alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Chevron mundur dari pengelolaan Blok Selat Makassar
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b472795902cfe83158b456c/chevron-mundur-dari-pengelolaan-blok-selat-makassar

Chevron mundur dari pengelolaan Blok Selat Makassar

Chevron mundur dari pengelolaan Blok Selat Makassar
Ilustrasi gambar Chevron Indonesia Ltd.
PT Chevron Pacific Indonesia memutuskan mundur dari kontrak kerja sama (KKS) pengelolaan gas alam di Blok Selat Makassar atau Makassar Strait pada tahun 2020.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Djoko Siswanto, mengungkapkan mundurnya Chevron sebab kontraktor migas asal Amerika Serikat (AS) tersebut sudah tidak berminat lagi menggarap blok tersebut.

Pasalnya, Blok Makassar Strait telah dikeluarkan dari daftar Proyek Laut Dalam atau Indonesia Deepwater Development (IDD) pemerintah.

Selain Chevron, Participating Interest (PI) atau hak kelola Blok Makassar Strait juga dipegang oleh PT Pertamina Hulu Energi (PHE) sebanyak 10 persen dan Sinopec 18 persen. Chevron sendiri memegang 72 persen hak kelola.

"Jadi di Makassar Strait itu kan ada Chevron, ada Pertamina, ada Sinopec. Tiga-tiganya sudah kita tanya, enggak minat. Jadi kita lelang, mungkin ada yang berminat karena ada beberapa K3S yang sudah punya fasilitas di situ, jadi lebih ekonomis. Sedangkan yang belum punya karena itu jauh di laut jadi kurang ekonomis," kata Djoko seperti dikutip Kumparan, Kamis (12/7).

Proyek IDD merupakan proyek gas alam terbesar yang ditargetkan mampu memproduksi 1,23 juta kaki kubik per hari (MMscfd) gas alam dan 50.750 barel kondensat per hari (BCPd) pada tahun 2023. Fase pertama proyek IDD ini pertama kali dimulai di Bangka pada tahun 2016.

Awalnya, Proyek IDD terdiri dari tiga blok yakni Makassar Strait, Rapak, dan Ganal. Bahkan Chevron Indonesia sudah mengajukan revisi proposal pengembangan lapangan (Plan of Development/PoD) dan perpanjangan di tiga blok tersebut Jumat (29/6).

Tiga blok ini memiliki masa kontrak yang berbeda. Kontrak Blok Makassar Strait akan berakhir pada 2020. Sementara itu, Blok Rapak kontraknya berakhir 2027 dan Blok Ganal habis pada tahun 2028.

Namun, setelah dievaluasi, Kementerian ESDM menolak skema tersebut. Alasannya karena biaya pengembangan proyek yang menggabungkan tiga blok itu dinilai terlalu tinggi.

Pemerintah meminta Chevron memisahkan Blok Makassar Strait dari Proyek IDD dengan alasan kontraknya lebih dulu berakhir. Chevron pun diminta mengajukan ulang proposal perpanjangan mengenai Blok Makassar Strait. Selain itu, blok ini juga ditawarkan ke PT Pertamina (Persero) dan Sinopec yang memiliki hak kelola.

Kapasitas produksi gas di Selat Makassar saat ini mencapai 1.000 MMscfd lebih rendah dari kapasitas produksi Blok Masela (sekitar 1.200 MMscfd) yang saat ini dikelola oleh Inpex dan Shell.

Dalam data SKK Migas, proyek IDD yang dikelola oleh Chevron Makassar Ltd. akan mulai beroperasi pada 2024 dan 2025. IDD Gendalo diperkirakan memiliki produksi sekitar 500 juta MMscfd, sedangkan Gehem memiliki produksi sebesar 420 juta MMscfd.

Chevron sebelumnya juga berupaya memangkas biaya pengembangan dan operasional IDD Gendalo-Gehem sekitar 6 miliar dolar AS dari proposal awal 12,8 miliar dolar. Selain struktur pembiayan, pemangkasan biaya disebut-sebut karena penerapan teknologi yang tepat.
Akan dilelang
Kepala Satuan Kerja Khusus Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Amien Suryanadi, mengatakan pemerintah akan segera melelang blok Selat Makassar setelah Chevron menyatakan tidak akan memperpanjang lagi kontraknya.

“Jadi Makassar Strait rencananya diterminasi kemudian akan dilelang,” kata dia di Jakarta, Rabu (11/7).

Lelang disebutnya bakal digelar secepatnya dan ditargetkan selesai dalam tiga bulan ke depan. Dia menjelaskan, meski keekonomian Blok Makassar Strait kurang bagus, bukan berarti tidak akan ada perusahaan migas yang berminat mengerjakannya. Pasalnya, keekonomian blok tersebut bisa lebih bagus bagi perusahaan migas yang telah memiliki fasilitas produksi yang lokasinya berdekatan.

Sementara itu, Corporate Manager Communication Chevron, Danya Dewanti, mengatakan pembahasan Proyek IDD tahap dua terus berjalan meski Chevron melepas hak partisipasi di Blok Makassar Strait.

"Pemerintah Indonesia merupakan mitra penting kami. Kami terus melakukan pembicaraan dengan Pemerintah terkait Proyek Indonesia Deepwater Project (IDD) tahap kedua," ujar dia dikutip dari Katadata, Kamis (12/7).

Saat ini, SKK Migas masih menghitung ulang besaran biaya pengembangan Proyek IDD setelah tak ada lagi Makassar Strait. Ini karena, rencana awal yang sudah diajukan Chevron berubah.
Chevron mundur dari pengelolaan Blok Selat Makassar


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...selat-makassar

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Chevron mundur dari pengelolaan Blok Selat Makassar Kisah Leaf dan banjir yang tak terduga di Jepang

- Chevron mundur dari pengelolaan Blok Selat Makassar Polemik khotbah Jumat beraroma radikal di masjid negara

- Chevron mundur dari pengelolaan Blok Selat Makassar BCA akan akuisisi dua bank kecil



×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di