alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Reformasi koperasi berbuah manis, tapi belum ideal
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b48801e96bde60c248b4591/reformasi-koperasi-berbuah-manis-tapi-belum-ideal

Reformasi koperasi berbuah manis, tapi belum ideal

Reformasi koperasi berbuah manis, tapi belum ideal
Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Menko Perekonomian Darmin Nasution (dua kanan), Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga (tengah), Gubernur Banten Wahidin Halim (dua kiri) dan Ketua Umum Dekopin Nurdin Halid (kiri) saat peringatan Hari Koperasi Nasional ke-71 di ICE BSD Tangerang, Banten, Kamis (12/7/2018).
Koperasi Indonesia masih terus berjuang untuk memperluas basis partisipasi masyarakat hingga bisa bersaing dengan lembaga jasa keuangan lainnya.

Dalam rancangan Nawacita Presiden Joko "Jokowi" Widodo, koperasi dituntut untuk dapat meningkatkan daya saing di pasar internasional. Di samping itu, organisasi ini pun dibebani untuk mengoptimalisasi pelbagai sektor strategis ekonomi di domestik dalam upaya mewujudkan kemandirian ekonomi.

Saat merayakan puncak peringatan Hari Koperasi Nasional ke-71 di ICE, BSD, Tangerang, Banten, Kamis (12/7/2018), Jokowi berharap koperasi menjadi tempat atau wadah belajar bagi para anggotanya sehingga sistem ekonomi gotong royong bisa semakin berkembang di Tanah Air.

Melalui koperasi, kata Jokowi; anggota koperasi bisa belajar mengenai pemasaran, variasi produk, manajemen, dan lain-lain.

"Koperasi harus layak menjadi tempat para anggota untuk belajar bersama, karena itu lah prinsip Koperasi yakni gotong royong," ujar Jokowi dalam keterangan resmi yang dikutip pada Jumat (13/7).

Inisiatif pemerintah untuk membenahi koperasi secara total muncul pada akhir 2014. Melalui Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop dan UKM), pemerintah mereformasi total tubuh koperasi melalui tiga langkah strategis yang bisa dilakukan; yakni reorientasi, rehabilitasi, dan pengembangan.

Menurut Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Puspayoga, penataan koperasi cukup berhasil empat tahun belakangan. Perbaikan dilakukan pada aspek penggerak koperasi, masyarakat, dan kelembagaan.

"Masyarakat mulai menyadari bahwa kualitas koperasi adalah yang terpenting, bukan mengejar kuantitas lembaga koperasi," ujar Puspayoga saat dihubungi oleh Beritagar.id, Jumat (13/7).

Pendataan koperasi benar-benar dibenahi sehingga menyajikan data akurat mengenai jumlah koperasi aktif.
Reformasi koperasi berbuah manis, tapi belum ideal

Lokadata Beritagar.id mencatat, jumlah koperasi pada 2017 mencapai 152.714 unit. Jumlah tersebut terus meningkat selama kurun 12 tahun terakhir.

Namun, dalam rangka pemutakhiran data Kemenkop dan UKM sempat membubarkan sebanyak 40.013 karena dianggap tidak lagi aktif.

Pembubaran koperasi nonaktif tersebut sempat memengaruhi tren volume usaha dan Sisa Hasil Usaha (SHU) sehingga merosot tajam pada 2016, dengan penurunan masing-masing mencapai 32 persen dan 64,7 persen.

Meski sempat menurun pada 2016, angka tersebut melonjak tajam setahun sesudahnya, atau setelah program reformasi koperasi dijalankan oleh pemerintah.

Kemenkop dan UKM juga mencatat adanya pertumbuhan kontribusi koperasi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Pada 2017, koperasi mampu berkontribusi hingga 4,48 persen terhadap PDB. Angka tersebut melejit lebih dari dua kali lipat jika dibandingkan sebelum adanya program reformasi koperasi pada 2014 yang hanya mencapai 1,71 persen.

Menurut Puspayoga, hasil ini merupakan sebuah lompatan positif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui koperasi dan pelaku usaha baru.

Dia mengungkapkan, koperasi juga sudah berkembang signifikan. Saat ini sudah ada koperasi melalui anak usahanya yang tercatat di Bursa Efek Indonesia; yakni anak usaha Kospin Jasa, PT Jiwa Syariah Jasa Mitra Abadi (JMAS). Disamping itu, dua koperasi kini menjadi penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR).

"Koperasi kalau dikelola baik akan sangat besar," tegasnya.

Kendati demikian, dari segi penyaluran kredit oleh koperasi masih kalah jika dibandingkan dengan penyaluran kredit yang dilakukan oleh perbankan, khususnya dari program KUR.

Pada 2017, persentase rumah tangga yang menerima kredit dari koperasi mencapai 4,8 persen lebih rendah dari kredit selain KUR dari bank umum yang mencapai 5,5 persen dan KUR yang mencapai 5,1 persen.

Dari segi wilayah, Bali tercatat sebagai provinsi yang rumah tangganya menerima kredit koperasi paling tinggi; yakni mencapai 17,4 persen dari total rumah tangga.
Reformasi koperasi berbuah manis, tapi belum ideal

Melihat perkembangan yang ada, kondisi koperasi di Indonesia dianggap masih jauh dari kata ideal.

Menurut Direktur Kopkun Institute dan Peneliti Lembaga Studi dan Pengembangan Perkoperasian Indonesia (LSP2I), Firdaus Putra, koperasi harus terus melakukan reformasi di organisasinya--khususnya dalam menghadapi persaingan lembaga keuangan pada era digital.

Ia menilai, pemerintah harus fokus dalam mengolah Online Database System dalam rangka pemutakhiran data koperasi. "Dengan memiliki reliable database, maka koperasi akan semakin mudah dalam menentukan kebijakan strategis ke depan," ujar Firdaus saat berbincang dengan Beritagar.id, Kamis (13/7).

Lebih lagi, koperasi perlu melakukan perubahan secara terukur dan bertahap menuju koperasi yang mandiri dan berdaulat.

"Pengembangan koperasi tersebut dapat ditempuh salah satunya dengan memfokuskan koperasi pada sektor riil yang memiliki orientasi ekspor, digital ekonomi, dan padat karya," ucapnya.

Menurutnya, reformasi koperasi pun harus melahirkan sistem koperasi sebagai organisasi yang kaya fungsi dan efisien serta ditunjang dengan manajemen yang profesional.

"Sehingga tidak dapat dihindarkan bahwa modernisasi manajemen bisnis dan organisasi koperasi dengan berbasis IT menjadi sebuah keharusan."
Reformasi koperasi berbuah manis, tapi belum ideal


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...pi-belum-ideal

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Reformasi koperasi berbuah manis, tapi belum ideal Sebagian besar sektor menghijau, IHSG ditutup naik

- Reformasi koperasi berbuah manis, tapi belum ideal Vonis ringan untuk pembantai orangutan

- Reformasi koperasi berbuah manis, tapi belum ideal KPU tak akan perpanjang pendaftaran caleg

Urutan Terlama


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di