alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Polemik khotbah Jumat beraroma radikal di masjid negara
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b46edeedad7702f588b4591/polemik-khotbah-jumat-beraroma-radikal-di-masjid-negara

Polemik khotbah Jumat beraroma radikal di masjid negara

Polemik khotbah Jumat beraroma radikal di masjid negara
Foto ilustrasi warga melintas di depan mural bertema toleransi keberagaman di kampung Kebonan, Jebres, Solo, Jawa Tengah, Selasa (3/7/2018).
Survei yang dilakukan Rumah Kebangsaan dan Dewan Pengawas Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) menuai polemik. Hasil survei menyebutkan materi khotbah Jumat di 41 masjid kantor kementerian, lembaga negara, dan badan usaha milik negara (BUMN) di Jakarta dianggap bermuatan radikal.

P3M adalah lembaga atau organisasi sosial kemasyarakatan dan non-pemerintah yang berbasis pada komunitas pesantren sebagai pusat pendidikan dan keagamaan masyarakat. P3M didirikan oleh sejumlah kiai pengasuh pesantren dan beberapa tokoh masyarakat sipil di bidang pemberdayaan dan pengembangan pesantren dan masyarakat.

P3M merilis hasil survei itu pada Minggu (8/7/2018). Ketua Dewan Pengawas P3M, Agus Muhammad mengatakan survei dilaksanakan di 35 masjid di kementerian 28 masjid di lembaga negara, dan 37 masjid di BUMN. Survei dilakukan sepanjang 29 September sampai 21 Oktober 2017.

"Dari seratus masjid yang kami survei, sebanyak 41 masjid terindikasi radikal. Radikal yang kami maksud adalah pemikiran atau gerakan yang menghendaki perubahan secara mendasar, secara fundamental, tanpa mempedulikan kelompok-kelompok lain yang beda," kata Agus dilansir VoaIndonesia.

Istilah radikal itu meliputi ujaran kebencian, sikap negatif terhadap agama lain kebencian terhadap minoritas, sikap positif terhadap konsep khilafah, sikap negatif terhadap minoritas, serta sikap negatif terhadap pemimpin perempuan.

Agus menambahkan dari 41 masjid terindikasi radikal tersebut, tujuh masjid terpapar radikal tingkat rendah, 17 masjid radikal tingkat sedang, dan 17 masjid lagi radikal tingkat tinggi.

Level radikalisme rendah, Agus mencontohkan, tidak menyetujui intoleransi tapi memaklumi. Radikalisme tingkat sedang adalah mereka sudah setuju dengan tindakan-tindakan intoleran. Sedangkan radikalisme tingkat tinggi yakni bukan sekadar setuju atas tindakan intoleran, tapi mereka juga memprovokasi umat agar bertindak intoleran.

Agus mengatakan setiap Jumat menerjunkan seratus relawan ke seratus masjid yang menjadi obyek penelitian. Masing-masing harus merekam audio khotbah Jumat dan video khotbah untuk memastikan rekaman audio dan video sama.

Ada 357 rekaman audio dan 274 rekaman video khotbah Jumat terkumpul. Tak semua rekaman audio dan video terkumpul karena alasan keamanan atau dicurigai, alat perekam tidak memadai, posisi tidak memungkinkan, dan terlalu mencolok.

Isu radikalisme di masjid itu dibantah Wakil Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) sekaligus Wakil Kepala Polri, Komisaris Jenderal Syafruddin.

"Masjid itu benda tempat suci, tidak mungkin radikal itu. Kalau toh ada radikal, pasti orang, pasti bukan masjid. Makanya hati-hati, jangan sampai dilaknat oleh Allah, menuduh-nuduh masjid radikal," kata Syafruddin melalui Detikcom, Selasa (10/7/2018).

Keraguan terhadap temuan radikalisme di masjid juga muncul dari Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerja Sama Antaragama dan Peradaban, Din Syamsuddin.

Survei tersebut, kata Din, hanya akan menimbulkan kecemasan dan memecah kerukunan di kalangan umat Islam.

"Ya, saya ragukan hasil survei atau penelitian itu ya. Saya belum tahu metodologinya. Apalagi jika dikaitkan dengan lembaga dan institusi," kata Din di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, dikutip Metrotvnews, Rabu, 11 Juli 2018.

Din percaya di sebuah masjid ada mubalig yang keras menyampaikan isi ceramah, tetapi masih dapat dimaklumi. Din berharap data-data yang digelontorkan disertai bukti maupun fakta. Kata Din, hal sensitif semacam itu berpotensi menimbulkan ketersinggungan antarumat muslim.

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu berpesan lembaga survei atau penelitian berhati-hati. Din mengatakan mendengar keluhan umat muslim mengenai penelitian tersebut.

"Dari kalangan umat Islam itu sering curhat, kenapa hanya masjid yang diteliti. Kenapa hanya rumah ibadah orang Islam yang dinyatakan radikal, sementara yang lain tidak. Hal-hal seperti inilah yang harus dijaga," kata Din.
(function(d, s, id) { var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0]; if (d.getElementById(id)) return; js = d.createElement(s); js.id = id; js.src = "//connect.facebook.net/en_US/sdk.js#xfbml=1&version=v2.6&appId=1643543942554049"; fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);}(document, 'script', 'facebook-jssdk'));Polemik khotbah Jumat beraroma radikal di masjid negara


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...-masjid-negara

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Polemik khotbah Jumat beraroma radikal di masjid negara BCA akan akuisisi dua bank kecil

- Polemik khotbah Jumat beraroma radikal di masjid negara Amerika tolak resolusi pro ASI

- Polemik khotbah Jumat beraroma radikal di masjid negara MK terima gugatan dari sepertiga peserta Pilkada 2018

Urutan Terlama


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di