alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Berdasarkan Survei, 90 Persen Masyarakat Wajib Pajak Harus Ditunaikan
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b697bfc12e25770348b4568/berdasarkan-survei-90-persen-masyarakat-wajib-pajak-harus-ditunaikan

Berdasarkan Survei, 90 Persen Masyarakat Wajib Pajak Harus Ditunaikan

Berdasarkan Survei, 90 Persen Masyarakat Wajib Pajak Harus Ditunaikan
Ilustrasi.(Foto: Istimewa)


Jakarta – Hasil survei kepatuhan pajak yang diselenggarakan oleh Centre for Indonesia Taxation Analysis (CITA) dan Pusat Data dan Analisis Tempo (PDAT) menyebutkan bahwa inisiatif masyarakat membayar wajib pajak sudah cukup baik.

“Lebih dari 90 persen responden berpendapat bahwa pajak adalah kewajiban yang penting ditunaikan. Namun 75 persen responden memberikan syarat transparansi alokasi dana pajak dan sistem politik yang demokratis,” kata Direktur Eksekutif CITA Yustinus Prastowo dalam acara “Rembuk Pajak” di Gedung Dhanapala, Jakarta, Senin malam.


Yustinus mengatakan, hasil survei juga menyimpulkan inisiatif membayar sudah cukup tinggi, terutama dalam hal mencari informasi terkait pajak, berkonsultasi, dan mengalokasikan dana untuk pajak. Namun kepatuhan tersebut ternyata bersyarat.


Misalnya, sebagian besar responden akan melaporkan SPT dan membayar pajak dengan jujur apabila sistem politik demokratis dan adanya transparansi publik dalam alokasi penggunaan dana pajak.


“Sebagian besar responden menilai transparansi alokasi dana pajak, sistem demokratis, dan proses pemeriksaan menjadi faktor sosial paling berpengaruh,” kata Yustinus.


Sekadar informasi, survei ini ditujukan kepada wajib pajak perusahaan yang bertujuan ingin menggali pandangan mereka tentang kepatuhan, keadilan dan efisiensi pelayanan pajak. Survei tersebut dilaksanakan dalam jaringan (online) pada 6-30 Juni 2018 dengan melibatkan 1.926 wajib pajak sebagai responden.


Responden adalah para CEO Badan Usaha Milik Negara (BUMN), swasta dan pemilik usaha berasal dari 30 provinsi.



Prediksi Realisasi Wajib Pajak



Sebelumnya, Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) memprediksi penerimaan pajak untuk tahun 2018 hanya mencapai 92 persen dari target APBN. Sebab, Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Pajak (DJP) menargetkan penerimaan pajak 2018 sebesar Rp 1.454,5 triliun.



“Berdasarkan realisasi kuartal I, dengan asumsi tren positif konsisten dan berlanjut. Penerimaan 2018 diperkirakan dapat mencapai setidaknya 92 persen dari target,” kata Direktur Eksekutif CITA Yustinus Prastowo, Selasa (17/4/2018).


Realisasi penerimaan pajak kuartal I 2018 (Januari-Maret) sebesar Rp 244,5 triliun, setara dengan 17,16 persen dari target APBN. Penerimaan pajak kuartal I 2018 juga tercatat tumbuh 9,9 persen dibanding kuartal I 2017.

Nilai pertumbuhan ini turut memperhitungkan penerimaan uang tebusan tax amnesty yang cukup signifikan pada kuartal I 2017 lalu, sebesar Rp 12 triliun. Jika tidak memperhitungkan uang tebusan tax amnesty, maka pertumbuhan penerimaan pajak kuartal I 2018 terhitung sebesar 16,21 persen.


Bahkan, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sebelumnya mengungkapkan, tren pertumbuhan ini merupakan yang tertinggi sejak tahun 2015 lalu.



“Ini akan menjadi kontribusi signifikan bagi kebutuhan pembiayaan dan langkah awal membangun kemandirian pembiayaan,” tutur Yustinus.



Yustinus berpandangan, prediksi 92 persen terpenuhi dari target penerimaan pajak 2018 bisa terjadi jika pemerintah terus melakukan reformasi perpajakan, yang mencakup pajak dan bea cukai.


Yustinus juga memberi catatan agar pemerintah melalui kementerian dan lembaga terkait berkoordinasi dalam memaksimalkan penerimaan, karena tahun ini skema insentif juga marak didorong untuk tingkatkan investasi.

Sumber



×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di