alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Hobby / Buku /
Mentari Dalam Birunya Langit
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b454dfdde2cf2602f8b4567/mentari-dalam-birunya-langit

Mentari Dalam Birunya Langit

Cahaya mentari telah menggantikan tugas
bulan untuk memeluk langit dengan riang.
Langit memang selalu membuatku
mencintai-Nya. Ya Tuhanku,bagi-Mu segala
puji sebagaimana bagi kemuliaan wajah-Mu
dan keagungan kekusaan-Mu. Sehingga aku
masih bisa bersujud dan bersyukur pada-Mu.


Aku adalah gadis biasa yang hidup dengan
hiruk pikuk kegembiraan,teladan didikan
orang tua yang mengikuti syariat Islam dan
mengalir di tubuhku kemudian dikondisikan
dengan beraneka rupa lingkungan. Usiaku
saat ini menginjak 18 tahun. Aku bahagia
memiliki keluarga yang harmonis seperti ini
. Seorang Ayah yang selalu mendukung
setiap jejakku,seorang Ibu yang akan selalu
menginspirasiku dan selalu menjadi tempat
berbagiku,dan seorang Kakak perempuan
yang pasti selalu menyayangiku.
Kriiing!!.... ponselku berbunyi. "tumben
kakak telepon pagi-pagi,ada apa
ya ??"(gumamku). Ku angkat teleponnya
hingga kudapati berita mengenai kecelakaan
kedua urang tuaku. Ya kedua orang tuaku
baru saja pergi menuju Bogor untuk
berkunjung ke rumah nenek. Berita
kecelakaan itu terus bergaung ditelingaku.
Aku langsung ke rumah sakit yang telah
diberikan alamatnya oleh kakakku. Di
sepanjang perjalanan aku tiada hentinya
berdoa kepada Tuhan agar orang tuaku
selamat. Ku berlari menuju ruang dengan
tergesa-gesa. Setelah kutemukan dan
melihat kondisi kedua orang tuaku aku
langsung memeluk ibu dan ayahku untuk
yang terakhir kalinya . Kedua orang tuaku
telah kembali kepada Sang kuasa.
Aku menangis tiada hentinya atas kepergian
kedua orang tuaku yang tak pernah
kembali.Namun kakak berusaha untuk
mencoba menguatkan hatiku agar bisa
menerima semua yang telah terjadi.

Hari demi hari telah berlalu. Hangus tiada
berapi,karam tiada berair. Sejak kepergian
kedua orang tuaku,hidupku menderita
kesusahan. Duniaku tak lagi berwarna,seolah
tak ada lilin maupun cahaya untukku.
Aku dijerat kalbu mengiris hati. Sekarang
kakaku yang menjadi tulang punggung untuk
menopang hidup. Dia terlihat lebih tegar
dari biasanya dan mampu membimbingku
tapi malah buatku haru. Jujur saja aku
bangga padanya! Ya pada kakakku yang selalu
mengajarkankuuntuk sabar disetiap cobaan
yang menghampiri dan mensyukuri apa yang
telah terjadi.
Jarum jam dinding menunjukan pukul
setengah sebelas malam. Aku masih dibalut
rindu atas kepergian orang tuaku melalui
lantunan Ayat-Ayat suci-Mu untuk
mengirimkan kerinduanku.Tak terasa aku
tertidur karena malam semakin larut,namin
fajar begitu cepat menggantikan. Alarm
berbunyi dan suara adzan berkumandang
membangunkanku. Seperti biasa aku bangun
dari tempat tidur yang telah menggantikan
lelahku dan mengambil wudhu untuk
melaksanakan sholat subuh. Aku selalu
mengirimkan hadiah melalui doa dan tetesan
air mata yang selalu terangkai membasahi
pipi saat ku terhanyut dalam doaku.

Demi mengalihkan kesepianku karena saat
ini kakak sedang tak ada di rumah. Aku pergi
ke perpustakaan umum untuk
menghilangkan rasa jenuh. Kebetulan aku
juga suka baca buku apa saja.
Tiba-tiba....
Bruuk!!! Setumpuk buku yang kupeluk
berjatuhan.
"Ahh maaf maaf tak sengaja" ucap lelaki itu
dengan penuh penyesalan dan membantu
mengambil buku yang berjatuhan.
"Sekali lagi maaf ya, oh ya perkenalkan
namaku Fahri.Boleh aku bergabung
denganmu?" Fahri menjulurkan tangannya.
"Ya tentu boleh" jawabku dengan senang
hati.


Dari situlah awal aku mengenal Fahri dan
sepertinya hariku-hariku mulai indah.
Apakah ini yang namanya jatuh cinta pada
pandangan pertama?.
Namun aku tersadar dalam bayang cermin.
Biar bagaimanapun juga,aku bukan siapa-
siapa.
Aku hanya seorang hamba yang mengharap
cinta kasih dari-Nya.
Urutan Terlama


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di