alexa-tracking

Politik identitas dinilai hanya gorengan elite

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b695e3412e257d03f8b4571/politik-identitas-dinilai-hanya-gorengan-elite
Politik identitas dinilai hanya gorengan elite
Politik identitas dinilai hanya gorengan elite
Sejumlah siswa mengikuti aksi Deklarasi Partisipasi Pengawas Pemilu, di Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Klaten, Jawa Tengah, Selasa (14/11/2017). Pendidikan politik adalah salah satu pencegah manipulasi politik identitas.
Politik identitas dinilai menjadi hambatan utama yang bisa dalam Pemilu 2019. Menurut Survei Ahli yang digelar Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), politisasi identitas ini mengancam .

Menurut Esty Ekawati, koordinator tim peneliti LIPI, berdasar survei kepada para ahli selama April-Juli 2018 diperoleh data, politisasi SARA alias politik identitas politik uang adalah hambatan yang paling dikhawatirkan akan muncul dalam Pemilu serentak 2019. Baik itu dalam pemilihan legislatif maupun pemilihan presiden.

Politisasi SARA paling dikhawatirkan, mencapai 23,6 persen, diikuti konflik horisontal. "Politisasi SARA dan identitas adalah kondisi politik yang berpotensi menghambat penyelenggaraan Pemilu Serentak 2019," kata Esty, Selasa (7/7/2018), di Jakarta, dalam diskusi paparan hasil survei.

LIPI menyurvei 145 ahli dari 11 provinsi. Mereka terdiri dari akademisi, aktivis, jurnalis, tokoh masyarakat, dan tokoh profesi. Survei digelar dengan teknik purposive sampling, alias sumber memang sengaja dipilih berdasar kriteria-kriteria tertentu, tapi tidak hasil survei tak dimaksudkan untuk dipukul rata (generalisasi).

Menurut Syarif Hidayat, peneliti utama LIPI bidang pembangunan daerah, apa yang dikhawatirkan para ahli belum tentu ada di kalangan masyarakat bawah (grass root).

Syarif menilai, jika dibandingkan dengan buktinya soal identitas ini tak muncul dalam perubahan Indeks Demokrasi Indonesia (IDI). Menurut Syarif, isu SARA awalnya tak terjadi di masyarakat, tapi dimanipulasi oleh elite politik. "Isu SARA, agama dan identitas itu digoreng elite," ujarnya dalam diskusi yang sama.

Syamsuddin Haris menilai, dalam dunia politik, identitas sebenarnya hal yang lumrah. Sebab manusia tak bisa hidup tanpa identitas.

Namun yang menjadi persoalan adalah manipulasi atas identitas itu. "Yang menjadi masalah adalah elite politik mempolitisasi isu identitas," ujarnya dalam kesempatan yang sama. Menurut Syamsuddin, dasar bangsa Indonesia adalah keberagaman. Maka jika intoleransi berkembang, maka mengancam Indonesia.

Firman Noor, kepala pusat penelitian politik LIPI menilai, demokrasi ibarat kotak pandora. Saat Orde Baru, politik identitas tak muncul karena ditekan penguasa.

Reformasi, yang memberikan kebebasan politik, membuat politik identitas muncul. "Politik identitas itu naluriah, tapi masalahnya adalah manipulasi atas politik identitas," kata dia, yang juga menjadi pembicara.

Sayangnya, laju demokratisasi ini tak diiringi dengan reformasi partai politik. Partai politik masih menggunakan gaya lama, memanipulasi politik identitas.

Jika perlu solusi, maka yang harus disasar adalah partai politik. Dari survei itu pula diperoleh hasil, jika ingin mengikis hambatan ini adalah penegakkan hukum, reformasi partai, lalu diikuti pendidikan politik.

Syamsuddin menyarankan, jika ingin mengurangi manipulasi politik identitas harus diarahkan elite politik. Misalnya, mengelola dan mengawasi perilaku elite politik. "Sebab mereka yang memanipulasi SARA," kata dia.

Syamsuddin menilai, buruknya kualitas demokrasi di Indonesia karena buruknya kinerja partai politik. Salah duanya, mereka melakukan pendidikan politik dan melakukan kaderisasi politik.
Politik identitas dinilai hanya gorengan elite


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...gorengan-elite

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Politik identitas dinilai hanya gorengan elite Rencana Pupuk Kaltim bangun pabrik kapasitas 3 juta ton terganjal

- Politik identitas dinilai hanya gorengan elite Diplomasi bilateral, langkah terbaik Indonesia lepas dari sanksi AS

- Politik identitas dinilai hanya gorengan elite Anggota legislatif harus mundur kalau nyaleg lagi lewat partai lain

image-url-apps
Pertamax gan emoticon-Big Grin
×