alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Rompi oranye kedua buat Zumi Zola
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b458b8da09a397d7d8b4583/rompi-oranye-kedua-buat-zumi-zola

Rompi oranye kedua buat Zumi Zola

Rompi oranye kedua buat Zumi Zola
Gubernur Jambi nonaktif Zumi Zola meninggalkan gedung KPK seusai diperiksa di Jakarta, Rabu (4/7/2018). KPK menetapkan Zumi jadi tersangka dalam kasus penyuapan anggota DPRD Jambi.
Baru dua tahun menjabat sebagai Gubernur Jambi, Zumi Zola sudah mengenakan rompi oranye alias jadi tersangka KPK untuk kedua kalinya.

Setelah ditetapkan tersangka pada 2 Februari lalu, Selasa (10/7/2018) karena diduga menerima suap, kali ini Zumi menjadi tersangka lagi karena diduga menyuap anggota DPRD Jambi.

Menurut Komisoner KPK Basaria Panjaitan, Zumi diduga mengetahui dan menyetujui pemberian suap yang disebut uang ketuk palu kepada sejumlah anggota DPRD agar menyetujui pengesahan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (R-APBD) Jambi tahun anggaran 2017-2018.

KPK menduga Zumi memerintahkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Asisten Daerah III Jambi, mengumpulkan dana dari perangkat daerah dan pihak lain, untuk anggota DPRD.

Total uang yang diserahkan kepada anggota DPRD sebesar Rp3,4 miliar. "Uang itu ditujukan agar anggota DPRD mau hadir pada rapat pengesahan R-APBD 2018," kata Basaria, Selasa (10/7/2018) seperti dikutip dari Kompas.com.

Zumi disangka melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1.

Saat diperiksa KPK, Rabu (11/7/2018), Zumi enggan mengomentari penetapan statusnya menjadi tersangka lagi. Namun saat diperiksa awal Januari lalu, ia menyatakan tak tahu menahu soal uang ketuk palu itu.

Bantahan Zumi, diperiksa dalam pengadilan tersangka lainnya. Supriono, anggota DPRD Jambi yang jadi terdakwa penerima suap, mengakui adanya uang ketuk palu ini. Dalam sidang akhir Mei lalu di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jambi,

Supriono mengakui uang ketuk palu sebesar Rp3,4 miliar itu untuk pengesahan RAPBD Provinsi Jambi 2018.

Supriono menjelaskan, anggota DPRD tidak akan hadir pada sidang paripurna pengesahan ABPD Jambi jika tidak ada uang ketuk palu. Alasannya, uang ketuk palu sejak 2017 sudah ada dan diantar langsung ke rumah masing-masing anggota DPRD.

"Ada dua kali pemberian, pertama akhir 2016 sebesar Rp100 juta, kemudian tahap kedua pada bulan April 2017," kata Supriono seperti dinukil dari Republika.co.id.

KPK mencermati fakta sidang, keterangan saksi dan barang bukti dalam sidang ini. "ZZ (Zumi Zola) selaku Gubernur Jambi diduga mengetahui dan menyetujui terkait uang ketok palu pada anggota DPRD," ujar Basaria.

Zumi Zola dilantik jadi Gubernur Jambi baru 12 Februari 2016 lalu. Sebelum menjadi gubernur, pria kelahiran 31 Maret 1980 itu mengawali karier politiknya sebagai Bupati Kabupaten Tanjung Jabung Timur untuk periode 2011-2016.

November tahun lalu, KPK melakukan operasi dan menangkap tangan beberapa pejabat di Jambi.

Dari penangkapan itu, KPK menetapkan 4 tersangka. Mereka adalah 3 orang pejabat Provinsi Jambi sebagai pemberi suap, yaitu Plt Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, Erwan Malik, Plt Kepala Dinas PUPR, Arfan, dan Asisten Daerah III, Saipudin. Si penerima suap tak lain Supriono, anggota DPRD Provinsi Jambi.

Dari pengembangan kasus ini, menyeret Zumi Zola dalam pusaran kasus, dengan dua status tersangka sekaligus.
Rompi oranye kedua buat Zumi Zola


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...buat-zumi-zola

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Rompi oranye kedua buat Zumi Zola Misi sukses, 13 orang terperangkap dikeluarkan dari gua Thailand

- Rompi oranye kedua buat Zumi Zola Mewaspadai ancaman terorisme jelang Asian Games

- Rompi oranye kedua buat Zumi Zola Jika berkampanye hitam, caleg bisa dibatalkan

Urutan Terlama


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di