alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
REVIEW & ULASAN FILM THE SHAPE OF WATER
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b4869d8947868c3028b456a/review-amp-ulasan-film-the-shape-of-water

REVIEW & ULASAN FILM THE SHAPE OF WATER

Guillermo del Toro telah membuktikan dirinya sebagai auteur sejati lewat film ini dengan memenangkan berbagai ajang penghargaan tahun ini

The Shape Of Water adalan film yang disutradarai oleh Guillermo del Toro yang sebelumnya penah menyutradarai film box office lain seperti The Devil’s Backbone (2001), Pan’s Labyrinth (2006), Blade II (2002), Hellboy (2004), Hellboy II: The Golden Army (2008), dan Pacific Rim (2013). Satu hal yang menarik dari film Del Toro kali ini adalah karena The Shape Of Water memenangkan banyak penghargaan dalam banyak kategori di berbagai ajang penghargaan film bergengsi seperti Golden Lion90th Academy Awards (Oscar), 75th Golden Globe Awards, 71st British Academy Film Awards, dan 23rd Critics' Choice Awards. Kalian pasti penasaran kan film seperti apa yang berhasil memenangan banyak penghargaan seperti itu?

The Shape Of Water bercerita tentang seorang gadis bernama Elisa Esposito (Sally Hawkins). Seorang yatin piatu yang ditemukan di sungai dengan luka di lehernya. Ia bisu dan hanya berkomunikasi melalui bahasa isyarat. Setelah dewasa, ia tinggal sendirian di sebuah apartemen di atas sebuah gedung bioskop yang sepi pengunjung. Ia bekerja sebagai petugas cleaning service di sebuah laboratorium rahasia milik pemerintah Amerika di Baltimore pada puncak Perang Dingin. Ia Hanya memiliki dua teman, mereka adalah tetangga dekatnya, Giles (Richard Jenkins), seorang ilustrator iklan yang berjuang untuk survive ditengah gempuran teknologi fotografi yang mulai menjajah industri periklanan Amerika saat itu. Giles memiliki ikatan kuat dengan Elisa karena Elisa adalah satu-satunya teman yang Giles punya. Satu orang teman Elisa yang lain adalah rekan kerjanya Zelda (Octavia Spencer), seorang wanita kulit hitam yang juga bekerja sebagai petugas cleaning service di tempat kerja yang sama dengannya dan orang yang dengan senang hati menjadi penerjemah Elisa di tempat kerja.

Pada suatu ketika, laboratorium tempat Elisa bekerja menerima kedatangan sebuah aset berupa makhluk misterius yang ditangkap dari sungai Amerika Selatan oleh Kolonel Richard Strickland (Michael Shannon). Strickland jugalah yang bertanggung jawab atas proyek tersebut. Karena tergelitik oleh kehadiran makhluk tersebut, Elisha akhirnya memberanikan diri untuk membuka komunikasi dan menemukan fakta bahwa mahkluk itu adalah amfibi yang humanoid. Dia mulai mengunjunginya secara rahasia, sampai akhirnya mereka berdua membentuk ikatan erat.

Makhluk amfibi tersebut dieksploitasi dan diteliti demi kepentingan Amerika dalam Perlombaan Angkasa dengan Soviet dibawah wewenang besar Jenderal Frank Hoyt (Nick Searcy) dengan Strickland di bawahnya dan seorang ilmuan untuk membantunya. Seorang ilmuwan tersebut bernama Dr. Robert Hoffstetler (Michael Stuhlbarg) yang sebenarnya adalah seorang mata-mata Soviet bernama Dimitri Mosenkov. Pihak lab yang sudah mulai jengah dengan perkembangan mengenai makhluk amfibi tersebut akhirnya memutuskan untuk menghentikan penelitian lebih lanjut dan memutuskan untuk membunuh dan membedah makhluk tersebut untuk mengetahui struktur tubuhnya. Dr. Hoffstetler tidak setuju dengan usulan tersebut dan meminta Jenderal Hoyt dan Strickland meninjau kembali keputusan mereka. Sedangkan di satu sisi, Dr. Hoffstetler juga diminta Soviet untuk membunuh dan membuang mahkluk tersebut agar tidak bisa digunakan untuk kepentingan Amerika. Tetapi, kata hati Dr. Hoffstetler berkata lain. Ia sangat menginginkan makhluk tersebut untuk tetap hidup karena ia merasa masih banyak yang perlu dipelajari dari makhluk amfibi tersebut. 

Ketika Elisa mengetahui rencana Amerika untuk makhluk itu, dia membujuk Giles untuk membantunya membebaskan makhluk amfibi itu untuk selanjut dilepaskan ke lautan pada hari yang sudah ditentukan. Dr. Hoffstetler yang menyadari plot Elisa, memilih untuk membantunya menyelamatkan makhluk tersebut. Sedangkan Zelda, meskipun enggan terlibat dalam hal tersebut, ia akhirnya ikut membantu rencana pelarian makhluk amfibi tersebut dari lab. Akankah mereka berhasil mengeluarkan makhluk ampibi tersebut dari lab dan mengembalikan mahkluk tersebut ke habitatnya? Bagaimana dengan nasib Elisa dan semua orang yang terlibat dalam sebuah rencana pelarian konyol ini?

Dari ide cerita, The Shape Of Water memang bukan film yang menyuguhkan cerita biasa dan umum. Garis besar dari film ini sebenarnya adalah kisah cinta antara Elisa, seorang wanita bisu dan seorang makhluk amfibi yang belum jelas rasnya. Sudah terbayang bagaimana visualisasinya? Apalagi adanya visualisasi adegan sex ala makhluk amfibi. Nah lho! Ini adalah kisah cinta yang sangat dewasa, sebuah fantasi yang demikian erotis sehingga mungkin terlihat menakutkan untuk beberapa mata. Namun, itu mungkin belumlah cukup untuk mendeskripsikan The Shape Of Water. Film ini juga berisi tentang kehidupan yang hampa, tentang perjuangan manusia untuk mengisi kekosongan di hati mereka.

Walaupun film ini memenangkan banyak penghargaan Oscar tahun ini, tapi tetap saja ini bukan film terbaik dari Del Toro versi saya. Menurut saya, Pan’s Labyrinth (2006)masih mengisi posisi pertama dalam list film terbaik Del Toro, walaupun tidak dipungkiri banyak aspek juara dalam The Shape Of Water seperti efek visual, sinematografi, dan screenplay yang memang sangat mumpuni. 

Sosok makhluk amfibi yang ada dalam film ini juga tidak asing. Menonton film ini rasanya seperti menonton kisah percintaan Abe Sapien, manusia ikan dari film Hellboy (2004), mengingat ciri-ciri fisik makhluk amfibi dalam The Shape Of Water yang hampir sama dengan Abe. Tapi memang ya, Doug Jones adalah aktor di balik Abe Sapien dan juga merupakan aktor di balik makhluk amfibi dalam film ini di bawah arahan sutradara yang sama, Guillermo del Toro.
Guillermo del Toro telah membuktikan dirinya sebagai auteur sejati, master dalam membangun dunia yang benar-benar hidup dalam filmnya. Ia sepertinya juga tertarik dengan sisi kelam dari kisah fantasi dan mahir mengolahnya. Lewat Pan’s Labyrinth (2006), ia membuat film adventure untuk orang dewasa. Sementara itu, The Shape of Water adalah romance untuk orang dewasa. Keduanya sama-sama dibangun dari elemen horor-fantasi. Bravo!


CR  https://www.bioskoptoday.com/film/the-shape-of-water/#text-review

Berikut Trailernya :

[url=[youtube]uiA4B5Y63IQ[/youtube]]TRAILER FILM THE SHAPE OF WATER[/url]


Urutan Terlama
Bener bre film nya bagus tapi bukan film nya terbaik Guillermo del Toro emoticon-Ultah
masa ena ena sama ikan? muke gile dah nih film. emoticon-Ngakak (S)

ini cewenya kayaknya mahluk ikan juga deh, atau orang tuanya ikan, terlihat dilehernya kaya insang yg belum sempurna
Diubah oleh momodgalak
Layak ditonton ni film Guillermo del Toro..
Btw cb kasi link penilaian imdb dll sis jd makin menarik threadnya (saran aj)
Cheers
Quote:


boleh gan nanti ane tambahin wkwkw
Quote:


bisa jadi gan wkwkwk
Quote:


sutradaranya mantap gan
REVIEW & ULASAN FILM THE SHAPE OF WATER
Bagus si tapi kok bisa cinta sama ikan 😭


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di