alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Sebuah Kisah Nyata : Tekad Dalam Menggapai Impian (Part 4)
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b4342c996bde6cb1c8b456e/sebuah-kisah-nyata--tekad-dalam-menggapai-impian-part-4

Sebuah Kisah Nyata : Tekad Dalam Menggapai Impian (Part 4)

Yang belum baca Thread sebelumnya bisa dibaca dulu nih :

"Kenapa sih Cus, Kamarnya Harus dicat Warna-warni?"



Waktu itu kami sedang beranjak kelas 3 SMP. Masa-masa dimana kami harus giat belajar untuk mendapatkan hasil yang memuaskan dalam menghadapi Ujian Nasional.

Rata-rata kami orangnya sedikit motivasi untuk belajar, hanya sebagian kecil yang rajin belajar. Untuk sisanya? Lebih suka bermain, bersenda gurau sesuka hati.

Waktu itu juga kami yang hidup di asrama merasa terpencil kan. Karena asrama kami pojok tidak terlihat, memasukinya aja harus melewati lorong kecil, disitu asrama kami. Selain itu juga, cat tembok sudah mulai kusam. Yah wajar saja jika kami tidak punya motivasi untuk belajar. Karena Lingkungan juga penting untuk mendukung apa yang kita perjuangkan.

Ternyata, Ucus sudah melakukan sebuah rencana bagaimana kita bisa terus semangat belajar. Beliau ingin semangatnya juga bisa diturunkan kepada kami saat belajar. Bagaimana cara untuk konsentrasi lebih untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Rencananya saya kira hanya sebuah desas-desus wacana, ternyata memang menjadi sebuah rencana yang seru dilakukan. "Kita Cat Asrama aja yuk! Tiap Kamar usul kalian mau nge cat warna apa. Tapi ingat harus ada filosofis nya kenapa milih warna itu dan warna itu yang membuat kalian termotivasi untuk belajar" kira kira begitu ucapannya. "Wah bagus! Setuju! Aku juga bosen warna nya ijooo terus ga ganti-ganti. Warna yang lain keek," Tutur teman saya. 

Saat itu juga kami berembuk memilih warna yang sesuai yang menjadi motivasi kami. Setelahnya kami mengirimkan istilahnya seperti proposal keinginan kami kepada pimpinan sekolah. Tapi, kenyataannya pimpinan sekolah berkata lain. Mereka menolak. Lebih dari itu mereka mempertanyakan. "Kenapa sih Cus Kamarnya Harus dicat Warna-warni?" Ada juga yang bilang "Loh ga sesuai sama ketentuan sekolah dong. Kan kita harusnya warna hijau" dan lain sebagainnya.

Tapi usaha kami terlebih Ucus tidak menyerah begitu saja. Kita tetap bersikeras bagaimana hal itu bisa diwujudkan. Sempat kita mengumpulkan pribadi untuk membeli cat dan kuas. Iya, kami menyelewengkan keputusan sekolah. Tapi bagi kami itu bagian dari sebuah kebutuhan motivasi.

Setelah sekian lama, akhirnya kami bisa mewujudkan nya. Tekad kita tercapai. Akhirnya kami cat ruang-ruang di asrama sesuai keinginan warna dan bergotong royong kami saling cat tembok asrama kami tanpa ada bantuan tukang bangunan. Sesuatu kebanggaan bagi kami, para perempuan tangguh yang mampu melakukan pekerjaan yang tidak biasa dilakukan.

Warna-warna kamar kami akan tetap selalu menjadi saksi jerih payah kami saat melakukan pekerjaan yang belum pernah kami lakukan. Setelah kami mengecat nya, kami merasa puas dan lega. Dan persis apa yang menjadi gambaran Ucus sebelumnya. Kami menjadi lebih semangat belajar dan lebih melakukan kegiatan kegiatan positif. 

Hal yang menjadi sebuah rasa nyaman adalah saat kita sedang berkonsentrasi, setiap malam hari kami disuguhkan instrumen musik klasik dan melihat cerahnya tembok asrama kami. Kami Lega dan tersenyum puas.

Sangat berterima kasih sekali atas kerjasama kepada teman-teman ku yang mau berjuang bersama serta Ucus. Kami senang. Kami terkenang.

Quote:
 To be Continued

-----------------------------------------------------------------
(4)

There ia a Will, There is a Way


Sebuah Kisah Nyata : Tekad Dalam Menggapai Impian (Part 4)

Kami senang asrama kami berwarna dan itu terbukti menumbuhkan motivasi dan semangat belajar.

Setelah itu, kami membangun komitmen untuk lebih giat belajar. Bagaimanapun juga UN juga bagian yang menentukan kita lulus atau tidak.

Suatu ketika Ucus menanyakan kami satu persatu. "Apa yang Sangat Senang kalian lakukan yang bisa jadi mimpi kalian?" Ada yang bilang melukis, nyanyi, ada juga yang ke arah serius. Penelitian. Terus pertanyaan lagi "Siapa idola kalian? Dan apa harapan mimpi kalian? Semua pertanyaan tadi ditulis kemudian dikumpulkan jadi satu ke saya". Salah satu dari kami menanyakan "emang buat apa itu cus?" Ucus ketawa dan mengatakan"rahasia. Nanti pasti bakal tau. Yang sabar ya."


Beberapa bulan kemudian, akhirnya kami telah melewati Ujian Nasional dan ujian sekolah lainnya. Kami semua sudah berikhtiar semaksimal mungkin tinggal doa saja semoga mendapat hasil yang terbaik.

Detik-detik menjelang perpisahan asrama. Karena sebagian dari kami ada yang tidak melanjutkan ke jenjang SMA yang sama. Sebagian menetap di sini melanjutkan jenjang SMA tapi tetap saja belum tentu kami semua satu asrama kembali.

Kami berkumpul dan kaget kenapa tiba-tiba ada bingkisan patung berbentuk orang memakai toga sebanyak itu dan terdapat foto kami dan idola kami beserta tulisan.

" Bingkisan perpisahan ini bentuk dari pengingat bahwa kita semua punya cita-cita harapan besar seperti apa yang kita idolakan. Selain itu juga bingkisan ini bagian dari sebuah doa semoga kita semua bisa sukses sesuai dengan jalan kemauan dan kemampuan masing-masing. Ketika kita ada kemampuan pasti ada jalan."

Kata kata itu entah mengapa semangat bagi saya. Untuk menggapai sebuah mimpi harus diniatkan dengan adanya sebuah tekad bagaimana kita bisa meraih dan menggapainya. Sesusah apapun itu harus tetap berjuang dan bersabar.
Urutan Terlama


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di