alexa-tracking

Balik Primitif, Warga Venezuela Hidup dengan Sistem Barter

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b436317a09a39aa7b8b456a/balik-primitif-warga-venezuela-hidup-dengan-sistem-barter
Balik Primitif, Warga Venezuela Hidup dengan Sistem Barter
Warga Venezuela melakukan barter (Reuters/Marco Bello)

Solopos.com, RIO CHICO – Panas terik dan sengatan sinar matahari tak menyurutkan semangat puluhan nelayan untuk menjual hasil tangkapan di pinggir Pantai Karibia, Rio Chico, Venezuela. Menariknya, para nelayan ini tidak mengharapkan uang sebagai bayaran. Mereka justru lebih tertarik menukar ikan dengan paket sembako berisi tepung, beras, dan minyak goreng.

Kehidupan masyarakat Venezuela memang cukup memprihatinkan. Negara yang dijuluki sebagai penghasil wanita tercantik di dunia ini tengah mengalami inflasi. Sejumlah warga negara Venezuela tidak menggunakan uang sebagai alat tukar. Mereka justru kembali hidup seperti masyarakat primitif dengan mengandalkan sistem barter.

"Tidak ada uang tunai di sini. Semua proses jual beli kami lakukan dengan sistem barter," kata seorang istri nelayan Venezuela, Mileidy Lovera, 30, seperti dilansir Reuters, Selasa (3/7/2018).

BACA JUGA :
Venezuela Rilis Mata Uang Sendiri
Bom Bunuh Diri Ancam Kaum Minoritas di Afghanistan
Catatan Peristiwa Dunia Hari Ini: 4 Juli 1995, Kroasia Mulai Operasi Badai Demi Merdeka

Mileidy Lovera berharap ikan tangkapan suaminya bisa ditukar dengan bahan makanan pokok dan obat epilepsi untuk anaknya. Krisis ekonomi yang memprihatinkan serta tingginya angka inflasi membuat uang di Venezuela kehilangan nilainya.

Kini, kebanyakan warga Venezuela melakukan barter untuk mendapatkan barang yang diinginkan. Sistem barter ini juga berlaku untuk membayar jasa seperti potong rambut. Wilayah yang paling terdampak inflasi adalah di Kota Rio Chico.

Seorang tukang ojek di ibu kota Venezuela, Caracas, Julio Blanco, 34, kini mengizinkan pelanggannya membayar lewat transfer bank. Namun, dia sebenarnya lebih senang dibayar dengan makanan. "Saya mengizinkan pelanggan membayar dengan cara mentransfer uang ke bank. Namun, sebenarnya saya lebih senang dibayar dengan makanan. Saya biasanya mengantarkan pelanggan ke toko daging untuk membayar jasa," katanya.

Munculnya sistem bater di tengah inflasi dan kelangkaan uang tunai menjadi gambaran buruk bagi Venezuela. Negara yang dulunya makmur kini tengah diguncang krisis yang menyengsarakan rakyatnya. "Barter adalah sistem pembayaran yang sangat primitif. Sangat memprihatinkan melihat sebuah negara mengalami krisis uang tunai," kata seorang konsultan keuangan dari Datanalisis, Luis Vincent Leon.

Lantas, apa penyebab hiperinflasi di Venezuela? Menurut sejumlah ahli ekonomi, rendahnya harga minyak, menurunnya produksi minyak, serta kesalahan pengelolaan ekonomi membebani pemerintah Benezuela. Defisit anggaran negara itu mencapai 20 persen dari produk domestik bruto (PDB). Nilai tukar mata uang bolivar terhadap dollar juga merosot tajam.

Pada 2017 lalu, uang kertas dengan denominasi tertinggi dinaikkan menjadi 100.000 bolivar. Di pasar gelap, nilai tukar bolivar melemah 99,6 persen terhadap dollar Amerika Serikat sejak awal 2016. Keadaan ini diperparah dengan anjolknya produksi barang domestik. Tapi, kondisi hiperinflasi yang menyengsarakan rakyat tak membuat Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, panik. Dia justru memilih diam dan terus bertahan di tampuk pemerintahan.
http://m.solopos.com/news/read/20180705/497/925991/balik-primitif-warga-venezuela-hidup-dengan-sistem-barter


moga2 ga kejadian di indon.....khilafuck solusinya emoticon-Traveller
image-url-apps
akibat gegabah main asong aseng asing, bisa dibayangkan klo RI dikuasai nasbungtod haram jadah ya nasibnya bakal kek gini, bubar sblm 2030 emoticon-Wakaka
image-url-apps
Ntar kejadian di indo, kalo dollar di lepel 15.000
KASKUS Ads
venezuela krisis ekonomi....!!!

dan sedihnya...sebagian orang indonesia pengen SUBSIDI BBM seperti venezuela....^^^^^

LOLS...^^^
image-url-apps
akibat nasionalisasi aset juga kah?
image-url-apps
Gara2 sombong nyaplok nasionalisasi ladang minyak investasi asing

Giliran disuruh mengelola malah jd bancakan korupsi berjamaah

Produksi minyak merosot tajam...mamam
barter dengan kerang bulu hasil tangkapan!!! emoticon-Marah
image-url-apps
Quote:


biarpun ngantrinya premium, pertalite.. tapi kalo pertamax naek, marah coy emoticon-Ngakak
astajim.. bentuk partai komunis perjuangan emoticon-Imlek
image-url-apps
Quote:


semua karena kena embargo gan
otomatis semua merosot
sekarang pake crypto currency buat bisnis minyaknya

kesian juga
image-url-apps

Lantas, apa penyebab hiperinflasi di Venezuela? Menurut sejumlah ahli ekonomi, rendahnya harga minyak, menurunnya produksi minyak, serta kesalahan pengelolaan ekonomi membebani pemerintah Benezuela
.
Coba niru rejim wiwi habis minyak terbitlah hutang dan impor segala bentuk barang dr bahan mentah sampe jadi impor solusinya emoticon-Recommended Seller
image-url-apps
Quote:


jadi inget preeport
pemerintah nya jahat
image-url-apps
Quote:


Lha iya kena embargo..seenak udel nyaplok investasi orang..dikata duit moyangnya apa

Emang narik minyak g pake modal infrastruktur..wkwkwk
Kecuali kalo udah mandiri produksi pangan produksi sendiri barang disegala bidang...

Kalo skr Kena dump habis2an lah, nyari masalah namanya
image-url-apps
Mereka pendapatan terbesarnya dari minyak, karna harga minyak lama2 turun pendapatan juga turun. Habislah sudah...
image-url-apps
Quote:

dan disini oposisi malah pengen niru venezuela dgn jurus anti aseng & asingnya emoticon-Leh Uga
image-url-apps
Tenang, uangnya ada..

Ga mungkin hal ini terjadi di indonesia.. emoticon-Traveller
image-url-apps
Quote:


& tergantung impor alias PDB rendah, situasi di Turki skrng mirip2 loh... lha mesin cuci sampe setrikaan aja impor emoticon-Big Grin RI msh jauh lbh baik lah
image-url-apps
salah satu contoh negara goblok sosialis/komunis = anti asing dan aseng. semua perusahaan swasta dinasionalisasi serampangan. investor pada kabur, malah modar ngelola sendiri emoticon-Wkwkwk
image-url-apps
Subhanallah.....mereka mempraktekkan anti riba secara lebih kaffah daripada bani nusantara