alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Inalum belum resmi memiliki 51% saham Freeport Indonesia
3.67 stars - based on 3 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b4747a4e0522735338b4567/inalum-belum-resmi-memiliki-51-saham-freeport-indonesia

Inalum belum resmi memiliki 51% saham Freeport Indonesia


Quote:


baru kesepakatan pokok divestasi saham.
blm dibayar.

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Bukan jokowi namanya kalo ga n*** emoticon-Ngakak
Yang bener gan, padahal tagar IndonesiaKuasaiFreeport udah bertebaran di sosmed emoticon-Cape d...
propaganda rezim zaman ini
Nasbung emang goblok. Itu sudah.
Kalo wowo yg bilang 2030 bubar, lgs percaya mereka.
Hoax membangun
mungkin cuma lucu2an...emoticon-Ngakak
Joko kangtepu emoticon-Ngakak
semua orang cerdas juga tau bayar dulu baru punya emoticon-Cape d...
yg penting heboh dulu dimedia emoticon-Traveller
Jongos penipu
sudah sepantasnya seluruh rakyat solid dukung pemerintah lawan freeport
buat uang saku maju syantik di 2019
Seengganya prosesnya masih berjalan, tunggu aja kelanjutannya

Barisan wowor mana paham kalau model ginian .
Ibaratnya kalau mau beli rumah sudah akad ninggal uang cair aja .

Pantesan nyapres gaal mulu ..punya sekumpulan jongos dungu macem gini .
Bilang banyak utang tapi gak bisa bedain utang konsumtif sama produktif .
emoticon-Ngakak
Cyber kremi cuman keyboard warior doank ..otak NOOOOOOOL
Quote:
Diubah oleh 54m5u4d183
Quote:


proses jadi makelar dpt. Success fee...
emoticon-Big Grin
Berati kontrak karya freeport di perpanjang berapa tahun tuh? Bukannya sebentar lg habis? Kan jadi bisa ambil 100%
Quote:


Ya tinggal dibuktiin aja biar ga cuma hoax kecuali emang udah kerjaan
Pernyataan tolol pertama: "Kontrak Freeport akan habis tahun 2021, ngapain divestasi saham, nanti juga jadi milik negara 100%?"

1. Kontrak habis, bukan berarti aset Freeport (20 miliar USD) otomatis jadi milik negara. Mesin-mesin, peralatan, kendaraan, pipa besi, sampai sepatu bot, tetap milik Freeport. Situ mau maling barang orang?

2. Freeport itu tambang kompleks, tidak seperti Antam, kita belum mampu mengelolanya. Salah kelola bisa jadi bencana. Divestasi adalah jalan tengah, menyelam sambil minum susu.

Pertanyaan tolol kedua: "Mau divestasi, emangnya punya duit? Mau jual BUMN ya?"

1. Duit cash Inalum saja ada 20 triliun. Itu perusahaan holding tambang, kalian pikir jualan kerupuk? Asetnya sangat besar, kemampuan finansialnya juga tinggi.

2. Duit 53 triliun untuk beli saham Freeport itu kecil bagi BUMN perbankan. Sudah ada 11 bank yang siap mengucurkan dana 72 triliun untuk Inalum.

Pertanyaan tolol ketiga: "Freeport terus merugi, kenapa dibeli, bukankah itu akan memberatkan Pemerintah?"

1. Yang merugi itu perusahaan induknya, yaitu Freeport-McMoRan. Perusahaan itu banyak tambangnya, dan penyumbang kerugian itu salah satunya perusahaan perminyakan.

2. Tahun 2016 saja pendapatan Freeport Indonesia 50 triliun. Pemerintah dengan saham mayoritas akan dapat bagian lebih besar. Belum lagi kalau smelter sudah dibangun, keuntungan negara akan lebih banyak.

Pertanyaan tolol keempat: "Saham 40% yang dibeli itu sebenarnya Participating Interest Rio Tinto terhadap Freeport. Padahal itu akan berakhir tahun 2021, kenapa dibeli?"

1. Hak kelola bahan tambang punya Rio Tinto itu "dikonversi" jadi saham. Itu urusan Freeport dengan Rio Tinto. Urusan Inalum kepemilikan saham dengan Freeport.

2. Bagaimana mungkin membeli saham Freeport jika mereka masih ada kesepakatan dengan perusahaan lain? Kesepakatan itu harus diselesaikan dulu, baru Inalum bisa masuk.

Pertanyaan tolol kelima: "Sejak dulu Pemerintah tak mau mengambil alih Freeport, kenapa sekarang diambil, pasti ada apa-apanya?"

1. Dulu banyak mafia tambang, Pemerintah takut dan terlibat bagi komisi dengan mereka. Sekarang Pemerintah tak punya "dosa" jadi mafia itu dihajar semua.

2. Pemerintah bersikap adil, karena kita bukan negara komunis. Kalau pemerintah main gencet, investor akan kabur. Itu bahaya.

Ada pertanyaan tolol lain?
Balasan post goezz
Setuju gan..

Freeport yang selama ini kita denger dikelola Amerika akhirnya balik ke Indonesia setelah 51 tahun. Transaksi ini ga main-main, soalnya yang dikelola PTFI selama ini adalah tambang emas terbesar di dunia. Kalau udah jadi pemilik saham mayoritas, Indonesia melalui INALUM bisa ikut andil dalam mengelola tambang yang kandungannya kaya akan emas, tembaga dan peraknya.

Perkiraan kekayaannya? Rp 2,190 triliun gaaan! Itu terjamin sampai tahun 2041. Namanya tambang Grasberg. Kalau lu pada ga percaya coba aja googling “tambang Grasberg”. Ga hoax, itu asli. Cadangan terbuktinya yang neliti ahli-ahli pertambangan dari Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI).

Belum lagi dari total 51% saham INALUM nanti, 10%-nya udah dialokasiin untuk pemda Papua. Lu kebayang ga daerah paling timur Indonesia itu nanti bisa jauh lebih berkembang lagi dari sebelumnya dengan INALUM beli saham PTFI?

PTFI ternyata selama ini juga adalah salah satu pembayar pajak terbesar di Indonesia. Sumbangan total dari pajak, royalti, pajak ekspor, dividen dan pungutan lainnya untuk Indonesia sampai Rp 10,8 triliun tahun lalu.

Belum lagi PTFI butuh banyak tenaga kerja. Sampai Maret 2018 aja PTFI merekrut 7,000 karyawan yang sekitar 2900 diantaranya masyarakat lokal, warga Papua. Dengan kapasitas lapangan pekerjaan 29.000 orang, kalau pemerintah Indonesia ikut duduk di bangku manajemen sebagai pemilik saham mayoritas, bisa lebih banyak lagi lapangan kerja yang tersedia untuk anak bangsa.

Jadi kita kudu ngedukung INALUM beli saham PTFI. Indonesia segini kaya masa yang ngelola orang asing? Yang bener aja. Yuk pantau terus! Semoga cepet selesai semua prosesnya


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di