperti ini jelas sangat merisaukan dalam kehidupan sosial keagamaan di Tanah Air kita.

Dua Kelompok

Jika situasi ini terus berkembang, dan para ulama terbagi menjadi dua kelompok yaitu "ulama Jokowi" dan "ulama Prabowo", maka "pertarungan" para ulama mempengaruhi umara atau masyarakat ini akan menjadi situasi seperti yang pernah dialami oleh umat islam di masa pemerintahan Bani Umayah dan Bani Abasiyah. Yaitu, dua masa kekhalifahan Islam setelah Nabi Muhammad yang perjalanannya ditandai dengan hiruk-pikuk dan berbagai konflik politik yang juga mewarnai proses pergantian kepemimpinan yang atmosfernya masuk sampai ke mimbar-mimbar kotbah di masjid-masjid pada masa itu.

Dengan berkaca dari sejarah dan pengalaman sebelumnya, kedua belah pihak yang nanti bertarung di Pilpres 2019 dimungkinkan akan masuk pada berbagai aktivitas di wilayah keagamaan, seperti kotbah dan pengajian-pengajian rutin maupun pengajian yang sengaja diadakan untuk kepentingan tertentu dengan dalil-dalil agama yang dipilih untuk tujuan tertentu juga. Maka, tidak terhindarkan akan terjadi juga kemungkinan "perebutan" mimbar di masjid-masjid.

Pengajian-pengajian akan sulit dihindari untuk tidak menjadi arena pertarungan politik praktis. Kita harus mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan seperti ini yang gejalanya telah bermunculan satu demi satu ke arah kenyataan akan terjadinya kondisi yang sejatinya mengkhawatirkan ini.

Pada pertarungan pertama antara Jokowi dan Prabowo di Pilpres 2014 suasananya tidak lebih genting dari sekarang. Pada pertarungan ronde kedua ini, dan diprediksi akan menjadi ronde terakhir karena kedua calon kemungkinan besar tidak bisa lagi bertarung pada pilpres berikutnya, kedua kubu akan bertarung habis-habisan. Karena itu Pilpres 2019 memerlukan kedewasaan umat yang lebih matang lagi karena pertarungan tampaknya akan masuk lebih luas pada isu-isu sensitif, seperti isu agama dan isu sensitif lainnya.

Kemungkinan tersebut telah tampak benih-benihnya. Oleh karena itu umatlah yang harus lebih waspada menjaga dirinya sendiri di tengah kemungkinan terjadinya pertarungan para ulama di kedua belah pihak.

Jalan Tengah

Kita masih dapat berharap dari ulama yang masih teguh memegang amanat dari para nabi, yaitu menjaga umat dari perpecahan. Tapi, siapa mereka? Para ulama yang mana lagi? Di tengah perebutan para ulama oleh dua kubu yang bertarung dalam Pilpres 2019 ini, siapa ulama yang akan tersisa di tengah masyarakat yang akan tetap teguh di jalan tengah, dan bersiap menyelamatkan umat jika kedua kelompok ulama yang ada di kedua kubu tersebut berselisih?

Meskipun di tengah kekhawatiran tersebut kita harus tetap percaya dan yakin bahwa para ulama yang berpolitik itu pasti memiliki niat yang baik di balik perjuangan di kelompoknya masing-masing, namun perlu juga diingat bahwa ulama tetaplah manusia yang tidak tertutup kemungkinan terjerumus dalam kesalahan sebagaimana manusia pada umumnya. Kita bisa berharap semoga para ulama yang berada di kedua kelompok yang sedang bertarung menuju Pilpres 2019 tersebut tidak kehilangan pijakan, dan selalu ingat bahwa tugas utama ulama adalah mengajak pada kebenaran agama, serta menjaga umat dari perpecahan.

Keselamatan umat adalah yang paling utama yang harus dipertimbangkan sebagaimana telah diwariskan oleh nabi kepada para ulama. Umat jangan dikorbankan apalagi hanya gara-gara Pilpres di 2019 ini; pertaruhannya terlalu besar untuk mengorbankan umat. Oleh karena itu harus ada kelompok ulama yang tetap fokus kepada umat tanpa harus terlibat dalam hiruk-pikuk pertarungan pilpres ini. Jika situasi tidak sesuai harapan, maka harus ada kelompok ulama yang netral untuk menyelamatkan umat dari arena pertarungan para ulama di kedua belah pihak.

Ulama yang netral ini berperan penting dalam menyelamatkan umat sekaligus dapat mendamaikan para ulama di kedua kubu jika terjadi perselisihan. Umat harus diselamatkan dari kepentingan politik sesaat, dan pertarungan pilpres harus tetap membuat umat riang gembira di tengah pilihannya masing-masing. Akhirnya, kita harus kuat-kuat berdoa semoga kita terlindung dari bahaya apapun yang dapat menghancurkan negeri ini.

sumur

SESALAH SALAHNYA ULAMAK ADALAH SEBENAR BENARNYA KITAK2   emoticon-Turut Berdukaemoticon-Turut Berdukaemoticon-Turut Berduka

image-url-apps
emoticon-Kagets
image-url-apps
ulama kok diadu-adu
KASKUS Ads
image-url-apps
sumber opini? bukan berita?

Pertarungan Ulama di Pilpres 2019
Reply to khayalan's post
image-url-apps
Quote:


Pertarungan Ulama di Pilpres 2019

emoticon-Salaman
elit nasbung sibuk berjima emoticon-Leh Uga
image-url-apps
Jadi kriteria pemimpin sekarang adalah yg fasih membaca dari kanan ke kiri ?
Otomatis wowok gugur donk, suruh baca paling gelagapan ..
image-url-apps
Quote:


Aah.. biasanya orang yg tipenya seperti itu ntar malah ngejelek2in somad.. gara ga mau diusung jadi cawapres.. dan dituduh jadi penyebab kekalahannya wowo ntar...

Ga beda dengan kasusnya TGB dam Ma'ruf.. emoticon-Big Grin
ulama-ulamaan...

namanya pilpres itu yang tarung yang punya uang, jabatan...

kalo yang ngaku ulama ikutan ginian mah cuma kompor2in dari belakang, model si imin... emoticon-Big Grin
image-url-apps
Opini ya gan?
Tp nice sih buat kita sbg masyarakat waspada.

Cuma jgn ngarep kek DKI, jateng jabar jatim udah belajar banyak emoticon-Ngakak