alexa-tracking

KPK Periksa Dirut PLN

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b6947acd9d770c03c8b456a/kpk-periksa-dirut-pln
KPK Periksa Dirut PLN
KPK Periksa Dirut PLN

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Direktur Utama PLN Sofyan Basir. Dia diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan suap PLTU Riau-I.

 

Sofyan sudah berada di ruang penyidikan sejak pukul 09.55 WIB. Dia menolak menjelaskan detail materi pemeriksaannya dan memilih terus berjalan masuk ke lobi markas Lembaga Antirasuah.

 

'Iya (diperiksa kasus dugaan suap PLTU Riau-I,' kata Sofyan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa, 7 Agustus 2018.

 

Ini pemanggilan ulang setelah sebelumnya Sofyan mangkir dari agenda pemeriksaan penyidik sebagai saksi untuk tersangka Blackgold Natural Recourses Limited Johannes Budisutrisno Kotjo (JBK). Sofyan pertama kali diperiksa penyidik pada Jumat, 20 Juli 2018.

 

KPK tengah mendalami dugaan kongkalingkong pihak PT Pembangkit Jawa Bali (PJB) dengan petinggi PT PLN terkait pembahasan proyek pembangunan PLTU Riau-I. Salah satunya terkait penunjukan langsung perusahaan Blackgold Natural Resources Limited menjadi anggota konsorsium yang menggarap proyek tersebut.

 

Dalam proses perjalanan proyek ini, diduga PT PLN melalui anak usahanya yakni PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB) menunjuk perusahaan Blackgold Natural Resources Limited untuk mengerjakan proyek PLTU Riau-I. Selain Blackgold dan PT PJB, perusahaan lain yang terlibat dalam konsorsium ini yaitu China Huadian Engineering dan PT PLN Batu Bara.

 

KPK mengendus adanya peran Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eni Maulani Saragih dan Idrus Marham yang saat itu menjabat sebagai Sekjen Partai Golkar serta Sofyan Basir untuk memuluskan Blackgold masuk konsorsium proyek ini. Dugaan ini muncul setelah KPK menyita CCTV dari sejumlah lokasi.


Baca: Proyek PLTU Riau 1 Dihentikan Sementara


Dari CCTV itu, Idrus, Eni, Sofyan dan Johannes beberapa kali melakukan pertemuan. Dugaan itu diperkuat dari kesaksian Idrus dan Sofyan yang mengakui mengenal dekat Eni dan Johannes.

 

Tak hanya itu, Eni dari balik jeruji besi mengakui ada peran Sofyan dan Kotjo sampai akhirnya PT PJB menguasai 51 persen aset. Nilai aset itu memungkinkan PJB bisa menunjuk langsung Blackgold sebagai mitranya.

 

Proyek pembangunan PLTU Riau-I ini merupakan bagian dari program tenaga listrik 35 ribu Megawatt (MW) yang didorong oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla. Pemerintah menargetkan PLTU Riau-I bisa beroperasi pada 2020/2021.

 

Pada Januari 2018, PJB, PLN Batu Bara, BlackGold, Samantaka, dan Huadian menandatangani Letter of Intent (LoI) atau surat perjanjian bisnis yang secara hukum tak mengikat para pihak. LoI diteken untuk mendapatkan Perjanjian Pembelian Tenaga Listrik (PPA) atas PLTU Riau-I. Samantaka rencananya akan menjadi pemasok batu bara untuk PLTU Riau-I.‎

 

Sejauh ini, KPK baru menetapkan Eni dan Johannes sebagai tersangka. ‎Eni diduga telah menerima suap Rp4,8 miliar dari Johannes untuk mengatur Blackgold Natural Resources Limited masuk dalam konsorsium penggarap proyek PLTU Riau-I.



Sumber : http://news.metrotvnews.com/hukum/1b...iksa-dirut-pln

---

Kumpulan Berita Terkait :

- KPK Periksa Dirut PLN Dirut PLN tak Memenuhi Panggilan KPK

- KPK Periksa Dirut PLN Dirut PLN Kembali Diperiksa KPK

- KPK Periksa Dirut PLN KPK Dalami Keterlibatan PT PJB di Suap PLTU Riau-I