alexa-tracking

PEN CERITA AE PENGALAMAN HIDUP GW

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b43c592dc06bdf01b8b4568/pen-cerita-ae-pengalaman-hidup-gw
PEN CERITA AE PENGALAMAN HIDUP GW
Halo temen" kaskusers, bener gk sih tata cara gw bikin thread? forum-nya bener gak? ah males paling gada yg baca, istilah" apa sih yg kudu gw ketahui di dunia per-kaskus-an ini? ah bodoamat.
itulah yang terlintas di benak gw saat mengetik thread ini, hmm mohon maaf juga karena gua bakal pake ilmu bahasa gw yang pas"an ini *hah apasi *gajuga cuk
oke jadi langsung aja ye, kenalin gengs nama gua Aldy, gua lahir di Pekanbaru di tahun 2001 di hari natal, tapi gw muslim yang berarti gak ada hubungannya dengan bagaimana gw bisa dilahirin di tanggal yang tepat di hari raya temen" nasrani gw tersebut, kebetulan gw lahir di keluarga yang sering berpindah" dikarenakan pekerjaan bokap yang terkadang mengharuskan kami utk berpindah mulai dari kota-kota maupun provinsi-provinsi, gw dan kakak" gw pun kena 'imbas'nya, oh iya, btw, gua punya 2 kakak perempuan yang sekarang udh pada gede, 1 udh kerja dan 1 udh kuliah, yap, gua bungsu.
dari sinilah perjalanan gua dimulai, setelah numpang lahir dan bertempat di pekanbaru selama 1 tahun, kami berpindah ke kota-kota di Kalimantan lainnya seperti Tanjungpinang dan Pontianak, dan di saat itu gua gk terlalu inget apa yang terjadi, lu pada inget masa kecil lu saat umur 1-3 tahun gasih? i have no idea.
lalu gua pindah ke Sumatra, lebih tepatnya ke Jambi, disitu gua mengulang Sekolah TK 0 besar gw karena kalo gasalah gw hampir lulus di Pontianak dan keburu pindah, dan lagi, i have no idea how tf that happened.
akhirnya lulus tk lah gua di Jambi dan, kami pindah lagi dan sekarang tujuannya adalah Palembang, kota yang sekarang udh keren banget menurut gw, jangan tanya.
di Palembang ini tempat gw menuntut ilmu di jenjang pendidikan Sekolah Dasar, lebih tepatnya gw dilempar mak bapak gw di SD IGM mulai dari kelas 1 sampai kelas 4, dan gua pun jadi pecong disana karena badan gw hampir paling gede dari yang lain dan gw jail, hehe maap guys.
dan tiba-tiba gw ditarik lagi untuk pindah dan sekarang tujuannya adalah Bandung, kota yang memberi gw beribu pengalaman hidup yang sangat berbeda dari sebelumnya, bayangin aja orang yang belum pernah tinggal di Pulau Jawa tiba" disuguhin bahasa Sunda dan Budayanya, beda banget sama Palembang yang cenderung lebih galak kayak orang Batak logatnya maupun aspek lainnya, bukan rasis atau apa tapi i think that is the best way to describe how's our culture is almost totally different to one another.
di Bandung gua banyak belajar di lingkungan baru dan hal-hal yang masih asing di telinga gw, gak seperti tinggal di Palembang yang agak well-prepared karena gua sempet menguasai bahasanya yang mirip" dengan Jambi.
yang masih bisa gw raih dengan tinggal di Bandung saat itu adalah dengan bermain game di Warnet, karena dari kelas 3 SD gw udh familiar sama yang namanya SPAS, SG Puter, Mi-Cash, Gemscool, dan berbagai macam kosakata baru buat bocah berusia 10 tahun ini.
disitu seperti layaknya bocah pindahan, pastinya gw selalu mendapat teman baru, watak teman" yang belum pernah gw temuin sebelumnya, hal" baru dan cewek baru selain emak gw.
Maksud gw adalah, Bandung adalah saksi bisu dari pengalaman pertama 'cinta monyet' gw, yang berujung pada gw minta beliin bokap bunga Mawar sebagai bahan gw buat nembak tu cewe, dan akhirnya dibeliin beneran....
 dan besoknya gw berniat untuk nembak cewe tersebut, dengan bunga mawar setangkai hampir busuk yang gw simpan di tas dengan asal itu, dan, berhasil! seorang bocah dengan perawakan gendut yang mengenakan celana pendek merah yang panjangnya hampir sebetis tersebut berhasil menaklukkan hati gebetan pertamanya, dibalik semua aib tersebut ada masa peralihan SMS ke BBM yang digunakan kami sebagai media buat PDKT, ga kebayang kan se-cringe apa bocah SD PDKT, udah ah cerita sampahnya, lanjut ke inti cerita, setelah gw lulus di Bandung, gw pindah lagi dan melanjutkan sekolah di SMP Islam yang terdapat di Jonggol, mana waktu itu lagi ngetren kan yang namanya wakwaw", gw pun jadi sasaran cacian temen sd gw yang ada di pulau sebelah, ada juga yang menganggap gw bercanda saat ditanya "Sekarang lo tinggal dimana?".
di Jonggol itu gw mulai aktif lagi menekuni hobi gw selain mendengar EDM dan K-Pop yang dalangnya adalah game Ayodance, yang main pasti paham, dan hobi gw tersebut adalah Futsal, akhrinya ada hal lumrah yang gw ceritain ke readers thread ini.
gw memang suka futsal sejak kecil, dulu gw kiper tapi mulai dari SMP gua beralih tugas menjadi seorang pencetak gol, apa gw waktu kecil jadi kiper karena telah diracuni oleh mindset temen" gw yang katanya 'orang gendut jadi kiper'? hmm, true story.
di Jonggol inilah gw mulai main game yang proper dan gak cenderung ke game terus, jadi menyerap ilmu IT juga, dan maksud gw main game proper adalah game steam, yaitu DOTA 2, aah good ol' days, masa dimana DOTA 2 masih ada opening sibotak yang di palanya ada keran aer.
Jonggol menjadi salah satu kota singgahan tersingkat gw selain Pekanbaru, karena setelah naik 7 gw dibawa ortu lagi ke Palembang, dan gw gak terlalu excited karena udh gapunya gambaran dari gimana palembang 3 tahun belakangan ini, yang ada di otak gw cuman persiapan untuk bercengkrama dengan temen" komplek gw yang salah satunya pernah berkata "baguslah", disaat gw bilang gw bakal pindah dari Palembang saat kelas 4 SD itu, sebuah kata yang menyakitkan untuk anak SD, dan begitulah, perpindahan gw tersebut jadi berlangsung tanpa perpisahan dengan dia *ajg geli.
dan kebetulan gw pindah dan tinggal di komplek yang sama, namun rumah yang berbeda, disaar gw pindah tersebut gw menyadari kalo temen" komplek gw bokapnya memiliki profesi yang sama dengan bokap gw (itu komplek rumah dinas gitu).
dan waktu berlalu, temen" komplek mulai pindah dan meninggalkan Palembang satu-persatu, disitu gua belum kepikiran untuk menemukan teman baru, di sekolah pun gw hanya kenal temen SD saat gw di Palembang dulu yang kebetulan bertemu lagi di SMP yang sama, disitu gw bergantung sama dia buat belajar mengenal lingkungan disana, sebuah pengalaman yang juga sebuah lompatan pun terjadi dengan gw.
Pada hari sekolah, gw yang masih anak baru ini pun seperti biasa hanya ikut tertawa saja saat teman" bercanda, lalu tiba" seseorang yang dicemooh tersebut menghampiri gw dan sepertinya kurang senang dengan sikap gw yg ikut menertawai dia, lalu dilampiaskanlah ke gw kekesalannya tersebut yang kemudian gw layani dengan emosi juga, disitu terjadi lagi hal yang biasa gw lakuin di SD, yaitu berantem, dari SD gw sudah familiar sama yang namanya berantem karena mungkin watak gw yang berasal dari hidup menjadi bungsu dengan 2 kakak perempuan yang cerewet, yang gw-nya selalu dibela nyokap waktu kecil setiap ada masalah, jadinya gw keras kepala di sekolah.
Dan begitulah, setelah berantem gw mendapat respect, mulai dikenal, dan tahu posisi gw disana, dan juga kontak pertama gw dengan rombongan yang menjadi temen nongkrong tersolid dan gila saat kelas 8-9, gatau kalo sekarang.
waktu demi waktu kita lewati bersama, lalu gw lulus SMP, dan pindah lagi.
gw kembali lagi ke Bogor setelah 2 tahun tinggal di Palembang, udh berasa kayak bumerang.
di awal kelas 10 ini adalah sebuah pengalam suram dan berharga yang tidak akan gw lupain seumur hidup.
Pada suatu waktu di semester awal, gw dan teman" berencana untuk membuat usaha sebagai bentuk support kami dalam mendukung pensi binaan OSIS yang masih gencar"nya mencari dana waktu itu, kami pun berjualan susu kemasan botol plastik hingga ke Jakarta, pada suatu waktu kami mendapatkan 500rb dengan berjualan susu hanya dengan modal 25rb per-orang (kami berjumlah 5 orang), tapi akhirnya kami memutuskan untuk menggunakan uang tersebut untuk membuat hoodie rombongan, yang hanya menjadi wacana saja karena uang tersebut hilang di rumah temen yg biasa dipake buat nongkong.

Jadi ceritanya begini, waktu malem hari salah satu temen gw yang paing niat dlam berjualan tsb tiba" dateng ke rumah dan masuk ke kamar disaat gw sedang berpetualang dalam mimpi, dia membangunkan gw dalam tidur dan memberi gw buku yang sebenarnya milik gw, yg dipakai untuk mencatat keluar-masuk uang kami saat sedang berjualan, isinya adalh pernghasilan kami yang berjumlah 500rb yang dilipat kecil", temen gw ini nyuruh gw buat bagiin uang tersebut besok, saat di sekolah.
Pagi pun tiba, gw melanjutkan aktivitas di sekolah seperti biasa dan berencana untuk membagikan uang tersebut di isitirahat pertama, yang entah mengapa ditolak oleh mereka karena mungkin malas atau memang pada mencar, ada yang jajan, ada yg lagi diluar, akhirnya pembagian gaji pun ditunda, sampai pulang sekolah, gw kembaliin buku itu ke temen gw yang ngasih kemaren malem karena gw ada urusan dan tidak langsung nimbrung ikut nongkrong sore itu, dengan niatan dia yg akan membagikannya nanti, sesampainya gw kembali ke tempat tongkrongan, uang tersebut belum dibagikan dan mereka seperti biasa sedang sibuk sendiri ataupun ada jg yang main ps, salah satu temen gw bertanya soal buku tersebut dan mengambil buku itu dari tas temen gw, entah untuk apa yang kemudian ditaruhnya di meja di sisi dinding rumah temen gw yang dijadikan tempat nongkrong tsb, kami pun kembali pulang ke rumah masing" setelah beberapa saat dan gw juga beberapa kali mengingatkan soal uang di buku tersebut yang ditaruh di meja jangan sampai hilang, karena gw udh pengalaman di SMP soal pengelolaan uang yg disalahgunakan oleh temen" gw,  contohnya seperti korupsi saat bikin jersey ataupun hoodie kelas, makanya gw was-was pada saat pulang hari, temen gw yg pemlik rumah ini pun kami bangunkan dri tidurnya karena kami ingin pulang, ia pun menunggu depan rumah dengan keadaan masih ling-lung saat kami berangkat pulang.
keesokan harinya gw kembali menyusul untuk nongkrong karena lagi seneng makan dirumah utk menghemat uang daripada makan diwarteg, sesampainya dirumah temen, gw disambut dengan pertanyaan "buku dimana dy?", atau semacam itu, gw yg gktau apa" pun hanya bisa menjawab seadanya dan memberitahu pengalaman yang kami alami kemarin, disitu keadaan masih normal, selang beberapa hari, temen gw yg paling niat dlam berjualan ini seperti menjaga sikap ke gw, dia cuek dengan gw dan seperti menjaga sikap, disaat gua tanya pun jawabannya hanya "gpp".

akhirnya setelah 2 minggu dengan sikap seperti itu, gw sebagai teman yg baik hanya memberi space kepada ni orang karena mungkin kehadiran gw yg membuat dia kaya gitu, gw selalu pulang duluan saat nongkrong dan semacamnya.
eh, selang beberapa hari, gw mulai mendengar kabar bahwa temen gw yg jaga sikap ke gw, mulai menyebarkan berita aneh" kalo gw yang mengambil duit tersebut, betapa baik-nya seorang temen memfitnah temen-nya sendiri tanpa didasari oleh apa", dan kebetulan di tongkrongan tersebut ada anak kelas 11 dan 12 jg, dan akhirnya citra gw pun menjadi jelek dan gw yang awalnya dianggap asik dan baik malah bertolak belakang dan dicap maling oleh beberapa orang berpemikiran sempit, dan dalangnya sepertinya ada diantara mereka jg dan ia memanas-masin temen gw yg cuek utk agar lebih percaya bahwa memang gw pelakunya, gw yang merasa solid dan lebih tahu cara menjaga hubungan dengan teman karena sering pindah" pun merasa sangat terinjak-injak dengan kondisi yang belum pernah gw alamin ini, bayangkan saja lo baik" saja dan tiba" lo difitnah tanpa dasar hanya karena ego sebuah bocah yang merasa seperti hanya dirinya lah yg tersiksa karena kehilangan uang, bahkan gw meminta bagian duit gw duluan sebelum buku tersebut hilang, yang berarti hanya gw yang mendapat keuntungan dari penjualan tersebut dan kenapa gw harus mengambil uang tersebut sedangkan gw tinggal di keluarga yang berkecukupan, disaat itu sekolah gw adalah sekolah yang masih sangat muda, baru 2 tahun berdiri.
sehingga satu angkatan pun hanya terdapat 18 siswa, yang berarti akan sangat susah apabila terpecah dan kondisi kelas akan sangat membosankan.

di masa kelam itu gw membela diri gw habis"an dengan fakta yang ada kepada guru, lalu terjadilah, gw pun berpindah rombongan ke anak" sebelah dan melanjutkan hidup gw dan mencoba mengikhlaskan hal tersebut, seperti belum puas menyudutkan gw, mereka berkata yang tidak" dan memfitnah gw lagi di belakang dan sepertinya selalu membicarakan hal buruk tentang gw, lama kelamaan, kondisi semakin parah, gw pun berniat untuk meminta maaf hanya agar kondisi lebih tenang, gw pun gatau apa kesalahan yang harus gw akuin, sungguh miris, gw pun mendatangi tempat mereka bersama temen gw yang juga menjadi sumber gw tentang masalah baru lagi yang mereka buat karena dia sempat berada di kubu mereka dan mendengarkan mereka gibah, dan juga mencoba mendoktrinnya agar gak temenan ama gw, disitu gw mengucap dan berkata meminta maaf bila gw ada salah, dengan hati yang berat gw mengucapkan hal tersebut, sebaliknya mereka juga meminta maaf, layaknya formalitas mereka sepertinya tetap 'berbicara' di belakang seperti apa yang bocah lakukan.
dan sampailah gw disini, sedang libur kenaikan kelas 11, dan 3 hari lagi harus masuk sekolah lebih awal untuk mengurus MPLS karena gw anggota OSIS, dan gw mendapat fakta mengejutkan bahwa temen yg gw duga maling buku tersebut ternyata memang klepto saat di SMP, gw mendapat informasi itupun karena sedang membahas masalah lain yg ia perbuat, dari sinilah gw mulai berpikir, dan fyi, disaat gw masih serombongan dan duit itu hilang, temen pemilik rumah ini berkata kalau mungkin saja ada maling yang masuk ke rumah dan mengambil buku tersebut menurut pengakuan dia, ia berkata bahwa ia melanjutkan tidur dirumah dan lupa menutup pintu rumah tersebut, fyi lagi kalo rumah yang kami jadikan tempat tongkrongan adalah rumah sebelahnya, yaitu rumah kosong yang hanya digunakan sebagai tempat menaruh barang" tidak penting dan dijadikan seperti pergudangan, gw pun akhir" ini membatin, mengapa ia tidak melaporkan hal tersebut kepada orang tuanya atau satpam, padahal itu merupakan suatu masalah yang menurut gw besar dan ancaman terhadap komplek tersebut , dan apakah maling akan mengambil sebuah buku kecil yang tergeletak di meja, apabila ada sebuah TV dan barang" berharga lainnya yang ada di rumah tak berpenghuni tersebut, tidak masuk logika kan? fakta lain yang temen SMP-nya sebut pun mendukung masalah ini, it gave my anxiety, di masa tersebut gw merasa seperti berada di ujung tanduk karena dicap buruk oleh kakak kelas dan rasanya seperti apabila gw melakukan satu kesalah besar itu akan jadi sebuah musibah bagi gw, dan sampai sekarang gw dan rombongan yg memfitnah tsb hanya menjadi sekedar teman, itu semua berawal dari sebuah pikiran kecil di benak seorang bocah yang memberikan dampak sangat besar bagi gw, hanya karena satu orang tersebut, ia pun juga pindah di kelas 11 ini karena memang tidak tahan dengan kondisi sekolah tersebut, hmm, harusnya kau tidak datang sama sekali ke sini daf, hanya untuk menghancukan hidup gw, namun dari masalah tersebut banyak hal positif yang gw alamin, gw juga menjadi lebih respect ke orang dan lebih aktif berorganisasi, tapi tetap saja hal tersebut meninggalkan luka dalam diri gw, dan gw yakin, masalah ini belum selesai.
image-url-apps
bentar baca dulu, panjang bener kayak tol cipali
×