alexa-tracking

Kemendagri Minta Daerah Terbitkan KK bagi Penghayat Kepercayaan

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b4679436208811f228b4592/kemendagri-minta-daerah-terbitkan-kk-bagi-penghayat-kepercayaan
Kemendagri Minta Daerah Terbitkan KK bagi Penghayat Kepercayaan
Kemendagri Minta Daerah Terbitkan KK bagi Penghayat Kepercayaan

11 Juli 2018 20:45 WIB

BAGIKAN

Kemendagri Minta Daerah Terbitkan KK bagi Penghayat Kepercayaan

Ilustrasi (dukcapil.kemendagri.go.id)

JAKARTA, solotrust.com – Pascaputusan Mahkamah Konstitusl Nomor 97/PUU-XIV/2016 tanggal 18 Oktober 2017 tentang penyantuman penghayat kepercayaan kepada Tuhan YME pada kolom Kartu Keluarga (KK) dan KTP elektronik, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bergerak cepat dengan menerbitkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 118 Tahun 2017 tentang Blangko Kartu Keluarga, Register dan Kutipan Akta Pencatatan Sipil. 

Melansir laman resmi Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kementerian Dalam Negeri RI, dukcapil.kemendagri.go.id, Rabu (11/07/2018), selanjutnya Kemendagri melakukan penyesuaian secara teknis dalam Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) agar lebih mudah diaplikasikan para petugas pelayanan di Dinas Dukcapil kabupaten/kota. 


Untuk itu, Kemendagri memerintahkan daerah mulai melayani masyarakat yang mengajukan perubahan pada kolom agama menjadi penghayat kepercayaan dalam Kartu Keluarga (KK). Hal ini tertuang dalam SE Nomor 471.14/10666/Dukcapil tanggal 25 Juni 2018 tentang Penerbitan KK bagi Penghayat Kepercayaan terhadap Tuhan YME.


SE ditandatangani Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh, di antaranya memerintahkan Dinas Dukcapil kabupaten/kota segera menerbitkan KK bagi penghayat kepercayaan, melakukan sosialisasi terkait kebijakan putusan MK serta melakukan pendataan penghayat kepercayaan. 


Kemendagri juga memerintahkan unit kerja atau Dinas Dukcapil melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan pelayanan penerbitan KK bagi penghayat kepercayaan, dilakukan Dinas Dukcapil kabupaten/kota di wilayahnya. 

(and)

http://www.solotrust.com/read/9053/K...at-Kepercayaan

Ayo season pelaksanaannya
image-url-apps
Tu denger perintah dari pusat

"Ayo ajudan, mari kita rancangkan Rencana Pengadaan Tenaga Pendataan Aliran Kepercayaan Baru untuk APBD kedepan"

emoticon-Traveller emoticon-Ngacir
image-url-apps
Quote:


bentar lagi ada keyakinan baru yg diakui ama pemerintah... emoticon-Cape d... (S)
SE nya 2018... baru dibikin, jadi pengen baca dulu ah emoticon-Ngacir
KASKUS Ads
image-url-apps
Biar tambah beragam
image-url-apps
Lima Agama Pertama di Indonesia

Kemendagri Minta Daerah Terbitkan KK bagi Penghayat Kepercayaan

Agama-agama bersifat lokal diakui sebagai kepercayaan pertama di Indonesia. (Foto: interfidei)

DI Indonesia, terdapat lima agama yang resmi diakui negara. Agama tersebut adalah Islam, Kristen Katolik, Kristen Protestan, Budha, dan Hindu. Beberapa di antaranya menyebar di Indonesia karena adanya kontak dengan pendatang asing melalui perdagangan, perkimpoian, dan penjajahan. Sebelum kelima agama tersebut berada di Indonesia, kita telah memiliki kepercayaan yang diturunkan leluhur. Berikut lima agama yang menyebar di Indonesia sebelum lima agama yang secara resmi diakui pemerintah Indonesia:

1. Ugamo Alim

Kemendagri Minta Daerah Terbitkan KK bagi Penghayat Kepercayaan

(Foto: Tapanulimedia)

Pusat penyebaran agama Ugamo Alim adalah Huta Tinggi, Laguboti, Kabupaten Tobasa, Samosir, Sumatera Utara. Penganut agama ini disebut dengan Parmalim. Pimpinan tertinggi agama Ugamo Alim adalah Sisingamangaraja I hingga Sisingamangaraja XII. Agama ini diturunkan dari generasi ke generasi oleh leluhur bangsa Batak hingga 35 generasi. Berdasarkan silsilah Batak, satu generasi berlangsung selama 25 tahun. Dalam kepercayaan Parmalim, mereka menyembah Debata Mula Jadi Na Bolon (Tuhan Yang Maha Esa). Peringatan keagamaan Ugamo Alim adalah Si Pahasada yang dirayakan di bulan pertama dan Si Pahalima di bulan kelima.

2. Sunda Wiwitan

Kemendagri Minta Daerah Terbitkan KK bagi Penghayat Kepercayaan

(Foto: CRCS UGM)

Pusat penyebaran agama Sunda Wiwitan adalah Kanekes (Lebak), Cisolok (Sukabumi), Cigugur (Kuningan), dan Kampung Naga. Para penganut agama Sunda Wiwitan menyembah Sang Hyang Kersa (Yang Maha Kuasa). Tempat peribadatan Sunda Wiwitan adalah Punden Barundak. Ritual keagamaan yang dilakukan pemeluk agama Sunda Wiwitan adalah Seren Taun. Seren Taun adalah tradisi menyanyikan kidung, pantun, dan tari yang dilakukan saat upacara panen padi.

3. Kejawen

Kemendagri Minta Daerah Terbitkan KK bagi Penghayat Kepercayaan

(Foto: merahputih)

Kejawen berasal dari wilayah Jawa. Kata Kejawen berasal dari Bahasa Jawa yang memiliki makna segala yang berhubungan dengan adat dan kepercayaan Jawa. Kepercayaan ini mengandung filsafat Jawa yakni Sangkan Paraning Dumadhi (Dari dan kembalinya hamba Tuhan) serta mengajarkan insan manusia untuk hidup dalam harmoni dengan Tuhannya. Dalam ajaran Kejawen disebut dengan istilah Manunggaling Kawula lan Gusthi (Bersatunya Hamba dan Tuhan).

4. Kaharingan

Kemendagri Minta Daerah Terbitkan KK bagi Penghayat Kepercayaan

(Foto: synergy-tours)

Pemeluk agama Kaharingan mayoritas adalah suku Dayak. Kaharingan berasal dari Danum Kaharingan yang memiliki arti air kehidupan. Penganut agama Kaharingan mempercayai dan menyembah Ranying Hatalla Langit atau penguasa alam semesta. Mereka beribadah di Balai Basarah atau Balai Kaharingan. Pedoman Kaharingan adalah Kitab Panaturan dan Talatah Basarah yang merupakan kumpulan doa. Upacara keagamaan mereka dikenal dengan istilah Tawar atau upacara menabur beras.

5. Marapu

Kemendagri Minta Daerah Terbitkan KK bagi Penghayat Kepercayaan

(Foto: islamidia)

Marapu merupakan kepercayaan yang berkembang di NTT. Dalam bahasa Sumba, Marapu berarti pemujaan arwah leluhur. Meskipun ritual Agama Marapu adalah pemujaan arwah leluhur, tujuan utama mereka adalah pemujaan terhadap Mawulu Tau-Majii Tau (Tuhan Yang Maha Esa). Penganut agama Marapu percaya bahwa kehidupan di dunia hanya sementara sementara kehidupan di surga kekal. Peringatan keagamaan ditentukan dengan kalender adat yakni Tanda Wulangu. (avi)

https://merahputih.com/post/read/lim...a-di-indonesia
×