alexa-tracking

OLEH-OLEH MUDIK DARI ORTU.

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b4498e51ee5df29748b4567/oleh-oleh-mudik-dari-ortu
OLEH-OLEH MUDIK DARI ORTU. (Bekal dalam Rumah Tangga)
OLEH-OLEH MUDIK DARI ORTU.


Jangan pernah bertengkar dengan istri,  krn itu modal pertama rusaknya rumah tangga, rezeki, ketenangan hidup, & rusaknya ibadah. Kalau pertengkaran harus terjadi, janganlah sampai melewati 3 hari, karena iblis & syetan akan mengambil kendali.

Bicarakanlah hal-hal penting sehabis sholat, sebelumnya jangan lupa berdoa memohon keterbukaan hati. Jangan membahas masalah di meja makan, itu akan mengurangi rasa syukurmu pada Tuhan. Lebih baik diam, karena saatnya mulut mengunyah, lidah mencercap, tenggorokan menelan.

Jangan memberikan apa-apa kepada kedua orang tuamu, tanpa sepengetahuan istrimu, apalagi tanpa ridhanya. Kalau kamu ingin memberikan sesuatu, biarkanlah Istrimu yang menyerahkannya pada orang tuamu.

Kalau punya masalah, jangan sampai keluar dari rumah, jangan buru-buru diceritakan pada siapapun termasuk orang tuamu. belajarlah menyelesaikan sendiri masalah kalian. Kalaupun harus dibicarakan kepada orang lain, maka kalian harus datang berdua, tidak boleh sendiri-sendiri.

Suami itu bekerja mencari rezeki yang halal, pastikan itu kehalalannya. Karena inti dari rezeki itu keberkahan, dan keberkahan hanya ada pada yang halal. hati-hati di zaman sekarang. jangan sampai ngasih makanan haram pada keluargamu, karena seluruh amalmu bisa habis sebab itu.

Semua penghasilan suami itu adalah hak istrinya, dan istri harus paham itu. suami yang meminta uang sama istrinya itu tak punya adab. karena itulah istri harus mengerti kebutuhan suaminya. Saat seluruh penghasilan suami diberikan kepadanya.

Sebesar apapun kesalahan yang kalian lakukan, kalian jangan lupa untuk segera saling memaafkan. jika salah satu diantara kalian sudah rela mengakui kesalahannya, maka yang lainnya harus rela & ridha memaafkannya. Jangan saling mendholimi dgn cara tak saling meminta & memberi maaf.

Setiap habis sholat, jangan lupa kalian saling mengirim Fatihah, termasuk juga saat sedang ada masalah diantara kalian. Sehingga keluarga kalian senantiasa berada dalam samudra Fatihah dan terjaga dari kerusakan yang disebabkan oleh Nafsu, Syetan, iblis, serta lainnya.

Tidak ada suami yang sempurna, tak ada istri yang sempurna. Karena itulah kalian harus saling menyempurnakan kewajiban dan hak masing-masing. Sering-seringlah makan bersama, karena Allah dan para malaikat senang melihat kebersamaan kalian saat makan.

Ingatlah nak! Sebagai seorang istri ridhamu ada pada suamimu, dan ridha suamimu ada pada kedua orang tuanya. Maka bantulah suamimu meraih ridha orang tuanya, sehingga keluargamu diridhai oleh Allah. Jangan halangi kebaikan apapun yang dilakukan oleh suamimu untuk orang tuanya.

Jika kamu merasa keberatan atas kebaikan suamimu terhadap orang tuanya, karena mengurangi hak-hak mu, maka ucapkanlah kepada suamimu. Sebagai suami kewajibannya adalah memenuhi hak istrinya. Tapi alangkah eloknya jika Istri turut meridhainya. Kebaikannya akan kembali kepada kalian.

Namun, jika hatimu masih terasa berat juga untuk ridha pada kebaikan suamimu terhadap kedua orang tuanya, maka banyaklah baca istighfar dan sholawat, semoga Allah meringankan dan membuka hatimu untuk membantu saudaranya.

Ketahuilah nak... sebenarnya jika engkau memiliki kebaikan, tidak ada yang lebih berhak mendapatkan manfaat dari kebaikanmu itu pertama-tama selain dari keluargamu sendiri. Begitulah Allah mengajarkan Cinta pada kita, membias seperti cahaya.

Setiap keluarga punya masalah, tapi yang kamu harus pahami, dengan masalah itulah keluarga itu di tempa menjadi berkualitas. Allah akan melihat seberapa kuat kalian berpegang padaNya dengan mengesampingkan segala Ego dan perasaan benar sendiri

Ingatlah...! Dalam keluarga kesalahan satu pihak tak bisa lepas dari kekurangan dan kesalahan pihak lain. Sering-seringlah meminta dan memohon maaf. Karena kerap kali kita menyimpan kesalahan orang lain dan melakukan kesalahan pada mereka secara diam-diam.

Sebagai orang tua, kami ridha kepada kalian, dan sebagai anak, Aku berharap kamu juga ridha kepada kami. Selama ini kami tak dapat memberikan yg sempurna kepadamu. Kuterima dan maafkan segala kesalahanmu, Aku berharap kamu juga memaafkan segala kesalahan orang

"Terima Kasih wahai tumpuan ridhaku dlm meraih RidaNya, Sungguh Aku bersaksi bahwa Aku Ridha dan bahagia jadi anak Beliau berdua. Aku tak akan menuntut & memberatkan apapun kelak di Akhirat. "Allahu Rabbi Ampunilah kedua orang tua kami, ridhailah mereka dengan segenap RidhaMU."

Twiter : Nuun (@IyanJibroil)
emoticon-Kroasia emoticon-Kroasia emoticon-Kroasia emoticon-Kroasia
×