alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Buwas: Gula Petani Tak Laku Gara-gara Impor Berlebihan
3.67 stars - based on 3 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b6a91b814088d7d468b4571/buwas-gula-petani-tak-laku-gara-gara-impor-berlebihan

Buwas: Gula Petani Tak Laku Gara-gara Impor Berlebihan

Buwas: Gula Petani Tak Laku Gara-gara Impor Berlebihan

Perum Bulog mulai merealisasikan penugasan pemerintah untuk menyerap gula petani lokal dengan harga beli sebesar Rp 9.700 per kg. Untuk tahap pertama, Bulog menyerap 20.000 ton yang terdiri dari gula petani hasil pengolahan PTPN X sebanyak 10 ribu ton dan dari RNI sebanyak 10 ribu ton.

Menurut Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI), ada 700 ribu ton gula petani yang menumpuk di gudang
. Hal ini merupakan dampak dari terlalu banyaknya gula impor yang beredar di pasaran.
Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso, mengatakan bahwa kuota impor gula terlalu banyak. Gula lokal tak mampu bersaing dengan gula impor yang punya kemasan dan tampilan lebih menarik.

"Kita ini negara. Petani sebagai produsen pangan, kita harus berpihak pada petani. Sekarang kenapa gula petani tidak laku dijual? Karena kita berhadapan dengan gula impor. Ini yang harus ditata kembali, gula impor ini berlebihan. Sekarang enggak mungkin produksi dalam negeri ini bersaing dengan impor. Gula impor dilihat saja lebih bagus, kemasannya, bentuknya, warnanya, tapi belum tentu sehat. Tapi masyarakat senang dengan tampilannya," ujarnya kepada kumparan, Rabu (8/8).

https://m.kumparan.com/@kumparanbisnis/buwas-gula-petani-tak-laku-gara-gara-impor-berlebihan-1533696787072268588

Buwas: Gula Petani Tak Laku Gara-gara Impor Berlebihan

Tipu.
Miris liat petani, di buai janji kampanye semu. oleh tukang kibul.
Kebohongan apalagi yang akan kau mulia kan wahai nastak..
Diubah oleh tante.vero.bitc
petani radikal anti kebhinekaan yang banyak protes harus direpolusi mental!!!emoticon-Marah
Jadi yg ngibul siapa nih?
Balasan post theredspot
Quote:


Udah ketahuan gan, pura" gak tawu a. Ntar dibilang anti kebhinekaan.
solusi kalah dimasalah apcking mnarik. masa itu gula gk biaa dipacking manrik. si miftah ajah bisa dipacking menarik sampai jadi lucinta kok
penipu memang tidak bisa dilihat dari wajah.
inimah bisa semacam kenak inflansi emoticon-Matabelo
Quote:


Nastak itu kalo ngga dikibulin gatel2 badannya
Balasan post tante.vero.bitc
Quote:


Kejadian sama pas kejadian impor beras beberapa bulan lalu. Mentan ngotot beras cukup, mendag ngotot butuh import. Maklum rezim lucu2an.
Yg gile itu negara asal impor. . . Masa udah kena beban san sini, harga jualnya beda jauh . ..
Sudah saatnya ditingkatkan produktivitasjya. .
Impar impor Mukidiemoticon-Ngakak
rezim dungu hancur negri iniemoticon-Traveller


emoticon-Ngakak terulang lagi emoticon-Leh Uga




lha itu bukannya dibeli bulog?

9700 di petani gedhe juga ya......
Balasan post angopmaksimal
Quote:


Di beli 20 ribu, di gudang petani masih 700 ribu. Kurangin masih sisa brapa.emoticon-Malu
salah oposisi pasti, bisanya kritik tanpa solusi,
makanya oposisi bikin PP ato UU gitu buat ngatur impor,
mentang2 kalah pilkada dan gak diangkat jadi menteri, malah gak bikin kebijakan/UU sama sekali emoticon-Mad

apalagi rakyat dan nasbong2, harusnya beli tuh gula langsung dari petani,
peduli setan gulanya belum diolah,

-sarkas-

Fix buwas nasbung radikal anti kebhasukian mca saracen antek sapi terongris makar.
emank jokowi yang impor ?
kok nyalahin jokowi yang impor kan menterinya bukan jokowi
ayo berkelahi lah kita
makanya jangan beli tuh gula impor. belinya yang hasil petani kitaemoticon-I Love Indonesia
Quote:


tahap pertama katanya....

Barangkali sampai 35 tahap.
Atau barangkali tahap berikutnya langsung per 100 rb ton.

Auk ah.....
Quote:


emang bisa bedain gula import ama lokal?
Ane kl beli liat gula ya comot aja.... Merknya itu2 juga, atau ga lihat merk.


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di