alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Mengapa Sebagian Warganet Gemar Mempolitisasi Bencana Sebagai Azab?
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b6a3b98de2cf20d418b4567/mengapa-sebagian-warganet-gemar-mempolitisasi-bencana-sebagai-azab

Mengapa Sebagian Warganet Gemar Mempolitisasi Bencana Sebagai Azab?

tirto.id - “Gempa adalah peringatan untuk bapak dari Allah S.W.T.. Surat ke 6 ayat 4, Surat ke 7...“

“Nah kalo gempa yang NTB ini merupakan teguran dari ALLAH akibat punya pemimpin MUNAFIK, pahami ya kaum JOKODOK hahaa...”

“Gempa dan tsunami Aceh tanggal 26 Desember 2004, sehari sebelumnya ada perayaan Natal bersama dengan pakaian kerudung, kopiah dan disiarkan secara live. Jangan pernah mempermainkan agama. NTB kena gempa 2 kali setelah TGB mendukung pelindung penista agama. Banyak-banyak istighfar.”


Komentar-komentar senada membanjiri unggahan Instagram Tuan Guru Bajang (TGB) pada 1 Agustus lalu. Sebenarnya ia mengunggah foto diri saat berada di tengah kerumunan. Keterangannya “Keislaman dan ke-Indonesiaan adalah satu tarikan nafas. Tugas kita bersama adalah menjaga dan merawatnya.”

Tapi sejumlah warganet langsung menjadikannya kanal protes usai Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan sekitarnya diguncang gempa bumi berkekuatan 7 Skala Richter (SR) pada Minggu (5/8/2018) malam.

Baca juga:
Wajah Politik dan Wajah Agama Tuan Guru Bajang

Getarannya terasa hingga ke Bali dan pulau-pulau sekitar. Hingga Senin (6/8/2018) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sedikitnya 91 orang meninggal dunia, ratusan lainnya mengalami luka-luka, dan ribuan rumah rusak.

Sebagian warganet menafsirkan biang kerok dari datangnya bencana alam yang dianggap sebagai azab itu adalah pilihan politik gubernurnya, TGB, alias Muhammad Zainul Majdi.

TGB tergolong politisi yang vokal. Contohnya terjadi pada pemilihan presiden 2014. TGB bisa menang pemilihan gubernur tahun 2013 berkat dukungan Partai Demokrat. Namun, sebelum Cikeas menentukan siapa yang didukung, ia secara tegas menyatakan dukungan kepada Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

Ia kritis kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dalam pidato Hari Pers Nasional tahun 2016 di NTB, ia tak segan meminta Jokowi untuk menghentikan kebijakan impor beras. Jokowi saat itu duduk di kursi terdepan, berhadapan langsung dengan podium TGB. Videonya viral di kanal Youtube.

Baca juga:
Persaingan Politik di NTB Melahirkan Dua Tuan Guru Bajang

Latar belakang ke-ulama-an TGB juga membuatnya masuk daftar kandidat calon presiden versi Persaudaraan Alumni (PA) 212. Ia dinilai memenuhi kriteria capres versi PA 212: beragama islam, berintegritas, berkomitmen pada Pancasila dan menjaga kesatuan NKRI, serta tidak ikut aliran sesat atau paham komunis.

Lalu tiba-tiba, pada Selasa (3/7/2018), TGB membuat pernyataan mengejutkan: akan mendukung Jokowi menjabat selama dua periode.

Pernyataan itu lagi-lagi muncul saat pimpinan pusat Demokrat belum menentukan sikap. PA 212 yang kecewa langsung menyoret namanya dari daftar capres. Tuduhan “khianat” dan semacamnya dari warganet, sebagaimana yang terjadi usai gempa Lombok, segera membanjiri akun medsosnya.

Baca juga:
Sesar Naik Flores yang Mengguncang Lombok

Pengajar ilmu politik di Universitas Negeri Yogyakarta, Halili Hasan, melihat kegemaran warganet untuk mempolitisasi bencana alam sebagai sesuatu yang konyol tapi sekaligus menarik. Fenomena tersebut ia jadikan contoh dari kemunduran politik gagasan baik di level elite apalagi di akar rumput.

“Sejak tahun 2012 kita mengalaminya. Ketika gagasan dalam berpolitik tidak mengalami diskursus dan dialektika, maka orang akan mencari-cari hal-hal yang tidak logis untuk menjadi komoditas politik,” jelasnya via telepon, Senin (6/8/2018).

Gempa bumi tentu tidak ada kaitannya dengan politik. Warga negara yang mendapat pendidikan minimal hingga sekolah menengah pertama tentu paham: penyebab gempa bumi tektonik adalah pergeseran dan bertubrukannya tiga lempeng besar yang kebetulan berada di wilayah Indonesia.

Pertama adalah Lempeng Samudra Pasifik yang bergerak ke arah barat dan barat laut dengan kecepatan 10 cm/tahun. Kedua, Lempeng Samudra India-Benua Australia (Indo-Australia) yang bergerak ke arah utara dan timur laut dengan kecepatan 7 cm/tahun. Ketiga yakni Lempeng Benua Eurasia yang bergerak ke arah barat daya

https://tirto.id/mengapa-sebagian-warganet-gemar-mempolitisasi-bencana-sebagai-azab-cQE4

Padahal pemilu kemarin Prabowo menang telak di NTB sampe 70+%.

Trus cman gr2 gub nya dukung jokowi tuh propinsi disumpahin kena azab ama pendukung prabowo.

Mana sok jd jubir tuhan lg gempa NTB gr2 milih jokowi.

Laknat emang ini gerombolan sebelah.

emoticon-Leh Uga
Halaman 1 dari 2
emoticon-Kagets
jokowi yg disalahin
padahal mereka yg jadi kaum munafikunnya emoticon-Cape d...



si riziek cabul jadi buronan ..... ...... salah jokowi
si wowok 2 kali nyalon kalah terus .... salah jokowi lagi
emoticon-Leh Uga
Diubah oleh untime
ditakut2i kek di dki

mca itu cuma 2 bahan kibotnya umtuk nakut2in sesama yg beda pilihan, neraka dan azab

Diubah oleh bakar7sekolah
Quote:


emoticon-Big Grin
jangan2 kaum ini bisa senewen, darah tinggi, dan ngamuk2 kalau lihat acara kebaktian minggu, missa natal, dsb di pemeluk Kristiani di Suriah, Yordan, Irak, Lebanon emoticon-Ngakak

Lah bahasa ibu-nya ARAB, tulisan dalam kitab sucinya ARAB, muka umatnya ARAB, gaya berbusananya pun ARAB emoticon-Hammer emoticon-Leh Uga
Krn nasbung punya niat keji untuk mempertahankan kebodohan dogma di Indonesia agar selamanya jd konsumen abadi teknol9gi terbaru , tidak bisa bersaing dgn negara2 tetangga yg makin produktif, inovatif, kreatif , efektif , efisuen , indah, harmonis bertumbuh sejhtra makin unggul .
karena warganet sekarang terjangkiti overdosis agama dan ilmu cucokmologi
Diubah oleh ontapesek
mklm aja suatu kejadian baik ato buruknya pasti ada sebab akibat emoticon-Big Grin makin buruk seseorang bakalan mengundang petaka suatu saat secara tiba2 emoticon-Belo
Belum tentu jg itu warganet nya orang NTB, bisa jadi jg orang pan, pks, ama setan 212
Karena ajimumpung dapet bahan gorengan emoticon-Shakehand2

Protokol mereka, tergantung kejadiannya :
- kalo seiman, disebut mukzizat atau cobaan
- kalo beda iman, disebut cocoklogi atau azab

kebanyakan jedotin pala susah juga
Ya paling gampang nyalah in org
soalnya warganet banyak yg giblik2 bray
karena goblok , itu sudah...

makanya buat para ibuk, kalo abis baik mohon di cuci meqy nya biar ntar tuanya anak nya ga bego seperti itu
Kalo banyak terjadi bencana begini artinya alam semesta terutama matahari dengan bumi sedang melemah
Makanya, seanjing2nya nastak, paling anjing buduk itu nasbung emoticon-Ngakak (S)
Balasan post i86
Quote:


Yup sesuai protokol bree...

Ndukung Jokowi = azab

Dukung Prabowi = cobaan.

Bukan begitu bray?

emoticon-Leh Uga
Karena Nasbung Goblok gak berprestasi, Gak punya hal yg dibanggain, sehingga nyari sensasi dr Bencana...
tuhan tidak ngurusi politik. jika ad yng bilang bencana dihubungkan sama politik itu sama aj mengerdil kan tuhan
karna goblok itu sudah emoticon-Gila



gembok
Diubah oleh bawel69
Quote:


Karena wewenang Gusti Allah sudah diambil oleh manusia..

Allah sudah di gantiin manusia kok..

Kan manusia bisa nentuin siapa aja yg bs masuk surga, bs dapet hidayah, siapa aja yg dapat barokah dan siapa aja yg dapat azab..

Kyai2 aja pada belum berani bilang seperti diatas, kalah sama ustad2 kitak2 yg udah bs gantiin Gusti Allah..
Halaman 1 dari 2


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di