alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Rencana bisnis PGN usai akuisisi Pertagas
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b445a65d44f9f0e328b456a/rencana-bisnis-pgn-usai-akuisisi-pertagas

Rencana bisnis PGN usai akuisisi Pertagas

Rencana bisnis PGN usai akuisisi Pertagas
Ilustrasi foto. Petugas PGN memeriksa alat penurun tekanan gas di CV Tugu Jogja Istimewa, Sleman, DI Yogyakarta, Jumat (29/6/2018).
PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk sudah memetakan sejumlah rencana dalam menjalankan bisnis gas ke depan setelah mengakuisisi 51 persen saham PT Pertamina Gas (Pertagas).

Direktur Utama PGN, Jobi Triananda Hasjimn, mengatakan penghapusan tumpang tindih jaringan transmisi gas akan menjadi prioritas utama perseroan setelah berhasil mengempit saham Pertagas. Tujuannya adalah menurunkan biaya operasional akibat duplikasi yang terjadi sebelum akuisisi.

"Kami bisa turunkan capital expenditure untuk yang duplikasi," kata Jobi seperti dikutip Katadata, Selasa (10/7/2018).

Rencana kedua adalah menghentikan sementara pemasangan dan penyaluran gas ke konsumen guna meminimalisir duplikasi pelanggan.

"Jadi Pertagas Niaga itu kan menyediakan untuk ratusan customer. Sedangkan kami sudah ribuan. Jadi nanti akan ada penugasan produk tertentu supaya pelanggan tidak bingung," ujar Jobi.

Rencana selanjutnya, perseroan akan menjalankan proyek integrasi jaringan pipa Jawa Barat dan Jawa Timur yang selama ini belum terhubung jaringan gas.

Dengan rencana yang sudah dibuat itu, Jobi berharap rasio pemakaian gas di Indonesia terus meningkat. Apalagi PGN memiliki target besar untuk memperluas jaringan gas ke seluruh Indonesia pada masa depan.

Berdasarkan data perseroan, hingga akhir kuartal I 2018, panjang pipa gas yang dimiliki PGN mencapai lebih dari 7.453 kilometer (km) atau setara 80 persen pipa gas bumi nasional. Dari infrastruktur tersebut, PGN menyalurkan gas bumi ke 196.221 pelanggan industri maupun rumah tangga.

Sementara panjang pipa yang dikelola Pertagas mencapai 2.438 km. Sehingga dengan penggabungan dua perusahaan, maka PGN menguasai infrastruktur pipa gas bumi di Indonesia sebesar 96 persen.

Proses pengambilalihan saham Pertagas oleh PGN telah dilakukan melalui penandatanganan Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (Conditional Sales Purchase Agreement /CSPA) pada 29 Juni 2018.

Nilai transaksi tersebut mencapai Rp16,6 triliun atau setara pembelian 2.591.099 lembar saham yang dimiliki oleh Pertamina dalam Pertagas, termasuk saham PT Pertagas Niaga yang merupakan anak usaha Pertagas.

Sekretaris Perusahaan PGN, Rachmat Hutama, mengatakan integrasi Pertagas ke dalam PGN ini adalah rangkaian proses dari pembentukan perusahaan induk bidang minyak dan gas bumi (Holding Migas) yang merupakan inisiatif pemerintah untuk untuk mendorong perekonomian dan ketahanan energi nasional.

"Proses pembentukan Holding Migas dilanjutkan dengan integrasi Pertagas ke dalam PGN yang dilakukan dengan cara pengambilalihan saham milik Pertamina pada Pertagas oleh PGN dengan cara dan harga yang disepakati oleh Pertamina dan PGN," kata Rachmat dalam keterangan resmi yang dikutip Selasa (10/7).
Prospek bisnis yang positif
Proses akuisisi tersebut langsung direspon positif oleh lembaga pemeringkat Moody's Investors Service. Moody's resmi menaikkan peringkat PGN menjadi Baa2 dengan outlook stabil pada Jumat (6/7/2018). Rating itu juga berlaku bagi surat utang emiten berkode saham PGAS tersebut.

"Moody's memahami PGN berencana mendanai akuisisi tersebut dari utang baru dan kas internal yang sampai 31 Maret 2018 lalu jumlahnya mencapai 1,19 miliar US dolar," kata, Vice President sekaligus Analis Senior Moody's Abhishek Tyagi, dikutip dari risetnya, Selasa (10/7).

Tyagi menjelaskan, keputusan perusahaannya untuk menaikkan rating utang PGN menjadi Baa2 dengan outlook stabil didasari pada tiga faktor fundamental. Pertama, meskipun utang baru untuk membeli saham Pertagas bakal melemahkan matriks keuangan PGN, namun angkanya masih aman karena lebih tinggi dari angka toleransi atas rating tersebut di kisaran 9 persen hingga 12 persen. ‎

"Dalam beberapa tahun terakhir, PGN berhasil menjaga konsistensi peningkatan pendapatan meskipun terjadi penyesuaian harga gas dan tarif distribusi yang ditetapkan pemerintah. Jadi munculnya beban utang baru masih aman bagi PGN," papar Tyagi.

Kedua, akuisisi Pertagas dinilai Moody's bakal memperkokoh dominasi bisnis gas PGN di Indonesia baik di tingkat tengah maupun hilir. Pasalnya pascaakuisisi rampung, PGN akan menjadi satu-satunya operator yang menguasai jaringan transmisi dan distribusi gas di dalam negeri.

"Jaringan pipa gas PGN akan bertambah 30 persen setelah akuisisi. Hal tersebut akan mendukung tercapainya efisiensi biaya operasi dan belanja modal perusahaan ke depan," jelasnya. ‎

Ketiga, faktor fundamental yang tidak kalah pentingnya adalah adanya dukungan pemerintah atas rencana bisnis PGN ke depan sebagai anak usaha dari holding BUMN Migas yaitu Pertamina.

Pengalihan 56,96 persen saham seri B milik Pemerintah di PGN ke Pertamina beberapa waktu lalu, ditambah dengan tetap dikuasainya saham seri A Dwiwarna PGN oleh negara, menurut Moody's merupakan jaminan atas setiap aksi korporasi korporasi yang dilakukan PGN ke depan.

"Kami meyakini Pemerintah Indonesia akan terus memberi dukungan bagi PGN untuk mengoptimalkan aset yang dimilikinya. Apalagi dengan tetap menguasai saham dwiwarna, maka pemerintah masih memiliki hak veto untuk menyetujui keputusan strategis yang baik untuk perusahaan ke depan," tutur Tyagi.
Rencana bisnis PGN usai akuisisi Pertagas


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...isisi-pertagas

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Rencana bisnis PGN usai akuisisi Pertagas Proses hukum tersangka KPK pemenang pilkada tak bisa dipercepat

- Rencana bisnis PGN usai akuisisi Pertagas Penyebab melambungnya harga telur usai Lebaran

- Rencana bisnis PGN usai akuisisi Pertagas 4 anak lagi diselamatkan, misi ke-3 disiapkan di gua Thailand

Urutan Terlama


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di