alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
5 stars - based on 7 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b48095d582b2eaf788b4569/langit-senja

Langit Senja

Spoiler for COVER:


Spoiler for PERINGATAN:



Nama gue, Andrea Permata Samudra,
Sekarang gue lagi duduk disamping jendela kereta api, perjalanan yang cukup jauh sekitar 8 - 10 jam membuat gue membayangkan banyak hal yang udah terjadi. Gue pikir semuanya akan indah dan segalanya akan cerah, tapi, kenyataan emang selalu bisa dengan mudah menghancurkan harapan itu.

Gue heran sama orang yang bisa punya tujuan hidupnya, sedangkan gue masih terus mencarinya sampai sekarang, tapi, satu hal yang gue tahu bahwa hidup ini selalu memaksa kita untuk berjalan maju. Kesepian? Setelah apa yang kita lakukan seharian, kenapa, kita selalu merasa hidup ini terasa begitu membosankan dengan semua yang terjadi saat itu juga

"Turun dimana, Mas?" ucap orang tua, yang duduk tepat didepan gue

"Kutoarjo, Jawa Tengah, Pak" ucap gue

"Kenapa? Kamu ada masalah?" ucapnya, tersenyum simpul

Gue langsung tersenyum, terus memalingkan wajah kearah jendela.

"Banyak yang udah terjadi, Pak" ucap gue, sambil melihat pemandangan diluar sana.

"Perjalanan hidup kamu masih panjang, dan semuanya itu bergerak sesuai waktunya masing - masing, bersabarlah" ucapnya

"Bapak, turun dimana?" ucap gue, mencoba mengalihkan pikiran

Langit sore yang bentar lagi gelap, pemandangan yang membuat gue gak akan pernah bosen melihatnya, disana tiba - tiba muncul kembali bayangannya yang tersenyum terus pergi menjauh. Sampai semuanya gelap, gue gak lagi bisa melihat pemandangan diluar sana, persis sama hidup gue yang tinggal kenangan.

*********


Kota kembang, cocok banget sama sebutannya karena banyak cewek cantik yang ada dikampus, walaupun begitu gue gak terlalu tertarik melihatnya. Disini berbeda sama kota gue yang sedikit panas, sepanjang malem gue terus kedinginan semenjak turun dari kereta, apalagi bertambah dingin waktu sampai dikotanya.

Gue duduk diwarung dideket kampus, minum teh tawar hangat sambil sekedar istirahat soalnya gue semalem beres - beres kamar.

"Mahasiswa baru?" ucap Penjual

"Iya, Pak" ucap gue, tersenyum tipis

"Asalnya darimana?" ucap Penjual

"Purworejo, jawa tengah, Pak" ucap gue

"Gimana, disini peuyeumpuannya?" ucap Penjual, tersenyum simpul

Orientasi dikampus sama sekali gak berkesan, banyak kakak tingkat yang pencitraan didepan mahasiswa baru, dan gue cuman ngikutin apa yang disuruh. Gue gak mau hidup gue bermasalah, semenjak lulus gue harus meninggalkan karakter yang menyusahkan orang tua, dan juga gue mau memaafkan semuanya yang udah terjadi terlebih masa lalu.

Seleai kegiatan kampus, gue jalan pulang menuju kosan, dan pengen banget rasanya tidur seharian. Gue buka pintu gerbang, terus jalan melewati rumah pemilik kos yang tempatnya bersampingan, sampai didepan kamar, gue langsung melepas sepatu dan dari kejauhan gue bisa melihat cewek cantik nutup gerbang

*********


"Kamu, penghuni baru?" ucapnya, saat berpapasan didepan kamar

"Iya, kemarin baru pindah" ucap gue

"Kenalin, aku, Safira" ucapnya, tersenyum manis

Gue sama dia berjabat tangan, "Andrea. Kamu, baru pindah juga?" ucap gue

"Aku anak yang punya kos" ucapnya, tersenyum simpul

"Aku kira, kamu penghuni baru juga" ucap gue

Gue benci dengan semua yang ada dikehidupan ini, tiba - tiba semuanya memudar dengan pasti sampai akhirnya gue terbangun ditengah malam, dan disana gue bisa mengingat kembali masa lalu tentangnya dengan jelas sampai semua warnanya berubah menjadi hitam pekat

Dikursi panjang yang ada dibalkon, gue main gitar sambil melihat permukiman sekitar, semuanya gelap cuman lampu - lampu putih sama kuning sejauh mata memandang. Gue gak bisa tidur malem ini, sampai akhirnya tahu tempat diatas kamar buat menjemur pakaian ternyata menarik perhatian, lagipula tempatnya sepi daripada dibawah banyak orang yang lagi tidur dengan tenang.

"Kamu, ngapain disini?" ucap Safira, tersenyum heran

Dia duduk disamping gue, sambil tersenyum manis. Maksudku. Tengah malem begini, kenapa dia masih belum tidur juga? Seharusnya, dia sudah bermimpi sekarang ini, dan juga dia gak akan melihat gue yang duduk dibalkon.

"Maaf. Aku ganggu kamu" ucap gue

"Kamu, kenapa?" ucap Safira

"Aku gak bisa tidur" ucap gue, tersenyum tipis

"Aku juga sama" ucap Safira

"Gitarku gak berisik, kan?" ucap gue

"Aku suka petikanmu" ucap Safira

Dia tersenyum tanpa alasan yang jelas, darisana gue bisa tahu kalau dia saat itu menyembunyikan perasaannya, dan juga gue belum pernah melihat orang dengan tatapan tegar sepertinya. Gue sedikit benci, kenapa juga dia masih bisa tersenyum setelah senua apa yang terjadi, dan apa arti sebenarnya dari senyumannya itu.

Gue pikir senyuman adalah sebuah penghinaan dari semuanya, mereka yang dengan mudahnya bisa tersenyum selalu menderita didalam hidupnya, dan itu semua benar adanya. Mereka semua membohongi dirinya sendiri, dan berusaha membuktikan bahwa hanya dengan senyuman bisa mengubah kenyataan yang telah terjadi, kenapa, mereka bisa berdiri diatas kepedihannya.

Andrea Permata Samudra,
Gue pernah bilang, kalau gue sama sekali gak tertarik sama cewek cantik yang ada dikota ini, mungkin itu adalah salah satu kebohongan besar yang udah gue lakukan. Gue melihat lo beda dari yang lainnya, dan gue sendiri juga gak tahu kenapa, tapi, lagi dan lagi gue selalu bisa membohongi diri sendiri.

Lo cewek tercantik yang pernah gue temui, tapi, gue bodoh saat itu belum bisa mengakuinya, dan sampai sekarang gue masih mencoba memaafkan diri sendiri. Dimana lagi? Gue bisa ketemu sama cewek kayak lo lagi, apa dunia begitu sempit sampai gue gak bisa nemuin orang yang bisa tersenyum semudah itu.

Malam itu, kita berdua sama gak bisa tidur, tapi, kenapa lo bohong tentang semuanya itu? lo gak pernah menceritakannya, dan gue juga tahu kalau lo tiap malem selalu menangis. Gue harusnya menyesal, karena gue gak bisa menghibur lo yang lagi sedih, tapi gue gak bisa melakukannya, maafin atas semua kesalahan gue gak bisa buat lo tersenyum malam itu. Halaman 1, Langit Senja, Safira Alnaira Aira



Spoiler for INDEX CEUNAH:
Diubah oleh winnerlife
Halaman 1 dari 6
Kayaknya kisahnya sedih ni ya..
Quote:


No komen gan, tergantung pembaca emoticon-Ngakak
Lanjut
lanjutkan bre
Nyimak brooh
Quote:


Quote:


Quote:


Siap gan (3), menghemat tenaga buat ngetik
Quote:


Yang penting rajin Update aja, nanti banyak yg hadir
Pejwan dulu dah
lanjutkan :bigcendol
ijin nenda ya gaan...moga moga lancar updatenya
Quote:


Quote:


Semoga lancar updatenya
Di tunggu update nya
apakah kisah ini akan berakhir dengan kisah yang menawan?

kami menantikannya gan....

peaceemoticon-rose
Pasti cerita horror ya gan emoticon-Matabelo emoticon-Matabelo
Quote:


Siap gan

Quote:


Setelah iklan - iklan berikutnya emoticon-Hammer2

Quote:


Horor yang gimana nih emoticon-Ngakak
Dikantin kampus, dihari pertama perkuliahan gue melihat dua orang cowok yang lagi berantem, dan disana gue juga melihatnya berdiri disamping mereka berdua diantara kerumunan didepan mata. Dia berusaha melerai, tapi, mau gimana lagi manusia yang udah dipenuhi oleh emosi gak akan pernah bisa berpikir, sampai akhirnya beberapa orang memisahkan mereka berdua.

"Geulis, saha nu teu bogoh" ucap orang disamping gue

Jam mata kuliah selanjutnya, sekitar satu jam lagi, masih banyak waktu tersisa. Gue duduk ditaman sambil menggambar dibuku sketsa, membunuh waktu yang begitu membosankan. Gue lihat jam tangan, ternyata udah sekitar seperempat jam gue melewatkan perkuliahan dan gue jalan sampai ditengah jalan sadar kalau buku sketsa ketinggalan disana.

********


Gue jalan ketaman, berharap buku sketsa gue masih ada disana, dan ternyata gue sama sekali gak melihatnya. Gue memutuskan buat pulang, dan sampai dikosan gue melihat dia lagi duduk didepan kamar terus tatapannya kosong. Dia mengusap air matanya, terus dia maksa buat tersenyum, habis itu dia berdiri terus megang lengan gue.

"Kamu tadi kekantin, kan?" ucap Safira

"Aku gak kesana" ucap gue

"Kamu, jangan bohong" ucap Safira

Gue bimbang, tapi, akhirnya memilih berbohong buat menutupinya.

"Kamu lihat aku?" ucap gue, tersenyun tipis

"Aku gak yakin juga" ucap Safira

"Kamu mungkin salah lihat" ucap gue

Pintu kamar terbuka, gue sendiri bahkan belum masuk, sedangkan dia udah didalam, terus duduk dipinggir kasur.

"Kamu, mau ngapain, Safira?" ucap gue, heran

"Aku numpang sembunyi" ucap Safira

"Dari siapa?" ucap gue, tersenyum bingung

"Bentar lagi, orangnya mau dateng" ucap Safira

Ditengah obrolan, gue mendengar suara motor yang samar - samar, mungkin itu orang yang dimaksudnya

"Suara motor itu?" ucap gue

"Aku gak mau ketemu sama dia" ucap Safira

"Kamu mau disini aja, sampai dia pergi?" ucap gue

"Kamu harus bantu aku" ucap Safra

Dikamar, gue ngajarin dia belajar kunci gitar, daripada gak ada kegiatan yang lainnya, akhirnya gue nurut sama permintaannya. Gue gak mau ikut campur permasalahannya, lagian, semua orang juga pasti punya masalah hidupnya sendiri. Gue lihat dari jendela, orang itu udah pergi, tapi, dia masih gak mau juga keluar dari kamar. Gue pegang tangannya buat berhenti latihan, terus mijit ujung jemarinya, karena kalau dia terlalu memaksakan akan menambah kesakitan diujung jemarinya itu.

"Besok lagi, latihannya" ucap gue

Dia melihat jam tangan yang ada dimeja disampingnya, terus dia sedikit kaget melihatnya.

"Orangnya, udah pergi? Daritadi?" ucap Safira, tersenyum tipis

"Aku udah bantu kamu, kan?" ucap gue

"Makasih. Maaf, kalau aku ganggu kamu" ucap Safira, tersenyum malu

Sebelum dia keluar dari kamar, gue memperhatikan lingkungan sekitar terus ngasih kode kalau semuanya aman pakai tangan, bisa bermasalah kalau dia berlama - lama ada dikamar gue nantinya. Rumah kosan gue itu campuran, dan disini lebih banyak ceweknya daripada cowoknya, cukup ramai emang walaupun cuman selisih satu orang. Lingkungan kosan terkesan sepi dan tenang, gue gak tahu kemana mereka semua pergi dimalam harinya.

*********


"Kamu disini, lagi?" ucap Safira, tersenyum manis

"Disini tenang, tapi sebelumnya" ucap gue

"Aku yang bikin gak tenang?" ucap Safira, tersenyum simpul

Gue ditemani dia lagi, malam ini, setidaknya gue bakalan punya temen buat ngobrol.

"Kamu suka, disini?" ucap Safira

"Mungkin. Tapi, bisa jadi" ucap gue, tersenyum simpul

Dia duduk disamping gue, persis kayak malam kemarin bedanya langit kali ini banyak banget bintangnya.

"Aku boleh minjem gitar? Buat latihan" ucap Safira

"Jarimu nanti sakit" ucap gue

"Aku udah biasa disakiti" ucap Safira, tersenyum tipis

"Itu beda lagi, artinya" ucap gue

"Salahku. Aku nyakitin diriku sendiri" ucap Safira

Gue melihat tangannya yang menunjuk bintang jatuh, disaat itu juga dia memejamkan matanya sembari bergumam mengharapkan sesuatu, dan gue hanya bisa tersenyum tipis karena masih ada orang yang mempercayai hal itu. Dia hidup dengan cara pandangnya sendiri, itulah yang mengingatkan gue semua tentangnya, dan dia emang pergi dalam artian yang sebenarnya, tapi, dia masih tetap hidup didalam hati sampai kapanpun juga

Andrea Permata Samudra,
Gue tersenyum, kecantikan lo bahkan bisa membuat dua orang cowok berantem satu sama lainnya, dan dihari itu juga gue baru tahu kalau lo udah punya pacar. Hari demi hari, gue mendengarkan orang berkomentar tentang pacar lo itu, tapi, kenapa lo itu bodoh atau terlalu percaya gimana gue gak tahu, lo tahu, gak? Ditongkrongan mereka nonton video lo tidur sama dia bareng - bareng disana, apa gue boleh menyebut mereka semua itu para bajingan.

Malem ini, gue duduk sama lo lagi, bodohnya gue percaya kalau senyuman lo itu datang dari hati, jujur gue lebih milih kebohongan yang manis, daripada kejujuran yang pahit. Gue terlalu lemah kalau melihat semua kejujuran itu, dan begtulah malem itu kita sama - sama berbohong menutupi apa yang terjadi. Bintang yang kita lihat bareng itu menghiasi langit malem, dan lo tahu gak? Bintang yang indah diatas sana juga bisa jatuh, tapi, disaat itulah kita bisa memohon biar harapan kita bisa terkabulkan. Halaman 2, Langit Senja, Safira Alnaira Aira
Diubah oleh winnerlife
Lanjut gan updatenya
subscribe dulu lah biar tau update'tan selanjutnya,
Jangan sampe kentang gan,
Quote:


Quote:


Quote:


Ane bingung mau reply apaan emoticon-Hammer2
Dikit amat gan
Halaman 1 dari 6


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di