alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Makin Panas, Begini Isi Surat Fahri Hamzah untuk Menteri Susi
3 stars - based on 4 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b474f5512e2575a3a8b456c/makin-panas-begini-isi-surat-fahri-hamzah-untuk-menteri-susi

Makin Panas, Begini Isi Surat Fahri Hamzah untuk Menteri Susi

PERANG maya antara Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah semakin bergejolak.

Perang maya ini bermula setelah Fahri Hamzah me-retweet sebuah artikel yang berjudul 'Menteri Susi Tegaskan Pemberantasan Pencurian Ikan Baru Langkah Awal'.

Fahri Hamzah lantas menyindir Susi Pudjiastuti dan mempertanyakan kenapa baru melangkah setelah lima tahun.

"Dikasi waktu 5 tahun dijadikan langkah awal...seharusnya 5 tahun dipakai selesaikan kerjaan. Baru bertanggungjawab atas amanah namanya...kalau 5 tahun lagi kan beum tentu terpilih...," tulis Fahri Hamzah dalam akun Twitter-nya, Rabu (11/7/2018) malam.

Serangan balik Susi Pudjiastuti dibalas dengan Surat Terbuka Fahri Hamzahkepada Presiden Direktur Susi Air tersebut.

Surat itu berjudul 'Surat Buat Bu Susi' dan diunggah dalam akun Instagram @fahrihamzah dan fahrihamzah.com, Kamis.

"Ibu Susi yth,
Negara ini besar perlu pikiran besar. Tapi bangsa ini juga punya kultur, sering terpukau sama orang terkenal. Itulah yang saya lihat sehingga kesalahan ibu gak ada yang berani cegah. Ketemu lagi presiden yang gak paham persoalan. Sempurna!

Di tambah lagi, gaya jenggo ibu Susi memang langka (saya dalam banyak hal setuju). Tetapi, kita tetap harus benar, tidak melanggar hukum dan terbuka menerima kritik dan saran. Saya ingin menyampaikan masukan kepada ibu di luar puja-puji asal ibu senang.

Ada anak muda dari kampung saya, aktifis nelayan namanya Rusdianto. Kami orang Sumbawa tinggal di pesisir jadi kami tahu keadaan nelayan. Rusdianto mengkritik ibu Susi yang merugikan nelayan lalu dia menjadi tersangka pencemaran nama baik. Itu tidak baik. Dia nelayan.

Saya sekarang ingin memperdengarkan suara nelayan kepada ibu. Nelayan tambah susah bu, hidup makin sengsara, melaut lebih susah dan mereka menangis. Lalu dengan segenap popularitas itu ibu berjuang untuk siapa? Rusdi bukan siapa-siapa bu, dia nelayan kecil.

Tapi, gebrakan ibu tentu bikin heboh. Banyak orang terkesima. “Tenggelamkan!” Itu adalah sempurna memenuhi hasrat untuk mengukur kinerja dengan hancurkan! Dan habisi! Tangkap! Dan bakar! Dan ibu dipuji termasuk oleh presiden yang gembira menyaksikan itu dengan kasat mata.

Pertama, kesalahan ibu adalah bikin nelayan sengsara. Padahal, tugas ibu nomor 1 di posisi itu bukan yang lainnya, tetapi bikin nelayan hidup bahagia. Ibu boleh punya alasan konservasi, dll sampai ibu dipuji dunia. Seperti sudah ibu nikmati. Hebatlah.

Tetapi ibu perlu tau. Karena kaum kapitalis global maunya kita membersihkan laut kita dengan membatasi rakyat kita sendiri setelah mereka kotori laut kita berabad-abad. Mereka tidak peduli rakyat nelayan tambah miskin. Kemiskinan hanya statistik!

Kedua, tugas ibu bukan menegakkan hukum. Saya sudah baca UU yang sekarang ibu mau ubah. Memang gak ada dan tidak boleh. Konsep poros maritim itu bukan menyulap menteri kelautan menjadi penegak hukum. Kenapa ibu mengambil pekerjaan polisi dan tentara?

Suatu hari, di istana, saya berbincang dengan ibu dan mengeluhkan para beking pencuri ikan. Orang-orang yang ibu sebut termasuk yang dekat dengan pejabat di sekitar rapat kabinet. Ya itulah persoalannya. Pencuri itu ada bekingnya. Dan pejabatnya masih aktif.

Soal keberanian saya anggap ibu Ok punya lah. Tapi ini soal kemiskinan rakyat yang ada dalam kenyataan dan dalam statistik. Ibu ingin konservasi ikan, lalu syarat bagi rakyat untuk menangkap dipersulit padahal rakyat cuman bisa itu karena berabad-abad hidup di situ.

Kalau ikan hanya ditangkap oleh industri besar terus rakyat kecil dilarang menangkap lalu untuk siapa ibu jadi menteri? Sementara ekspor laut kita juga turun dan rakyat menangis akibat aparat yang menangkapnya padahal turun-temurun sudah begitu.

Entahlah, tapi saya pernah bersinggungan sebentar di KKP sebagai konsultan dan mengerti bahwa nelayan kita perlu pembela. Pesisir laut Indonesia dari dulu adalah kantong kemiskinan. Sekarang juga adalah kantong sampah. Hidup tambah susah dan tidak ada yang membela.

Teori ibu tentang bertambahnya jumlah ikan setelah pertunjukan “ngebom” itu bohong. Gak usah hitung kepala ikan di laut yang luasnya 75% bumi dan 75% nusantara. Hitung jumlah kepala orang miskin aja kita gak sanggup. Poros maritim Jokowi jadi gak jelas. Di laut kita binasa.

Maaf Bu Susi,
Saya juga seperti ibu gak suka basa-basi. Banyak yang saya mengerti sebagai anak pesisir tapi ibu lebih tahu. Hanya kita beda tugas dan beda posisi, tugas ibu eksekutif dan tugas saya legislatif. Percakapan ini anggaplah sebuah kopi siang. Terima kasih. @susipudjiastuti."
 (M15)

emoticon-Betty emoticon-Betty

Banyak orang yang bicara atas nama kemiskinan, tapi apa yang sudah mereka berikan kepada rakyat miskin??? Kenapa tidak semua gaji yang dia terima diberikan kepada rakyat miskin.... Atau kemiskinan hanya komoditas politik saja........


Makin Panas, Begini Isi Surat Fahri Hamzah untuk Menteri Susi

Masih lebih baik orang yang mampu merealisasikan idenya dan bertindak menghadapi resiko, daripada yang selalu membanggakan ide besar saja.....
Diubah oleh nyai.dasimah99
Urutan Terlama
Halaman 1 dari 3
Makin Panas, Begini Isi Surat Fahri Hamzah untuk Menteri Susi

Seperti tumbuhan parasit independen sedang cari panggung nempel di inang yang kuat emoticon-Ngakak (S)
cuma kuat baca 1/3 suratnya fahri
jadi gini.. knpa lagi ni org?

leh uga
Makin Panas, Begini Isi Surat Fahri Hamzah untuk Menteri Susi
emoticon-Tai emang nih si fahri. jelas salah bukannya dengan lapang dada meminta maaf malah bikin surat kagak jelas emoticon-Tai
Panjang amat suratnya... Hanya fahri yang paham persoalannya,Sehingga dia jadi anggota dewsn independen
buntelan kentut buat apa diladeni Makin Panas, Begini Isi Surat Fahri Hamzah untuk Menteri Susi
Usul fahri jadi menteri kkp di 2019 emoticon-Ultah
DHewan Independen celometan tentang kemiskinan yang dia sendiri tidak peduli orang miskin


emoticon-Tai: lah anggota dHewan yg terlucknut ini..
Jadi si fahri dah nemu partai baru blumemoticon-Ngakak (S)
ribut ma cewek
cemen ah
malas bacaaaa emoticon-Nohope
Ane males bacanya.. panjang...dan pasti ga berbobot
TL;DR emoticon-Wkwkwk
Niat banget bikin surat panjang, emang dasar caper emoticon-Nohope
Para nastaik tipikalnya persis junjungan: malas baca, sarapan paginya angka2 emoticon-Big Grin
buat surat panjang x lebar isinya ampas
Bener bener ga jelas? Rusdianto itu fiktif apa ga? Kasusnya apa kok bilang gara gara kritik? Industri besar yg ambil hasil laut ada bukti? Asal bacot ga jelas ya ini. Tanpa bukti yg konkret. Cuman ambil sepotong sepotong yg menguntungkan aja

Nelayan mana yg ga bisa melaut? Asli dodol
Quote:


Sebelumnya.. maaf jika ane sotoy, tapi ane mau nyoba menganalisa apa yg ditulis oleh bapak fachri..

Bold 1.

"Rusdianto mengkritik ibu Susi yang merugikan nelayan lalu dia menjadi tersangka pencemaran nama baik. Itu tidak baik. Dia nelayan"

Ini maksudnya apa? Kriminalisasi? Ada buktinya jika bpk rusdi itu di kriminalisasi?

Bold 2.

"Bikin nelayan sengsara"

Ini berhubungan dengan kebijakan yg diomongin bu susi?

""Saya tidak mau ada kapal cantrang ilegal, tak punya ukuran, ukuran markdown, masih melaut. Kemudian tak boleh ada kapal tambahan lagi," ujar Susi di Monumen Nasional, Jakarta pada hari ini. "

Seharusnya bpk Fachri diskusi dulu dengan ahli kelautan..

Bold 3.

"Teori ibu tentang bertambahnya jumlah ikan setelah pertunjukan “ngebom” itu bohong"

Mungkin pikiran bpk Fachri soal bold 3 itu adalah hanya menyangkut soal ketidakmungkinan adanya pengurangan ikan kalau hanya beberapa kapal yg di bom..

Mungkin bpk Fachri kaga kepikiran.. maling ikan jadi rada2 mikir buat maling ikan di mari..


Sorry sotoy.. emoticon-kisssing
Quote:


Nih buntelan kentut sudah pernah mampir ke Bagan Siapi2 belum ?
Pernah baca studi dari berbagai pihak dalam dan luar negeri tentang overfishing di Indonesia ?

Memang penggunaan cantrang dan alat sejenis bisa membuat nelayan dapat tangkapan banyak.
Tapi berapa lama ekosistem bisa bertahan dari pemancingan seperti ini ?
Di Laut Pantura saja dalam waktu kurang dari 10 tahun hasil tangkapan nelayan turun lebih dari 50%
Nah kalau sudah seperti ini siapa yang mau bertanggung jawab ?
Halaman 1 dari 3


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di