alexa-tracking

Kegagalan Seorang Pria

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b478f49d44f9fb20d8b4567/kegagalan-seorang-pria
Kegagalan Seorang Pria
Saya pria 24 tahun yang telah gagal menjalani hidup sebagai seorang pria yang sejati. Saya berasal dari keluarga yang berkecupukan, tidak pernah kekurangan suatu hal pun. Bapak saya dulunya seorang pengusaha yang cukup sukses, dan namanya terkenal diantara pengusaha lainnya, sedangkan Ibu saya seorang guru SD. Lengkap bukan? Tapi semua itu tiada berarti, karena orang tua saya yang kurang harmonis, dan hingga akhirnya Bapak saya pergi ke luar pulau karena telah menghabiskan uang warisan hasil dari menjual tanah orang tuanya.

Sekarang saya tinggal berdua dengan Ibu saya. Kedua kakak saya berada diluar kota untuk bekerja. Sudah satu tahun saya lulus kuliah dari Universitas Ternama. Dengan predikat lulusan terbaik semasa SMA, orang tua saya berharap saya menjadi seorang yang memiliki penghasilan sendiri dan hidup mapan. Tapi hingga saat ini harapan tersebut belum terwujud. Ijazah saya masih menjadi pajangan, dan saya masih berada di rumah. 

Sebenarnya, saya tidak nganggur-nganggur amat. Akhir tahun lalu, usaha yang diwariskan oleh Bapak saya, telah berganti kepelikan menjadi nama saya. Ini bermula ketika Ibu saya mengalami depresi, sedangkan saat itu, usaha harus didafarkan untuk kepentingan administrasi. Hingga akhirnya saya yang menjadi pemilik usaha ini.

Karena sudah memgang uang sendiri, saya merasa telah memiliki pekerjaan yang bisa saya gunakan hasilnya untuk kehidupan saya. Tapi setelah beberapa bulan berjalan, saya merasa tidak puas dengan hal ini. Saya merasa hanya merebut salah satu sumber penghasilan Ibu saya, sedangkan saya saat ini berdiri diatas dua kaki. Saya memiliki pilihan yang sulit. Saya meiliki seorang kekasih yang berada di ibu kota, dan juga saya memiliki Ibu yang harus dijaga karena riwayat penyakit depresinya.

Setelah menjalani usaha ini, saya merasa memiliki hidup yang hampa, memiliki circle pertemanan yang buruk, dan tidak memiliki motivasi untuk melakukan sesuatu yang baru. Saya juga merasa tidak memiliki softskill yang cukup untuk bekerja di dunia luar. Saya terlalu merasa nyaman berada dalam posisi ini.

Saya dulu berkesimpulan bahwa semua ini salah dari  : 1. Pendidikan yang telah diberikan oleh orang tua saya, sehingga saya tidak merasa tangguh. 2. Lingkaran pertemana saya yang buruk (Begadang, bermain game, nyinyir, tidak menghargai waktu). 3. Kondisi ekonomi yang mapan sehingga tidak merasakan penderitaan

Hingga akhirnya saya bertemu dengan sebuah buku yang telah menyadarkan saya. Sebenarnya akar dari semua masalah ini adalah pada diri saya sediri. Saya tidak mau mengakui bahwa banyak masalah di depan saya. Saya merasa baik-baik sayja. Tapi memang,  kejujuran itu [ahit, dan saya mulai jujur pada diri sendiri. Banyak masalah yang harus saya hadapi, saya tidak mau untuk menghindarinya, saya ingin menyelesaikan masalah, dan yang bisa merubah kehidupan adalah kita sendiri, bukan orang lain. Saya bertekad untuk menghindari lingkaran pertemanan yang buruk, saya akan menghubungi kekasih saya dan mencoba untuk memperjuangkan hubungan kita, tetapi saya juga mencoba untuk tetap menjaga Ibu saya.

Karena kejujuran itu pahit, bahwa semakin kita jujur pada diri kita sendiri bahwa kita tidak baik-baik saja, maka kita tahu apa yang harus kita lakukan. Tetapi jika kita merasa tidak ada masalah, maka SELAMAT TINGGAL MASA DEPAN CERAH!
×