alexa-tracking

Merespon Perang Dagang AS, Indonesia Akan Memperkuat Ekonomi Nasional

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b44428060e24b3b2b8b4567/merespon-perang-dagang-as-indonesia-akan-memperkuat-ekonomi-nasional
Merespon Perang Dagang AS, Indonesia Akan Memperkuat Ekonomi Nasional
Merespon Perang Dagang AS, Indonesia Akan Memperkuat Ekonomi Nasional
Dampak perang dagang AS dilawan dengan memperkuat ekonomi nasional(Foto: liputan6.com)


Bogor – Menghadapi dampak perang dagang yang dikobarkan AS, berbagai bentuk kebijakan pemerintah pun dilakukan. Seperti yang diungkapkan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, pemerintah akan memperkuat ekonomi nasional dalam berbagai bentuk.

Hal itu disampaikan Airlangga seusai  mengikuti rapat terbatas yang dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Bogor, Senin (9/7/2018). Intinya, dengan memperkuat ekonomi nasional akan memberikan ketenteraman kepada pelaku industri nasional agar iklim investasi bisa terjaga stabil, peningkatan ekspor, optimalisasi impor dan mengembangkan substitusi impor.


“Pemerintah akan melakukan optimalisasi di tool fiskal, baik berupa bea keluar, bea masuk maupun harmonisasi bea masuk itu sendiri agar industri nasional mempunyai daya saing dan tetap mampu melakukan ekspor,” papar Airlangga.


Selain itu, pemerintah juga akan memberikan jaminan terhadap ketersediaan bahan baku sekaligus memberi insentif kepada pelaku industri agar ekspor bisa ditingkatkan. “Pemerintah juga akan memberikan insentif untuk usaha-usaha kecil menengah, terutama di bidang furnitur dan SVLA (verifikasi legalitas produk kayu). Itu akan dibiayai atau disubsidi pemerintah,” tutur Airlangga.


Dalam hal optimalisasi impor dan substitusi impor (mengekspor barang mentah hasil impor), lanjut Airlangga, pemerintah akan memberikan insentif mengenai relokasi manufaktur. Misalnya, pabrik di daerah Jawa Barat yang sudah padat dipindahkan ke Jawa Tengah atau daerah lain agar perusahaan itu bisa melakukan pengembangan.

Sedangkan untuk menjaga iklim investasi, menurut Airlangga, pemerintah mendorong peningkatan penggunaan bio diesel dari yang semula 20 persen menjadi 30 persen. “Itu akan meningkatkan konsumsi bio diesel sebesar 500.000 ton per tahun. Ini yang Bapak Presiden minta untuk segera dibuatkan kajiannya,” ujarnya.


Pasalnya apabila konsumsi bio diesel meningkat, maka kapasitas produksi otomatis juga meningkat. Dengan demikian iklim investasi di industri tersebut tetap terjaga. Terakhir, pemerintah juga memaksimalkan pendapatan dari sektor pariwisata. Beberapa bentuknya, yakni pengembangan bandar udara, menambah rute penerbangan low cost carrier dan sebagainya

Hal itu dibenarkan oleh Ketua Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso. Menurutnya,  peran sektor pariwisata terhadap ekonomi Indonesia lebih cepat dibandingkan sektor lainnya.


Memperkuat Ekonomi Nasional di Sektor Pariwisata

Kedatangan para wisatawan asing (wisman) yang menikmati keindahan Indonesia langsung dibayar dengan dollar sehingga memberikan dampak berlapis terhadap ekonomi nasional.

“Pariwisata harus kita dorong. Pariwisata itu kan bagus. Pariwisata kalau orang pergi ke satu daerah kan turis asing itu yang bawa dollar. Turis asing harus stay lama. Masa sebentar, rugi dong,” katanya di Istana Bogor, Senin (9/7/2018).

Guna menarik lebih banyak kedatangan turis mancanegara ke Indonesia, pemerintah berkomitmen untuk menciptakan atraksi yang menarik di destinasi unggulan, infrastruktur dan akomodasi yang, hingga jaminan keamanan.

Hingga akhir tahun nanti, pemerintah menargetkan mampu mendatangkan sekitar 17 juta wisman dan melonjak menjadi 20 juta pada 2019.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kunjungan wisman ke Indonesia secara kumulatif pada Januari-Mei 2018 mencapai 6,17 juta kunjungan. Angka ini naik 11,89% dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama pada 2017 yang berjumlah 5,51 juta kunjungan.

Sumber
image-url-apps
Hmmmmm... 🤨🤨🤨

Bukannya smua program yg dibilang itu udah digenjot dr awal2 kabinet?

Daya serap dan belinya rendah, manufacturing nya pun masi berat bersaing, ongkos buruh mahal dll dll.

Secara ekonomis aja produk jadi kita sulit bersaing dgn cina, malah kita banyak impor bahan jadi...
bahan pangan aja kita dikit2 impor.

Piye toh?

😓😓😓
image-url-apps
Nah tuh siapa yg suka teriak usir asing..gilingan d bales lgs pusing
KASKUS Ads
UKM kena hantam saat bbm dan listrik naik serta pajak

sekarang baru mulai napas lagi
image-url-apps
Untungnya disini banyak pejuang n laskar pembela ekonomi

Kaum prianya mapan n tampan
Kaum.wanitanya berhotpan n rupawan ..
image-url-apps
Quote:


tapi pointnya ada benar sih, seharusnya sedari dulu indonesia memperkuat ekonomi nasional, bukan di masa pemerintahan sekarang baru di genjot infrastruktur, yang mana efeknya baru akan terasa beberapa tahun kemudian.

masalahnya trade war ini jikalau di lihat melibatkan currency war, ini urgent buat indo di butuhkan kebijakan cabe rawit untuk saat sekarang.

bukan nasbungtak
jadi riil nya gimana pak?

visa wisman amerika dinaikin 100x lipat atau kena tarif pak?

ijin masuk per tahun wajib bayar 1000 USD khusus hanya untuk yang berkewarga negaraan amerika.

==============
tambahan lagi kalo mau lebih seru pak,
setiap ditemukan 1 pucuk senjata ditangan OPM ngga peduli darimana datangnya, freeport dinasionalisasi 0.1 %

emoticon-Wakaka

jadi TNI cukup tangkep 1000 kepala OPM, freeport resmi jadi 100% BUMN emoticon-Wakaka

image-url-apps


Quote:


Yep, itu dia, klo gw ngeliatnya, lagi2 pemerintah hanya mengeluarkan pernyataan “penenang” untuk rakyat.
Bukan solusi riil.
Krn apa yg disuarakan airlangga seinget gw smua sudah dan sedang dijalankan, apa lagi yg mau digenjot?

pemerintah akan memperkuat ekonomi nasional dalam berbagai bentuk

Penyatannya yg jelas smua juga tau, ekonomi indonesia sih harus diperkuatnya di semua sektor dan bentuk, krn dasarnya masi amburadul.

Lepasin soal agama dan politik, tp yg namanya keberpihakan ke negara yg lebih kuat adalah hal wajar malah menurut sejarah. Krn itu klo gw liat sih hrs nyanpwmerintah ga juga alergi atau blagak ga butuh amerika atau cina sekalipun, di timbang2 aja mana yg akan bawa lebih keuntungan buat negara.
Quote:


pesen amoy 1 usia abg , gak usah dibungkus baju dan jangan pakai lama-bayarnya pake virtual account di indoapril emoticon-Big Kiss emoticon-Big Kiss emoticon-Big Kiss emoticon-Big Kiss emoticon-Big Kiss emoticon-Ngacir emoticon-Ngacir emoticon-Ngacir emoticon-Ngacir emoticon-Ngacir emoticon-Ngacir emoticon-Ngacir

trump presiden amerika itu biang ribut perdagangan dunia
amerika langgar aturan WTO & ganggu perdagangan dunia
40 negara dunia udah kecam presiden amerika trump & adukan amerika ke WTO
https://www.kaskus.co.id/thread/5b3d...-protes-ke-wto
Quote:


setuju gan, solusi konkretnya ga ada, cuma pernyataan normatif aja, jangan2 pemerintah juga bingung skr mau ngapain
image-url-apps
Kurangi ketergantungan pada investor asing dan batasi impor.

Walau mungkin berat,tapi memang kuncinya di situ.

Selama masih dominan bergantung pada investor asing,setiap ada guncangan ekonomi global sudah wajib hukumnya kena imbas.
image-url-apps


Quote:


Tanpa ngejudge pemerintah bohong..
Ada pepatah bilang.. kebohongan akan ditutupi dgn kebohongan lainnya, gt aja terus sampe planet mars bisa dipake dugem.

Jd klo bingung, ya psti bingung kayaknya bro.. hehe.
image-url-apps


Quote:


Nah ini bener ! Tapi masalahnya.. investors asing, politik dan kepentingan pribadi di negara berkembang spt indonesia akan jadi sangat rumit klo dipisahin.
image-url-apps
Quote:


baiknya sih main dua kaki bro, hmmm..... sebenarnya indo dengan ekonomi nasionalnya juga bisa bertahan karena negara kepulauan tapi yah gitu dah....

yang gue ngeri nih karena trade war dollar naik diatas 15ribu, suku bunga naik lagi (sekarang 5,5%), efeknya npl (kredit macet) naik, selesai lah sudah.... indo masuk krismon lagi emoticon-Frown

mau nahan dollar di bawah 15ribu, cadangan devisanya belum kuat. yahh mudah mudahan sri mulyani ada jurus jurus ampuh. padahal kebijakan baru untuk kepemilikan properti sudah bagus tapi dollar harus di bawah 14ribu baru terasa efeknya seperti tahun 2010-2013, perputaran uang sangat bergerak cepat.

image-url-apps


Quote:


Nah ntu dia gan... ane sih ga ngeliat ada celah untuk maen di 2 kaki, apalagi diantara selangkangan haha (kidding).

Mamarika sama cingcong udah bs dianggap super power dlm bidang ekonomi dunia, maen aman kayaknya udah ga akan jd jurus ampuh.. malah buat posisi indonesia kanan kiri brantakan.
Klo ane sih malah lebih setuju skalian aja pilih mau ngiriiii atau nganan (kiri/kanan)..
Secara scr domestik kita babak belur, ditambah babak belur krn maen “aman”.. ga kebayang dah..

Devisa bablas, utang numpuk, kemampuan ekonomi dlm negeri mpot2an.. gak kebayang disaat dollar terus naek, pangan pun sampe harus impor, mau dikejar kemana kemampuan rakyt untuk hidup dgn tingginya smua harga pangan? 😓😓

Klo ane sih ga singgung ke soal property krn menurut ane kemampuan soal daya beli property di dominasi sama kaum menengah keatas, pdhl jelas indonesia di dominasi menengah kebawah, yg ada kebijakan itu hanya ngintungin sekelompok org aja malah.
Bisa diliat kan saat ini, semua jual tanah dan rumah, ga ada yg beli, disaat ada yg beli.. sudah psti kaum menengah atas. Malah ntar nya jd bumerang yg ngebuat gap si miskin dan kaya makin jauh, ini kan yg terjadi kaya taun 98 salah satunya.
image-url-apps
Quote:


setuju setuju. (bold)

bener juga, maen kanan kiri malah nanti di tuduh dumping. tapi tadi gue baca nih berita (di kaskus kali, lupa) kalau untuk yang soal gsp tuduhan trump ke indo, katanya sih sri mulyani merencanakan peluang ekspor ke negara lain, bagus juga tapi sebesar ekspor ke us ngak, gitu aja.

kita liat lagi nih bro beberapa minggu ke depan, moga aja dollar turun.
kalau dalam hitungan gue malah naik selama trade war belum ketemu negosiasinya, ngak tau yah kalo dollar di cetak gila gilaan. emoticon-Big Grin

image-url-apps


Quote:


Nah ntu dia bro, dumping pun sebenernya ga masalah sih, asalkannnnn... dasar negara dr ekonomi/politik/sosialnya udah kuat. Kaya jepang... mau ngapain aja dlm kebijakan dlm negeri, ga akan pengaruh besar ke kebijakan luar negeri.. krn dasarnya udah kuat. Lah kita? Hehehe...

Sri mulyani mau ekspor ke yg lain? Hahay.. kok malah makin wierd ya? Eropa? Asia tengah? Arab? Eropa timur? Lha wong smua udah pegangan 2 kekuatan ekonomi ini kok..mreka yg mau nerima eksporan kita juga pasti pd lirik cingcong / mamarika dulu.. dr pd ikutan kena imbah trade war nya scr langsung. Itu menurut gw sik..

Berdoa aja bro, gmn pun juga dollar makin ngamuk yg sakit kita smua hahay...
image-url-apps
Makan tempe.. kedelainya impor dari US. Makan rendang.. sapinya impor dari autrali

emoticon-Big Grin

Alhamdulillah ayam gapake impor gan tinggal ambil punya tetangga
×