alexa-tracking

H. Noor Achmad : Tolak Pola Dakwah Bersifat Radikal

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b68d49b9e7404241a8b456b/h-noor-achmad--tolak-pola-dakwah-bersifat-radikal
H. Noor Achmad : Tolak Pola Dakwah Bersifat Radikal
Dewan Pengurus Pengelola Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) mengajak masyarakat Jawa Tengah untuk tidak mengikuti pola dakwah yang dilakukan dengan cara kekerasan. Ajakan tersebut disampaikan Ketua DPP MAJT DR H Noor Achmad MA, pada peringatan tahun baru Islam 1439 Hijriyah di ruang utama shalat MAJT, Jumat (6/10) malam.

Menurutnya, MAJT sebagai masjid terkemuka di level internasional, semakin menjadi rujukan dan pusat studi banding berbagai negara, karena dikenal sebagai masjid yang memperkenalkan Islam rahmatan lil alamin. Islam wasatiyah yang mengedepankan keramahan, toleransi dan moderat.

“Saya mengajak masyarakat, jangan terpengaruh dengan aliran yang mengatasnamakan Islam, dan dakwah yang digunakan dengan cara kekerasan. Wajah Islam sesuai ahlussunnah wal jamaah itu tidak sedikitpun terdapat pola kekerasan dalam dakwahnya, sehingga konsep Islam Wasatiyah yang dikembangkan oleh Walisongo, inilah yang menjadimayoritas rakyat Indonesia beragama Islam, ”tutur Beliau.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI itu juga meminta, tahun baru Islam agar dijadikan momentum untuk bermuhasabah atau instrospeksi diri, mengevaluasi tahun lalu, baik dari segi ibadah maupun perilaku.

Gubernur Jateng dalam sambutan yang dibacakan Asisten I Sekda Jateng Eddy Joko Pramono, menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah menjaga kondusifitas keamanan di provinsi ini sehingga terjaga dengan sebaik. Tanpa bantuan dan kerja sama dari masyarakat, tentu aparat tidak dapat maksimal dalam menjaga keamanan.

Semantara itu, pengasuh Ponpes Al Muhariyah Demak KH Adib Zamroni dalam tausiahnya mengajak, di tahun baru Islam, umat Islam harus meningkatkan ibadah kepada Allah SWT dengan cara beristiqomah untuk meraih karamah. “Marilah kita saling menyayangi dan tidak melegalkan kekerasan dalam berdakwah,” katanya.

http://majt.or.id/2017/10/noor-ahmad-tolak-dakwah-dengan-kekerasan/

Berita lama buat reminding aja, biar gak pada mabok agama emoticon-Big Grin
image-url-apps
Dakwah Radikal, damai, nusangtara dan istilah2 lain... itu tergantung yg memaknai

Menurut bani hartoyok, ceramah homo haram adalah dakwah yg radikal, tidak damai, tdk rahmatan lil alamin dan tidak pro nusantara

Mau diikutin omongan bani hartoyok begitu? Kan ga.

Udah lah
Dibuat simple aja. Back to basic

Jangna ikuti dakwah yg ga sesuai dgn alquran n sunnah

Aman duniye akhirat udah


Win \emoticon-Big Grin/
image-url-apps
Tolak ukur radikal saja masih belum jelas, semua hanya berdasarkan prespektif.

Apalagi sekarang marak non muslim ikut campur dalam mendengarkan dakwah Islam,
jadi ketika si pendakwah bilang "tiada Tuhan selain Allah" pun sudah di cap radikal, provokatif, di cap bibit teroris.

emoticon-Leh Uga
KASKUS Ads
image-url-apps
bikin istilah kok mbulet...radikal beda dengan kekerasan....sebutan islam radikal hanya stigma dari islamphobia
image-url-apps
tunggu apa kate ijtima ulama aje lah pak ...

emoticon-Cool
image-url-apps
Taliban-Taliban lokal diatas ane langsung pada bereaksi
emoticon-Ngakak
image-url-apps
oh gitu hmmm hmmm
Quote:


namanya juga punya telinga gan. Gimana ga mau di dengar, ceramah pakai toa volumenya di gas poll. Kalau ga mau di dengerin non muslim ya jangan narsis
image-url-apps
Nasbung2 khilafuck shit uda pada kepanasan gw baca2 diatas

emoticon-Wkwkwk emoticon-Ngakak emoticon-Leh Uga

Emag kaum idiot mereka
Quote:


yang ada nanti telinga yang non pada dipotong semua emoticon-Ngakak
Reply to the fan's post
Quote:


ISIS dan Taliban juga ngakunya ikut quran dan sunnah koq, jadi.....? emoticon-Bingung
H. Noor Achmad : Tolak Pola Dakwah Bersifat Radikal
Reply to qavir's post
Quote:


negara terbelakang

iptek NOL BESAR
pembangunan NOL BESAR
ham NOL BESAR
persamaan hak NOL BESAR

jadi blangsak klo ngikut mereka emoticon-Wkwkwk
Quote:


Volume toa disetel maksimum waktu ceramah/dakwah, sampe2 radius 200 meter dari mesjid kedengeran ... emangnya semua non muslim pada budek/tuli sampe2 gak bisa denger dakwah Islam?
×