alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Cerita Traktir Makan dan Pengakuan Horor Pembunuh Alex
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b6a649860e24b172a8b4567/cerita-traktir-makan-dan-pengakuan-horor-pembunuh-alex

Cerita Traktir Makan dan Pengakuan Horor Pembunuh Alex

Sumedang - Pria inisial R, salah satu pembunuh Suharto alias Alex, mengakui perbuatan sadisnya. Ia bersama dua rekannya menganiaya sopir taksi online tersebut. Sebelum mengeksekusi mati Alex, R sempat ditraktir makan oleh bapak satu anak tersebut.

R dihadirkan saat rilis kasus tersebut di Mapolres Sumedang, Selasa (7/8/2018). Menggunakan baju tahanan berwarna biru dongker, R terus menunduk dengan kepalanya yang dibalut sebo kain hitam.

"Iya saya sempat makan dulu sama sopir (korban)," ucap R kepada detikcom.

Baca juga: Motif Pembunuhan Alex Sopir Taksi Online, Polisi: Perampokan

R bersama Alex makan di sebuah rumah makan di kawasan Subang, Jabar. Kala itu, Alex meminta izin untuk makan.

"Dia mau makan. Saya temenin. Dia yang bayar," katanya.

R, salah satu pelaku pembunuhan Alex sopir taksi online. Foto: Dony Indra Ramadhan
Sehabis mentraktir makan, Alex mengajak R bergegas kembali ke mobil. Singkat cerita, dalam perjalanan itu Alex justru disiksa dan dibunuh oleh R dan dua rekannya L dan T (buron).

"Saya pegang badannya dan mukul dua kali ke kepala," ujar R.

Baca juga: Ini Mobil yang Buat Alex Sopir Taksi Online Dibunuh Penumpangnya

R mengaku aksi pembunuhan tersebut dilakukan secara spontan. Dia mengaku tak ada rencana sedikitpun untuk menghabisi nyawa Alex. Bahkan, dia juga tak berniat untuk ikut membantu menganiaya Alex.

"Saya cuma disuruh sama Tono. Kalau enggak nurutin dia, saya juga diancam dibunuh," kata R.

R ditangkap bersama satu rekannya L di kawasan persawahan di Indramayu. Ia ditangkap saat bersembunyi dari kejaran polisi. Bahkan R dan L terpaksa ditembak kakinya saat berusaha kabur.

Baca juga: Kronologi Pembunuhan Alex Sopir Taksi Online
(dir/bbn)



Sumedang - Polisi berhasil mengungkap dan menangkap pembunuh Suharto alias Alex, sopir taksi online yang mayatnya dibuang di Sumedang. Kasus tersebut terungkap selama lima hari. Bagaimana kronologinya?

Mayat Alex ditemukan di kawasan Perhutani, Desa Gendereh, Kecamatan Buah Dua, Kabupaten Sumedang, Jabar pada Selasa (31/7) lalu. Alex ditemukan tewas dengan penuh luka ditubuhnya.

Sehari sebelum ditemukan tewas atau pada Senin (30/7), Alex mendapatkan pesanan dari seseorang di kawasan Stasiun Cakung. Saat didatangi, ternyata pemesan hanya membantu tiga pria yang kemudian naik dan diminta mengantar ke Pasar Cakung, Jakarta.

Dalam perjalanan, mereka meminta Alex untuk mengantar ke Subang dengan menonaktifkan aplikasi taksi onlinenya. Alex menyanggupi permintaan tersebut.

"Memang benar diantarkan ke Subang. Nah saat di Subang, mereka sempat berhenti sebentar untuk merokok dan membeli permen," ucap Kapolres Sumedang AKBP Hartoyo di Mapolres Sumedang, Selasa (7/8/2018).

Baca juga: Polisi Bekuk Pembunuh Alex Sopir Taksi Online Saat Sembunyi di Sawah


Namun setelah sampai di Subang, Alex justru diajak keliling-keliling. Sampai-sampai, pelaku meminta Alex untuk kembali mengantar ke Cikampek.

"Karena masih sore, pelaku meminta kepada korban untuk mengantar kembali ke Cikampek," katanya.

Singkat cerita, mobil tersebut lewat ke Tol Cipali. Di kilometer 114, pelaku mulai berniat untuk merampas mobil korban.

"Niat pencurian dengan kekerasan ini berawal dari Cipali kilometer 114. Saat itu korban disuruh minggir oleh pelaku, di situ dianiaya," kata Hartoyo.

Baca juga: Polisi : Pelaku Minta Orang Lain Pesan Taksi Online Alex


Alex dianiaya dengan sadis. Dia dipukuli bahkan dicekik lehernya hingga tak bernyawa. Jasad Alex lantas dibawa pelaku ke daerah Perhutani di Sumedang. Alex dibuang dengan sengaja ke kawasan hutan itu.

Polres Sumedang mendapatkan laporan tentang adanya penemuan mayat. Hartoyo lantas membentuk tim yang dipimpin Kasatreskrim AKP Dede Iskandar untuk mengusut kasus tersebut.

Hingga akhirnya pada Minggu (5/8), polisi berhasil menangkap pelaku di area sawah dekat rumahnya di Indramayu. Dua orang L dan R terpaksa ditembak kakinya karena berusaha kabur. Sementara satu orang lainnya T kabur. (dir/ern)

https://m.detik.com/news/jawabarat/4154547/kronologi-pembunuhan-alex-sopir-taksi-online

https://m.detik.com/news/jawabarat/4154757/cerita-traktir-makan-dan-pengakuan-horor-pembunuh-alex


sadis emoticon-Nohope

Semoga ini menjadi korban terakhir yang menimpa sopir taksi online, ana rasa pihak berwenang harus lebih tegas dalam menindak para pelaku kalau perlu ditembak mati saja
biyadab, SADIS sekali emoticon-Blue Guy Bata (L)
orang cari nafkah kok malah dibegitukan emoticon-Mad

turut berdukacita buat alm. SUHARTO alias ALEX emoticon-norose emoticon-rose emoticon-Bingung
turut berduka emoticon-Turut Berduka
Makanya ikuti sistem.
Uang gampang biasanya resiko double
emoticon-Turut Berduka emoticon-Turut Berduka emoticon-Turut Berduka
Pakai gps bisa gk sig supaya pihak penyedia jasa bisa tau mobil nya kemana.
Lagian korban juga malah menuruti permintaan tsk yg menurut ane di luar peraturan



Terus pesan WA dari korban yg nulis dijebak itu kapan kejadiannya dikirimkan? emoticon-Bingung
Quote:


harusnya ini dah curiga supirnya. Subang itu jauh bener. RIP semoga keluarga tabah. emoticon-norose
lagian gitu amat
disuruh matiin gps mau sumedang cikampek sampe menuju ajal

yang pasti pasti aja

Eh subang maksudnye kok jadi sumedang emoticon-Ngakak
Diubah oleh apwgsejatigann
Quote:


spertinya waktu makan.. ditoilet mungkin..
bohong banget gak punya niat ngerampok dari awal. kalo gini pasti udah direncanain. hukuman mati atau minimal seumur hidup harusnya
Kok cuma kakinya ditembak?Kepalanya sekalian tembak sampe pecah trus kasih tunjuk fotonya ke publik biar orang yang besok2 mau melakukan hal serupa mikir 2x dulu.
Quote:


Akhirnya gw setuju sama ndoromuda ..

Masalahnya, kalau di dor ada yg teriak "HAM"

Gmn tanggapan ndoro ?
Balasan post DalenMorgan
Quote:



Yang ana tau aparat punya hak diskresi gan, kalau memang ada perlawanan dan membahayakan aparat, aparat boleh melumpuhkan tsk
Intinya gini aja deh gan aparat jangan tebang pilih kalau orang baik baik yang baru di duga teroris saja ditembak mati, kenapa orang yang melakukan pembunuhan keji seperti itu dan melawan saat ditangkap cuma ditembak kakinya
Quote:


:sedih

Jadi dor aja lgs yah ...
Prabowo-Ndoromuda#2019
pasti uda direncanain ini cuma lagi nunggu timing aja makanya diajak muter2 dulu


jr
harus dihukum mati semua pelaku 3 orang monster.

bila tidak dihukum mati maka akan jadi precedent buruk,

dimana monster monster jahat berkeliaran mengorbankan orang yang sedang cari nafkah. jangan dgn alasan ham menyuburkan monster dan membuat takut warga waras.

ham tidak buat monster monster kayak gini.

hanya "monster yg patut dihukum mati-"lah yang masih akan membunuh orang yg sudah kasih dia makanan.

binatang buas paling buas saja tau menghargai orang yg ngasih makanan.

monster monster ini apalagi kalau menjadi orang yang didengerin kata katanya. menjadi pemuka agama.
akan menghalalkan kejahatan di seluruh negeri ini.

eh tapi kayaknya udah kejadian begitu dong yah?
tragis... emoticon-Turut Berduka emoticon-Turut Berduka
Quote:


kalau lu ga ada niatan maling en bunuh orang dari awal maka pas temen lu mulai gebukin orang, orang waras biasanya akan coba pisahin. Kalau malah ikutan yah namanya komplotan atau kacung.

lu bunuh orang gegara disuruh si Tono kan? ya udah sekarang lu temenin si Tono tuh dipenjara.


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di