alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Inalum Resmi Caplok 51 Persen Saham Freeport
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b4877c560e24be9108b4567/inalum-resmi-caplok-51-persen-saham-freeport

Inalum Resmi Caplok 51 Persen Saham Freeport

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyaksikan penandatanganan pokok-pokok kesepakatan divestasi saham PT Freeport Indonesia antara PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) dan Freeport McMoran Inc. Inalum diwakili oleh Direktur Utama Budi Gunadi sementara Freeport diwakili oleh Presiden Direktur McMoran Richard Adkerson.

"Pada hari ini tanggal 12 Juli 2018, hari Kamis baru saja dilakukan Head of Agreement (HoA) antara Inalum dengan Freeport McMoran (FCX) dan Freeport Indonesia, Rio Tinto," ujar Menkeu Sri di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (12/7/2018).

BACA JUGA
Jokowi: Tak Mudah Ambil Alih 51 Persen Saham Freeport
Jokowi: RI Resmi Kuasai 51 Persen Saham Freeport
Freeport Indonesia Buka Lowongan Kerja, Cek Syaratnya di Sini!

Menkeu Sri mengatakan, Head of Agreement (HoA) ini merupakan suatu langkah maju dan strategis untuk mewujudkan kesepakatan Republik Indonesia dan PT Freeport Indonesia dan Freeport McMoran pada 27 Agustus 2017 lalu.

"Dengan ditandatanganinya Head of Agreement, maka telah dicapai proses divestasi sebagaimana telah dilakukan penandatangan oleh Inalum dan Freeport McMoran," jelas Sri Mulyani.

Penandatanganan ini juga dihadiri oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignatius Jonan serta Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya. Sementara Freeport dihadiri juga oleh Executive Director Freeport Indonesia Tony Wenas.

https://www.liputan6.com/bisnis/read...saham-freeport

Quote:




Inalum Kucurkan USD 3,85 Miliar untuk Akuisisi 51 Persen Saham Freeport

Liputan6.com, Jakarta PT Indonesia Asahan Aluminium atau Inalum (Persero), Freeport McMoRan Inc (FCX) dan Rio Tinto menandatangani Pokok-Pokok Perjanjian (Head of Agreement) terkait penjualan saham Freeport dan hak partisipasi Rio Tinto di PT Freeport lndonesia (PTFI) ke Inalum.

Kepemilikan Inalum di PTFI setelah penjualan saham dan hak tersebut menjadi sebesar 51 persen dari semula 9,36 persen.

Pokok-pokok perjanjian ini selaras dengan kesepakatan pada tanggal 12 Januari 2018 antara Pemerintah Indonesia, Pemerintah Provinsi Papua, dan Pemerintah Kabupaten Mimika. Di Pemerintah daerah akan mendapatkan saham sebesar 10 persen dari kepemilikan saham PTFI.

Dalam perjanjian tersebut, Inalum akan mengeluarkan dana sebesar USD 3,85 miliar untuk membeli hak partisipasi Rio Tinto di PTFI dan 100 persen saham FCX di PT Indocopper lnvestama, yang memiliki 9,36 persen saham di PTF. Para pihak akan menyelesaikan perjanjian jual beli ini sebelum akhir tahun 2018.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan Pemerintah berkomitmen untuk menjaga iklim investasi yang kondusif untuk memberikan kepastian kepada investor yang berinvestasi di lndonesia.

"Dengan ditandatanganinya Pokok-Pokok Perjanjian ini kerjasama FCX dan lnalum diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan nilai tambah industri ekstraktif ke depan serta memberi nilai kemakmuran bagi masyarakat Indonesia," jelasnya di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Kamis (12/7/2018).

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengatakan BUMN memiliki kepedulian, komitmen dan dedikasi yang tinggi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua. Sejalan dengan fungsi BUMN sebagai agen pembangunan, BUMN akan menjadi ujung tombak proses hilirisasi industri pertambangan di Indonesia.

"Hal tersebut guna memberi nilai tambah maksimal bagi masyarakat, termasuk menjalankan usaha pertambangan secara profesional dan bertanggungjawab berlandaskan prinsip good corporate governance," ujar Menteri Rini.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan mengatakan dengan ditandatanganinya perjanjian ini maka keseluruhan kesepakatan dengan FCX yang meliputi divestasi 51 persen saham, perubahan dari Kontrak Karya menjadi IUPK, telah dapat diselesaikan, termasuk komitmen pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian. Oleh sebab itu PTFI mendapatkan perpanjangan IUPK Operasi Produksi maksimal 2x10 tahun.

"Kami harapkan nilai tambah komoditi tembaga dapat terus ditingkatkan melalui pembangunan pabrik peleburan tembaga berkapasitas 2 sampai 2,6 juta ton per tahun dalam waktu 5 tahun," jelasnya.

Berdasarkan laporan keuangan 2017 yang telah diaudit, Freeport Indonesia membukukan pendapatan sebesar USD 4,44 miliar, naik dari USD 3,29 miliar di tahun 2016. Perusahaan ini juga membukukan laba bersih sebesar USD 1,28 miliar, naik dari USD 579 juta.

PTFI memiliki cadangan terbukti (proven) dan cadangan terkira (probable) untuk tembaga sebesar 38,8 miliar pound, emas sebesar 33,9 juta toz (troy ounce) dan perak sebesar 153,1 juta toz.

Sementara itu pada tahun 2017 Inalum membukukan pendapatan sebesar USD 3,5 miliar dengan laba bersih konsolidasi mencapai USD 508 juta. Holding Industri Pertambangan Inalum juga tercatat memiliki sumber daya dan cadangan nikel sebesar 739 juta ton, bauksit 613 juta ton, timah 1,1 juta ton, batubara 11.5 miliar ton, mas 1,6 juta toz dan Perak sebesar 16,2 juta toz.

https://www.liputan6.com/bisnis/read/3587275/inalum-kucurkan-usd-385-miliar-untuk-akuisisi-51-persen-saham-freeport
Diubah oleh dybala.mask
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!

Pemerintah lewat Inalum caplok saham FI dari yg 9% jadi 51% .Dana 50-an T dari pinjaman ke bbrp bank bumn. Ntar saham 51% di share 10% ke pemprov papua

Quote:



Kenapa tidak ditunggu sampai 2021 kontraknya habis biar gratis?

jawabnya:

Jonan menyampaikan, bisa saja pemerintah membiarkan kontrak Freeport Indonesia habis di 2021, namun adakah yang sanggup meneruskan pengelolaan tambang raksasa yang sangat kompleks tersebut?

"Kalau menunggu sampai 2021 bisa saja. Tapi itu yang diserahkan kembali dan menjadi hak negara hanya konsesi tambangnya saja, dan Freeport sesuai UU Lingkungan Hidup wajib melakukan konservasi/rehabilitasi tambangnya. Namun, semua peralatan tambang akan dibawa pulang oleh Freeport. Pertanyaannya, sanggupkah kita melanjutkan tambang itu lagi tanpa jeda yang panjang," papar Jonan.

"Banyak pihak yang merasa ahli, jawabannya bisa, meski mereka belum pernah menjalankan tambang sebesar itu seumur hidupnya," kata Jonan.

Baca juga: Jonan: Freeport Harus Jual 51% Saham ke Pemerintah Sebelum 2021

Dia bercerita, saat dirinya memimpin PT Kereta Api Indonesia (KAI). Banyak pihak yang mengkritiknya dalam membenahi pelayanan di BUMN transportasi tersebut, dan sekarang kenyataannya, perubahan besar terjadi di KAI.

"Kalau kita mau menambang ulang (di Freeport) perlu waktu berapa lama untuk kembali menambang? Bisa enggak 1 atau 5 tahun karena kita harus membangun kembali peralatan dan infrastruktur yang diambil kembali oleh Freeport. Saya mau tahu," kata Jonan.

Bila kontrak Freeport dibiarkan habis oleh pemerintah, dan tambang baru tidak segera dilakukan, maka implikasinya kepada ekonomi di Papua akan besar. Bagi negara tidak banyak masalah, karena penerimaan negara dari Freeport hanya sekitar US$ 1 miliar. Yang menjadi masalah adalah dampaknya kepada kehidupan masyarakat di Papua.

Coba dibayangkan 2021, semua peralatan yg nilainya hampir 100T dibawa pulang oleh Freeport, maka kita harus investasi kembali untuk meneruskan pertambangan tersebut, dan itu perlu waktu cukup panjang. Lalu, terjadi proses waktu yang cukup panjang dan mengganggu operasi serta kehidupan masyarakat dan pekerja di sana serta semua pemasok yang menggantungkan hidupnya selama ini.

"Jadi 51% yang didapatkan pihak Indonesia itu adalah berupa peralatan dan sistem manajemen, bukan tambangnya. Tambang itu adalah miik negara," jelas Jonan.

"Kalau ada yang bilang saya bisa mengoperasikan dan mengerti teknologinya, tanpa ada destruksi (gangguan), kalau ada tolong orangnya ke saya. Kalau komentar jangan hanya asal komentar," tutup Jonan.
Udah HoA tuh, ayo silahkan yg mau nyinyir emoticon-Ngakak (S)
Bohong!
Baru sebatas kemungkinan saja

Quote:


Lagian, belum ada sertifikasi dari MUI jadi kehalalannya masih diperdebatkan emoticon-Mad
Tapi bener juga kata oposisi, ini kan masih Head of Agreement. Ntar kalau Sale and Purchase Agreement ditandatangani, baru sekalian buat konferensi pers besar2an.
Oposisi mah baik.......dimana2 klo mau buat kesepakatan big value ya harus ada MOU/HOA....lu pikir macam CV ujuk2 pake PO....Tol baik
Dalam perjanjian tersebut, Inalum akan mengeluarkan dana sebesar USD 3,85 miliar untuk membeli hak partisipasi Rio Tinto di PTFI dan 100 persen saham FCX di PT Indocopper lnvestama, yang memiliki 9,36 persen saham di PTF. Para pihak akan menyelesaikan perjanjian jual beli ini sebelum akhir tahun 2018.


baiklah
jadi realisasinya sebelum akhir 2018

kita tunggu saja semoga lancar.karena ini untuk kebaikan bangsa

lepasin dulu baju nastak nasbung kalian mari kita bersatu dukung pemerintah menguasai freeport untuk kesejahteraan bangsa
Quote:



HoA yang itu memang proses pertama...

artinya sudah ada langkah nyata, ga cuma wancana forever emoticon-Leh Uga
Quote:


Sorry to say, keberhasilan pemerintah = bencana bagi nasbung emoticon-Ngakak (S)
semoga ga jadi rebutan aja dah
Quote:


ntar pun pasti akan ditemukan lagi cacat celanya sama nasbung
Quote:


nasbung dapet peluru baru nih tahun depan emoticon-Big Grin
semoga aja bukan tipu-tipuan pemerintah joko emoticon-Big Grin
Pernyataan tolol pertama: "Kontrak Freeport akan habis tahun 2021, ngapain divestasi saham, nanti juga jadi milik negara 100%?"

1. Kontrak habis, bukan berarti aset Freeport (20 miliar USD) otomatis jadi milik negara. Mesin-mesin, peralatan, kendaraan, pipa besi, sampai sepatu bot, tetap milik Freeport. Situ mau maling barang orang?

2. Freeport itu tambang kompleks, tidak seperti Antam, kita belum mampu mengelolanya. Salah kelola bisa jadi bencana. Divestasi adalah jalan tengah, menyelam sambil minum susu.

Pertanyaan tolol kedua: "Mau divestasi, emangnya punya duit? Mau jual BUMN ya?"

1. Duit cash Inalum saja ada 20 triliun. Itu perusahaan holding tambang, kalian pikir jualan kerupuk? Asetnya sangat besar, kemampuan finansialnya juga tinggi.

2. Duit 53 triliun untuk beli saham Freeport itu kecil bagi BUMN perbankan. Sudah ada 11 bank yang siap mengucurkan dana 72 triliun untuk Inalum.

Pertanyaan tolol ketiga: "Freeport terus merugi, kenapa dibeli, bukankah itu akan memberatkan Pemerintah?"

1. Yang merugi itu perusahaan induknya, yaitu Freeport-McMoRan. Perusahaan itu banyak tambangnya, dan penyumbang kerugian itu salah satunya perusahaan perminyakan.

2. Tahun 2016 saja pendapatan Freeport Indonesia 50 triliun. Pemerintah dengan saham mayoritas akan dapat bagian lebih besar. Belum lagi kalau smelter sudah dibangun, keuntungan negara akan lebih banyak.

Pertanyaan tolol keempat: "Saham 40% yang dibeli itu sebenarnya Participating Interest Rio Tinto terhadap Freeport. Padahal itu akan berakhir tahun 2021, kenapa dibeli?"

1. Hak kelola bahan tambang punya Rio Tinto itu "dikonversi" jadi saham. Itu urusan Freeport dengan Rio Tinto. Urusan Inalum kepemilikan saham dengan Freeport.

2. Bagaimana mungkin membeli saham Freeport jika mereka masih ada kesepakatan dengan perusahaan lain? Kesepakatan itu harus diselesaikan dulu, baru Inalum bisa masuk.

Pertanyaan tolol kelima: "Sejak dulu Pemerintah tak mau mengambil alih Freeport, kenapa sekarang diambil, pasti ada apa-apanya?"

1. Dulu banyak mafia tambang, Pemerintah takut dan terlibat bagi komisi dengan mereka. Sekarang Pemerintah tak punya "dosa" jadi mafia itu dihajar semua.

2. Pemerintah bersikap adil, karena kita bukan negara komunis. Kalau pemerintah main gencet, investor akan kabur. Itu bahaya.

Ada pertanyaan tolol lain?
Quote:


udah tahu perusahaan milik kafir ngapain dibeli, harusnya dibakar, dimusnahkan


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di