alexa-tracking

Muka dua Trump di tengah maju mundur Brexit

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b483865dc06bd31788b4575/muka-dua-trump-di-tengah-maju-mundur-brexit
Muka dua Trump di tengah maju mundur Brexit
Muka dua Trump di tengah maju mundur Brexit
Halaman depan koran sore Inggris "The Evening Standard" yang menampilkan kabar mundurnya salah satu pejabat Brexit, David Davis, dan langkah selanjutnya PM Theresa May, Senin (9/7/2018).
Baru saja Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Perdana Menteri Inggris Theresa May merampungkan makan malam bersama di Istana Blenheim, Kamis (12/7/2018) waktu Inggris, saat The Sun menerbitkan artikel terbarunya.

Artikel tersebut merupakan hasil wawancara eksklusif antara Trump dengan Tom Newton Dunn, sang editor politik di media yang sering mendapat julukan koran “kuning” itu.

Isi wawancaranya begitu kontradiktif dengan potret gandengan tangan Trump dan May saat menaiki tangga kastil yang disebar banyak media massa.

Dalam petikan wawancara berdurasi sekitar delapan menit tersebut, Trump mengutarakan keraguannya atas kemampuan perempuan perdana menteri itu dalam menyusun strategi agar Inggris bisa segera keluar dari konsorsium Uni Eropa (British Exit/Brexit).

Trump juga menyatakan keraguannya atas keseriusan Inggris membangun hubungan dagang yang lebih bermutu dengan AS.

"Jika Inggris terus bersikeras pada pendekatan yang dibuat May kepada Uni Eropa, bisa jadi itu akan mengakhiri hubungan perdagangan dengan AS”, kata Trump, dalam adegan wawancara yang diketahui terjadi pada Rabu (11/7/2018), di Brussels, Belgia.

Alih-alih, Trump mengatakan Boris Johnson, rival utama May, yang lebih pantas untuk menjadi perdana menteri.
Muka dua Trump di tengah maju mundur Brexit
Presiden Donald Trump dan Perdana Menteri Inggris saat berjalan berseberangan dengan Ibu Negara AS Melania Trump dan Philip May di Istana Blenheim, London Barat, Inggris, 12 Juli 2018.
“Aku tidak bermaksud untuk mengadu domba. Aku menilai dia (Johnson) memiliki semua hal yang dibutuhkan saat ini dan dia juga memiliki sikap yang paling benar untuk menjadi perdana menteri,” sambungnya.

Belum ada respons dari pemerintah Inggris terkait wawancara Trump ini. Agenda pertemuan rombongan Presiden AS dengan Ratu Elizabeth II di Kastil Windsor, Jumat (13/7/2018) pagi waktu Inggris, juga belum dibatalkan.

Di sisi lain, upaya pembenaran sudah disampaikan kubu Trump. Juru Bicara Kepresidenan AS, Sarah Huckabee Sanders, menegaskan bahwa Trump tidak mengatakan hal yang buruk tentang May.

Bahkan, Trump juga berterima kasih atas penyambutan yang luar biasa atas kedatangannya ke Inggris. Meski, pada wawancara itu Trump mengatakan bahwa dirinya merasa tidak diterima di London lantaran masifnya protes dan sambutan Mayor London, Sadiq Khan, yang selama ini selalu bertentangan dengan dirinya.

“Presiden sangat menyukai dan menghormati Perdana Menteri May,” tutur Sanders, mengutip The New York Times.
Krisis sudah terjadi
Tudingan Trump itu boleh jadi tidak akan terlalu diambil pusing oleh May. Pasalnya, bukan baru sekali May disebut sebagai sosok yang lemah dan plin-plan.

Usai rencana Brexit-nya disepakati pada 6 Juli 2018, gejolak politik kembali berguncang di tubuh kabinetnya. Dua pejabat Brexit, Boris Johnson dan David Davis, memutuskan mundur dalam selang waktu 24 jam setelah pidato May.

Boris sebelumnya menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Inggris, sementara David Davis menjabat sebagai Sekretaris Brexit. Tiga orang staf junior di kabinet Inggris juga dikabarkan mengundurkan diri tak lama dari itu.

“Saat ini kita berada dalam posisi yang menggelikan, karena kita pada dasarnya hanya menerima begitu saja hukum Uni Eropa tanpa ada perubahan sedikit pun. Padahal, itu penting bagi kesehatan ekonomi kita,” sebut Johnson dalam surat pengunduran dirinya yang dikutip CNN.

May mengaku terkejut dengan keputusan Johnson tersebut, sambil menegaskan bahwa tidak boleh ada lagi anggota kabinet yang mempunyai pandangan berbeda tentang strategi Brexit yang disusunnya.

“Jika Anda (May) tidak bisa memberikan dukungan yang kami butuhkan dalam perjanjian ini, demi kepentingan Inggris, sebaiknya Anda mengundurkan diri,” balas May kepada Johnson.

May, di sisi lain, tidak mengambil waktu lama untuk mengisi kekosongan itu. Senin (9/7/2018) malam, May menunjuk Jeremy Hunt, sebelumnya Menteri Kesehatan, untuk menggantikan posisi Johnson.

Sementara Davis digantikan oleh Dominic Raab, salah satu politisi paling lantang di Vote Leave, organisasi pendukung Brexit.

Tapi, goyangnya kabinet ini terlanjur memantik kritik banyak pihak atas kemampuan May untuk membawa kepastian bagi Inggris.

Rival lain May, Jeremy Corbyn, pemimpin Partai Pekerja, tak ragu mengatakan bahwa kepemimpinan Inggris saat ini bakal segera runtuh.

“Untuk kebaikan bangsa dan rakyat, pemerintah perlu untuk fokus dan cepat, jika tidak bisa, beri jalan bagi mereka yang mampu melakukannya,” kata Corbyn dalam akun Twitternya, @jeremycorbyn.
We need a government that is capable of governing. pic.twitter.com/HWvoxyEyVw
— Jeremy Corbyn (@jeremycorbyn) July 9, 2018 Menggantung dengan UE
Ketegasan May dalam melaksanakan hasil referendum pemisahan Inggris dari Uni Eropa, dua tahun silam, diuji melalui “buku putih” yang disusunnya.

Jumat (6/7/2018), bertempat di rumah dinas May, Chequers, sebagian besar anggota kabinet menyetujui 12 poin rencana May untuk Brexit yang sudah diumumkan sejak Januari 2017 itu.

Namun, banyak dari poin itu yang tidak disepakati oleh para aktivis pro-Brexit. Beberapanya adalah, Inggris akan tetap mengikuti aturan main perdagangan yang berlaku di Uni Eropa, termasuk yang berlaku pada beberapa barang seperti produk pertanian.

Inggris juga berjanji untuk mematuhi semua aturan UE pada masa depan. Mengutip The Economist, langkah ini menyiratkan kesediaan untuk menjadi anggota aktif dari pasar tunggal UE.

Pendekatan kooperatif juga akan dibangun antara Inggris dan UE dalam hal aturan persaingan usaha. Sementara, pendekatan berbeda akan diterapkan untuk beberapa aturan lain yang berkesinambungan bagi dua pihak.

Perbatasan UE dan Inggris akan diperlakukan sebagai “wilayah pabean bersama”. BBC menyebut poin ini disusun untuk meredakan ketegangan di Irlandia dan Selandia Baru.

Kendati telah disepakati, 12 poin ini bukan kesepakatan final Brexit. UE akan memiliki hak jawab tentang apa yang diinginkan oleh Inggris.

Targetnya, urusan Brexit ini harus rampung pada 29 Maret 2019. Namun, sampai pada hari itu, Inggris diperkirakan akan terus mengalami guncangan politik.
Muka dua Trump di tengah maju mundur Brexit


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...-mundur-brexit

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Muka dua Trump di tengah maju mundur Brexit Forbes nobatkan Kylie Jenner sebagai perempuan muda terkaya

- Muka dua Trump di tengah maju mundur Brexit Edy Rahmayadi didesak mundur sebagai Ketua Umum PSSI

- Muka dua Trump di tengah maju mundur Brexit Hikmah penyelamatan anak dari gua di Thailand

×