alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Membaca Tanda Runtuhnya Ekonomi Era Jokowi
4 stars - based on 4 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b6979511a9975be488b456a/membaca-tanda-runtuhnya-ekonomi-era-jokowi

Membaca Tanda Runtuhnya Ekonomi Era Jokowi

Jokowi Akui Ada Masalah Fundamental Ekonomi

Peneliti Lingkar Studi Perjuangan, Gede Sandra mengungkapkan Presiden Joko Widodo dihadapan para kepala daerah di Istana Bogor (26/7), mengatakan terdapat masalah dalam fundamental ekonomi Indonesia. Masalah tersebut adalah defisit transaksi berjalan dan defisit perdagangan, yang menyebabkan Indonesia rentan terpengaruh gejolak ekonomi dunia.

Sebaliknya, ekonom senior Rizal Ramli (RR) sejak akhir tahun lalu, diulang di berbagai kesempatan, terus mengingatkan pemerintah tentang kondisi lampu kuning (setengah merah) perekonomian Indonesia. Lemahnya kondisi ini disebabkan oleh berbagai defisit seperti dalam neraca perdagangan dan transaksi berjalan. RR memberi analogi yang sangat sederhana untuk mengibaratkan perekonomian dan kondisi eksternal.

“Bila badan kita sedang lemah, virus-virus akan mudah menyerang sehingga menyebabkan kita sakit. Namun bila badan kita kuat, virus apapun tidak akan mampu menyakiti,” jelasnya.

Menurut Gde, peringatan RR ini malah terus dibantah oleh para buzzer pemerintah termasuk juga oleh juru bicara Sri mulyani di Kemenkeu dan oleh Deputi Darmin di Kemenko Perekonomian. Tim Ekonomi pemerintah yang sebelumnya menolak peringatan RR, akhirnya ramai-ramai mengakui bahayanya pelemahan nilai tukar dan tergopoh-gopoh mencari solusi untuk memperbaiki defisit transaksi berjalan dan defisit neraca perdagangan.

Barulah pada (26/7), malamnya setelah acara bersama para Kepala Daerah, Jokowi mengumpulkan 40 taipan terkaya di Indonesia dan meminta para eksportir kelas kakap ini untuk membawa kembali seluruh devisa hasil ekspor mereka.

Ekonom dari AEPI, Salamuddin Daeng menilai permintaan Presiden cukup beralasan mengingat banyaknya uang para Taipan yang ditabung di luar negeri hasil berbagai kegiatan ekonomi di Indonesia. Presiden tampaknya mengacu kepada data tax amnesty bahwa setidaknya ada Rp. 10 ribu triliun dana orang kaya Indonesia tersimpan di luar negeri.

Mengapa pemerintah Jokowi merasa perlu secara langsung dihadapan para Taipan menyampaikan hal ini? Tidak lain karena Indonesia saat ini mengalami kondisi double deficit. Ini yang kemudian disimpulkan oleh Presiden menjadi penyebab badan Indonesia ini menjadi lemah dan sakit.

“Oleh karena itu pemerintah merasa perlu gerakan solidaritas dari para Taipan. Atau bahasa kasarnya Taipan jangan mikir diri sendiri,” jelas Daeng.

Pada hari yang sama juga Sri Mulyani menyatakan akan menghentikan impor yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur. Setelah itu pada (27/7) juga terjadi rapat mendadak di Istana, Jokowi meminta para menteri terkait untuk membahas pencabutan harga khusus batubara yang selama ini dinikmati pengusaha wajib pasok DMO (Domestic Market Obligation).

“Tim ekonomi pemerintah telah gagal memperkirakan atau gagal melakukan forecasting situasi ekonomi nasional- yang seharusnya menjadi kompetensi utama mereka. Dulu menjanjikan pertumbuhan ekonomi 7%, nyatanya Cuma dapat 5%. Kini bilang ekonomi kita akan baik-baik saja, ternyata toh ada masalah yang cukup fundamental seperti duo defisit yang disampaikan Presiden Jokowi dua hari yang lalu. Sementara, manipulasi garis kemiskinan sudah semakin terang benderang, angka kemiskinan BPS terlalu rendah. Rp 11 ribu yang dijadikan acuan garis kemiskinan tidak relevan lagi,” terangnya.

Namun, bila pun memandang penurunan kemiskinan versi BPS berbagai zaman kepresiden, dari selama apa menjabat dan seberapa persen penurunan kemiskinan, bukan terjadi pada masa Jokowi. Data menyebutkan setelah Reformasi, laju penurunan kemiskinan era Habibie adalah 1,1% /tahun. Gus Dur adalah 5,01% dalam 2 tahun, atau lajunya 2,5%/tahun.

SBY periode pertama 2,5% dalam 5 tahun, atau lajunya 0,5%/tahun. SBY periode kedua 3,46% selama 5 tahun, atau lajunya 0,69%. Sedangkan Jokowi adalah 1,1% dalam 4 tahun, atau lajunya 0,28%/tahun.


“Jelas, angka laju penurunan kemiskinan era Jokowi adalah yang terkecil dan Gus Dur (tim ekonomi adalah RR dan Kwik Kian Gie) memiliki angka laju penurunan kemiskinan yang tertinggi versi BPS,” pungkasnya.

Selanjutnya, EPILOG

Epilog

Twin defisit ditambah tekanan global selalu menghantui fundamental ekonomi Indonesia yang lemah. Ekspor tak mampu menyerap devisa lebih banyak. Investasi langsung maupun investasi tidak langsung belum memberikan dampak yang signifikan. Pembangunan infrasturktur justru banyak bergantung pada bahan baku impor/modal. Artinya, devisa dalam dolar akan selalu tergerus. Salah satu penyokong devisa yang sering dilupakan adalah remitance dari TKI di luar negeri meskipun masih kalah dengan Filipina.

Dolar pulang kampung apakah karena Jokowi sudah tidak didukung AS lagi, kemudian memilih mengumpulkan taipan (China) untuk membawa dolarnya masuk ke Indonesia?

Freeport dan Blok Rokan telah kembali ke pangkuan ibu pertiwi, tapi sebaliknya, bagi AS adalah pengurangan keuntungan. Bagaimana peran AS meruntuhkan Jokowi dalam pilpres 2019? kita cermati deal-deal di tahun politik setahun ke depan…

http://www.aktual.com/membaca-tanda-runtuhnya-ekonomi-era-jokowi/

krn terlalu panjang ane cut yg penting2 aja deh...intinya si joke bakal balik ke solo kl ga didukung US emoticon-Big Grin

Fuad Bawazier Kritik Ekonomi Era Jokowi Bikin Tekor


Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan Menteri Keuangan Fuad Bawazier menilai keoknya nilai tukar rupiah tak semata-mata disebabkan oleh kondisi perekonomian global.

Pasalnya, menurut Fuad, lebarnya defisit transaksi berjalan Indonesia adalah biang kerok utama dari melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

"Defisit atau ketekoran inilah sumber utama melemahnya rupiah terhadap dolar. Jadi, jangan bingung atau terus menerus menyalahkan ekonomi global dan sebagainya," ujar Fuad dalam pernyataan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, akhir pekan lalu.

Fuad memperkirakan mata uang Garuda masih akan terus melemah. Pekan ini, kurs rupiah sempat menembus level Rp14.300 per dolar AS.

Lihat juga:Tak Cuma BI, Pemerintah Juga Perlu Ikut Redam Gejolak Rupiah

"Mungkin saja ada waktu-waktu tertentu rupiah seperti menguat, tetapi itu hanya sementara saja dan selanjutnya akan melemah lagi. Jadi kalau ditarik garis lurus atau berjangka relatif panjang, pergerakan rupiah akan terus melemah," jelasnya.


Menurut Fuad, penguatan rupiah dimungkinkan oleh intervensi BI, misalnya dengan mengerek suku bunga acuan atau operasi moneter di pasar valas.

"Tetapi semua 'obat kuat' itu bukannya tidak berisiko. Menaikkan bunga akan memberatkan perekonomian kita dan semakin sulit bersaing dengan negara lain. Intervensi valas akan menggerus cadangan devisa kita yang terus menurun," imbuh dia.


Lihat juga:Rupiah Lesu ke Level Rp14.213 di tengah Pilkada Serentak 2018

Berdasarkan data Bank Indonesia, per kuartal I/2018, defisit transaksi berjalan mencapai US$5,5 miliar atau 2,1 persen dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB). Angka itu melebar dibandingkan periode yang sama tahun lalu, US$2,4 miliar atau satu persen dari PDB. Tahun ini, Fuad memperkirakan defisit transaksi berjalan mencapai US$25 miliar.

Defisit transaksi berjalan, lanjut Fuad, terjadi akibat defisit neraca perdagangan yang berasal dari nilai impor yang melampaui ekspor dan defisit neraca transaksi jasa. Berdasarkan data BPS, per Mei 2018, neraca perdagangan Indonesia defisit mencapai US$1,52 miliar.

Fundamental ekonomi yang lemah tersebut juga diikuti dengan defist Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Tahun ini, pemerintah menargetkan defisit APBN sebesar 2,19 persen

"Jadi, praktis ekonomi Indonesia ini defisit atau tekor dari semua jurusan," katanya.

Lihat juga:Rizal Ramli Ungkap Sebab Jokowi Bisa 'Tumbang'

Pemerintah telah mencoba menutupi defisit valuta asing (valas) dengan berbagai cara. Salah satunya, menambah utang valuta asing. Namun, menurut Fuad, cara tersebut tidak sehat bahkan bisa menjerumuskan.

"Utang valas pemerintah dan swasta, termasuk BUMN yang konsisten naik tajam juga mulai mengkhawatirkan kreditur pada umumnya bahwa jangan-jangan ke depannya Indonesia akan kesulitan atau gagal bayar utang," terang dia.


Di lain pihak, pasar juga melihat ketergantungan ekonomi Indonesia pada barang impor terutama pangan dan energi yang mau tidak mau akan membutuhkan valas.

"Mampukah kita menyetop impor gandum yang secara de facto sudah menjadi pengganti pangan beras? Saya kira, rakyat akan kesulitan atau bahkan "kelaparan"," ujarnya.

.

https://m.cnnindonesia.com/ekonomi/20180630113514-532-310356/fuad-bawazier-kritik-ekonomi-era-jokowi-bikin-tekor&hl



ndak mikir....bukan urusan saya emoticon-siul
Halaman 1 dari 2
org2 pintar apa fungsinya sih? emoticon-Embarrassment
bangkitnya ekonomi umat
Amerika Serikat Desak WTO Jatuhkan Sanksi kepada Indonesia

VIVA – Amerika Serikat meminta Organisasi Perdagangan Dunia atau WTO agar negara-negara anggotanya bisa menjatuhkan sanksi terhadap Indonesia setelah AS memenangkan sengketa perdagangan yang diklaim telah mengorbankan bisnis AS hingga US$350 juta pada tahun 2017.

Amerika Serikat dan Selandia Baru memenangkan putusan WTO tahun lalu terkait pembatasan impor Indonesia pada makanan, tanaman dan produk hewan termasuk anggur, kentang, apel, bawang, bunga, buah kering, sapi, ayam dan daging sapi. Indonesia juga kalah dalam banding.

Dalam pengajuannya, pihak AS mengatakan bahwa Indonesia belum mematuhi putusan tersebut sehingga Washington berupaya mencari sanksi tahunan untuk mengkompensasi kerugian yang berdampak pada kepentingan Amerika Serikat.

"Berdasarkan analisis awal dari data yang tersedia untuk produk tertentu, diperkirakan kerugian sekitar US$350 juta untuk tahun 2017. AS akan memperbarui angka ini setiap tahun karena ekonomi Indonesia terus berkembang," tulis pernyataan pihak AS seperti dilansir Reuters.

Proses mencari kompensasi sering membutuhkan waktu bertahun-tahun dan AS menganggap Indonesia cenderung menentang klaim yang belum dipenuhi serta setiap potensi sanksi yang akan dijatuhkan.

Belum ada tanda langsung permintaan sanksi serupa dari Selandia Baru yang mengatakan pembatasan Indonesia diperkirakan telah mengorbankan sektor daging sapi Selandia Baru hingga $1 miliar Selandia Baru ($673 juta) pada tahun 2017


si trump pun gerah ama ketololan si kodok, yakin banget dah 2019 kembali ke got emoticon-Traveller
Jadi meroket gak neh bulan September??? emoticon-Bingung
Optimis meroket 🚀

emoticon-Leh Uga
Membaca Tanda Runtuhnya Ekonomi Era Jokowi
Balasan Post foxvenom88
Quote:


Membaca Tanda Runtuhnya Ekonomi Era Jokowi
- Kita ga butuh emerika... kita ekspor ke negara lain !!! ~ ralat... kita butuh emerika, kita meeting sama emerika
- ekonomi aman, dollar masih aman !!! ~ ralat, rakyat jual dollar dong, pengusaha bawa balik duit dong
- utang aman, yg utang BUMN krn kita bangun infrastruktur buat kedepannya ~ ralat, BUMN punya kita juga tok pakde? Kok dibiarin ngutang? Ntar yg bayar kan akhirnya anggaran negara juga.. piye toh?
- impor beras !!! Untuk mengendalikan harga ~ ralat, udah impor sana sini tetep mahal ... solusi ! Tawar dong pas mau beli ! Ah elah..
- siap2 ya november meroket jangan lupa ~ ralat, uda bulan agustus blueprint roket nya aja blom kelar ...

Dan masih banyak lagi cerita lucu negeri ini..
Kecewa ?? Iya ...
Benci ?? Engga..
Harapan?? Jujur lah pakde, jgn ngebagus2in sesuatu yg emang ga logis..

Mau calon presiden baru kek, mau incumbent kek.. moga2 ntar dpt pemimpin yg JUJUR DAN MEMPERHATIKAN RAKYAT.. bukan citra diri semata.
Perekonomian indonesia di era jokowi dibilang jelek juga tidak, ada baiknya juga. Dan syukurlah akhir2 ini kritikan dan saran dari para pengamat, analisis hingga pakar ekonomi di luar pemerintahan sudah didengar dan ditindaklanjuti.
harga markobar ga naik berarti aman
TS aneh, yg berita atas bicara soal ekonomi yg menurun gara2 import terkait proyek infrastruktur.

Tapi berita yg bawah menghujat juga kebijakan pemerintah persulit impor produk 2 Amerika.

2 berita itu pesannya saling bertolak belakang, asli nya TS maunya apa? Menurunkan import atau buka import Amerika seluas luasnya?

TS nggak jelas
Balasan Post larapeequer
Quote:


ketololan si kodok bakal diitung terus ama mamarika tong, #2019darigotkembalikegot emoticon-Wowcantik


"Berdasarkan analisis awal dari data yang tersedia untuk produk tertentu, diperkirakan kerugian sekitar US$350 juta untuk tahun 2017. AS akan memperbarui angka ini setiap tahun karena ekonomi Indonesia terus berkembang," tulis pernyataan pihak AS seperti dilansir Reuters.
akurasi prediksi ini berapa persen sih? emoticon-Big Grin

Membaca Tanda Runtuhnya Ekonomi Era JokowiMembaca Tanda Runtuhnya Ekonomi Era JokowiMembaca Tanda Runtuhnya Ekonomi Era JokowiMembaca Tanda Runtuhnya Ekonomi Era JokowiMembaca Tanda Runtuhnya Ekonomi Era JokowiMembaca Tanda Runtuhnya Ekonomi Era Jokowi
Balasan Post whellere
Quote:


kl bangkrut tinggal salahin pengusaha mata cipit ga nasionalis aje emoticon-Big Grin
tidak perlu pro-amerika atau pro-china gan, tapi dari sekian banyak negara yg diutangin china buat bangun ini itu, belum ada satupun kisah suksesnya

kalau kisah gagal dan terjerat utang, sudah banyak
Bulan september menoket emoticon-Smilie
Balasan Post foxvenom88
Quote:


itu bukan nya kerugian ame rika emoticon-Big Grin
tahun 2017 ... 2018 msh di hitung emoticon-Big Grin
ekonomi runtuh tapi kenapa partainya makin banyak emoticon-Bingung (S)
lah kalau ente jadi masyarakat lebih percaya sama pengamat dan pengamat ya mau gimana lagi ane bilang? jadi ibarat main bola ente sebagai pemain lebih percaya omongan pengamat di media massa daripada pelatih lu sendiri ya mending situ jadi penari ballet aja brey...

pemerintah sudah terus berusaha optimis akan kondisi ekonomi negara yg terua dirongrong oleh kondisi ekonomi dunia serta rongrongan anak bangsa sendiri....lu kira enak jalanin negara sebesar ini??? apa dengan selalu pesimis trus negara ini bakal maju???

intinya neh bray, lu baiknya gak telan mentah2 omongan pengamat. kalau untuk menjadi balancing sih boleh, tapi kasih prosentase 75% untuk trust kepada pemerintahan dan 20% untuk pengamat.....itu adalah modal dasar kemajuan negara
Halaman 1 dari 2


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di