alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Vonis ringan untuk pembantai orangutan
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b4862941cbfaa53788b4573/vonis-ringan-untuk-pembantai-orangutan

Vonis ringan untuk pembantai orangutan

Vonis ringan untuk pembantai orangutan
Foto ilustrasi. Seekor orangutan terlihat di Hutan Borneo Orangutan Survival Samboja, Kalimantan Timur, Kamis (12/7/2018).
Rasa keadilan bagi pelestarian orangutan sebagai primata besar masih menjadi keprihatinan. Hukuman penjara bagi para pembantai orangutan masih dianggap ringan dan tak akan memberikan efek jera.

"Vonis hukumannya masih terlalu ringan," keluh Manager Perlindungan Centre for Orangutan Protection (COP), Ramadhani, Jumat (13/7/2018).

Keluhan Ramadhani menyusul putusan Pengadilan Negeri (PN) Buntok Kalimantan Tengah (Kalteng) yang memvonis hukuman 6 bulan penjara berikut denda Rp500 ribu bagi dua tersangka pembantai orangutan, Kamis (12/7). Kedua tersangka, Muliyadi bin Landes dan Tamorang bin Ribin, terbukti melakukan pembunuhan orangutan.

Perbuatan dua pelaku ini kelewat sadis dengan menembaki kera besar dewasa menggunakan senjata angin, Januari 2018. Setelah itu mereka memenggal kepala orangutan ini serta menghanyutkan bangkainya ke aliran Sungai Barito Buntok.

Polisi tidak butuh waktu lama untuk mengungkap kasus ini dan langsung menangkap dua tersangka. Selama dalam pemeriksaan, para pelaku berdalih orangutan ini menjadi hama perusak tanaman perkebunan kelapa sawit.

Fokus perhatian COP juga menyoroti kasus serupa yang terjadi di wilayah hukum Kalimantan Timur. Kebetulan PN Sangata Kutai Timur menjatuhkan vonis 7 bulan penjara dan denda Rp 50 juta bagi empat terdakwa kasus pembantaian orangutan.

Empat terdakwa yang terdiri Andi bin Hambali, Rustan bin Nasir, Muis bin Cembun dan Nasir bin Sakka dinyatakan bersalah membantai orangutan di kebun sawitnya. Mereka memberondong tubuh orangutan dengan senapan angin yang menurut barang bukti mencapai 130 butir peluru.

"Alasannya orangutan merusak kebun sawit mereka," kata Kepala Polres Kutai Timur, Ajun Komisaris Besar Teddy Ristiawan.

Seperti di Kalteng, polisi tidak butuh waktu lama menangkap lima tersangka yang seorang di antaranya masih anak di bawah umur. Petani kelapa sawit dan nanas ini kesal perkebunannya dirusak orangutan yang diduga menghuni Taman Nasional Kutai.

Dalam proses penyidikan, polisi mengamankan empat senapan angin yang dignakan menembak tubuh orangutan. Selain itu, ada juga juga barang bukti sisa proyektil senapan angin yang dipakai para tersangka saat itu.

"Mereka menghabiskan sekitar 1,5 kotak peluru senapan angin. Satu kotak berisi 60 proyektil sehingga diperkirakan ada 120 proyektil tembakan," papar Teddy.

Ringannya vonis hukuman pembantai orangutan ini langsung menjadi sorotan. Ramadhani menilai hukuman penjara ini tidak mampu memberikan efek jera bagi pelaku pembantaian satwa dilindungi.

Sesuai aturannya, Ramadhani mengatakan, Undang Undang Konservasi Sumber Daya Hayati dan Ekosistem menetapkan sanksi tegas bagi pelaku perusak lingkungan. Ancaman pembantai satwa dilindungi dikenakan hukuman penjara maksimal 5 tahun dan denda Rp 100 juta.

"Semestinya UU Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dipandang sebagai Undang-Undang yang sangat penting untuk menjaga keberlangsungan konservasi," tegasnya.

Meskipun demikian, Ramadhani mengapresisasi kecepatan aparat hukum dalam memproses pelaku pembantaian orangutan saat ini. Pegiat lingkungan berharap pada masa depan hakim mempertimbangkan efek kerugian upaya pelestarian orangutan di pulau Kalimantan.

Yayasan Borneo Orangutan Survival (BOS) Samboja merupakan salah satu pegiat lingkungan yang fokus pada pelestarian orangutan di Kaltim. Selama delapan tahun terakhir, BOS melepasliarkan 86 individu orangutan di hutan restorasi Kehje Sewen Kutai Timur seluas 86.450 hektare.

"Sudah ada 86 individu orangutan di hutan Kehje Sewen," kata juru bicara BOS Samboja, Nico Hermanu.

Nico mengatakan, pelepasliaran orangutan mampu meningkatkan populasi primata ini di habitat alamnya. Populasi di Kehje Sewen adalah 91 individu orangutan dengan daya tampung maksimal 150 individu orangutan.

Secara keseluruhan, BOS sudah melepasliarkan 340 individu orang di habitat alam hutan di Kalteng dan Kaltim. Seluruh orangutan adalah hasil sitaan pemerintah dan penyerahan masyarakat secara mandiri.

Terbaru, BOS melepasliarkan lima individu orangutan bernama Julien (7), Erina (8), Cheril (7), Nikola (13), dan Choki (7). Kelimanya akan diberangkatkan dari Samboja Lestari langsung ke titik-titik pelepasliaran di hutan Kehje Sewen yang berjarak 20 jam perjalanan.

Kondisi ini mendorong Yayasan BOS mencari kawasan hutan alternatif yang memenuhi syarat untuk pelepasliaran orangutan pada masa datang. Maklum, dalam waktu dekat, hutan Kehje Sewen bakal terlalu padat oleh populasi orangutan.

Yayasan BOS meminta dukungan masyarakat, pemerintah daerah, serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk menambah areal pelepasliaran di Kalimantan.

"Masih ada ratusan orangutan di Samboja Lestari yang menanti dilepasliarkan, tapi kapasitas hutan pelepasliaran yang saat ini ada masih kurang untuk menampung mereka," tuturnya.
Vonis ringan untuk pembantai orangutan


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...ntai-orangutan

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Vonis ringan untuk pembantai orangutan KPU tak akan perpanjang pendaftaran caleg

- Vonis ringan untuk pembantai orangutan Menghadapi teror debt collector

- Vonis ringan untuk pembantai orangutan Muka dua Trump di tengah maju mundur Brexit

Urutan Terlama
orang luar susah payah merawat supaya ga punah,
orang sini malah ngebunuhin emoticon-Turut Berduka


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di