alexa-tracking

Mengenal Lebih Jauh tentang Gerakan Terorisme - Drs Dadeng Hidayat

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b68d01ddc06bd1c3c8b4568/mengenal-lebih-jauh-tentang-gerakan-terorisme---drs-dadeng-hidayat
Mengenal Lebih Jauh tentang Gerakan Terorisme - Drs Dadeng Hidayat
p e n u l i s. : Drs Dadeng Hidayat Ketua umum. : Gerakan Nasional Memerangi Terorisme (GNMT)
 
 
 
 
Kolonel Inf Loudewijk F. Paulus, Kopassus
secara definisi terorisme dapat di pandang dari bebagai sudut ilmu : sosiologi, politik, psikiatri, hubungan internasional dan hukum oleh karena itu sulit merumuskan sesuatu definisi yang mampu mencakup seluru aspek dan dimensi berbagai disiplin ilmu tersebut.
Menurut konvensi PBB tahun 1937, Terorisme adalah bentuk tindak kejahatan yang di tujukan langsung kepada negara dengan maksud menciptakan bentuk teror terhadap orang-orang tertentu atau kelompok orang atau masyarakat luas.
US Department of Defense tahun 1990. Terorisme adalah perbuatan melawan hukum atau tindakan yang mengandung ancaman dengan kekerasan atau paksaan terhadap individu atau hak milik untuk memaksa atau mengintimidasi pemerintah atau masyarakat dengan tujuan politik, agama atau ideologi.
TNI-AD, berdasarkan Bujuknik tentang Anti-Teror tahun 2000. Terorisme adalah cara berfikir dan bertindak yang menggunakan teror sebagai teknik untuk mencapai tujuan.
ANTI-Terorisme
PBB, berdasarkan Chapter VII of UN CHARTER: meliputi implikasi legal dalam bentuk kewajiban dari setiap negara untuk menahan, menuntut dan menjatuhkan hukuman atau melakukan ekstradisi terhadap pelaku tindak terorisme.
TNI-AD, berdasarkan Bujuknik tentang Antiteror: adalah segala benjuk usaha, pekerjaan, kegiatan dan tindakan yang meliputi perencanaan, persiapan dan pelaksanaan untuk menanggulangi aksi teror.
SEJARAH TERORISME
sejarah tentang terorisme berkembang sejak berabad lampau. Hal ini di tandai dengan bentuk kejahatan murni berupa pembunuhan dan ancaman yang bertujuan untuk mencapai tujuan tertentu. Perkembangannya bermula dan bentuk fanatisme aliran kepercayaan yang kemudian berubah menjadi pembunuhan, baik yang di lakukan secara perseorangan maupun oleh suatu kelompok terhadap penguasa yang di anggap sebagai tiran. Pembunuhan terhadap individu ini sudah dapat dikatakan sebagai tiran. Pembunuhan terhadap individu ini sudah dapat dikatakan sebagai bentuk murni dari terorisme dengan mengacu pada sejarah terorisme modern.                                                            Terorisme muncul pada akhir abad ke-19 dan menjelang terjadinya perang dunia pertama dan terjadi hampir di seluruh permukaan bumi. Sejarah mencatat pada taun 1890-an aksi terorisme Armenia melawan pemerintah Turki, yang berakhir dengan bencana pembunuhan massal terhadap warga Armenia pada PD-I. Pada dekade PD-I, aksi terorisme diindentikkan sebagai bagian dari gerakan sayap kiri yang berbasiskan ideologi. Pasca Perang Dunia Kedua, dunia tidak pernah mengenal “damai”. Berbagai pergolakan berkembang dan berlangsung secara berkelanjutan. konfrontasi negara Adikuasa yang meluas menjadi konflik Timur-Barat dan menyeret beberapa negara Dunia Ketiga ke dalamnya menyebabkan timbulnya konflik Utara-Selatan. Perjuangan melawan penjajah, pergolakan rasial, konflik regional yang menarik campurtangan pihak ketiga, pergolakan dalam negeri di sekian banyak negara dunia ketiga, membuat dunia labil dan bergejolak. Ketidakstabilan dunia dan rasa frustrasi dari banyak Negara Berkembang dalam perjuangan menuntut hak-hak yang di anggap fundamental dan sah, membuka peluangmuncul dan meluasnya terorisme. Fenomena terorisme itu sendiri merupakan gejala yang relatif baru yaitu sesudah perang dunia II dan meningkat sejak permulaan dasawarsa 1970-an. Terorisme dan teror telah berkembang dalam sengketa ideologi, fanatisme agama, perjuangan  kemerdekaan, pemberontakan, gerilya, bahkan juga oleh pemerintah sebagai cara dan sarana menegakkan kekuasaannya.
CIRI-CIRI TERORISME
berdasarkan matrik perbandingan karakteristik kelompok pengguna tindak kekerasan guna mencapai tujuannya, dapat disimpulkan ciri-ciri terorisme adalah sebagai berikut:
• Organisasi yang baik, berdisiplin tinggi, militan. Organsiasinya merupakan kelompok-kelompok kecil, disiplin dan militansi di tanamkan melalui indoktrinasi dan latihan yang bertahun-tahun;
• Mempunyai tujuan politik, tetapi melakukan perbuatan kriminal untuk mencapai tujuan;
• Tidak mengindahkan norma-norma yang berlaku, seperti agama, hukum, dan lain-lain;
• Memilih sasaran yang menimbulkan efek psikologis yang tinggi untuk menimbulkan rasa takut dan mendapatkan publikasi yang luas.
KARAKTERISTIK TERORISME
Dapat ditinjau dari 4 macam pengelompokan yaitu:
• Karakteristik Organisasi yang meliputi: organisasi, rekrutmen, pendanaan, dan hubungan intermasional.
• Karakteristik Operasi yang meliputi: perencanaan, waktu, taktik, dan kolusi.
• Karakteristik Perilaku yang meliputi: motivasi, dedikasi, disiplin, keinginan membunuh dan keinginan menyerah hidup-hidup
• Karakteristik Sumber daya yang meliputi: latihan/kemampuan, pengalaman perseorangan di bidang teknologi, persenjataan, perlengkapan, dan transportasi.
MOTIF TERORISME
teroris terinspirasi oleh motif yang berbeda. Motif terorisme dapat diklasifikasikan menjadikan tiga kategori: rasional, psikologi dan budaya yang kemudian dapat dijabarkan lebih luas menjadi:
•Membebaskan TanahAir. Pejuang-pejuang  Palestina pada 15 November 1988          memproklamasikan kemerdekaannya di Aljazair. Dalam mencapai tujuan tersebut pada akhirnya PLO terbagi atas dua front yaitu front Intifada dan gerakan radikal garis keras (HAMAS). Bagi negara Israel, PLO bagaimanapun bentuknya digolongkan ke dalam kelompok teroris.
• Memisahkan diri dari pemerintah yang sah (separatis). IRA (Irish Republica Army) dengan segala bentuk kegiatannya di cap sebagai terorisme oleh pemerintah Inggris.
• Sebagai protes sistem sosial yang berlaku. Brigade Merah Italia, yang bertujuan untuk membebaskan Italia dari kaum kapitalis multinasionalis, oleh pemerintah Italia dimasukkan ke dalam kelompok.
• Menyingkirkan musuh-musuh politik.   Banyak digunakan Kadafi untuk menyingkirkan lawan-lawan politiknya dengan cara mengirimkan Dead Squad untuk membunuh. Yang paling menonjol usaha membunuh bekas Perdana Menteri Libya A. Hamid Bakhoush di Mesir yang menggunakan pembunuh-pembunuh bayaran dari Eropa.
SIFAT INTERNASIONAL DARI TERORISME
• Melaksanakan tindakan kekerasan dengan melibatkan lebih dari satu negara. Kasus pembajakan pesawat komersial tidak dapat di tangani oleh satu negara saja.
• Kekerasan yang menarik perhatian dunia. Aksi-aksi yang dilakukan oleh gerakan teroris senantiasa akan mengundang publikasi yang luas.
• Tidak mempedulikan kepentingan negara dimana aksi teror itu di laksanakan.
TUJUAN TERORISME
Tujuan dari teroris dapat di bedakan menjadi tujuan jangka panjang dan tujuan jangka pendek.
Tujuan jangka pendek
• Memperoleh pengakuan dari lokal, nasional maupun dunia Internasional atas perjuangannya.
• Memicu reaksi pemerintah, over reaksi dan tindakan represif yang dapat mengakibatkan keresahan di masyarakat
• Mengganggu, melemahkan dan mempermalukan pemerintah, milier atau aparat keamanan lainnya.
• Menunjukkan ketikamampuan pemerintah dalam melindungi dan mengamankan waganya.
• Memperoleh uang ataupun perlengkapan.
• Mengganggu atau menghancurkan sarana komunikasi maupun transportasi.
• Mencegah ataupun menghambat keputusan dari badan eksekutif atau legislatif.
• Menimbulkan mogok kerja.
• Mencegah mengalirnya investasi dari pihak asing atau program bantuan dari luar negri.
• Mempengaruhi jalannya pemilihan umum
• Membebaskan tawanan yang menjadi kelompok mereka
• Memuaskan atau membalaskan dendam.
Beberapa kelompok teroris menggunakan aksi-aksi teror yang bertujuan jangka pendek tersebut untuk melemahkan pihak pemerintah untuk mencapai tujuan jangka panjang mereka.
Tujuan jangka panjang
• Menimbulkan perubahan dramatis dalam pemerintahan seperti revolusi, perang saudara atau perang antarnegara.
• Menciptakan kondisi yang menguntungkan bagi pihak teroris selama perang gerilya.
• Mempengaruhi kebijaksanaan pembuat keputusan baik dalam lingkuplokal, nasional atau internasional.
• Memperoleh pengakuan politis sebagai badan hukum untuk mewakili suatu suku bangsa atau kelompok nasional.
CARA KERJA JARINGAN TERORISME INTERNASIONAL
dari fakta-fakta yang ada diketauhi bahwa hubungan antara kelompok-kelompok terorisme secara tertutup telah terjalin. ada kerja sama antara kelompok terorisme. Meskipun tidak ada konspirasi internasional yang jelas antarkelompok terorisme, namun trend yang ada menunjukkan peningkatan kerja sama antara kelompok teroris di dunia. Kerja sama ini meliputi bantuan dalam hal sumber daya, tenaga ahli, tempat perlindungan bahkan partisipasi dalam operasi bersama. Seiring dengan berkembangnya kerja sama antarkelompok teroris, efisiensi dari operasio-nal kelompok terorisme tersebut serta daerah operasional aksi terornya juga meningkat. Di beberapa negara tertentu pemerintah justru mendukung adanya kerja sama antar kelompok terorisme ini. Mereka memberikan dukungan logistik, mengorganisir pertemuan antarpimpinan dari kelompok yang berbeda serta memberikan bantuan dalam pelaksanaan operasinya. pemerintah ini menganggap penggunaan terorisme ini sebagai alternatif dari perang konvensional. Pada intinya pemerintah memanfaatkan kelompok teroris ini sebagai tentara cadangan mereka. Ada beberapa peristiwa penting mengenai kerja sama antarkelompok teroris dunia antara lain:
• Pertemuan Di Badawi. Sesudah pertemuan di Badawi pada tahun 1971 yang di hadiri berbagai perwakilan organisasi teroris Eropa dan Timur Tengah. Menimbulkan kerja sama dalam pelaksanaan aksi teroris. (Peristiwa serangan lapangan terbang Tel Aviv, Mei 1972)
• Pertemuan Larnaca. Kerja sama yang dibangun dalam pertemuan di Badawi dilanjutkan kemudian dengan pertemuan di Larnaca (Siprus) dalam tahun 1997 yang mengembangkan kerja sama taktis dalam hubungan saling bantu dan saling memperkuat. Usaha tersebut diarahkan untuk menjamin sukses yang lebih besar dalam aksi-aksi teror, karena di sadari bahwa di samping kemampuan masing-masing organisasi, di butuhkan pula kerja sama yang lebih luas dengan organisasi lain yang serupa.
• Kasus pemboman Konsulat Amerika di pakistan. Al Qaeda membayar sejumlah teroris sektarian lokal Pakistan untuk merencanakan peledakan bom di luar gedung Konsulat Amerika yang menewaskan 12 warga Pakistan (8 mei 2002).
OPERASI TERORIS
Operasi teroris biasanya dilaksanakan oleh elemen klandestin yang di latih dan diorganisir secara khusus. Tindakan pengamanan yang ketat biasanya di berlakukan setelah sasaran operasi dipilih. Anggota tim biasanya tidak di pertemukan sebelum pelaksanaan latihan pendahuluan sesaat sebelum berangkat menuju sasaran. Pengintaian biasanya dilaksanakan oleh elemen atau  personel yang bertugas khusus sebagai intelijen khusus. Untuk memperbesar kemungkinan keberhasilan pelaksa-naan operasi lebih banyak serangan yang di rencanakan dari pada di lancarkan. Teroris senantiasa mencari dan mengeksploitir titik lemah dari sasaran yang tidak dilindungi atau  kurang pengamanannya. Karakteristik dari operasi teroris adalah kekerasan, kecepatan, dan pendadakan.
METODE
Teroris biasanya beroperasi dalam hubungan unit kecil yang terdiri dari personel yang terlatih menggunakan senapan otomatis ringan, granat tangan, bahkan peledak amunisi, dan radio transistor, Sebelum pelaksanaan operasi teroris biasanya berbaur dengan masyarakat setempat untuk menghindari deteksi dari aparat keamanan. Setelah pelaksanaan operasi mereka kembali bergabung dengan masyarakat untuk memperbesar kemungkinan pelolosan mereka.




drs dadeng hidayat
image-url-apps
pertamax
image-url-apps
kwduax
KASKUS Ads
image-url-apps
ketigax
KARAKTERISTIK TERORISME
• Karakteristik Organisasi yang meliputi: organisasi, rekrutmen, pendanaan, dan hubungan intermasional.
• Karakteristik Operasi yang meliputi: perencanaan, waktu, taktik, dan kolusi.

MOTIF TERORISME
• Menyingkirkan musuh-musuh politik.


TUJUAN TERORISME
• Memperoleh uang ataupun perlengkapan.
• Memuaskan atau membalaskan dendam.
• Menimbulkan perubahan dramatis dalam pemerintahan seperti REVOLUSI
• Memperoleh pengakuan politis sebagai badan hukum untuk mewakili suatu suku bangsa atau kelompok nasional.

kok mirip nastaik cebonger yak..??

emoticon-Traveller
Quote:


TUJUAN TERORISME
• Memperoleh uang ataupun perlengkapan ---> wowow minta2 sumbangan
• Memuaskan atau membalaskan dendam---> jelas lah, keok di pilpres 2014
• Menimbulkan perubahan dramatis dalam pemerintahan seperti revolusi---> makar melalui gerakan ganti presiden tapi isinya orang2 HTI
• Memperoleh pengakuan politis sebagai badan hukum untuk mewakili suatu suku bangsa atau kelompok nasional---> dibubarin kek HTI tapi masih ngotot minta diakui

pas nasbungpret banget emoticon-Leh Uga
×