alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Melek Hukum /
Bagaimana Contoh Perhitungan Uang Pisah Bagi Karyawan yang Mengundurkan Diri?
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b4856d3529a455f378b4574/bagaimana-contoh-perhitungan-uang-pisah-bagi-karyawan-yang-mengundurkan-diri

Bagaimana Contoh Perhitungan Uang Pisah Bagi Karyawan yang Mengundurkan Diri?

Bagaimana Contoh Perhitungan Uang Pisah Bagi Karyawan yang Mengundurkan Diri?


Banyak faktor yang memengaruhi karyawan untuk mengundurkan diri. Bisa karena suasana kerja yang tidak lagi nyaman, tawaran baru di tempat lain yang lebih menjanjikan, ingin fokus untuk usaha, dan lain-lainnya. Pengunduran diri atas inisiatif karyawan di dalam undang-undang ketenagakerjaan dikenal dengan istilah pengunduran diri secara sukarela.



Ketika seorang karyawan mengundurkan diri, perusahaan juga wajib membayarkan hak-hak karyawan yang belum terbayarkan. Khusus untuk karyawan yang resign atas kemauan sendiri, undang-undang hanya mewajibkan perusahaan untuk membayarkan uang penggantian hak saja.



Selain menerima uang penggantian hak, seorang karyawan yang mengundurkan diri dari tempatnya bekerja biasanya juga mendapatkan uang pisah. Namun, besaran uang pisah dan ketentuannya belum diatur dengan jelas di dalam undang-undang ketenagakerjaan. Lantas, bagaimana contoh perhitungan uang pisah bagi karyawan yang mengundurkan diri? Berikut penjelasannya.





Ketentuan Uang Pisah

Di dalam undang-undang ketenagakerjaan, masalah uang pisah disebutkan sebanyak 3 kali, yaitu di pasal 158, pasal 162, dan pasal 168. Namun sayangnya, ketiga pasal tersebut tidak secara spesifik menyebutkan definisi dari uang pisah. Masing-masing pasal hanya menyebutkan “...uang pisah yang besarnya dan pelaksanaannya diatur dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama.”



Berdasarkan hal tersebut, dapat kita simpulkan jika ketentuan uang pisah keseluruhannya diatur oleh perusahaan, bukan undang-undang. Secara umum, uang pisah ini biasanya diberikan sebagai pengganti uang pesangon atau uang penghargaan masa kerja karyawan karena karyawan yang mengundurkan diri secara sukarela tidak mendapatkan 2 hak tersebut. Menurut undang-undang, hak yang didapatkan oleh karyawan yang mengundurkan diri hanya uang penggantian hak saja.



Meskipun belum diatur dengan jelas dan mendetail di dalam undang-undang, perusahaan tidak seharusnya meniadakan atau tidak membayarkan uang pisah ini. Dalam praktiknya, masih banyak perusahaan yang menolak untuk membayarkan uang pisah kepada karyawannya yang mengundurkan diri. Alasannya karena belum diatur di dalam undang-undang atau tidak ada dalam peraturan perusahaan.





Contoh Perhitungan Uang Pisah

Terkait polemik uang pisah yang kadang berujung pada perselisihan antara karyawan dan perusahaan ini, kemudian Mahkamah Agung memberikan putusan pengadilan terkait pemberian uang pisah. Putusan ini didasarkan pada konflik hubungan industrial antara Sumarli Triwahyuni yang sebelumnya merupakan karyawan di PT. Industri Jamu Borobudur.



Contoh perhitungan uang pisah, bila belum diatur oleh perusahaan, dapat mengikuti putusan dari Mahkamah Agung. Perhitungannya mengikuti perhitungan uang penghargaan masa kerja karyawan ditambah dengan  uang penggantian perumahan dan pengobatan sebesar 15% dari jumlah UPMK yang diberikan. Contohnya:



Total uang pokok dan tunjangan tetap adalah Rp1.300.000 dan masa kerja selama 7 tahun 10 bulan. Maka UPMK yang diperolah adalah 3 x Rp1.300.000 = Rp3.900.000. Untuk uang penggantian perumahan dan pengobatan adalah 15% x Rp3.900.000 = Rp585.000. Maka total uang pisah yang didapatkan sebesar Rp4.485.000.


Baca juga: Bedanya uang pesangon karyawan PHK dengan mengundurkan diri


Hak-Hak Lainnya

Seperti yang telah disebutkan di atas, selain uang pisah, karyawan yang mengundurkan diri juga berhak atas uang penggantian hak. Di dalam undang-undang, uang penggantian hak meliputi:

a. Sisa cuti tahunan yang belum diambil dan belum gugur.
b. Biaya atau ongkos pulang untuk pekerja dan keluarganya ke tempat pekerja diterima pertama kali.
c. Penggantian perumahan serta pengobatan dan perawatan ditetapkan 15%  dari uang pesangon dan/atau uang penghargaan masa kerja bagi yang memenuhi syarat.
d. Hal-hal lain yang ditetapkan dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan atau perjanjian kerja bersama.
Meskipun belum diatur secara detail di undang-undang ketenagakerjaan, pemberian uang pisah bagi karyawan yang mengundurkan diri sebaiknya menjadi perhatian bagi setiap perusahaan. Pemberian uang pisah ini juga sebagai bentuk penghargaan perusahaan terhadap kontribusi karyawan selama ini.
Urutan Terlama


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di