alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Mengenal Sistem Dropshipping Yang Merugikan Para Pembeli
4.36 stars - based on 14 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b69bce19e7404c7188b4569/mengenal-sistem-dropshipping-yang-merugikan-para-pembeli

Mengenal Sistem Dropshipping Yang Merugikan Para Pembeli


Saat ini dropshipping menjadi sebuah bisnis yang begitu populer di Indonesia, dengan begitu banyak orang yang menjalankan sistem penjualan ini di marketplace-marketplace lokal maupun di akun-akun sosial media mereka. Dropshipping sendiri memang menawarkan banyak kemudahan dan keuntungan bagi para penjual online yang ingin mendapatkan penghasilan tanpa perlu mengeluarkan banyak modal. Namun, apakah sistem ini menguntungkan untuk para pembeli? 


Bagi agan-agan yang tidak tahu apa itu dropshipping, secara singkat ane contohkan seperti ini :


A memiliki produk sepatu dengan stok yang banyak, lalu ia memberikan kesempatan kepada B untuk memasarkan produk tersebut tanpa perlu membelinya terlebih dahulu, B hanya diberi foto produk sepatu dan deskripsinya. Saat B berhasil menjualnya, maka B akan menghubungi A untuk mengirim sepatu tersebut langsung kepada pembeli tadi dengan mencantumkan nama toko si B. Seolah-olah si B memiliki barang tersebut.

Mengenal Sistem Dropshipping Yang Merugikan Para Pembeli

Ilustrasi, sumber : www.pexels.com, foto karya : bruce mars



Dropshipping yang Baik


Pada beberapa tahun ke belakang, sebelum dropshipping begitu populer seperti saat ini di Indonesia, dropshipping masih menjdi sesuatu yang dapat dibilang tidak merugikan pembeli atau konsumen akhir. Hal itu dikarenakan para dropshipper hanya mengambil produk dari produsen barang atau toko online yang memang membuka kerjasama tersebut. Selanjutnya para produsen atau pemilik toko online, memberikan diskon tertentu kepada para dropshipper sehingga harga jual barang dari dropshipper kepada pembelinya sama dengan harga produk sesungguhnya di pasaran atau tidak berbeda terlalu jauh. 

Di beberapa tempat, para produsen atau pemilik toko online bahkan membatasi keuntungan yang boleh didapatkan oleh para dropshipper,  sehingga mereka tidak dapat menjual barang dengan harga yang terlalu tinggi, jauh di atas harga sesungguhnya. 


Era Dropshipping Brutal 

Sayangnya, sistem dropshipping yang baik seperti di atas sudah semakin jarang ditemukan saat ini, dan sekarang kita memasuki era di mana dropshipping menjadi suatu sistem yang brutal dan tentunya sangat merugikan pembeli atau konsumen akhir. 

Banyak para dropshipper menggunakan suatu software di mana mereka dapat mengambil data produk di satu marketplace atau e-commerce, lalu menjualnya kembali di marketplace atau e-commerce lainnya. Semuanya serba otomatis, para dropshipper dapat mengatur kategori barang apa yang ingin mereka ambil dan bahkan harga jual kembali pun dapat diatur untuk dinaikan berapa persen dari harga beli para dropshipper kepada pemilik barang hanya dalam beberapa klik saja. Hasilnya, banyak sekali toko-toko online di marketplace yang memiliki puluhan atau bahkan ratusan produk padahal sebenarnya mereka tidak memiliki barang yang dijual tersebut.

Tidak sampai di situ, para dropshipper biasanya membuat banyak akun di marketplace-marketplace tersebut agar kesempatan untuk mendapatkan pembeli menjadi semakin besar. Bisa dibayangkan bukan seberapa sesaknya marketplace di Indonesia dengan para dropshipper jenis ini?

Tidak percaya ada software seperti itu? Silahkan untuk gunakan google lalu masukkan kata kunci " scrape produk".



Mengenal Sistem Dropshipping Yang Merugikan Para Pembeli

Ilustrasi,Sumber : www.pexels.com, Negative Space 


Barang Dropship yang Di-dropshipping-kan Kembali


Efek dari kebrutalan sistem dropshipping ini adalah munculnya banyak barang dropship yang di-dropshipping-kan kembali. Sehingga pembeli atau konsumen akhir mendapatkan harga yang jauh lebih mahal dari harga aslinya. 


Sebagai contoh : A adalah pemilik barang, lalu barang dari toko A di-dropshipping-kan oleh B, selanjutnya C men-dropshipping-kan kembali barang dari toko B. Bisa dibayangkan seberapa mahal harga yang harus dibayar oleh pembeli barang dari toko C? 


Selalu Ada Hal Merugikan Untuk Pembeli 



Selain harga yang lebih mahal, dropshipping biasanya juga memberikan kerugian lain kepada para pembelinya. Pertama adalah minimnya pengetahuan dropshipper terhadap barang yang mereka jual dan kedua adalah ketidakjelasan layanan purna jual. 

Dropshipper yang menggunakan sistem brutal biasanya akan menjual apa saja walaupun sebelumnya mereka sama sekali tidak mengetahui seluk beluk barang tersebut, ditambah lagi apabila barang yang di-dropship-kan memiliki deskripsi penjelasan yang singkat. Hasilnya, mereka biasanya akan kebingungan saat ditanya oleh para pembeli mengenai detail barang tersebut. Di sinilah dimungkinkan akan terjadi kesalahan informasi produk yang diberikan oleh dropshipper kepada pembeli, dan pembeli pun membeli barang yang sebenarnya tidak mereka inginkan. 

Layanan purna jual pun biasanya tidak maksimal, karena komunikasi menjadi lebih panjang. Bahkan tidak sedikit dropshipper yang lepas tangan dan langsung menyerahkan layanan purna jual kepada pemilik barang, pembeli diarahkan langsung untuk menghubungi pemilik barang. 


Pernahkan agan-agan di sini memiliki pengalaman seperti di atas? 


Mengenal Sistem Dropshipping Yang Merugikan Para Pembeli


Ilustrasi, sumber : www.pexels.com, foto karya : Tim Gouw

Cari Barang Dari Pemilik Langsung Yuk!


Di era sistem dropshipping brutal ini, kita sebagai pembeli harus cermat ketika akan melakukan pembelian, agar kita mendapatkan harga terbaik, pelayanan terbaik dan layanan purna jual terbaik. 

Kalau ane sendiri selalu memanfaatkan fitur filter yang ada di kolom pencarian marketplace, dengan memilih opsi “Harga Termurah”, “Terlaris”, atau “Penjualan Terbanyak”. Setelah muncul hasilnya, biasanya ane pilih toko yang menggunakan foto produk yang mereka ambil sendiri, lalu tinggal cek penilaian pembeli sebelumnya. 

Saat membeli barang yang harganya lumayan, biasanya ane juga tanya-tanya hal detail yang tidak tercantum di deskripsi barang, biasanya seorang dropshipper akan kesulitan menjawabnya atau mereka menanyakan hal tesebut ke pemilik barang.



Quote:




Halaman 1 dari 11
nama konvensionalny calo atau makelar gan emoticon-Ngakak (S)

emng rugi, tp mau gmn, sistem rantai pasok ya gtu emoticon-Ngakak (S)
Nyata nya dropshipping semakin terdepan alot nya
emoticon-Leh Uga
Post ini telah dihapus oleh azhuramasda
Diubah oleh Pazonda95
pinter2 jadi pembeli aja
Balasan post idkfa
Quote:


Setujuuuuu emoticon-thumbsup
Beda ny dropshiper sama reseller apaan gan?
Lah emang kagak bisa nyari harga termurah.
makannya jd pembeli yg smart
pilih lapak termurah kan bisa
Pengen jd dropshipper / reseller tp males..
Udah pernah nyoba jadi Dropshipper di Tok*ed, konsumen beli komplain ke Gua, gak gua tanggepin sebelum dijawab pemasok, cuma bertahan 1 bln produk terjual 30item, keuntungannya cuma cukup buat beli paket data sama bayar listrik air rumah
Diubah oleh orang.pe.ak
Jadi gitu ya... emoticon-sudahkuduga
biar yg kecipratan banyak gan emoticon-Big Grin
enakan jadi pedagang barang sendiri. Punya barang bekas langsung jual cod di fb, gak tau kenapa, ada aja yg beli emoticon-Big Grin
emoticon-Wkwkwk menurut aku si ya emoticon-Wkwkwk
Balasan post arieffree
Quote:


dropshipping lu jual barang tanpa ada stok, lu pasang harga seenak jidat, begitu ada yg pesen baru lu ambil / pesen barang nya entah dari mana yg penting ada, yg penting harga dibawah harga jual lu

reseller lu biasa nya, ambil barang langsung dari sumber produksi tuh barang, dan kalo lu berhasil jual, lu dikasih fee / bagi hasil.. bisa juga lu diminta ngejual barang itu ga jauh dari harga asli nya
Diubah oleh malingtempur
baru tau,tp mantap ini toolemoticon-Ngacir
Diubah oleh juman
makelar ya gan...
Jangan sampai lah dirugikan.
Halaman 1 dari 11


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di