alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Jokowi Bohong Soal Akuisisi Saham Freeport Sebesar 51 Persen
2.5 stars - based on 8 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b4864ab9478687d018b4568/jokowi-bohong-soal-akuisisi-saham-freeport-sebesar-51-persen

Jokowi Bohong Soal Akuisisi Saham Freeport Sebesar 51 Persen

Jokowi Bohong Soal Akuisisi Saham Freeport Sebesar 51 Persen
July 12, 2018

Jakarta – Publik heboh ketika mendengar pernyataan Presiden Joko Widodo bahwa holding pertambangan BUMN telah mencapai kesepakatan dengan Freeport McMoran untuk menguasai 51 persen saham perusahaan pertambangan raksasa di Indonesia tersebut. Kata Jokowi, Indonesia harus melalui proses yang sangat alot dan intens selama 3,5 tahun untuk menguasai 51 saham Freeport Indonesia.

“Aduh kok mau ngibul (membohongi-red) lagi sih kangmas Joko Widodo nih terkait klaim sudah berhasil melakukan akuisisi saham Freeport sebanyak 51 persen,” kata Ketua Umum FSP BUMN Bersatu, Arief Poyuono kepada redaksi, Jakarta, Kamis (12/7/2018).

Baca juga: Komisi VII Meragukan Pemerintah Sanggup Beli Saham Freeport 51 Persen

“Belum berhasil kok saham Freeport diakuisisi oleh holding BUMN pertambangan Inalum, baru tahap kesepakatan, baru tahap MoU belum masuk ke tahap MoA,” tambahnya.

Jokowi sendiri mengaku dirinya mendapat laporan terkait akuisisi saham Freeport Indonesia ini dari PT Inalum (Persero) yang menyebutkan Indonesia akan meningkatkan kepemilikan saham sebesar 51 persen dari sebelumnya sebesar 9,36 persen.

Namun, Arief mengungkapkan bahwa saham Freeport sebenarnya masih jauh dari kata akuisisi. “Jadi masih jauh saham Freeport diakuisisi. Kapan pun kalau dalam dunia bisnis kalau masih tahap MoU belum tuh 51 persen saham Freeport jadi saham RI atau saham dwiwarna,” ungkapnya.

Baca juga: Meragukan Penguasaan Pemerintah Indonesia atas 51 Persen Saham Freeport

Sebab, kata dia, semua kesepakatan yang ada di MoU harus disepakati dulu oleh kedua belah pihak, itu pun kalau MoU divestasi saham Freeport sudah diteken.

“Nah ini MoU-nya aja belum diteken kok sudah klaim berhasil mengakusisi saham Freeport 51 persen. Ngerti enggak sih Joko Widodo tentang prosedur akusisi saham!,” cetusnya.

Biasanya dalam MoU akusisi saham sebelum masuk Memorendum of Agreement (MoA) antar kedua belah pihak, semua klausul yang disepakati harus dipenuhi terlebih dahulu. Misalnya soal pajak divestasi saham Freeport siapa yang akan menanggung nanti.

“Skema pembayaran saham Freeport dilakukan dengan mengunakan instrumen keuangan dari mana?,” imbuhnya.

Baca juga: Menteri ESDM Hanya Omong Kosong dalam Kasus Freeport!

Kemudian, apa benar holding BUMN pertambangan punya dana untuk mengakusisi saham Freeport? “Kalau menggunakan pendanaan pinjaman bank dari luar negeri dan dalam negeri apa saat ini perbankan dalam negeri mau ngucurin dana ke sektor pertambangan yang lagi sunside time?,” ucap Arief.

“Terus kalau pinjam keluar apa iya portfolio holding BUMN pertambangan untuk ambil alih saham Freeport bisa dipercaya?,” tambahnya.

Kalau mau lewat cara jual obligasi negara, misalnya SUN atau Obligasi Holding BUMN pertambangan apakah obligasinya laku tinggi dan bunga obligasinya lebih rendah dari dividen 51 persen saham Freeport.

“Dan apalagi saat ini obligasi pemerintah RI sudah masuk standar surat berharga kategori sampah. Jadi Joko Widodo jangan bohongi publik dong tentang divestasi saham Freeport,” pungkasnya.

Editor: Eriec Dieda & Gendon Wibisono

https://nusantaranews.co/jokowi-boho...sar-51-persen/

kalo gak bohong ya bukan mukidi namanya emoticon-Ngakak
Diubah oleh: awanbiru308
Urutan Terlama
Halaman 1 dari 3
Politisi Partai Gerindra ini melanjutkan


Ok lanjutken.. emoticon-Shakehand2
Jokowi, satu-satunya presiden Indonesia yang mengajarkan arti penting kejujuran
kasian, mw nutupin aib bapaknya wowok yg dedengkot neolib yg buka kesempatan freeport menguasai emas papua
sampai kapanpun antek2 asing tidak akan suka dng kebijakan pemerintah ini...


kita buktikan nanti siapa yg bohong, si pak wi kah atau si pak ar kah ,kalau sini klaim benar situ klaim salah ga akan ada hbisnya, mending suit aja sama ane emoticon-Betty
“Biasanya dalam MoU akusisi saham sebelum masuk Memorendum of Agreement (MoA) antar kedua belah pihak, semua klausul yang disepakati harus dipenuhi terlebih dahulu. Misalnya soal pajak divestasi saham Freeport siapa yang akan menanggung nanti"

"Nah ini MoU-nya aja belum diteken kok sudah klaim berhasil mengakusisi saham Freeport 51 persen. Ngerti enggak sih Joko Widodo tentang prosedur akusisi saham!,” cetusnya.


Jokowi Bohong Soal Akuisisi Saham Freeport Sebesar 51 Persen
Diubah oleh awanbiru308
Quote:


agreed

Jokowi Bohong Soal Akuisisi Saham Freeport Sebesar 51 PersenJokowi Bohong Soal Akuisisi Saham Freeport Sebesar 51 Persen
Diubah oleh freesky2347
semua demi 2019...heboh dijudul isinya belum jelas ..
kasian nasbungers
arief puyono org gerindong... manggil joko widodo... wowoknya aja manggil presiden atau pak!
liat aja ntar 31 juli...
ada tahapannya!

emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk
Wkwkwk gerindra.... Itu bosnya udah bersih belum?
Yang ngomong ARIF POYUONO....

Jokowi Bohong Soal Akuisisi Saham Freeport Sebesar 51 Persen


Yang ana denger juga mirip mirip apa kata arief poyuono, pertama ana denger sih ada rasa ga percaya masa iya presiden sanggup nipu rakyatnya sendiri tapi setelah dua tiga kali ana denger, ana makin percaya dan ana mengambil sikap untuk ga mau lagi dibohongi sama pemimpin model gini
Jokotipu kok dipercaya..
Apa yg dia katakan anggap saja angin kentut
Ini yg ngomong Arif Uyuono yg sering muncul di cerita itu?
Quote:


emoticon-Ngakak
berita HOAX dari pendukung partai sapi dan partai sapiemoticon-Big Grin

bikin berita cuma berdasarkan Opiniemoticon-Wkwkwk

Buktinya, Tanya Aniesemoticon-Wkwkwk
Post ini telah di hapus oleh Kaskus Support 03
Selalu saja ada alasan untuk membenarkan dan menyalahkan, bahkan untuk hal yg telak sekalipun.
Halaman 1 dari 3


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di