alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Diplomasi bilateral, langkah terbaik Indonesia lepas dari sanksi AS
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b6936cdde2cf249088b456a/diplomasi-bilateral-langkah-terbaik-indonesia-lepas-dari-sanksi-as

Diplomasi bilateral, langkah terbaik Indonesia lepas dari sanksi AS

Diplomasi bilateral, langkah terbaik Indonesia lepas dari sanksi AS
Foto ilustrasi kentang
Amerika Serikat (AS) akhirnya menagih ganti rugi atas regulasi pembatasan impor produk pertanian dan peternakan yang dibuat Indonesia, Senin (6/8/2018).

Permintaan ganti rugi itu sudah ada payung hukumnya. Pada akhir 2016, Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) mengabulkan gugatan AS dan Selandia Baru atas aturan pembatasan impor produk pertanian dan peternakan yang dibuat Indonesia.

Kemenangan itu semakin bulat manakala upaya banding yang dilakukan pemerintah ditolak, November 2017. Dewan pengadilan banding WTO (Appelate Body) tetap menganggap 18 aturan pembatasan impor yang dibuat Indonesia tidak konsisten dengan Perjanjian Umum Cukai dan Perdagangan tahun 1994 (GATT 1994).

Indonesia berjanji akan mengimplementasikan keputusan Dewan Penyelesaian Sengketa (Dispute Settlement Body/DSB) WTO ini paling lambat hingga 22 Juli 2018. Namun, menurut AS, Indonesia tidak pernah menepati janji tersebut.

Pemerintah harus menyiapkan strategi untuk ini. Sebab, nilai yang diminta AS tak sedikit, yakni $350 juta atau sekitar Rp5 triliun untuk kerugian yang dialami sepanjang tahun 2017.

Jika Indonesia tetap mengabaikan putusan, maka denda itu akan terus ditagih setiap tahunnya, mengikuti jumlah kerugian dan juga kemampuan ekonomi Indonesia yang dianggap AS terus berkembang.

“Tindakan balasan yang diambil AS mengikuti prinsip dan prosedur yang ditetapkan dalam Pasal 22 ayat 3 DSU (Dispute Settlement Understanding). Selain denda, AS juga akan menangguhkan pajak konsesi sejumlah produk Indonesia yang masuk dalam daftar Harmonized Tariff Schedule AS,” sebut surat permintaan AS yang dikirimkan ke WTO.

Kami belum berhasil mendapatkan respons dari pemerintah terkait denda ini. Namun, Ekonom Institue for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira Adhinegara menilai Indonesia masih memiliki ikhtiar akhir untuk keluar dari sengketa ini, yakni diplomasi bilateral.

Indonesia sebenarnya masih memiliki kesempatan untuk berkonsultasi dengan Dewan Penyelesaian Sengketa WTO. Akan tetapi, kultur Presiden AS Donald Trump yang tidak terlalu percaya dengan WTO, bisa menciptakan situasi menggantung dari upaya mencari solusi dari masalah ini.

“Kita ikuti cara permainan pemerintahan Trump. Kita bisa kirim atase perdagangan Indonesia untuk berdialog langsung dengan AS. Kita sampaikan masalah dispute ini dengan baik-baik,” kata Bhima kepada Beritagar.id, Selasa (7/8/2018).

Apalagi, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita pernah berujar, tuduhan yang dialamatkan AS dan Selandia Baru ini sudah tidak relevan dengan kebijakan dagang yang sudah diubah pemerintah sejak tahun 2015.

Satu hal, Indonesia tidak boleh gegabah dengan memberlakukan sanksi balasan, misalnya pemberlakuan tarif tinggi pada sejumlah barang AS. “Kita bukan Tiongkok. Kita masih sangat tergantung dengan impor,” sambungnya.

Bhima berpandangan, Indonesia juga tidak bisa melakukan proteksionisme berlebihan pada produk-produk peternakan dan pertanian, sebab pada akhirnya konsumen juga yang akan menderita.

Lebih baik, impor itu dikendalikan bukan dihentikan. “Kenyataannya, efek settlement yang terjadi ketika kita menutup keran itu mahal sekali,” tuturnya.

Indonesia bisa memperketat aturan-aturan masuk barang impor dengan memberlakukan sejumlah sertifikasi untuk faktor-faktor seperti karantina kesehatan, standarisasi produk pertanian, mengecek hama, dan seterusnya.

Terakhir, Indonesia bisa belajar dari kejadian ini. Ke depannya, jika membuat aturan tentang pembatasan impor, maka pemerintah perlu memastikan bahwa semua konsekuensi sudah dihitung dengan masak.

“Banyak kasus yang sudah pernah digugat, salah satunya impor sapi. Kalau pemerintah kurang hati-hati (dalam membuat regulasi), maka implikasi jangka panjangnya akan seperti ini. Ini bisa menjadi blunder buat Indonesia,” tegasnya.

Selandia Baru sebenarnya memiliki kesempatan yang sama untuk menagih ganti rugi. Sebab, mengacu pada laporan Radio NZ, negara itu mengaku mengalami kerugian hingga $672,8 juta (sekitar Rp9,74 triliun) karena aturan pembatasan impor daging sapi di Indonesia.

Kendati begitu, Selandia Baru belum mengirimkan sinyal bakal melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan AS.
Diplomasi bilateral, langkah terbaik Indonesia lepas dari sanksi AS


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...dari-sanksi-as

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Diplomasi bilateral, langkah terbaik Indonesia lepas dari sanksi AS Anggota legislatif harus mundur kalau nyaleg lagi lewat partai lain

- Diplomasi bilateral, langkah terbaik Indonesia lepas dari sanksi AS 51 tahun ASEAN, bermula dari takut komunis

- Diplomasi bilateral, langkah terbaik Indonesia lepas dari sanksi AS Primadona energi gas alam dibanding minyak



×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di