alexa-tracking

Kesepakatan Awal Divestasi Freeport Masih Lemah di Mata Hukum

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b486d8f1854f7d4638b4568/kesepakatan-awal-divestasi-freeport-masih-lemah-di-mata-hukum
Kesepakatan Awal Divestasi Freeport Masih Lemah di Mata Hukum
Kesepakatan Awal Divestasi Freeport Masih Lemah di Mata Hukum
Dirut PT Inalum Budi Gunadi Sadikin bersama Freeport Chief Executive Richard Adkerson menandatangani kesepakatan kepemilikan saham, disaksikan oleh perwakilan pihak pemerintah. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Jakarta, CNN Indonesia -- Meski telah mencapai langkah baru, kekuatan Perjanjian Pendahuluan (Head of Agreement/HoA) terkait Pokok-pokok Perjanjian Divestasi Saham PT Freeport Indonesia oleh pemerintah masih lemah di mata hukum.

"HoA adalah Nota Kesepahaman saja atau bahasa hukumnya Perjanjian Pendahuluan. Ini merupakan kesepakatan awal untuk menuju perjanjian berikutnya,"
ujar Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum Energi dan Pertambangan (PUSHEB) Bisman Bhaktiar kepada CNNIndonesia.com, Jumat (13/7).

Artinya, pemerintah belum bisa mengklaim telah mengambil alih 51 persen saham anak perusahaan dari Freeport-McMoran itu. Penguasaan saham, lanjut Bisman, baru terjadi setelah transaksi penjualan saham Freeport-McMoran dan hak partisipasi Rio Tinto di Freeport Indonesia ke PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) benar-benar terealisasi.

"Hingga hari ini, tidak ada pengambilalihan saham Freeport Indonesia dan belum ada perikatan hukum apa-apa," tegas Bisman.

Hal itu juga diperkuat dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh Freeport Indonesia terkait penandatangan HoA. Dalam rilis resminya, Freeport menyatakan kesepakatan (HoA) tersebut adalah bagian dari proses yang memungkinkan pemerintah untuk memiliki 51 persen saham PT Freeport Indonesia.


"Jadi, proses yang memungkinkan. Artinya, bisa mungkin dan bisa saja tidak mungkin," katanya.

Menurut Bisman, nilai kesepakatan transaksi penjualan saham juga bisa berubah dari yang diperjanjikan dalam HoA. Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menyebutkan nilai penjualan saham Freeport-McMoran dan hak partisipasi Rio Tinto di Freeport Indonesia mencapai US$3,85 miliar.

Jika menggunakan proyeksi arus kas hingga 2041, Bisman mengingatkan bahwa di mata hukum, operasional Freeport berdasarkan kontrak kerja hanya akan sampai 2021.

"Penentuan harga harus adil dan menggunakan harga yang semestinya karena ini berpotensi terjadi skandal luar biasa besar kalau sampai terjadi kemahalan atas harga yang dibayar dan berakibat merugikan keuangan negara," jelasnya.

Kemudian, konsekuensi dari rencana penarikan utang Inalum untuk membiayai transaksi divestasi juga perlu menjadi perhatian. Pasalnya, apabila aksi korporasi yang dilakukan ternyata merugi, efeknya akan negatif ke keuangan negara.

Kendati demikian, dari sisi negosiasi, upaya pemerintah patut diapresiasi karena penandatangan HoA merupakan suatu kemajuan.

Hanya saja, ia menyayangkan pemerintah yang telah memberikan jaminan keberlanjutan program dan perpanjangan operasional Freeport Indonesia hingga 2041 kepada Freeport-McMoran. Karenanya, Bisman menilai kesepakatan antara keduanya tidak adil.

"Saham 51 persen itu baru kemungkinan, tetapi perpanjangan 2041 sudah keputusan," terang dia.

Secara terpisah, Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kurtubi tidak melihat ada hambatan untuk melaksanakan kesepakatan yang tertuang dalam HoA. Karenanya, Kurtubi optimistis divestasi 51 persen saham Freeport Indonesia kepada Inalum akan segera terealisasi.

Menurut Kurtubi, beberapa bulan lalu muncul keraguan akan terealisasinya divestasi 51 persen karena faktor Rio Tinto sebagai pemilik 40 persen hak partisipasi tambang Grasberg Freeport Indonesia belum muncul.

"Sekarang sudah jelas, hak partisipasi akan dibeli dan dikonversi menjadi saham dan ada kesepakatan untuk itu," tuturnya.

Sebelumnya, Direktur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin memperkirakan proses divestasi rampung pada akhir Agustus 2018. Untuk membiayai divestasi saham tersebut, rencananya Inalum bakal menggunakan fasilitas kredit sindikasi dari 11 bank. (lav/bir)

Sumur

Ternyata masih perjanjian awal emoticon-Hammer (S)

Ane tambahan qoute agan cuman.numpang yang nyambung ke press releasenya Rio Tinto

Quote:
image-url-apps
Artinya, pemerintah belum bisa mengklaim telah mengambil alih 51 persen saham anak perusahaan dari Freeport-McMoran itu. Penguasaan saham, lanjut Bisman, baru terjadi setelah transaksi penjualan saham Freeport-McMoran dan hak partisipasi Rio Tinto di Freeport Indonesia ke PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) benar-benar terealisasi.


jadi kapan realisasinya ?
Quote:


Tanya si Owi, soalnya secara resmi baru mungkin. Bisa iya bisa tidak dan yang omong pakar kagak politisi tukang ngibul
KASKUS Ads
image-url-apps
langkah yg baik harusnya diapresiasi, tapi jangan langsung klaim juga karena langkah ke tujuan masih sangat panjang

kita rakyat jelata mah cuma bisa nonton
Quote:


Harganya aja belum deal gan emoticon-Hammer (S)
image-url-apps
Permasalahan pokok adalah duit utk bayar saham blm kumpul

Bank yg disebutin blm jelas bank mana saja.

Kasarnya duit blm ada. ngutang dolo boleh ga?
Quote:


Jujur aje ane pesimis soalnya Freport itu upah Amerika bantu Indonesia nglawan menlen.
image-url-apps


Quote:


duitnya ada tergantung kita mau ngutang apa gk
image-url-apps
bisman ?

sejak kapan bisman pernah setuju dgn kebijakan pemerintah ?

berita seperti ini adalah seperti tamparan keras utk beliau...

yang vokal begini ilang tanpa jejak saat sudah menduduki posisi strategis emoticon-Leh Uga
image-url-apps
sebagai rakyat jelata tentu kita ikut senang apabila pemerintah betul betul berhasil menguasai 51% saham fi ,
setoran dari fi bisa utk nyicil hutang dan bantu kesejahteraan rakyat.
sudah selayaknya kita dukung pemerintah merealisasikan divestasi sesegera mungkin
Quote:


harga udah deal gan 3,85 M USD...bayarnya yang belum
Quote:


Udah buka harga 3,5 M USD tuh, si Kodok ada duit atau kagak emoticon-Hammer (S)

Quote:


Duitnya dari bank mana, udah ada MOU-nya atau kagak.
Quote:

https://www.riotinto.com/media/media...237_25822.aspx
Rio Tinto, PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) (Inalum), and Freeport McMoran Inc. (FCX) have signed a non-binding agreement in relation to the future ownership of the Grasberg mine in Indonesia.
.
.
Given the terms that remain to be agreed, there is no certainty that a transaction will be completed. Any final agreements will be subject to approval by the necessary government regulators and authorities.
===
tapi memang kenyataan itu pahit, kadang lebih enak kalau hidup dalam kebohongan emoticon-Sorry
image-url-apps
Joko pekok penipu kok dipercaya. Omongan nya anggap saja angin kentut
image-url-apps
Bismam nasbung sejati emoticon-Cool
image-url-apps
Kata abang hebatpart tadi malam, freeport itu cuma sekelas pabrik tahu bagi amerika serikat. Kita kok heboh banget sih, amerika biasa biasa aja
Quote:


Kenyataan memang pahit teman

Quote:


image-url-apps
Ga mungkin...PASTI sdh fix emoticon-Mad

Kesepakatan Awal Divestasi Freeport Masih Lemah di Mata Hukum
image-url-apps
Ane baca di artikel lain lebih baik byr skrg , opsi RI saat ini adalah bayar US$3 miliar sekarang atau US$6 miliar (berpotensi naik) pada 2021 nanti. Itung2an 6 miliar dari sini

Terdapat ketentuan dalam KK Freeport yang menegaskan bahwa Indonesia tidak mendapat tambang bekas Freeport secara gratis saat kontrak habis.

Pasal 22 ayat 1 KK mengatur setelah jangka waktu berakhir, semua kekayaan milik Freeport yang bergerak atau tidak di wilayah proyek harus ditawarkan ke pemerintah dengan nilai pasar yang tidak lebih rendah dari nilai buku.
image-url-apps
Yg penting viral dulu,entah nanti diambil china atau negara mana Kesepakatan Awal Divestasi Freeport Masih Lemah di Mata Hukum
×