alexa-tracking

Selain TikTok, orang-orang ini udah lebih dulu ngerasain bullying di abad ke-18.

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b45d61ddac13e365f8b456f/selain-tiktok-orang-orang-ini-udah-lebih-dulu-ngerasain-bullying-di-abad-ke-18
icon-hot-thread
Selain TikTok, orang-orang ini udah lebih dulu ngerasain bullying di abad ke-18.
Selain TikTok, orang-orang ini udah lebih dulu ngerasain bullying di abad ke-18.

Selain TikTok, orang-orang ini udah lebih dulu ngerasain bullying di abad ke-18.


#CERITAKITAUNTUKSELAMANYAemoticon-Malu

Quote:


Kalau beberapa dari kita terlahir “freak” di abad ke 18 dan abad ke 19 ada beberapa kemungkinan yang bakal jadi jalan hidup kita, pertama kalian bakal diusir dari pergaulan dan bakal menjalani sisa hidup dalam kesendirian. Kedua kalian tetep diusir dari pergaulan tapi bakal direkrut oleh organisasi circus setempat buat menghibur orang banyak.

Terlihat freak, punya sifat dan penampilan fisik yang gak umum, mungkin aja bisa jadi anugrah. Tapi satu hal yang gak banyak disadari banyak orang adalah se-freak apapun seseorang mereka tetep punya perasaan dan keinginan buat hidup normal. Beberapa contoh dibawah adalah kehidupan sedih orang orang yang bisa dianggap sebagai korban bully di abad ke 18 dan 19. Sedih sih, anggap jadi pelajaran aja.

Schlitze

Selain TikTok, orang-orang ini udah lebih dulu ngerasain bullying di abad ke-18.

Schlitze lahir tahun 1901 dan tingginya gak pernah lebih dari 122 cm. Dia juga lahir tanpa catatan nama orang tua kandung atau nama asli sekalipun. Selain itu dia juga menderita mikrosefali dimana terjadi adanya gangguan perkembangan syaraf yang membuat tengkoraknya berukuran kecil. Dia gak bisa ngomong dengan lancar dan diikutsertaka dalam tur circus ringling bros dan barnum bairley.

Setelah tampil sirkus selama puluhan tahun, schiltzie dirawat dirumah sakit sendirian tahun 1960 padahal sebelumnya dia udah menghibur banyak orang dengan nyanyian, tarian, dll. Untungnya seorang anggota sirkus lain melihat schiltzie dan merawatnya sampai dinyatakan sembuh. Akhirnya schiltzie meninggal 10 tahun kemudian diusia 70 tahun.

Daisy And Violet Hilton

Selain TikTok, orang-orang ini udah lebih dulu ngerasain bullying di abad ke-18.

Daisy dan violet adalah pasangan kembar siam yang meninggal tahun 1968. Mereka terkenal karena beberapa pertunjukkan dan kehidupannya diibaratkan sebagai kehidupan burung kolibri. Dulu mereka pertama kali melakukan tur waktu berusia 3 tahun. Gak lama berselang pengasuh mereka yang bernama mary hilton meninggal dan mereka berdua diserahkan pada mary edith meyers dan suaminya. Mereka berdua disiksa dan dikabarkan tidak pernah mendpat bayaran dari hasil penampilan mereka. Mereka menggungat dan memenangkan uang 100.000 dollar untuk digunakan sebagai modal pertunjukkan baru dan meninggal diusia 60 tahun.

Jack Earle

Selain TikTok, orang-orang ini udah lebih dulu ngerasain bullying di abad ke-18.

Jack earle, seorang pria yang punya tinggi 260 cm ternyata cuma lahir dengan berat 1.8 kg. Waktu itu dokter bilang kalau jack susah untuk bertahan hidup. Tapi kenyataan yang terjadi malah dia udah punya tinggi 183 cm waktu berumur 10 tahun karena menderita gigantisme acromegali.

Akibat memiliki tinggi badan yang tidak normal jack sering masuk ke lorong lorong ketika berangkat sekolah. Keponakannya menulis buku tentang jack dan bilang kalau jack udah biasa dilempar batu eaktu berpapasan dengan orang lain. Tapi pada akhirnya jack ditemukan bakat aktingnya oleh seorang pegawai hollywood dan berakting dalam film komedi pendek sampai akhirnya meninggal tahun 1952 di texas pada umur 46 tahun.

Stephan Bibrowski

Selain TikTok, orang-orang ini udah lebih dulu ngerasain bullying di abad ke-18.

Stephan Bibrowski lebih dikenal sebagai nama panggungnya “Lionel the Lion-faced Man” ini Lahir pada tahun 1890 di Polandia. Seluruh tubuhnya ditutupj rambut sepanjang 2.5 cm. Ibunya mengaim kalau ayah bibrowski pernah bertemu dan mendapat masalah dengan singa dan berdampak ke stephan yang baru lahir. Ibunya tidak mengangap keberaeaan stephan dan membuangya diusia 4 tahun. Stephan lalu banyak menghabiskan waktu tampil tur circus bersama ringling bros dan memiliki jadwal atraksi reguler di conley island. Dia akhirnya pensiun diusia 30-an dan kembali kejerman sampai meninggal di tahun 1932.


Frank Lentini

Selain TikTok, orang-orang ini udah lebih dulu ngerasain bullying di abad ke-18.

Frank “The Three-Legged Wonder” Lentini tidak bisa melupakan kembarannya. Dia memiliki tiga kaki, sebuah tulang keluar dari lutut berbentuk kaki kecil. Katanya waktu dilahirkan tahun 1889 bidan menjerit ketika melihat kaki tambahan tersebut. Diusia yang masih muda dia juga sudah menderita depresi karena sebagian besar dokter menolak untuk mengoperasi kaki tambahannya. Orang tuanya lalu membawanya ke lembaga khusus untuk anak anak dengan kelainan bentuk tubuh dan frank banyak berteman dengan anak sebaya nya disini. Sejak saat itu dia gak pernah mengeluh dan menjalani tur circusnya dan banyak disegani teman temannya.

Chang And Eng Bunker

Selain TikTok, orang-orang ini udah lebih dulu ngerasain bullying di abad ke-18.

Asal muasal frasa “si kembar siam” berasal dari saudara kembar gabungan Chang dan Eng Bunker — meskipun mereka bisa memiliki nasib yang sangat berbeda. Lahir di Siam pada tahun 1811, mereka menempel dibagian dada tengah lewat sebuah tulang rawan. Selama masa muda mereka menjalani tur circus setelah seorang pedagang skotlandia membayar orang tua mereka. Tahun 1870, kesehatan chang menurun dan meminum banyak alkohol sementara eng tetap sehat. Akhirnya chang menderita bronkitis akut dan meninggal tahun 1874. Eng menjerit ketakutan ketika menyadari saudaranya meninggal dunia dan meminta dokter melakukan operasi untuk memisahkan mereka tapi operasinya gagal dan eng meninggal 3 jam kemudian diusia 62 tahun.

Annie Jones

Selain TikTok, orang-orang ini udah lebih dulu ngerasain bullying di abad ke-18.

Annie jones lahir tahun 1865. Orang tua annis ketakutan dengan penampilan anis karena dia punya banyak rambut diseluruh tubuh. Pada usia 5 tahun dia udah punya jambang dan kumis diseluruh tubuh dan ibunya setuju untuk memasukkan anaknya ke sbuah atraksi sirkus. Tapi kemudia annis diculik dan baru ditemukan ketika sedang dipamerkan dipameran sebuah gereja. Tapi akhirnya dia harus meninggak diusia 37 tahun akibat sakit.

Mirin Dajo

Selain TikTok, orang-orang ini udah lebih dulu ngerasain bullying di abad ke-18.

Mirin Dajo yang lahir di Belanda adalah fenomena manusia yang dikenal sebagai "Manusia Yang Tak Terkalahkan", karena benda-benda dapat menembus tubuhnya dengan efek yang tampaknya tidak ada. Dajo menjalani kehidupan normal sampai dia mulai mengalami mimpi paranormal aneh pada usia 33 tahun, dia menyatakan bahwa tubuhnya "kebal" dan berhenti dari pekerjaan tetapnya di sebuah firma desain. Dia kemudian mulai berkeliling bar, menyuruh orang untuk menembus tubuhnya dengan benda-benda tajam dengan imbalan uang

Tapi Pada tahun 1948, dia nekat menelan jarum baja besar untuk membuktikan keilahiannya dan akibatnya jarum tersebut harus diangkat dengan operasi. Sepuluh hari kemudian, dia meninggal karena pecahnya aorta pada usia 35.


Quote:




Selain TikTok, orang-orang ini udah lebih dulu ngerasain bullying di abad ke-18.Selain TikTok, orang-orang ini udah lebih dulu ngerasain bullying di abad ke-18.

Selain TikTok, orang-orang ini udah lebih dulu ngerasain bullying di abad ke-18.

Selain TikTok, orang-orang ini udah lebih dulu ngerasain bullying di abad ke-18.
Jaman dulu malah lebih parah, dibully karna fisiknya yang kliatan seperti itu emoticon-Bingung
dan ane herannya knp jaman dulu banyak org2 yg fisiknya kelainan yang cukup parah ya? emoticon-Bingung



Skalian mampir ke trit ane ya emoticon-Cendol Gan

Selain TikTok, orang-orang ini udah lebih dulu ngerasain bullying di abad ke-18.
| ++UPDATE | DESAIN GRAFIS EXPERIMENTAL |
bukannya itu abad ke 19 dan 20
KASKUS Ads
image-url-apps
Kelainan genetika ya bre..
image-url-apps
Bully jaman sekarang mah cyberbully, gak tahu kenapa tapi lebih respect bully (jaman dulu) dari pada cyberbully (jaman sekarang) kalau jaman sekarang orang cupu di dunia nyata tapi songong di dunia maya pakai akun palsu lagi.

Quote:


Serem juga kalau punya saudara yang menempel tapi meninggal lebih dulu.
hmmmm... Yg pertama ane masih setengah2 gan



Ikuti trit2 ane yah gan emoticon-Smilie
image-url-apps
Kasihan gan.
image-url-apps
kalo disini mah, sengaja melakukan KETOLOLAN biar dibully, lalu tenar emoticon-Leh Uga
apalagi didukung sama fans nya yang gak kalah guobloknyaemoticon-Leh Uga
image-url-apps
Selain TikTok, orang-orang ini udah lebih dulu ngerasain bullying di abad ke-18.

mesake tenan buoskuh
image-url-apps
dibully gara2 fisik ya...
kasian bgt
image-url-apps
yg no 1 palanya kecil amat emoticon-Ngakak
image-url-apps
Kasian banget yaemoticon-Turut Berduka
image-url-apps
Quote:


Ente lupa gan, bully yg lebih lama dari itu. Hanya karena perbedaan warna kulit dan sering disebut yellow atau negro... emoticon-Big Grin
apanya yg dibuliemoticon-Ngacir
mereka terkenal
typo kayaknya.. yang bener abad 19 & 20 emoticon-Nyepi
Itu yg tinggi dilemparin batu dikira pohon mangga apa emoticon-Cape deeehh
image-url-apps
Hmmmpp kasian fisik nya begitu terus di buly hadeeeehh emoticon-Turut Berduka
image-url-apps
patut bersyukur buat yang mempunyai tubuh yang normal.
image-url-apps
gembok.