alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b4388d1ded770f0048b4568/pecandu-khayal

Pecandu Khayal


Quote:



Huf.. Barusan aku sedang mengingat kebodohan enam tahun lalu sambil memutar lagu Hujan di Mimpi milik Banda Neira. Terkesan melow gitu yah atau enggak nyambung. Ini bukan tentang mengenang masa lalu. Mungkin ini adalah alasanku mempertahankan kesendirian, walaupun enggak ngerti perasaan sendiri seperti apa. Sebenarnya, tujuanku untuk curhat tentang aku dan perasaanku sekarang. Tapi, aku akan coba dari awal.
 
2012 adalah tahun pertamaku jatuh cinta (mungkin) sejatuh-jatuhnya. Ya.. walaupun sempat suka-sukaan juga waktu SMP bahkan sempat ada hubungan. Tapi aku katakan itu bukan perasaan yang terbilang sungguhan. Masih kepikiran sih sampai sekarang. Hm.. ganteng juga ya. Hahaha. Untuk pembaca perempuan, jangan kecewa kalau yang menulis ini perempuan juga, ya. Hehe. Ya, aku perempuan dan dia aku samarkan jadi Arfi.
 
Arfi, bisa dikatakan sahabat paling jenaka diantara sahabat laki-laki lainnya. Menjadi pelawak kelas dengan celetukan yang bisa membuat seisi kelas tertawa bahkan sampai menarik hati guru-guru. Ya, aku tidak bisa bohong kalau Arfi adalah pribadi yang sangat menyenangkan. Kami saat itu kelas X (sepuluh) atau satu SMA (2011). Aku punya beberapa teman dekat laki-laki selain Arfi, Redi, Hangga, dan Gusti, sahabat Arfi juga.
 
Sejak pertengahan kelas sepuluh, aku dan Arfi semakin akrab. Tidak lupa sedikit sapaan atau bercandaan lewat sms saat malam hari. Bisa dibilang Arfi bukanlah laki-laki yang tergolong tampan (hehe). Masih berlaku sepertinya quotes tentang, "orang tampan kalah sama yang humoris." Posur tubuh Arfi tinggi sekitar 175 cm atau lebih mungkin, ya pokoknya jika disejajarkan denganku, aku sedadanya. Berkulit coklat tua. Tua sekali. Hahah. Dan pertengahan kelas dua, aku sudah merasakan keanehan tentang perasaan ini ke Arfi. Ciri-cirinya, aku gerah melihat Arfi dekat dengan temanku, Indah. Padahal sebelumnya aku sempat benci Arfi karena ledekan teman-teman yang selalu menjodoh-jodohkanku dengan Arfi. Aku benar-benar muak, jijik, dan enggan untuk bertemu Arfi. Ya, begitulah. Sampai akhirnya, karma yang menghukumku.
 
Thread Sudah Digembok
Urutan Terlama
×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di