alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
BPOM Pastikan Produk Susu Kental Manis Mengandung Susu
5 stars - based on 3 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b445a00620881034b8b4568/bpom-pastikan-produk-susu-kental-manis-mengandung-susu

BPOM Pastikan Produk Susu Kental Manis Mengandung Susu

BPOM Pastikan Produk Susu Kental Manis Mengandung Susu
JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memastikan, produk susu kental manis mempunyai kandungan susu. Kepala BPOM Penny K Lukito menyatakan, susu kental manis mengandung susu yang dipekatkan sebelum ditambahkan gula yang menjadikannya manis.

"Air (susu)-nya dikeluarkan, di-evaporate, di-condense, dikentalkan kemudian ditambah gula. Jadi lemaknya itu terkonsentrasi terus ditambah gula," kata Penny saat konferensi pers di Kantor BPOM, Senin (9/7/2018).

Direktur Pengawasan Pangan Risiko Tinggi dan Teknologi Baru BPOM Tetty Sihombing mengamini pernyataan Penny. Ia mengatakan, produk susu kental manis dapat dibuat dari susu cair yang dipekatkan atau susu bubuk yang dicampur dengan gula dan sebagainya.

Ia menyebutkan, BPOM telah mengatur kandungan gula dan lemak dalam produk susu kental manis agar masih dapat disebut susu.

"Yang harus diikuti dalam persyaratan susu kental manis adalah kandungan lemak susu tidak kurang dari delapan persen, protein kurang dari enam setengah persen," kata Tetty.

Sementara kandungan gula yang berada di dalam susu kental manis ditujukan sebagai alat pengawet.

"Jadi kalau industrinya bermain-main dengan kandungan lemak susu dan protein, dia harus mengatur agar kandungan gula ini berfungsi sebagai pengawet," ujar dia.

Karena itu, Tetty memgimbau masyarakat agar senantiasa memperhatikan label kandungan gizi sebelum mengonsumsi produk susu kental manis.

Sebelumnya, BPOM mengeluarkan Surat Edaran bernomor HK.06.5.51.511.05.18.2000 tahun 2018 tentang Label dan Iklan pada Produk Susu Kental dan Analognya (Kategori Pangan 01.3).

Beredarnya surat tersebut menggegerkan masyarakat yang selama ini beranggapan bahwa produk susu kental manis dapat digunakan sebagai pengganti susu dalam memenuhi kebutuhan asupan nutrisi dan gizi.
Urutan Terlama
Halaman 1 dari 2
Mengandungnya itu berapa persen ?

Jangan gulanya 99 eh cucunya cuma sepersen, itupun perisa emoticon-Wink

Lagipula ane lebih milih asi
Bukan karena kandungannya, kemasannya lebih menarik saja ..
Ini BPOM kenapa jadi gini ya? emoticon-Ngakak (S)
BPOM balik kucing yak emoticon-Ngakak
BPOM Pastikan Produk Susu Kental Manis Mengandung Susu

Mengandung susu
Duitnya dah cair ya ? Kok.jd berubah lagi
Udah dapat setoran kali wkwkwk.
pengen ngelawan indomilk? mampus BPOM. emoticon-Wakaka
malah jadi inget, "susu kental manis cap nona" emoticon-Genit:
buat selametin produsen krimer kental manis ya
setoran dari pabrik susu kental manis udah cair, makanya balik kanan ini BPOM. emoticon-Leh Uga
Yg jelas ane ogah minum susu kental manis lagi emoticon-Traveller

Ane gak pernah merasa dibodohi selama ini
BPOM ,"Dibolak balik biar gak gosong" emoticon-Leh Uga
Quote:


mungkin udah cair gan
Quote:


Sepertinya sih begitu.. hahahaha
ada apa dengan BPOM? emoticon-cystg
Quote:


nah,klo ini 100% susu asli 😁

mantap ganemoticon-Jempol
Gula kental manis
bagus kemaren dah jelas SKM bukan produk susu lebih ke additional ke makanan atau minuman lain misal Jus Es Campur dll...
Bedakan Susu kental manis dan creamer..
Jgn terjebak oleh informasi.
bakal terus2an ribut kalo begini caranya.. emoticon-Cape d... (S)
kandungan makanan disoalkan melulu, kalo lu merasa sakit abis makan itu ya HINDARI


banyak kok yg uda tau pantang makan ini itu, terutama yang penyakitan misal kolesterol / asam urat tapi tetep aja lanjut.. itu hukumnya dimana hayo?? kan balik lagi ke pribadinya

setiap orang bertanggung jawab atas perilakunya sendiri.. jangan nunggu sabda BPOM baru menentukan sikap
Halaman 1 dari 2


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di