alexa-tracking

Kerjasama Lintas Sektor dalam Upaya Evakuasi Wisatawan

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b6952dfdcd7700f7a8b4567/kerjasama-lintas-sektor-dalam-upaya-evakuasi-wisatawan
Kerjasama Lintas Sektor dalam Upaya Evakuasi Wisatawan
Kerjasama Lintas Sektor dalam Upaya Evakuasi Wisatawan
Proses evakuasi wisatawan di Bandara Lombok Praya (LOP), Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).(Foto: Kemenpar)

Lombok – Upaya evakuasi wisatawan, baik wisatawan nusantara (wisnus) maupun wisatawan mancanegara (wisman) terus dilakukan oleh pemerintah dan lintas sektor. Tim Crisis Center Kemenpar telah tiba di Lombok untuk langsung berkoordinasi dengan pihak Angkasa Pura I.

Hal ini untuk mengatasi kepadatan wisatawan di Bandara Lombok Praya (LOP), Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).


Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya pun telah meminta Staf Khusus Menteri Bidang Akses dan Infrastruktur, Judi Rifajantoro untuk meminta maskapai kembali terbang ke Lombok. Sehingga tidak ada penumpukan penumpang.

“Kami akan terus memberikan informasi yang terkini tentang segala situasi yang terjadi, terkait 3A. Akses, Amenitas dan Atraksi di Destinasi Lombok dan Bali,” ujar Arief di Jakarta, Senin (6/8).

Berdasarkan Informasi yang didapat Tim Crisis Center Kemenpar dari AP I, bahwa pada Senin (6/8) sudah ada dukungan 1 extra flight dari Garuda Indonesia. Kemudian 3 extra flight dari Lion Air.

“Mulai 6 Agustus 2018 hingga 3 hari ke depan, LOP akan beroperasi 24 jam,” kata Arief.


Kerjasama Lintas Sektor dalam Upaya Evakuasi WisatawanSuasana Wisatawan yang dievakuasi di Bandara Lombok Praya (LOP), Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).


Upaya Evakuasi Wisatawan Lewat Udara

Sementara itu, Staf Khusus Menteri Bidang Akses dan Infrastruktur, Judi Rifajantoro mengatakan, sejak Senin (6/8), maskapai Garuda Indonesia mengoperasikan tujuh penerbangan. Dengan penerbangan terakhir pukul 24.00 WITA menuju Denpasar. Seluruh kursi telah terisi.

“Besok, (7/8) Garuda Indonesia akan mengoperasikan enam penerbangan. Dengan keterangan lima penerbangan sudah terisi penuh. Sedangkan, satu penerbangan dengan pesawat Airbus 330 dengan kapasitas 300 kursi masih dalam proses penjualan,” terang Judi.

Sebagai informasi, getaran gempa berkekuatan 7,0 SR yang terjadi pada Minggu (5/8) itu, dirasakan paling kuat dan berdampak parah di wilayah utara dan timur pesisir Lombok. Sedangkan di 3 Gili dan di Senggigi getarannya tidak terlalu kuat. Tidak ada laporan eksodus wisatawan dari Senggigi.

Sementara evakuasi jalur laut, hingga Senin (6/8) malam, pemerintah telah dan terus mengupayakan pemberangkatan wisatawan domestik dan mancanegara dari 3 Gili (Trawangan, Meno, Air) menuju Tanjung Benoa, Bali.

Ketua Tim Crisis Center di Lombok, Guntur Sakti mengatakan, kapal pertama yang sudah berangkat adalah Kapal Binaya yang membawa kurang lebih 600 wisatawan.

“Saat ini, Bounty Cruise sedang dalam proses pemberangkatan sekitar 300 wisatawan. Dan 1 tambahan kapal ASDP disiapkan untuk membawa sekitar 500 wisatawan lainnya yang masih bertahan di Gili Trawangan jika harus berangkat malam ini,” kata Guntur.


Kerjasama Lintas Sektor dalam Upaya Evakuasi WisatawanWisatawan di Bandara Lombok Praya (LOP), Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).


Upaya Evakuasi Wisatawan Lewat Jalur Laut

Menurutnya, Kapal Binaya diperkirakan tiba di Tanjung Benoa, Bali pada pukul 23.00 WITA malam tadi. Kemudian, Bali Tourism Hospitality (BTH) akan membantu memfasilitasi pengantaran wisatawan dari Tanjung Benoa menuju hotel menggunakan bus yang disiapkan oleh Kementerian Pariwisata.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata NTB, M Faozal mengatakan, Tim SAR terus mengerahkan kapal-kapal kecil berkapasitas 20 orang. Kapal kecil tersebut untuk mengevakuasi wisatawan yang berada di pantai. Karakter air di Gili Trawangan yang dangkal membuat Tim evakuasi tidak bisa mengerahkan kapal-kapal besar untuk mengevakuasi para wisatawan.

“Wisatawan yang sudah berhasil langsung dibawa ke posko bencana. Kemudian akan dibawa ke Pelabuhan Lembar untuk diangkut ke Bali menggunakan kapal ferry. Ada juga yang diantar ke Bandara,” jelas Faozal.

Menurut dia, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) di Cabang Lembar yang melayani lintasan Lembar-Padangbai atau menghubungkan wilayah Lombok dan Bali. Maupun di Cabang Kayangan juga dioperasikan kembali.

“Dari Kemenpar sudah mengirimkan bus untuk membawa wisatawan yang berhasil dievakuasi. Dari pelaku pariwisata juga banyak yang mengerahkan mobilnya untuk membantu,” imbuhnya.

Sumber

×