alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Belajar dari penyelamatan dramatis anak-anak di Thailand
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b47576756e6af8a2c8b4574/belajar-dari-penyelamatan-dramatis-anak-anak-di-thailand

Belajar dari penyelamatan dramatis anak-anak di Thailand

Belajar dari penyelamatan dramatis anak-anak di Thailand
Ilustrasi: Perbedaan sosial politk, maupun kesukuan dan agama luruh dalam kepedulian yang sama atas nasib mereka yang terjebak di dalam gua.
Dalam dua minggu terakhir salah satu tempat yang menjadi perhatian mata dunia adalah sebuah gua di Thailand. Tham Luang Nang Non, nama gua itu, terletak di dekat desa Pong Pha, di Thailand sebelah utara.

Selama dua pekan terakhir sebuah drama penyelamatan berlangsung di gua yang terletak di bawah Doi Nang Non, serangkaian daerah pegunungan yang berbatasan dengan Myanmar. Dua belas anak-anak dari tim sepak bola Moo Pa (Celeng –Babi Hutan) dan seorang pelatihnya terjebak di gua itu sejak 23 Juni lalu.

Selasa (10/7/2018) lalu empat anak dan satu pelatih tim sepak bola Celeng berhasil diselamatkan. Kelimanya dibawa dengan helikopter ke rumah sakit di Chiang Rai, sekitar 70 km dari lokasi kejadian.

Itu adalah kelompok terakhir dalam drama penyelamatan tersebut. Operasi penyelamatan terakhir itu, seperti dikatakan Gubernur Chiang Rai Narongsak Osatanakorn, dimulai setelah pukul 10.00 dengan melibatkan 19 penyelam. Di luar tim penyelam, sejak awal operasi penyelamatan sudah ada seorang dokter militer dan tiga anggota Navy SEAL Thailand di dalam gua tersebut.

Sehari sebelumnya, 9 Juli 2018, 4 anak berhasil diselamatkan. Pada hari Senin itu, saat operasi penyelamatan kedua dilakukan, hujan mengguyur dengan lebat di kawasan gua tersebut. Situasi itu membuat tim penyelamat khawatir air di dalam gua akan naik dan membahayakan keselamatan mereka yang masih berada di dalam gua.

Dalam operasi yang kedua itu, tim penyelamat berhasil membawa keluar keempat anak tersebut pada petang hari dalam dua tahap. Pertama muncul pada pukul 16:30 waktu setempat; dan, kedua, pada pukul 18:00 petang.

Operasi penyelamatan pertama dilakukan pada 8 Juli 2018. Pada hari Minggu itu 18 penyelam diberangkatkan ke gua untuk menuntun empat orang anak ke luar gua. Kedelapan belas penyelam itu terdiri dari 13 penyelam asing kelas dunia dan 5 penyelam SEAL AL Thailand. Operasi yang dimulai pukul 10 pagi waktu setempat itu berlangsung selama 11 jam untuk berhasil mengeluarkan 4 orang anak.

Pada Sabtu 23 Juni, sehabis berlatih sepak bola rutin, 12 anak-anak dari tim sepakbola Celeng beserta seorang pelatihnya berekreasi menelusuri gua Tham Luang Nang Non. Tampaknya perjalanan rekreasi itu dilakukan untuk merayakan ulang tahun ke-16 Pheeraphat Sompiengjai, salah seorang dari anak-anak itu.

Ketika mereka tak kunjung pulang ke rumah masing-masing, pihak keluarga mulai mencemaskan keselamatannya. Polisi mulai melakukan misi pencarian setelah mendapatkan laporan atas hilangnya anak-anak –yang berumur antara 11 sampai 16 tahun itu- dari pihak keluarga.

Sehari kemudian jejak anak-anak tim sepak bola Celeng dan pelatihnya itu ditemukan dari sejumlah bawaan yang ditinggalkannya di mulut gua. Mereka tampaknya tak bisa keluar dari gua karena hujan deras telah menyebabkan banjir di dalam gua. Karena situasi itu, tim pencarian tidak hanya terdiri dari polisi, melainkan juga pasukan katak dan tim penyelam dari beberapa negara lain.

Medan yang berat tidak memungkinkan tim pencarian untuk dapat dengan segera menemukan anak-anak dan pelatihnya itu. Nasib mereka baru menjadi jelas setelah tim penyelam dari Inggris menemukannya berada 4 kilo meter dari mulut gua.

Hujan yang sering turun deras dan mengakibatkan gua tergenang banjir ditambah oleh kondisi ketigabelas korban yang lemah, membuat upaya penyelamatan menjadi tidak mudah. Apalagi semua korban tak biasa menyelam dan hanya sebagian yang bisa berenang.

Tim penyelamat sempat mempertimbangkan 4 opsi untuk mengevakuasi para korban. Pertama, mengajar anak-anak berenang dan menggunakan peralatan menyelam. Kedua, memompa dan mengalirkan air ke luar gua. Ketiga, membor dari atas gua untuk mendapatkan jalan alternatif. Keempat, menunggu banjir surut –yang mungkin akan memakan waktu 4 bulan.

Upaya penyelamatan, yang berlomba dengan waktu karena banjir di gua sangat membahayakan korban, akhirnya sukses dilakukan. Ketigabelas orang berhasil dievakuasi setelah lebih dari dua pekan terjebak di dalam gua.

Dunia, termasuk kita, bisa belajar sejumlah hal dari penyelamatan di Thailand yang membuat salah satu anggota tim penyelamat gugur itu. Selama drama penyelamatan itu berlangsung, dunia menyaksikan betapa rakyat Thailand memperlihatkan perhatian yang besar, kesetiakawanan yang meluas, serta solidaritas yang mengatasi perbedaan-perbedaan di antara mereka.

Rakyat Thailand menunjukkan kepada dunia bahwa perbedaan-perbedaan sosial politk, maupun kesukuan dan agama luruh dalam kepedulian yang sama atas nasib anak-anak dan pelatihnya yang terjebak di dalam gua. Di luar para petugas penyelamat resmi, para relawan dari berbagai lapisan masyarakat Thailand dengan perannya masing-masing jumlahnya sangat banyak.

Pemerintah Thailand pun menunjukkan kesungguhan yang luar biasa dalam menyelamatkan warganya. Karena terkait dengan kehidupan, upaya penyelamatan itu dilakukan nyaris tanpa batas: demi menyelamatkan warganya, apapun bisa dilakukan jika diperlukan.

Solidaritas internasional sangat terlihat dalam peristiwa ini. Hal itu bukan saja menunjukkan bagaimana cinta dan kepedulian terhadap kemanusiaan bersifat universal; namun sekaligus juga memperlihatkan sikap terbuka pemerintah dan rakyat Thailand dalam menerima secara terbuka solidaritas internasional itu.

Dari peristiwa dramatis di Thailand itu, kita bisa belajar bahwa kebersamaan, Kebersamaan, kesetiakawanan, kerekatan sosial, solidaritas, jauh lebih berharga dalam merawat kemanusiaan ketimbang mempertajam perbedaan-perbedaan.
Belajar dari penyelamatan dramatis anak-anak di Thailand


Sumber : https://beritagar.id/artikel/editori...ak-di-thailand

---

Baca juga dari kategori EDITORIAL :

- Belajar dari penyelamatan dramatis anak-anak di Thailand Mengatasi si miskin palsu dalam penerimaan peserta didik baru

- Belajar dari penyelamatan dramatis anak-anak di Thailand Karut marut informasi publik di balik susu kental

- Belajar dari penyelamatan dramatis anak-anak di Thailand Harus cermat menyikapi perang dagang AS

Urutan Terlama
pertamax?


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di